Cinta Dan Jodoh

Cinta Dan Jodoh
Adaptasi


__ADS_3

Akhir pekan telah tiba Manisa meminta ijin suaminya untuk jalan-jalan bersama teman-temanya,


Yudha yg menyadari Manisa kan pergi dengan lelaki yg Manisa sukai di sekolah mengijinkan nya


Manisa pergi ke sebuah mall, tapi saat Manisa dan Angga makan berdua tiba-tiba Ardi yg kebetulan melihat mereka datang menemui mereka dengan wajah kesal


" Manisaa.... sedang apa kamu..?" teriak nya


Manisa kaget sambil terbata-bata ia berkata " Kak Ardi"


Angga yg sudah tahu itu kakak Manisa segera meraih tangan Ardi dan menciumnya " Kak kenalkan saya Angga teman nisa "


Tanpa menoleh pada Angga Ardi berkata " Pulang lah. kakak ada urusan pada Nisa"


Melihat pandangan mata Ardi tampak seperti marah pada Manisa, Angga pun segera pergi. ia merasa tak pantas mencampuri masalah keluarga orang


Ardi duduk di kursi depan Manisa, sedang Manisa tertunduk lesu di depannya, " Apa yg kamu lakukan Nissa, tidak kah sadar kamu itu siapa, tidakkah kamu malu...?

__ADS_1


Anisa terdiam sambil tetap menundukan kepalanya


" Sampai kejadian seperti ini terjadi lagi, kakak tak kan segan-segan untuk bertidak keras padamu."


Manisa sungguh kanget mendengar ancaman kakaknya itu, ia mengenal kakaknya orang yg lembut dan penyayang. Baru kali ini ia melihat kakaknya semarah ini


Ardi kemudian menelpon Yudha untuk menjemput manisa setelah beberapa saat berbincang Yudha pun membawa Manisa pulang.


Di tengah perjalanan Manisa tampak sesegukan menahan tangia Yudha yg sedang mrnyetir pun berkomentar " Kenapa, mau nangis nangis aja, kan ada kak Yudha." ucapnya sambil melempar senyum manisnya


Dengan gaya meledek Yudha menjawab " Ya iyalah marah Nisa kan istri kakak, kenapa jalan sama cowok lain? gimana kalau kak Yudha juga ikut marah.??"


" Kak Yudha ga suka juga Nisa main sama cowok lain??, tanya Nisa yg mulai meredakan tangis nya


" Tentu kak Yudha pun kecewa, lagian Nissa tau kan dalam agama kita haram hukumnya seorang istri bertemu pria lain."


Nissa makin mengeraskan tangisnya " Tapi Nissa suka sama Angga, " dengan polosnya ia mengakui perasaannya pada orang lain di depan suaminya,

__ADS_1


" Nisa ga takut dosa, Ga takut dimarahin ka Ardi, ga takut kak Yudha juga marah gimana,?


Manisa terdiam dan berfikir sejenak " Takut sih tapi....."


" Tapi apa lagi...?" sahut Yudha


" Baiklah Nisa ga bakal jalan-jalan lagi sama Angga, Nisa akan putusin Angga, Nissa takut semua marah sama nisa." ucap nya sambil tak lepas merebahkan wajahnya di bahu Yudha yg sedang menyetir


Yudha tersenyum senang mendengar kata-kata Manisa, ternyata istrinya masih sepolos dan semanja itu, sungguh dia bekum mengenal karakter Nissa sepenuhnya. Tapi kenapa hatinya sangat bahagia, apa ia benar-benar menyukai bocil yg ada di sampingnya itu, sejak kapan??? Padahal sejak dulu ia tak suka gadis yg manja, tapi Nisa begitu berbeda pikir nya, Tentu berbeda Manisa yg manja karna memang Usianya yg masih belia.


Sesampainya dirumah Manisa langsung masuk kekamarnya dan menangis


Yudha yg mulai mengenali Manisa pun mendekatinya, istrinya masih remaja, sepertinya masih mudah membujuk dan menenangkan istrinya " Nissa,,, udah dong nangisnya,, kakak belikan es krim mau ga?


" Emang Nissa anak kecil " sahutnya tapi ia mulai menyadari bahwa sudah lama ia tidak makan jajanan kesukaanya itu, semenjak ayahnya sakit sampai kini ia tak pernah lagi jalan-jalan hanya untuk makan es krim " Tapi bener juga sih kak Nissa dah lama banget gak makan eskrim, Nisa mau mau,"


Yudha yg tadinya kecewa bujukannya gagal pun terseyum, " Ya udah kakak belikan , Nissa tunggu dirumah ya" ucapnya sambil pergi " Ternyata semudah ini membujuk bocil, aku yakin akan mudah untuk mencuri hatinya juga" pikirnya dalam hati

__ADS_1


__ADS_2