CINTA DAN KEBODOHAN

CINTA DAN KEBODOHAN
Panggil aku Mama


__ADS_3

" Hehehe, maaf sepertinya Aku sedang datang bulan." Kekeh Briana sambil mengangkat 2 jarinya di atas kepala.


" Haha, seperti nya kita memang tidak boleh melakukan nya sebelum pernikahan." Kekeh Zionathan sambil memainkan bukit kembar Briana lagi.


Briana yang kembali terang sang dengan sentuhan Zionathan mulai berani menjelajahi bagian intim Zionathan.


Perlahan Zionathan mengeluarkan pusaka dari sarangnya, merem as perlahan, hingga kemudian mulai merasakan pusaka milik Zionathan.


" Eugh.. baby.."


Zionathan mendesah, membuat Briana semakin bergairah.


Di ***** nya pusaka milik Zionathan, perlahan namun pasti Briana mulai mengocok dengan mulutnya.


" Ohh.. sayang, Kau nakal."


" Bri..."


" emm...erguh... "


Briana tidak menghentikan aksi nya dia sudah bertekad akan menuntaskan hasrat Zionathan yang sudah menggebu-gebu tanpa harus masuk ke dalam lubang lumpur yang sedang dalam garis polisi.


...----------------...


Pagi harinya..


" Kau membuatku bergairah" Bisik Zionathan saat Briana tengah menyiapkan sarapan untuk anak anak sambil mere mas bukit yang kini menjadi kesukaan nya.


" Zi, hentikan. Bagaimana jika anak² melihat." Briana berusaha melepaskan tangan Zionathan yang menyusup ke dalam baju nya.


" Ziosaurus." Teriak Briana saat Zionathan justru memainkan pucuk dari bukit kembarnya.


" Aww...." Zionathan menjerit saat Briana menginjak kaki nya.


" Aw.. kau jahat sekali."


" Kamu yang jahat."


" Suruh siapa memakai pakaian ketat begitu?"


" Dasar otak mesum." Briana berlari menjauhi Zionathan yang masih merintih kesakitan.


" Kau tidak akan ke kantor Zi?" Tanya Briana saat dia sudah selesai mengantar anak² ke dalam mobil.


" Aku ingin disini bersama mu." Bisik Zionathan yang memeluk Briana dari belakang.


" Ma.. maaf tuan." Ucap Pohan yang datang entah dari mana.


" Ck, kau selalu menganggu momen romantis ku Pohan." Ketus Zionathan, melepaskan pelukan nya.


" Hiss, romantis apa pikirannya saja mesum.. Tidak bisa dibilang romantis sama sekali." Lirih Briana.


" Ada apa?" Ketus Zionathan.


" Maaf tuan, hari ini kita ada meeting penting, bla bla bla bla " Ucap Pohan panjang lebar kali lebar yang membuat Briana pusing mendengar nya.


" Hmmm... baiklah. Ayo berangkat." ucap Zionathan kesal.


" Beri aku vitamin penyemangat." Ucap Zionathan pada Briana.


Sayangnya Briana belum konek alias masih loading..


" Vitamin penyemangat???.." Ucap Briana yang masih loading.


" Ck..." Zionathan menarik Briana dan mencivm bibir seksi Briana.


Glek...!!!!

__ADS_1


Pohan menelan ludah nya kasar.


Ini bukan vitamin penyemangat, tapi vitamin pembangkit hasrat. Batin Pohan.


...----------------...


" Permisi nona Briana saya akan memeriksa Ethan." Ucap Andika saat Briana tengah menyuapi Ethan .


" Emm, silahkan dokter."


" Hmm, anak manis apa kau meminum obat nya?" Tanya Andika lembut pada Ethan. Dan Ethan mengangguk.


" Anak pintar. Makan yang banyak dan istirahat serta minum obat tepat waktu. Kau akan cepat sehat setelah ini." Ucap Andika ketika telah selesai memeriksa Ethan.


" Terima kasih dok." Ucap Briana membungkuk.


" Tidak perlu sungkan aku harus melayani pasienku dengan baik. Dan aku harus pergi. Aku ada jadwal operasi."


" Biarkan aku mengantar mu sampai pintu depan."


" Hmm, baiklah."


Setelah mengantar dokter Andika, Briana melihat sebuah mobil mewah baru saja memasuki gerbang.


" Nyonya., nyonya sudah pulang? dengan siapa itu?." Lirih Briana saat melihat yang turun dari mobil adalah ibu Zionathan.


" Selamat datang nyonya, anda sudah pulang?." Briana membungkuk saat Elena sudah sampai di pintu masuk.


" Iya, aku langsung terbang kesini begitu mendengar akan ada pernikahan."


" Pernikahan?, Siapa yang akan menikah nyonya?."


" Ckckckck, kau ini tidak tau atau pura² tidak tau. Tentu saja pernikahan mu dengan Zionathan. Ohya, mulai sekarang berhenti memanggilku nyonya oke. Panggil aku mama seperti Zionathan yang memanggilku begitu." Ucap Elena.


" Pernikahan??" Briana loading...


" Hais... anak itu. ohya kenalkan itu papa Zionathan, adik Zionathan dan sepupu Zionathan." Tunjuk Elena pada tiga orang yang berjalan ke arah mereka.


" Apa ini calon menantu kita?" Tanya Braham pada Elena.


" Ya, bagaimana menurutmu?"


" Sangat manis." Braham kemudian berjalan memasuki rumah.


" Tidak usah takut, tampang nya memang terlihat dingin, tapi sebenarnya dia adalah sosok yang harmonis." Elena mengelus bahu Briana yang terlihat tegang.


" Bri.. kenal kan, putri bungsu ku Cila. Dia baru saja menyelesaikan studi nya di XXX"


" Halo kakak ipar, salam kenal." Sapa Cila.


" Ah, aku belum resmi menjadi kakak ipar." Kekeh Briana.


" Tidak apa apa hitung hitung aku latihan agar nanti jika sudah resmi aku sudah fasih memanggilmu kakak Ipar" Cila tersenyum lebar menunjukan deretan gigi nya yang indah.


" Bibi boleh kah aku istirahat sekarang aku sangat lelah dan mengantuk, hoammm." Ucap gadis manis yang terlihat seumuran dengan Cila.


" Hei kau tidak sopan sekali. Sapa lah dulu calon istri Zionathan." Ucap Elena.


" Hai kakak.. Nanti saja ya kita berkenalan secara formal. Aku benar² lelah." gadis itu bergegas masuk ke dalam rumah.


" Dasar anak itu."


" Dia terlihat mirip dengan Cila." Ucap Briana yang melihat gadis itu berjalan berdampingan dengan Cila.


" Dia adalah CikaChu, kau bisa memanggilnya Cika . Dia sepupu Zionathan juga Cila. Sejak kecil mereka memang selalu bersama jadi mereka seperti anak kembar." terang Elena.


" Bahkan mata mereka terlihat sama." Ucap Briana.

__ADS_1


" Ah Briana, dimana Ethan? aku ingin melihatnya." Ucap Elena.


" Ethan ada di kamar saya nyonya... mama, hehe." Elena langsung melolot saat Briana akan memanggilnya nyonya.


" Panggil aku mama. Oke, mama."


" Baik ma"


" Jangan sungkan Briana, anggap lah aku ibu mu sendiri."


Melihat mata Briana yang berkaca kaca. Melihat itu Elena langsung memeluk Briana.


" Sudah jangan sedih kau adalah keluarga ku sekarang."


" Hmm, Terima kasih mama"


" Sekarang ayo tunjukan dimana Ethan."


" Ya, baiklah."


Setelah melepaskan pelukan nya mereka pun berjalan menunju kamar Briana.


......................


Malam harinya, Zionathan dan Briana sedang duduk di taman belakang mansion.


" Zi, apa kau bersunguh² ingin menikahi ku?" Ucap Briana yang menyandarkan kepala nya di bahu Zionathan.


" Tentu saja."


Briana mengubah posisi nya menghadap Zionathan dan menatap mata nya.


" Lihatlah aku Zi, kita berbeda. Kau ibarat raja sedang aku adalah rakyat biasa. Perbedaan kita bagai langit dan bumi. Sangat jauh"


" Aku tidak pernah mempermasalahkan status sosial seseorang. Jika aku mencintai nya maka aku akan menikahi nya bahkan aku rela meninggalkan semua nya, demi bisa hidup bersama seseorang yang aku cintai."


Ucapan Zionathan sukses membuat mata Briana kembali mengembun.


" Dengar aku mencintaimu. Dan akan selalu mencintaimu. Tidak bisa di tolak, tidak bisa di tawar." Zionathan memegang pipi Briana yang mulai basah dengan air mata


" Jadi.. apa kau mau menikah denganku?" Ucap Zionathan sambil mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya.


Briana terdiam..


" Briana mau kan kamu menjadi permaisuri hatiku, bersama kita mengarungi bahtera rumah tangga."


" Ya, aku mau."


Zionathan tersenyum, dia memasangkan cincin ke jari manis Briana .


"Terima kasih Zi, terima kasih karena sudah mau mencintaiku. I love you Zi" Briana memeluk Zionathan.


" I love you more Briana." Zionathan membalas peluk kan


Briana.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata tajam sedang melihat apa yang baru saja terjadi. Dan mendengar, apa yang mereka bicara kan lalu tersenyum smirk.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2