CINTA DAN KEBODOHAN

CINTA DAN KEBODOHAN
Binggung


__ADS_3

Di kantor Zionathan ...


" Maaf nona, anda di larang masuk." Ucap seorang satpam kepada wanita, yang tak lain adalah Lidia.


" Tapi saya adalah istri dari pemilik perusahaan ini."


" Maaf nyonya. Tapi istri tuan muda kami adalah nyonya Briana. Dan saya yakin anda bukan nyonya Briana."


" Satpam sial." Umpat Lidia kemudian kembali ke mobil.


" Ke mansion Zionathan. Sekarang." Perintah Lidia pada supir.


" Baik nona."


..


" Sayang, mau mau makan apa?, biar aku ambilkan." Tawar Zionathan.


" Zi, aku ingin keluar. Aku bosan disini."


" Baiklah. Ayo ku gendong."


" Ziosaurus. ."


" Baiklah baiklah.


Mereka pun berjalan, dan duduk di taman.


" Zi, bagaimana kau bisa mengingat semua nya." Ucap Briana sambil menyandarkan kepala di bahu Zionathan.


" Kebakaran itu yang mengingatkan ku pada mu."


" Benarkah?, seandainya tidak terjadi kebakaran. Dan kau tidak mengingatku. Bagaimana?"


" Entahlah. Mungkin aku jadi gila." Ucap Zionathan asal.


" Dasar."


" Ohya, kapan jadwal kontrol mu?, aku juga ingin melihat calon bayi ku." Zionathan memegang perut Briana.


" Minggu depan." Ucap Briana.


" Kira kira, bayi kita laki laki atau perempuan ya?" Tanya Zionathan.


" Entah. Tapi Ethan ingin adik laki laki. Agar dia punya teman seperti twins."


" Benarkah, kapan dia bicara seperti itu."


" Hais... kau ini, cobalah untuk dekat dengan anak anak. Jadi kau bisa mengerti bagaimana perasaan Ethan."


" Kau benar. Waktu ku banyak digunakan untuk bekerja."


" Sekarang perbanyak waktu untuk anak anak. Apa lagi sebentar lagi akan ada anggota baru."


" Ya.. kau benar."


" Suara ribut apa itu." Ucap Zionathan, saat mendengar suara gaduh.


" Mungkin anak anak."


" Tunggu lah disini. Aku akan melihatnya." Ucap Zionathan, mencium kening Briana.


" Ada apa?." Tanya Zionathan pada satpam jaga.


" Maaf tuan, wanita itu memaksa masuk. Dan dia mengatakan jika dirinya adalah istri tuan."


" Lidia??" Ucap Zionathan


" Dimana dia sekarang."


" Disana tuan. Mari saya antar."


" Zionathan.."


Begitu melihat Zionathan, Lidia langsung berlari dan memeluk Zionathan.


" Sayang.." Lidia menangis.


" Ada apa?" Ketus Zionathan


" Sayang, apa yang terjadi padamu?" Ucap Lidia sedih


" Sudah lah Lidia. Jangan berpura pura lagi."


" Apa maksud mu?"


" Aku sudah mendapatkan kembali ingatan ku."


" Apa??!!" Lidia terkejut.


" Ya. Dan kau seperti nya memanfaatkan amnesia ku. Usir dia. Dan pastikan dia tidak lagi datang kemari." Ucap Zionathan kepada satpam.


" Zionathan. Kau tidak bisa melakukan ini padaku. Kita sudah menikah." Teriak Lidia


" Pernikahan itu tidak benar."


" Zionathan. Aku hamil..." Ucap Lidia.


Zionathan berbalik .


" Apa?!"

__ADS_1


" Ya Zionathan. Aku hamil. Dan ini anakmu."


" Kau yakin?"


" Tentu saja. Kita sering melakukan nya."


" Jangan menipu ku."


" Zionathan. Kau pikir aku wanita murahan yang mau menyerahkan tubuhku ke sembarang pria."


Zionathan tak bergeming.


" Ini anakmu. Ini darah daging mu, Zionathan. Aku tau, aku pernah berbuat dosa. Tapi apa kau tidak mau memaafkan ku?, setidaknya demi janin dalam kandunganku." Lidia mulai menangis.


Zionathan mulai bimbang.


" Pulanglah Lidia."


" Tapi.. Apa kau akan membiarkan anak ini lahir tanpa ayah?"


" Pulanglah Lidia. Besok temui aku di kantor."


Zionathan pergi. Lidia tersenyum smirk.


" Tak ku sangka, akan semudah ini menipu mu Zionathan. Bagus lah, tidak sia sia aku menangis." Lidia mengusap air mata nya, kemudian pergi.


Kenapa jadi seperti ini?, bagaimana jika Lidia benar benar hamil. Itu pasti akan menyakiti hati Briana. Batin Zionathan.


...----------------...


Hari ini, sesuai janji Zionathan. Lidia datang ke kantor Zionathan.


Dan saat itu juga Lidia membawa Zionathan ke klinik dokter yang sudah bekerja sama dengan nya.


" Selamat ya pak. Usia kandungannya 10week." Ucap sang dokter.


" Benarkan aku hamil." Ucap lidia.


Zionathan diam. Dia bingung harus percaya atau tidak.


" Zionathan."


" Ah iya. Maaf."


" Sekarang kau harus mengajakku pulang bersama mu."


" Tidak bisa."


" Kenapa?"


" Briana juga sedang hamil. Dia masih dalam masa pemulihan pasca pendarahan. Aku tidak mau menambah beban pikirannya, yang akan membuat kesehatan nya menurun."


" Pulanglah ke apartemen mu. Aku akan sering mengunjungimu."


" Kau janji?"


" Ya."


 


" Sayang.. ka..kau disini?"


Zionathan terkejut melihat Briana ada di kantornya.


" Kenapa kau terkejut. Kau dari mana Zi?"


" Aku habis meeting di luar."


" Oh meeting. Tumben PoHan tidak ikut."


" Aku menyuruh PoHan mengurus meeting di sini."


" Begitu."


" Iya, kau kenapa ada disini sayang?"


" Tadi aku dan mama kebetulan lewat, jadi kami mampir."


" Mama?"


" Iya."


" Lalu dimana mama sekarang?"


" Entah, mama bilang akan berkeliling sebentar."


Zionathan menghampiri Briana .


" Sayang.. Kau kenapa keluar rumah?, kau kan harus menjaga kesehatan."


" Aku bosan di rumah. Lagi pula Kimi bilang aku dan bayi ku sehat."


" Kimi?"


" Iya, Kimi. Tunangan dokter Candra."


Zionathan terus mengajak Briana berbicara, agar dia tidak curiga. Hingga tak lama kemudian Elena datang dan membawa Briana pulang.


Sepekan kemudian....


" Bayi kalian laki laki. Kembar laki laki. Sehat dan normal. Sesuai usia." Ucap Kimi.

__ADS_1


" Benarkah?" Ucap Ethan dan Briana.


" Iya benar."


" Ini adalah berita yang menggembirakan . Terutama untuk Ethan. Dia pasti akan senang." Ucap Briana.


" Ya. Kau benar. Aku jadi tidak sabar memberitahu nya." Imbuh Briana.


" Tetap jaga pola makan, vitamin. Susu. Dan ingat, jangan berbuat hal yang membahayakan lagi. Ingat. Kau membawa dua nyawa di sini." Kimi menunjuk perut buncit Briana.


" Kau tenang saja. Aku akan sangat ekstra menjaganya." Ucap Zionathan .


" Bagus. Kalau begitu, aku tuliskan resep untuk vitamin nya dulu ya."


Setelah menebus obat, Zionathan dan Briana kemudian pergi.


" Kau ingin makan sesuatu."


" Seperti nya aku ingin makan steak."


" Ayo, aku tahu tempat makan steak yang enak. Aku jamin kau akan ketagihan."


" Benarkah?" Ucap Briana antusias.


" Tentu saja."


Lima belas menit kemudian, mereka sampai di salah satu restoran terbaik di kota itu.


" Paket steak komplit dua." Ucap Zionathan pada seorang pelayan.


" Kau ingin minum apa?" Tanya Zionathan pada Briana.


" Jus mangga sirsak. Seperti nya enak."


" Jus mangga sirsak dan lemon tea ."


" Tempat nya bagus ya.." Ucap Briana sambil melihat sekeliling.


" Iya."


Lidia?. Untuk apa dia ada disini. Batin Zionathan.


Tring.


Ponsel Zionathan berbunyi. Pesan dari Lidia.


(Nanti malam, aku tunggu di apartemen ku sayang.) Lidia


( Aku tidak bisa janji) Zionathan


( Kau mau, aku datang ke meja mu sekarang. Dan mengatakan pada istri tercinta mu. Bahwa aku juga sedang mengandung benih mu). Lidia


( Kau cari mati). Zionathan


( Kalau begitu datanglah. Aku hanya memintamu datang kan?). Lidia


( Aku tunggu.). Lidia


" Siapa sayang. Kau terlihat tegang." Ucap Briana.


" Han. Dia bilang perusahaan kalah cepet dalam sebuah lelang." Ucap Zionathan bohong.


" Oh."


" Permisi..." Seorang pelayan datang dan membawa kan pesanan mereka.


" Silahkan di nikmati.


" Terima kasih." Ucap Briana.


" Sayang. Ini benar benar enak." Ucap Briana.


" Kalau kau kurang, kau boleh memesan nya lagi."


" Benarkah?"


" Tentu. Apa sih yang tidak untuk tuan putri hatiku."


" Hehe, kau bisa saja."


Briana kemudian memesan lagi paket komplit steak. Hingga dia menghabiskan tiga porsi.


Zionathan heran. Nafsu makan Briana naik berkali kali lipat sekarang.


" Ah.. kenyang."


" Kau yakin tidak ingin tambah."


" Tidak. Aku sudah kenyang."


" Kalau begitu ayo kita pulang. Anak anak pasti mencari kita."


Di perjalanan, kenyang membuat rasa kantuk menyerang Briana. Hingga tak butuh waktu lama. Ia pun tertidur.


Aku harus bagaimana, ini benar benar membuatku pusing.


...----------------...


...----------------...


...-------------...

__ADS_1


__ADS_2