
" Momy kenapa?"
Elo terkejut, sekaligus heran melihat Briana masuk ke kamar nya dengan mata sembab.
" Momy tidak apa apa sayang, Elo kenapa belum tidur?"
" Tadi juga mau tidur lalu momy datang mengagetkan aku."
" Hemmm, maaf ya sayang. Jika momy mengagetkan Elo. Sekarang ayo kita tidur."
Briana berbaring di samping Elo dan mulai memeluk nya.
..
Pagi hari, di meja makan...
" Momy, kenapa tante itu ada disini?." Bisik Elo.
" Karena dia tinggal disini." Ucap Briana yang juga berbisik.
" Tapi di jahat."
" Sttt,, Dll tenang selama ada momy, dia tidak akan berani menyakiti Elo atau saudara Elo yang lain." Bisik Briana.
" Ya sudah, ayo duduk dan makan."
" Selamat pagi Zionathan ." Lidia tersenyum menyambut Zionathan.
" Biar aku yang melayani mu, hitung hitung sebagai rasa terima kasih ku karena kau sudah mengijinkan ku tinggal di sini." Ucap Lidia sambil meletakan makanan di piring Zionathan
" Mom.. aku mau itu." Tunjuk Ethan pada Briana.
" Biar aku saja." Ucap Lidia.
" Aku ingin momy Briana." Ketus Ethan.
Sial, kenapa sulit sekali meluluhkan hati Ethan, tidak seperti twins. Batin Lidia.
Setelah Zionathan dan anak anak berangkat...
" Apa mau mu *** ***." Ketus Briana.
" Tidak ada. Aku hanya ingin dekat dengan anak anak" Ucap Lidia santai.
" Ck. Alasan basi."
" Hahaha, oke oke. Aku menginginkan Zionathan kembali."
" Kau sudah gila ya?"
" Iya, aku sudah gila. Lalu kenapa?. Siapa yang akan menyia-nyiakan pria kaya seperti Zionathan"
Plak.
Briana menampar Lidia.
" Kau sudah menghancurkan rumah tanggaku dengan Johan. Dan sekarang kau ingin merusak rumah tangga ku dengan Zionathan hah?!!". Teriak Briana.
" Dengar!, kali ini aku tidak akan membiarkan mu mendapatkan apa yang kau inginkan." Ketus Briana.
" Really?, Kita lihat saja nanti. Dan asal kau tau aku selalu mendapatkan apapun yang aku mau." Bisik Lidia yang membuat Briana ingin mencabik cabik mulut nya.
" Ohya, jika kau masih mencintai Johan, kenapa tidak kembali saja pada nya. hahaha. Mungkin dia sudah jadi gelandangan sekarang. Kembali lah pada Johan jadi aku bisa dengan leluasa menguasai harta Zionathan."
" Kau memang wanita snake." Teriak Briana.
" Ck, ayolah. Hidup itu perlu uang, uang diatas segala nya. Dengan uang, kau bisa mendapatkan apapun dan membuatmu di segani siapa saja. Kembali dengan Zionathan, seorang pengusaha sukses tentu aja meningkatkan citra ku sebagai seorang model yang sudah lama turun karena kebangkrutan Johan."
" Kau berangan terlalu tinggi nona."
" Haha, Briana Briana . Kau terlalu bodoh untuk mengetahui bahwa Zionathan masih memiliki cinta yang besar untuk ku. Dia masih seperti dulu, masih menjadi Zionathan bodoh yang akan selalu menuruti semua ucapan ku."
" Jika kamu tidak percaya maka lihat saja nanti."
Lidia kemudian berlalu meninggalkan Briana, saat sebuah mobil mewah milik nya sudah tiba untuk menjemput nya.
" Bye.., selamat berjuang ke dua kali nya untuk mempertahankan orang yang kau sayangi. Dan ku pastikan kau juga akan kalah."
Lidia tersenyum smirk dan meninggalkan mansion menuju kantor Zionathan.
Malam hari...
Zionathan langsung memasuki kamar dengan wajah emosi.
" Briana.. Kenapa kau menampar Lidia?" Ketus Zionathan.
" Karena dia ingin merebut mu dariku."
" Kau sungguh keterlaluan Briana, dia hanya ingin dekat dengan anak anak. Dan kau.."
Zionathan tidak meneruskan kata kata nya saat melihat Briana menangis.
" Briana.. Maafkan aku.. aku tidak bermaksud menyakiti mu." Zionathan hendak memeluk Briana.
" Pergi lah Zi." Briana menepis tangan Zionathan.
" Briana.. Maafkan aku, aku tau ingin tidak mudah bagi mu, hanya saja..."
" Hanya apa?, hanya karena dia sedang sakit. Lalu kau menjadi iba pada nya?. Kau sudah berubah Zi, kau bukan lagi Ziosaurus ku. Mungkin benar yang di katakan Lidia, jika kau masih mencintai nya."
" It..itu tidak benar, aku melakukan ini semata mata agar dia mempunyai hal hal indah di sisa hidupnya."
" Dengan mengorbankan ku dan juga Elo?"
" Elo?"
" Ya. Apa kau sudah melupakannya?!. Dia bahkan berpikir jika kau sudah tidak lagi menyayangi nya. Kau jadi tidak adil lagi pada nya."
" Maafkan aku Briana, itu karena Lidia."
" Lidia lagi, Lidia lagi. Lama lama aku muak mendengar kau selalu membela wanita itu."
" Briana.. tunggu."
" Maafkan aku."
Zionathan memeluk Briana dari belakang dan mencegahnya untuk pergi dari kamar.
" Sungguh maafkan aku, aku tidak tau kenapa jadi seperti ini. Jujur, aku tidak mengerti. Tolong maafkan aku."
" Zi. Kenapa kau begitu lemah jika sudah berkaitan dengan Lidia?"
" Aku juga tidak tau." Ucap Zionathan yang masih dalam posisi memeluk Briana dari belakang.
" Apa kau masih mencintai nya?"
Hening..
" Zi..."
__ADS_1
" Aku.. tidak tau."
Zionathan melonggarkan pelukan nya, dan menjatuhkan diri nya ke tempat tidur.
Kau mencintai nya Zi, kau masih mencintai nya. Dan cinta itu kini kembali mekar di hatimu. Aku., apa aku harus kehilangan orang yang aku cintai untuk yang kedua kali nya?, Hiks hiks... ibu seandainya ibu ada di sini, mungkin beban ini tidak akan terasa begitu berat. Elo? maafkan momy nak. Ethan ? Twins?. Bagaimana jika Lidia menyakiti mereka jika aku sudah pergi? lalu apa aku harus bertahan dan terus berjuang? sanggupkah aku ?. Batin Briana.
...----------------...
Hari demi hari di lalui Briana dengan perasaan was was.
Sejak kehadiran Lidia di tengah tengah keluarga mereka. Zionathan justru mulai menunjukan perubahan sikap nya pada Briana, terutama kepada Elo.
Zionathan jadi lebih sering menghabiskan weekend dengan Lidia dan anak anak ketimbang mengajak Briana dan Elo.
Dan Lidia selalu mempunyai cara untuk membuat Zionathan pergi hanya dengan nya dan anak anak.
..
Ting tong...
" Biar saya saja bik." Ucap Briana pada seorang pelayan yang akan membuka kan pintu.
Ceklek....
" Surprise..."
" Mama, Cika, Cila. Kalian datang." Ucap Briana dengan penuh bahagia.
" Tentu, kami merindukan kakak ipar." Cika memeluk Briana.
" Hei.. Kenapa menangis?" Ucap Elena saat melihat Briana menangis.
" Dan dimana anak anak?" Tanya Elena lagi.
" Masuklah dulu mam. Kita bicara di dalam." Ucap Briana.
Setelah mereka masuk dan berada di ruang keluarga.
Briana tidak punya pilihan lain selain mulai menceritakan bagaimana Lidia hadir dan kemudian berhasil merubah sikap Zionathan.
" Jadi.. Wanita itu tinggal disini?." Tanya Elena dengan muka marah.
Briana hanya mengangguk sambil terisak.
" Ya ampun Zionathan. Bagaimana dia bisa sebodoh ini."
Tak beberapa lama kemudian, Zionathan, Lidia dan anak anak pulang.
" Lihatlah, bahkan *** *** itu sudah berani bermesraan di sini." Ucap Cika saat melihat Lidia bergelayut manja di lengan Zionathan.
" Ehem."
" Mama.. mama di sini?" Zionathan terkejut dan melepas tangan Lidia.
" Iya. Kenapa?, kau tidak senang mama di sini.?" Ketus Elena.
" Tidak, bukan seperti itu. Hanya.." Gugup Zionathan.
" Hanya apa?, kau ingin menyembunyikan dulu wanita ini. Agar mama tidak mengetahui nya?" Ucap Elena dengan nada marah dan kecewa sambil menunjuk dan memberikan tatapan tajam pada Lidia.
" Dan kau *** ***. Masih punya nyali rupa nya?, setelah kau tinggalkan anakku saat dalam keterpurukan. Sekarang kau kembali saat anakku sudah kembali berjaya. Apa mau mu ha?" Teriak Elena pada Lidia.
Brug...
" Lidia.." Teriak Zionathan saat tau Lidia pingsan.
" Mama, kenapa sangat kasar pada nya." Ketus Zionathan.
" Cukup ma. Lidia sedang sakit parah."
" Ohya, apa dia akan mati?" Ketus Elena.
" Cika, bantu aku mengangkatnya. Kita harus membawa nya ke rumah sakit." Ucap Zionathan.
" Ogah."
" Cila.. tolong."
" Males.."
" Briana , kau juga tidak akan menolongnya?"
" Sadarlah Zi, hanya kamu yang terlalu peduli padanya. Tidak kah kamu menyadari bahwa dia hanya berpura-pura pingsan?" Ketus Briana.
" Ah, kalian tidak punya hati." Dingin Zionathan kemudian membopong tubuh Lidia seorang diri.
Zionathan langsung membawa kerumah sakit. Dan menemani Lidia sampai Lidia tersadar.
" Briana.. maafkan mama yang gagal mendidik Zionathan." Elena memeluk melodi.
" Tidak ma, bukan salah mama. Mungkin ini memang sudah takdir ku." Ucap Briana.
" Ayo istirahat lah. Mama akan menemani mu."
"Terima kasih ma."
" Cika, Cila Tolong jaga anak anak."
" Sip bos."
Malam harinya...
" Aku akan menikahi Lidia." Ucap Zionathan saat makan malam.
Brak!
" Jangan asal bicara kau Zionathan. Mau kau kemana kan Briana .?" Elena memukul meja.
" Briana tetap menjadi istriku." Ucap Zionathan santai.
" Tidak. Mama tidak setuju."
" Ma. Ini hidupku, tolong jangan ikut campur."
" Kenapa kau berubah Zionathan. Apa *** *** itu sudah mencuci otakmu."
" Ma..."
" Zionathan ...."
" Bla bla bla bla......"
" Bala bla bala bala....."
Briana hanya melihat dan menjadi pendengar saat anak dan ibu saling berdebat.
" Hei, kau mau kemana Zionathan." Ucap Elena saat Zionathan meninggalkan meja makan.
" Ma.. Biarkan saja." Briana memegang tangan Elena dan menahannya saat Elena akan mengejar Zionathan.
__ADS_1
" Apa dia selalu seperti itu."
" Ya, setiap kali aku dan dia bertengkar ataupun berdebat. Dia selalu pergi." Ucap Briana.
" Sudahlah. Ayo kita makan aku akan memanggil anak anak dan juga Cika serta Cila."
Disisi lain..
Di sebuah bar..
" Hei.. Tumben ada disini.?" Sapa Rio pada Zionathan
" Lagi suntuk."
" Ck, sudah ku bilang, tidak ada bagus jika kau membawa Lidia ke mansion."
" Aku tau, tapi dia sedang sakit parah?"
" Really?, dan kau mempercayai nya?"
" Apa maksud mu?" Zionathan menatap tajam Rio.
" Lihatlah." Rio menyerahkan sebuah tablet pada Zionathan.
" Aku sudah lama ingin menunjukan nya padamu, tapi kau tidak pernah ada waktu lagi. Kau lebih sering menghabiskan waktu bersama Lidia." Ucap Rio lagi.
Rio adalah kaki tangan dan orang kepercayaan Zionathan.
Zionathan membuka tablet dan dia melihat beberapa CCTV dimana ternyata Lidia bersekongkol dengan salah satu dokter untuk memalsukan hasil pemeriksaan nya.
" Jadi Lidia membohongi ku?, Tapi kenapa?"
" Ck, kau sungguh bodoh teman. Tentu saja karena harta mu. Kau ingat kenapa dia pergi?, itu karena kau miskin. Dan laki laki yang bersama adalah orang terkaya di kotanya. Sekarang keadaan berbalik kau kaya sedang laki laki yang bersama Lidia jatuh miskin. Tentu saja dia kembali padamu."
" Kabarnya lelaki itu tidak bisa membawa anaknya untuk tinggal bersama jadi ayahnya mencabut semua fasilitas yang diberikan."
" Dan satu lagi, karir Lidia hancur bersama dengan bangkrut nya lelaki itu. Dan kembali dengan mu tentu saja akan mendongkrak popularitas nya lagi."
" Rio. Aku sudah membuat kesalahan besar. Aku..aku melukai Briana. Aku bahkan mengatakan pada mama jika aku ingin menikahi Lidia. Aku..aku sudah menyakiti semua keluargaku."
" Belum terlambat kawan. Kau bisa memperbaiki nya."
" Terima kasih Rio." Zionathan memeluk Rio.
Saat Zionathan memeluk Rio, saat itu juga dia melihat Lidia bersama seorang laki laki.
Lidia?, dengan siapa dia. Bukankah dokter mengatakan bahwa dia masih harus istirahat?. Batin Zionathan.
Karena rasa penasaran nya Zionathan mengikuti Lidia dan laki laki tadi.
" Gudang? Ruangan apa ini?, sedang apa mereka?" lirih Zionathan sambil terus mengikuti mereka. Dan mengintip melalui pintu yang tidak tertutup sempurna.
" Stt.. sayang sabar"
Laki laki itu sangat agresif menjamah tubuh Lidia.
" Aku sudah tidak tahan."
" Kau ini tempat umum bagaimana jika Zionathan tau atau ada yang melihat kita"
" Tidak mungkin."
" Tadi aku melihat mobil nya. Kemungkinan besar dia ada di sini."
" Hmm, baiklah." Ucap Pria itu sambil merem@s bokong sintal Lidia.
" Bagaimana misi mu" Tanya laki laki tadi sambil mere mas bukit Lidia dan menjelajahi leher Lidia.
" Kurang ajar." Zionathan mulai geram melihat Lidia diam saja di sentuh oleh Pria itu.
" Aku berhasil memecah belah keluarga Zionathan. Dan Zionathan begitu bodoh nya percaya dengan semua yang aku katakan. hahaha. Bahkan dia percaya bahwa aku mengidap kanker Xxx." Kekeh Lidia
" Kau memang pintar sayang."
" Tentu saja, setelah aku menikah dengan Zionathan, akan ku urus Briana dan juga anak anak nya."
" Anakmu juga?"
" Aku akan mengirim mereka ke asrama. Lagi pula siapa yang sudi mengurus meraka. Mereka sangat merepotkan."
" Lalu.. bagaimana denganku."
Pria tadi terus menjelajahi tubuh Lidia membuat Lidia tidak tahan untuk tidak men desah.
" Jika tidak ada anak anak, maka aku dengan leluasa bisa mengendalikan Zionathan. Kemudian mengambil alih perusahaan nya."
" Kau sangat pintar sayang."
" Setelah aku mendapat popularitas ku kembali dan mengambil alih seluruh aset kekayaan Zionathan, kita akan bersama-sama."
Pria itu tersenyum dan menarik Lidia agar semakin dekat dengan nya.
Mereka pun saling melu mat bibir satu sama lain.
Brak !!!
Mereka menoleh ke asal suara.
" Zionathan.." Ucap Lidia gemetar sambil merapikan gaun yang sudah terbuka sana sini.
" Jadi itu rencana mu? Ternyata Briana benar, kau wanita berbisa!!." Geram Zionathan.
" Tak kan ku biarkan rencana mu berhasil. Akan ku pastikan kau mendekam di sel tahanan bersama dengan kekasihmu." Ucap Zionathan lagi.
" Zionathan , kau sudah salah paham."
" Ah benar kah. Jadi bagaimana yang seharusnya aku dengar?. Bahwa kamu akan menjauhkan anak anak dan menikmati harta kekayaan ku dengan pria ini. JANGAN MIMPI."
Pria tadi terlihat emosi saat Zionathan menggunakan ponsel nya.
Craaang... Crash..
" Argh.."
Zionathan memegangi kepala nya yang dipukul botol kaca oleh laki laki tadi.
" Kau.."
Brug...
Zionathan jatuh ke lantai dan pingsan.
Dar ah terlihat keluar dari kepala nya..
" Zionathan ...." Pekik Lidia.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...