
"Suster.. Dimana bayi Briana?" Tanya Elena pada suster yang biasa mengecek kondisi baby boy twins.
" Bukankah bayi nya dipindah ke kamar rawat Briana ?" Ucap suster tadi.
" Benarkah?"
"Ya, atas permintaan ny.Briana sendiri. Anda bisa menanyakan langsung pada dokter atau pada ny.Briana. Saya permisi tuan nyonya, saya hanya bertugas membersihkan ruangan ini."
Elena terkejut, padahal baru satu jam yang lalu dia menjenguk cucu²nya.
" Bibi, sepertinya Briana pergi membawa mereka." Lala syok.
" Oh astaga, sebenarnya apa yang terjadi." Elena memegang kepalanya.
Bersama dengan itu, Han dan Braham datang.
" Ma.." Sapa Braham.
" Pa.. cucu kita pa, cucu kita." Elena memeluk Braham.
" Ada yang terjadi disini?" Bisik Han pada Lala.
"Briana pergi membawa anak anak nya."
" Appa? Tidak mungkin, Briana baru saja melahirkan. Dan bayinya juga masih dalam perawatan. Bagaimana bisa pihak rumah sakit mengijinkan mereka pergi." Kesal Han.
" Candra!. Han, ayo kita cari Candra. Dia pasti bis membantu kita."
Zionathan dan Han segera pergi mencari Candra.
" Pa bagaimana Elo. Apa dia berhasil ditemukan? siapa yang membawa nya?" Tanya Elena.
" Tidak tahu ma."
" Apa maksud papa tidak tahu."
" Mereka.. mereka melakukan nya dengan sangat rapi dan cantik. Bahkan para satpam mengira Zionathan lah yang membawa luci. Itu sebab nya para satpam dan penjaga membiarkan mereka." Terang Braham.
" Astaga... Lalu sekarang bagaimana pa?"
" Sebaiknya kita menyusul Han dan Zionathan."
..
" Candra, kau harus membantuku." Ucap Zionathan.
" Membantu apa?"
" Menemukan siapa yang terlibat dan siapa yang memperbolehkan Briana keluar dari rumah sakit ini."
" Apa?, Briana keluar dari rumah sakit ini?"
Candra terkejut. Han dan Zionathan binggung.
" Kau tidak tahu soal ini?" Tanya Han.
" Tidak tahu jika tidak kalian beritahu."
" Astaga." Zionathan mengacak rambutnya.
" Ayo kita tanya Kimi. Dia kan yang menangani Briana." Ucap Candra.
Mereka bertiga segera mencari Kimi. Saat mereka baru keluar dari ruangan. Elena, Braham dan Lala baru saja tiba.
"Zionathan, bagaimana?"
" Candra tidak tahu pa. Kami akan bertanya pada Kimi. Siapa tau Kimi mengetahui sesuatu."
" Papa ikut."
" Mama juga."
" Aku juga."
"Mama dan papa sebaiknya pulang. Anak anak pasti terus menanyakan Briana. Biar kami yang mencari Briana".
" Zionathan benar paman. Sebaiknya kalian dirumah saja."
" Zionathan. Kau harus menemukan cucu dan menantu mama." Elena menangis.
" Aku akan berusaha semaksimal mungkin ma."
Akhirnya Elena dan Braham pergi. Sedangkan Lala, memilih ikut bersama Han, mencari Briana.
Diruangan Kimi.
Tok
Tok
Tok
" Masuk."
" Wo wo wo.. Ada apa ini guys?, Kenapa kalian datang secara bersama?" Tanya Kimi.
" Ada hal darurat." Ucap Candra.
" Ada apa?, Briana baik baik saja kan?"
" Briana pergi."
" Oh.." Kimi masih loading.
" Kau tidak terkejut?" Tanya Lala.
" Briana pergi kan?"
" Iya.."
" Tunggu. APPA?!, Briana pergi?, bagaimana bisa?"
" Kimi dan Candra tidak tahu. Lalu bagaimana sekarang?" Gerutu Lala.
__ADS_1
" CCTV."
" Ya.. Candra benar. Ayo kita periksa CCTV."
" Aku ikut.." Ucap Kimi.
...----------------...
Di mansion Zionathan..
" Oma... opa..." Teriak twins dan Ethan.
Mereka langsung berlari memeluk Elena dan Braham.
" Hai sayang.."
" Kami merindukan oma dan opa."
" Kami juga merindukan kalian."
" Kenapa oma lama tidak mengunjungi kami?" Omel Ethan.
" Maafkan oma sayang, oma terlalu sibuk. Hingga melupakan kalian."
" Oma jahat."
" Maafkan oma, bagaimana jika kalian ikut oma pulang ke XXX. Kalian juga sudah lama kan tidak pergi ke sana."
" Mau oma."
" Baiklah. Kita akan bicarakan ini lagu nanti oke."
" Oke."
" Dimana aunty kalian?"
" Kami disini" Ucap Cika dan Cila.
" Bik. Tolong bawa anak anak ke atas." Perintah Elena
" Baik nyonya.."
" Tapi kami ingin bermain dengan opa." Rengek twins.
" Baiklah. Ayo, opa temani kalian."
" Hore..."
" Ethan ?, kau ikut." Tawar Braham.
" Tentu saja."
Sepeninggalan Braham dan anak anak.
" Ma, apa yang terjadi?"
" Iya. Kenapa tadi kak Han dan paman Braham terlihat kesal."
" Apa??!!"
" Sebentar. Dimana kalian saat Elo di bawa pergi?"
" Kami sedang bermain di taman. Lalu salah satu pelayan mengatakan jika kak Zionathan datang ingin menjemput Elo. Jadi kami membiarkan pelayan membawa Elo."
" Dimana pelayan yang menjemput Elo?"
" Kami tidak tau ma. Di mansion ini banyak sekali pelayan. Kami tidak hafal."
" Dasar kalian."
" Lalu sekarang bagaimana ma?"
" Entahlah. Mama juga binggung. Sebenarnya apa yang telah terjadi.?"
" Pelayan mengatakan, sebelum kak Briana pingsan. Dia sempat bertengkar dengan kak Zionathan."
" Ya Tuhan?"
" Lalu apa lagi yang mereka dengar?"
" Kak Zionathan mengatakan jika bukan karena janjinya akan selalu menjaga kak Briana , yang ia katakan dulu pada ibu kak Briana dan juga jika karena bukan anak yang dikandung kak Briana. Kak Zionathan sudah mengusirnya. Karena kak Zionathan lebih mencintai kak Lidia."
" Ya Tuhan Zionathan. Kebodohan apa lagi yang kau lakukan."
Sementara itu, setelah selesai bermain dengan anak anak, Pak Braham segera menemui Zionathan.
" Zionathan. Katakan. Apa yang sebenarnya terjadi hingga Briana pergi?" Tanya Braham marah.
Zionathan kemudian menceritakan semuanya. Dari awal dia tergoda dengan Lidia hingga kejadian ini menimpa keluarganya. Tanpa ada yang di tutupi.
Braham geram, di hendak menampar Zionathan.
" Pa jangan pa." Elena menahan tangan Braham.
" Lepas ma. Dia pantas untuk di hajar. Laki laki tidak berguna."
..
Tiga hari berlalu...
Zionathan mulai frustasi. Dia sama sekali tidak menemukan sedikit pun petunjuk mengenai keberadaan Briana.
Bahkan Zionathan sudah mengerahkan seluruh polisi yang ada di kota itu. Namun tak satupun dari mereka bisa melacak keberadaan Briana .
" Dady..." Sapa Ethan.
" Hai boy.. Kemarilah.."
Ethan datang dan langsung duduk di pangkuan Zionathan.
" Apa kau merindukan momy?"
Zionathan tau, jika Ethan sangat dekat dengan Briana. Dia pasti merasa sangat kehilangan.
__ADS_1
" Tentu saja."
" Kau sedih?"
" Tidak."
" Kenapa tidak?"
" Karena momy berjanji akan datang jika aku merindukan nya."
" Benarkah?, kapan momy mengatakan itu?"
" Saat momy pulang dari rumah sakit. Momy juga memperlihatkan adik twins Ethan."
" Benarkah?"
" Ya, momy juga bilang, jika adik Ethan sakit. Jadi dia harus di bawa ke suatu tempat agar sembuh."
" Momy tidak bilang, tempat itu dimana?"
" Tidak.."
" Apa momy mengatakan sesuatu lagi."
" Ya.."
" Apa itu??"
...Flashback on...
Ryan kembali mendatangi mansion Zionathan, karena Briana ingin bertemu dengan anak-anak sekaligus menguatkan anak-anak agar mereka menjadi anak yang baik dan tidak terlalu berharap untuk kedatangannya.
" Momy..."
Ethan dan twins berlari memeluk Briana .
" Momy kenapa?, momy sakit?"
" Tidak sayang. Momy baik baik saja."
" Tapi kenapa momy duduk di kursi roda?" Tanya twins
" Ini, karena momy baru saja melahirkan adik adik kalian."
" Wah, benarkah?. Boleh kami melihat nya?"
" Tentu saja. Paman ini akan membawa kalian menemui mereka."
Twins dan Ethan berjalan mengikuti Ryan. Dan melihat baby twins.
" Mom.." Panggil Ethan.
" Ya sayang?"
" Apa momy juga akan pergi dengan adik Ethan ?"
" Tentu saja. Jika momy tidak pergi, siapa yang akan menjaga mereka. Seperti hal nya Ethan . Yang harus menjaga Lia dan Tia. Benar kan?"
" Tapi, bagaimana denganku."
" Sayang.. Kemarilah."
Briana memeluk Ethan. Dia menangis sambil memeluk Ethan.
Sejatinya, Briana tidak sampai hati meninggalkan Ethan. Namun, tekad nya pergi sudah bulat.
" Momy menangis?" Ethan menghapus airmata Briana.
" Tidak sayang. Momy tidak menangis. Dengar. Dengarkan momy, oke."
Ethan mengangguk.
" Ethan. Ethan adalah anak baik. Anak kuat, Ethan adalah kakak dari twins. Jadi kenan tidak boleh cengeng. Dan Ethan harus selalu bisa menjadi pelindung bagi adik adik Ethan."
"Ethan tidak boleh lagi marah kepada mama Lidia. Bagaimana pun juga, dia adalah yang melahirkan Ethan dan twins. Jadi Ethan harus menghormati dia."
" Kenapa momy bicara seperti itu?, mama Lidia adalah orang jahat, mom. di ingin menyakiti momy."
" Dengar. Mama Lidia sudah mendapat hukuman. Jadi dia tidak akan lagi menyakiti momy. Berjanjilah pada momy, jika kenan akan bersikap baik jika bertemu dengan mama linda."
" Tapi mom.."
" Sayang. Cobalah memberi mama Lidia kesempatan. Dia sudah berubah, dia sudan mendapatkan hukuman sekarang. Dan dia menyesal."
" Benarkah?"
" Tentu saja. Sekarang berjanjilah pada momy. Bahwa Ethan akan menjadi anak baik, dan patuh pada semua yang di ucapkan dady."
Ethan mengangguk. Lalu memeluk Briana.
" Mom.. jangan pergi. Bagaimana jika kenan merindukan momy. Hiks hiks hiks..."
" Sayang.. momy akan datang jika kau sangat merindukan momy. Momy janji."
" Bolehkah aku ikut dengan momy."
" Jika kenan ikut. Lalu siapa yang akan menjaga Tia dan Lia. Momy janji akan datang untuk Ethan ."
Flashback off.
Zionathan memeluk Ethan erat. Dia seakan merasakan kehilangan yang teramat dalam yang di rasakan kenan. Bagaimana pun juga, ini terjadi karena kesalahan Zionathan.
" Dady berjanji akan membawa kembali momy."
" Terima kasih dady.."
Briana dimana dirimu?. Aku mohon kembalilah padaku. Apa kesalahanku sangat besar hingga untuk bertemu denganku saja kau tidak mau. Aku akan menemukanmu, ya aku akan menemukanmu. Dimanapun kau berada. Batin Zionathan.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1