
" Terima kasih Lala kau sudah banyak membantuku." Briana memeluk Lala.
" Sama², tidak usah sungkan. Aku senang kau meminta bantuan ku, itu artinya kau menganggap ku sahabatmu. Karena selama ini kau selalu menolak bantuan ku." ucap Lala sedih.
" Maafkan aku, aku hanya tidak ingin merepotkan kamu." Ucap Briana .
" Setelah ini kau akan tinggal dimana?" Tanya Lala setelah mereka melepas pelukan dan duduk di salah satu meja cafe.
" Itu yang ingin aku bicarakan denganmu. Kau tau nyonya Elena memintaku tinggal sementara dia pulang ke negaranya." Ucap Briana sambil meminum jus.
" Benarkah?, bukankah itu berita bagus!. Jadi Johan tidak akan bisa menemukanmu."
" Emmm, entahlah. Aku binggung."
" Kenapa harus binggung, lagi pula tugasmu hanya mengurus anak² kan, tidak ada perlu dikhawatirkan. Kecuali, kau jatuh cinta pada Ziosaurus."
" Uhuk Uhuk. Kau gila ya." Briana tersedak dan wajahnya memerah mengingat adegan yang terjadi di dalam mobil.
" Aku tidak gila. Hanya bicara fakta. Lihatlah muka mu memerah." Ledek Lala.
" Muka ku merah karena tersedak!, Dan itu karena kamu bicara yang aneh²." Ketus Briana .
" Jadi bagaimana?, apa kau menerima tawarannya?."
" Bagaimana menurutmu?"
" Lebih baik kau terima saja, daripada kau menyewa rumah atau apartemen, hanya akan membuang² uangmu, pasti Johan juga akan mudah untuk menemukanmu."
" Kau benar. Lalu bagaimana dengan rumahku?."
" Jual saja atau sewakan."
" Dijual ???"
" Ya, uangnya bisa kau belikan rumah yang baru di kampung ibumu atau di sisi lain kota ini."
" Kau benar. Apa kau bisa menjualkan rumahku?"
" Tentu saja, aku punya teman yang bekerja di bidang properti, akan ku pastikan rumahmu terjual mahal."
" Terima kasih, kau banyak membantuku."
" Sudah jangam terlalu memujiku, nanti aku jadi besar kepala."
................
Hari ini adalah hari penuh airmata...
Bagaimana tidak. Hari ini adalah hari dimana Briana dan Ethan akan berpisah untuk pertama kalinya.
Walau berat tapi Briana harus melakukan ini demi kebaikan
Ethan agar tidak diambil paksa oleh Johan.
" Momy janji setelah pekerjaan momy selesai. Momy akan menjemput Ethan dan kita akan tinggal di rumah besar seperti yang Ethan mau." Ucap Briana sambil memeluk Ethan.
" Momy janji ya.. hiks hiks hiks." Ethan masih terisak diperlukan Briana.
" Jadilah anak baik oke dengar kata grandma dan jangan lupa untuk menelpon momy setiap waktu oke." Briana menciumi Ethan.
" Jaga dirimu baik²." Ucap Ibu sambil memeluk anaknya.
" Tolong jaga Ethan bu,." bisik Briana.
" Tidak perlu khawatir, kau bekerjalah dengan baik. Lalu jemput kami kembali." Ucap Ibu sambil melepas pelukannya.
" Momy..." teriak Ethan saat mobil yang mereka tumpangi mulai bergerak.
" Jadilah anak baik Ethan, momy janji akan segera menyusul kalian." Teriak Briana.
" Momy..." Tangis Ethan begitu menyayat hati Briana.
Briana menatap sendu mobil yang perlahan mulai menjauh dan tak dapat dijangkau pandangan lagi.
" Ayo malam ini menginaplah di rumahku besok ku antar kau ke rumah Zionathan." Ucap Lala memeluk Briana.
" Terima kasih Lala" Ucap Briana lagi sambil memeluk Lala.
__ADS_1
Dirumah Lala..
" Waow, rumahmu sangat indah, sebenarnya sekaya apa sahabatku ini." Ledek Briana saat mereka sampai dirumah Lala.
" Biasa saja." Ucap Lala saat keluar dari mobil.
" Waah, sangat indah. Dengan siapa kau tinggal." Ucap Briana sambil mengagumi segala properti yang ada di dalam rumah Lala.
" Sendiri, hehe." Ucap Lala santai.
" Appa??? rumah sebesar ini kau tinggal sendiri. Orangtua mu dimana?" Tanya Briana sambil terkejut.
" Mereka di negara XXX. Ayo kita ke kamarku. Atau kau ingin tidur di kamar lain." Tawar Lala.
" Terserahmu saja."
" Ohya, nanti sore aku ada kencan dengan Po.., apa kau akan ikut."
" Tidak, aku disini saja. Aku hanya akan jadi obat nyamuk jika ikut" Ketus Briana yang membuat Lala terkekeh.
" Mangkannya cari pacar. Apa kau mau aku carikan kekasih? atau kau mau aku jodohkan dengan Zionathan " Goda Lala.
" Jangan gila deh." Ucap Briana sambil merebakan diri di kasur. Menutup muka dengan bantal, mencoba meyembunyikan wajahnya yang memerah.
" Baiklah baik, selamat beristirahat karena aku akan bersiap-siap untuk kencan malam ini.."
" Baiklah..."
🌸🌸🌸🌸🌸🌼🌼
Keesokan harinya, seperti janji Lala dia mengantarkan Briana ke mansion Zionathan.
" Wah Briana apa dia sultan." Ucap Lala saat mereka sudah sampai di gerbang mansion Zionathan.
" Entahlah. Mungkin saja. Terima kasih sudah mengantarku." Ucap Briana sambil turun dari mobil.
" Bye jaga dirimu. Hubungi aku jika ada kabar bahagia...." Goda Lala sambil melajukan mobilnya.
" Dasar kau..." Teriak Briana yang di balas lambaian tangan oleh Lala.
" Terima kasih sudah bersedia tinggal disini." Ucap Elena saat Briana datang.
" Tidak perlu berterima kasih nyonya."
" Mari nona ikut saya." ucap salah seorang pelayan.
" Panggil Briana saja bi, saya juga pelayan disini." Briana tersenyum ramah.
" Aku akan berangkat nanti malam tolong jaga cucu²ku dan anakku." Ucap Elena sambil berbisik menyebut kata 'anakku'. Briana hanya tersenyum dan mengangguk.
Dimeja makan...
" Oma, apa oma benar² akan pergi, lalu siapa yang akan menemani kami saat kami terjaga saat malam hari." Elo memeluk Elena.
" Aunty cantik kalian yang akan menemani kalian selama oma tidak ada."
" Momy?, benarkan itu oma?, momy akan tinggal disini?." Ucap twins dengan mata berbinar.
" Momy?????..." Elena menaikkan satu alis nya.
" Momy...." Teriak twins saat Briana berjalan menuju meja, dengan membawa makanan.
" Benar momy akan tinggal disini?." ucap twins sambil memeluk Briana, Briana hanya mengangguk tanda iya.
" Tapi bukan kah dady melarang momy untuk tinggal disini." Ucap Elo.
" Siapa bilang dady melarangnya." Ucap Zionathan yang tiba² saja sudah berada di ruang makan.
" Tentu saja dady karena Elo tidak sengaja mendengarnya." Ketus Elo
" Sekarang situasinya berbeda." Ucap Zionathan.
" Beda apa dady?, apa momy akan tinggal disini selamanya.." Ucap Lia polos.
Dieng....
Kata kata Lia seperti boomerang bagi Briana dan Zionathan.
" Tunggu, Zionathan bisa jelaskan pada mama kenapa anak anak memanggil Briana dengan sebutan momy." Elena menatap tajam Zionathan yang menggaruk garuk kepalanya.
__ADS_1
" Emmm itu...." Zionathan pun menceritakan awal mulai panggilan itu dan Elena tersenyum.
" Hmmm, seperti itu. Jadi momy nya beneran juga gak masalah kok." Ucap Elena santai. Membuat Briana dan Zionathan sama sama melotot.
" Hehehe nyonya kalau bercanda lucu." Kekeh Briana.
" Saya tidak bercanda Briana, justru saya akan sangat senang."
Skip.
Malam harinya Zionathan mengantar mama nya ke bandara. Sedang
Briana menemani anak anak.
" Briana... Briana..." Teriak Zionathan .
" Bisakah kau tidak berteriak, anak anak barusaja tidur." Ucap Briana sambil menuruni tangga.
" Eh eh, kau kenapa Ziosaurus?" Briana menghampiri Zionathan yang terlihat sempoyongan.
" Aku hanya merasa sedikit pusing." Ucap Zionathan sambil memegangi kepalanya.
" Ayo aku bantu kau ke kamar." Ucap Briana sambil membopong tangan Zionathan menuju kamarnya menaiki lift khusus.
" Tidurlah, akan aku buatkan minuman hangat." ucap Briana setelah merebakan Zionathan di kasur.
" Kita lihat ada apa disini." Ucap Briana sambil membuka kulkas.
Setelah selesai berkutat di dapur, Briana kembali ke kamar Zionathan dengan membawa semangkuk sup daging dan susu hangat.
Tok tok tok
" Ziosaurus, apa aku boleh masuk?."
" Ziosaurus?."
" Zi?"
Karena tidak ada suara, Briana memutuskan untuk langsung masuk.
Ceklek....
" Dia tertidur." Ucap Briana sambil meletakan nampan di meja.
" Hmm, sepertinya dia demam." Guma Briana saat tangannya menyentuh dahi Zionathan.
Briana bergegas keluar kamar, dan kembali membawa air hangat.
" Hei, apa yang kau lakukan?, ingin mencari kesempatan ya?" Ucap Zionathan saat Briana hendak membuka kancing kemeja nya.
" Badanmu panas aku hanya ingin mengompres mu. Jadi aku membuka sedikit kemeja mu agar tidak basah." Ketus Briana.
" Benarkah?, kau tidak ingin memperkosa ku kan."
" Dasar mesum, bangunlah. Aku sudah bawakan susu hangat dan sup."
" Hmm, suapi."
" Manja." Ketus Briana sambil mengambil mangkok sup dan mulai menyuapi Zionathan.
" Habiskan minumnya. Hmm anak pintar" Briana mengelus rambut Zionathan.
" Sekarang pergilah tidur." Briana hendak beranjak dari kasur, namun tertahan karena Zionathan memegang tangan Briana.
" Temani aku disini."
" Kau sudah gila ya."
" Aku mohon.."
" Hmm, baiklah." Briana kemudian duduk disebelah Zionathan.
" Usap² kepalaku." Ucap Zionathan sambil menarik tangan Briana dan meletakkannya di kepala.
Briana merasa kesal dengan permintaan Zionathan tapi dia melakukannya.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...