CINTA DAN KEBODOHAN

CINTA DAN KEBODOHAN
Maaf...


__ADS_3

Mak Phi-khun masih harus fokus pada kehidupan nyata yaa besti...


Si sulung yang masih sakit, ditambah bungsu gak mau diem, jadi gak ada waktu buat mikir 5 novel on going...


Nih... , tak kasih bab pertengahan dari kisah CINTA TERLARANG SI KEMBAR NATHAN DAN NATHALIA...


Mampir yaa kak, yang baca sepi...


...****************...


Nathan berhasil membuat Natalia sibuk dengan persiapan pernikahan mereka yang tinggal satu bulan lagi.


Nathan juga merasa sedih karena dia tidak bisa menemukan keberadaan Olaf.


" Olaf kamu dimana?, pernikahan ku dan Nathalia semakin dekat tapi aku masih belum bisa menemukan keberadaan mu. Aku sudah berhasil membuatnya sibuk aku tidak bisa membayangkan jika sampai hari itu tiba kamu tidak berhasil aku temukan." Pekik Nathan.


Nathan tidak bisa fokus bekerja sementara dia tidak bisa menemukan keberadaan Olaf.


" Nathan..."


" Mama?"


" Kamu sedang apa?"


" Tidak ada, hanya mengerjakan beberapa berkas yang tidak sempat aku kerjakan di kantor." Ucap Nathan sambil menutup laptopnya.


" Nathan..."


" Ya ma?"


" Kenapa kamu tidak segera mendaftar pernikahan kalian?"


" Nanti saja, lagipula pernikahan nya masih satu bulan lagi."


" Justru karena pernikahan kalian tinggal satu bulan lagi. Lebih baik segera mendaftarkan diri agar berkas kalian bisa di periksa, jadi jika ada kekeliruan atau berkas nya kurang bisa segera di perbaiki dan di lengkapi dan pernikahan kalian akan tetap di laksanakan sesuai tanggal."


" Hmm begitu ya.., nanti Nathan akan coba untuk berbicara dengan Nathalia."


" Bagus. Lebih cepat lebih baik."


Keesokan harinya...


Nathan datang dan memberi tahu perihal pendaftaran pernikahan nya.


" Ya Bagus dong, awalnya Momy sama Dady juga berencana untuk membahas ini dengan orang tua kamu. Tapi ternyata kita sepemikiran." Ucap Lauren.


" Kalau begitu tunggu apa lagi, sebaiknya kalian cepat menyiapkan berkas-berkas yang di perlukan." Ucap Fikri.


Sementara Nathalia sibuk menyiapkan berkas untuk pernikahan, Nathan sibuk mencari keberadaan Olaf.


" Olaf sebenarnya kamu dimana?" Pekik Nathan.


Semua usaha yang dilakukan Nathan tidak membuahkan hasil. Dia sedikit kecewa.


Nathalia tidak lagi memperlihatkan betapa sedihnya dia karena merindukan Olaf di depan Nathan.


Nathalia bersikap biasa karena tidak ingin Nathan menjadi khawatir dan takut menganggap bahwa Natalia terlalu berlebihan karena merindukan seseorang yang statusnya hanya sebagai sahabat.


Hari dimana Nathan dan Natalia pergi untuk mendaftarkan pernikahan mereka tiba.


Mereka disuruh menunggu 7x24 jam untuk informasi selanjutnya.


" Kenapa lama sekali?" Tanya Nathan.


" Itu adalah peraturan baru karena belakangan ini banyak kasus pernikahan sedarah yang dianggap biasa oleh kalangan masyarakat, padahal sebenernya itu sangat dilarang dan di benci Tuhan." Ucap pegawai bagian penerima berkas pengajuan pernikahan.


" Tapi kami sudah mengenal keluarga masing-masingnya." Ucap Nathalia.


" Maaf atas ketidaknyamanan ini, tapi saya hanya menjalankan prosedur."


" Baiklah."


Mereka kemudian kembali dan mengatakan kepada keluarga bahwa berkas mereka masih dalam tahap pengajuan.


" Aneh, negara ini makin lama makin banyak aturan." Pekik Fikri.


" Aturan baru dibuat karena banyaknya pasangan yang akan menikah tapi tentu mereka mempunyai hubungan darah. Dan itu sangat dilarang di negara ini." Pekik Felix.


" Benar, jadi untuk kalian Nathan dan Natalia bersabar. Awal pengajuan memang lama karena mereka harus memeriksa berkas secara teliti." Ucap Tia.


" Benar, lagipula pernikahan kalian masih satu bulan lagi. Jadi masih banyak waktu untuk menunggu sebaring menyiapkan segala persiapan pernikahan." Imbuh Lauren.


🌸🌸🌸


Hari ketiga...

__ADS_1


Petugas yang melakukan pengecekan terhadap berkas pengajuan pernikahan Nathan dan Natalia terkejut saat data di catatan kependudukan tertulis jika nama orang tua Nathan dan Nathalia sama. Tapi dalam akte kelahiran meraka tertulis berbeda.


Petugas itu langsung melapor temuan dugaan bahwa Nathan dan Natalia adalah saudara kembar kepada bagian peneliti.


Tim khusus langsung menyelidiki data data yang tercatat atas nama Nathan dan Natalia.


Setelah mengumpulkan semua bukti dan dugaan. Mereka menghubungi Nathan dan Natalia untuk datang ke kantor pencatatan pernikahan.


" Maaf Nathan dan Natalia, kami tidak bisa mengabulkan permohonan pernikahan kalian."


" Apa?"


Nathan dan Natalia tentu saja terkejut karena mereka sudah menunggu selama 6 hari, dan sekarang pengajuan pernikahan mereka ditolak.


" Tapi kenapa?" Tanya Nathalia.


" Begini, beberapa berkas dan data mengatakan bahwa kalian adalah suadara."


" Tidak mungkin." Ucap Nathan.


" Maafkan saya, tapi banyaknya berkas yang mengarah pada itu banyak. Silahkan anda lihat.


Petugas itu memberikan beberapa lembar berkas kepada Nathan dan Natalia.


Mereka meneliti berkas itu dan terkejut saat mendapati nama orang tua kandung mereka sama.


Kenyataan itu membuat mereka syok berat.


" Berkas ini saya kembali, silahkan kalian minta kejelasan orang tua kalian. Jika kalian memang bukan saudara kandung, silahkan bawa bekas pendukung nya dan kami akan meninjau ulang permintaan pernikahan anda."


Kata dari petugas itu terus saja teringat di pikiran Nathan dan Natalia.


Sepanjang perjalanan pulang, mereka diam dengan pikiran masing masing.


Beberapa pikiran mereka melayang jauh kembali ke masa lalu, dimana saat mereka baru bersama banyak yang mengatakan bahwa mereka adalah saudara kembar.


Kepulangan mereka dengan wajah lesu tentu saja membuat kedua orang tua mereka heran.


Di tempat yang berbeda tapi dengan pertanyaan serta jawapan yang sama.


Mama dan Momy bertanya bagaimana hasil dari pemeriksaan berkas pernikahan mereka.


Nathan dan Natalia menjawap bahwa pengajuan pernikahan mereka ditolak dan memberikan selembaran berkas sebagai alasan mengapa pernikahan nya di tolak.


" Ma, apa aku bukan anak kandung kalian?" Tanya Nathan.


Ditempat lain Nathalia juga menanyakan hal yang sama pada Lauren.


" Mom.. Kenapa nama ayahku sama dengan ayah Nathan?"


" Apa kami adalah saudara kembar?" Pekik keduanya namun ditempat yang berbeda.


...----------------...


Menerima kenyataan hidup secara ikhlas bisa jadi pilihan terbaik buat kalian dalam menyikapi beragam persoalan yang menimpa..


Sebab dengan cara ini menjadikan diri kalian lebih bijak memahami arti kesabaran.


Di mana setiap orang tentunya punya persoalan hidup tersendiri yang dapat dijadikan pelajaran berharga di masa mendatang.


Tidak mudah memang harus menerima kenyataan pahit tentang persoalan dengan begitu saja. Sehingga sejumlah orang mungkin saja memerlukan proses dan fase tersendiri untuk sampai pada titik di mana ia mampu menerima kenyataan dengan secara ikhlas.


Nathalia dan Nathan sedang termenung memikirkan tentang apa yang baru saja kedua orang tuanya jelaskan.


Mereka seperti di buat terbang tinggi lalu di hempaskan begitu saja tanpa di beri kesempatan untuk beristirahat.


Nathalia memejamkan mata dan mencoba mengingat kata kata Olaf yang selalu dia ucapkan disaat situasi sangat kacau.


"Belajarlah ikhlas dari hal-hal kecil, maka dengan demikian kamu akan terbiasa ikhlas saat melakukan hal besar. Dan lakukanlah satu kali hal besar dengan ikhlas sehingga kamu akan ikhlas saat melakukan hal kecil."


"Orang yang selalu ikhlas menghadapi semua masalah yang menghampirinya adalah orang yang bisa menikmati kehidupannya."


"Senyuman yang dilahirkan dengan keikhlasan akan menghindarkan kita dari sifat kebencian dan kedengkian."


" Olaf... Kamu ada dimana?" Pekik Nathalia dalam tangisan.


Keesokan harinya...


" Kamu adalah putri ku Nathalia.., sampai kapanpun kamu adalah putri ku.."


" Mom ceritakan padaku apa yang ingin momy ceritakan, walaupun pahit Aku akan berusaha untuk tetap tegar."


Lauren memandang Fikri seolah-olah ingin bertanya apakah ini adalah keputusan yang tepat untuk memberitahu Natalia tentang kejadian 23 tahun yang lalu.


" Mungkin inilah saatnya kamu melepas semua beban yang masih tersisa di dalam hatimu." Ucap Fikri.

__ADS_1


Lauren menghela nafas panjang kemudian berjalan dan duduk di samping Natalia.


" Dengar nak, mungkin yang akan aku ceritakan akan membuatmu merasa sakit dan merasa terbohongi tapi aku katakan dulu kepadamu bahwa aku melakukan ini semua untuk menghapus semua kenangan buruk dan juga permintaan dari seseorang yang memintaku untuk tidak pernah lagi mengingat tentang dirinya."


" Baik." Nathalia memejamkan mata kemudian dia tersenyum seolah-olah dirinya sudah siap mendengar kisah pahit yang selama ini selalu ditutupi oleh Lauren.


" Namaku dulu adalah Kristiani Laura Bella. Aku menikah dengan pria yang aku cintai, Hektor. Kami menikah sudah 10 tahun lamanya namun kami belum dipercayakan untuk merawat anak. Semua usaha sudah kami lakukan tapi tidak kunjung membuatkan hasil hingga Kami sempat bertengkar hebat karena Hector menganggap bahwa aku terlalu fokus pada restoran yang saat itu menjadi mata pencarian kami."


" Hektor menyalahkan karena aku tidak mau menambah karyawan sehingga program bayi tabung yang selalu kami rencanakan selalu gagal. Tentu saja karena aku terlalu lelah mengurus restoran seorang diri."


" Hingga suatu hari, Hektor datang menbawa seorang wanita yang mengaku sedang hamil anak Hektor." Saat menceritakan bagian ini dan mengingat bagaimana Lauren bersikeras menolak wanita itu namun Hektor justru memilih untuk mempertahankannya, air matanya Lauren tidak dapat lagi di bendung.


" Mom tidak perlu dilanjutkan lagi aku tidak bisa melihat momy menangis." Pekik Nathalia.


" Tidak apa, mungkin inilah saatnya kamu harus tahu tentang kenyataan."


Lauren kemudian menceritakan kejadian setelah mereka bertengkar di restoran. Dimana Hektor memilih untuk tetap mempertahankan wanita yang kemudian diketahui bernama Imelda itu karena saat itu Imelda sedang hamil.


Hektor tidak pernah lagi pulang setelah kejadian itu membuat Lauren semakin membenci wanita yang bernama Imelda.


Walaupun awalnya Imelda menawarkan untuk merawat bayi yang dikandungnya itu bersama-sama tapi hati Lauren tetap saja tidak bisa menerima penghianatan.


Lauren kemudian memutuskan untuk mengurus surat perceraian.


Namun saat berkas perceraiannya baru sampai pada tahap revisi, Lauren mendengar kabar bahwa Hector dan Imelda mengalami kecelakaan saat mereka akan mengunjungi dokter untuk memeriksakan kandungan Imelda yang saat itu sudah masukki usia 4 bulan.


Karena tidak ada dari mereka yang memiliki keluarga jadilah Lauren yang dihubungi oleh pihak kepolisian.


Dengan tergesa-gesa Lauren melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit karena yang ada dalam pikirannya adalah Hektor.


Walaupun Lauren merasa dikhianati dan tidak tahu siapa di sini yang sebenarnya salah tapi Lauren tidak sanggup untuk menutup mata dan telinga ketika mengetahui kabar bahwa Hektor mengalami kecelakaan.


Beberapa hari dirawat di rumah sakit Lauren memutuskan untuk menampung Imelda juga di rumah mereka.


Tinggal serumah dengan wanita yang sempat menghancurkan rumah tangganya tentu saja membuat Lauren merasa canggung tapi semua itu dia lakukan sebagai bentuk rasa kemanusiaan.


Hektor sebenarnya mempunyai keluarga tapi mereka semua tinggal di bagian negara lain yang jauh.


Sedangkan Imelda sendiri kabarnya dibuang oleh keluarganya karena dulu bersekukuh ingin menikahi laki-laki yang ternyata tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Namun yang disalahkan oleh keluarga suami Imelda adalah Imelda sendiri.


Di situlah awal pertemuan Imelda dan Hector. Berawal dari bercerita tentang kehidupan rumah tangganya yang tidak kunjung diberikan anak mereka kemudian memutuskan untuk menjalin ikatan yang lebih dekat sehingga mereka melakukan sesuatu yang tidak seharusnya mereka lakukan hingga membuat Imelda hamil.


Imelda sendiri sudah resmi bercerai saat dirinya baru saja bertemu dengan Hektor dan menjadi seorang teman.


" Apa Momy tetap menampung wanita itu?"


" Ya, karena Kami sering bertemu dan berkomunikasi, Momy akhirnya mengenal Imelda dengan baik dan menerimanya sebagai teman tapi tidak sebagai madu. Kehidupan kami sempat berjalan baik-baik saja, begitu juga hubungan Momy dan Ayahmu. Kami mengenalkan Imelda sebagai saudara kepada orang-orang yang bertanya."


" Lalu apa yang terjadi?"


" Imelda mengatakan bahwa dia bersedia menjadi Ibu pengganti dari anakku dan Hektor."


" Aku tidak mengerti."


" Kecelakaan itu membuat sel yang ada di dalam diri Imelda tidak dapat dibuahi. Tapi rahimnya masih bagus untuk menampung bakal bayi, sementara rahimku sendiri tidak memungkinkan untuk bisa hamil. Jadi dengan sukarela Imelda menawarkan rahimnya untuk menampung bayi dari aku dan Hektor."


"Hektor mengatakan mungkin inilah jawaban dari Tuhan atas keinginan dan kesabaran ku untuk mendapatkan seorang anak hingga akhirnya aku menyetujui hal itu."


" Beberapa bulan setelah proses itu berakhir masih berjalan seperti biasa, kami masih hidup rukun sebagaimana mestinya tapi saat usia kandungannya menginjak 7 bulan, Imelda menunjukkan sifat aslinya sebagai wanita yang egois dan mau menang sendiri. Dia mengatakan kepada semua orang bahwa dia sengaja dijadikan rahim pengganti oleh diriku. Dia membalikkan semua fakta dan mengatakan seolah-olah di sinilah aku yang paling bersalah karena memaksanya untuk mu menampung bayi kami."


" Jahat sekali, lalu apa yang dilakukan oleh Hektor?" Tanya Natalia.


" Ayahmu?, Tentu saja dia tidak berdaya karena Imelda mengancam akan melenyapkan bayi yang ada di dalam kandungannya. Apalagi setelah mengetahui bahwa bayi yang ada di dalam kandungnya adalah bayi kembar Hektor semakin tidak berdaya. Dan Imelda menggunakan ketidakberdayaan Hektor itu untuk menyingkirkan aku dari kehidupannya."


" Aku pergi, hingga aku mendapat kabar bahwa aku dan Hektor sudah resmi bercerai. Dan ketika aku tahu bahwa Imelda sudah melahirkan aku memberanikan diri datang ke rumah sakit untuk meminta anakku. Anak yang seharusnya menjadi hakku."


" Apa kamu tahu nak, demi bisa mendapatkan kamu, aku bersikap seolah-olah aku yang paling rendah, aku yang paling hina karena memohon seorang anak dari wanita yang sebenarnya hanya menjadi wadah untuk tumbuh kembang bayi ku."


" Aku memohon kepada Imelda dan juga Hektor untuk membawa salah satu dari kalian sehingga masih ada yang bisa aku bawa sebagai pengingat akan cinta dan juga impian ku yang ingin menjadi seorang ibu."


" Aku terus memohon kepada mereka berdua namun Imelda bersih kukuh mengatakan bahwa bayi itu adalah bayinya dan Hektor. Disaat aku sudah putus asa karena segala usaha yang aku lakukan tidak membuahkan hasil dan aku mulai memutuskan untuk pergi dari negara itu. Tiba tiba Hektor datang dan mengatakan bahwa aku boleh membawa salah satu dari kalian. Dengan syarat aku harus pergi sejauh mungkin dari pandangan mereka."


Natalia memejamkan mata, dia merasa bahwa apa yang dilakukan Hektor dan Imelda benar benar keterlaluan.


Natalia memilih untuk masuk ke dalam kamar karena dia merasa hari ini sudah cukup untuk mendengar cerita yang sangat membuat hati pilu.


" Aku akan masuk ke dalam kamar dulu, dan besok aku ingin bertanya lagi tentang diriku dan Nathan yang ternyata adalah saudara kandung."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2