
Bertahun-tahun berlalu....
Zionathan mulai kehilangan akal karena tidak bisa menemukan Briana.
"Zionathan..." Lidia memeluk Zionathan dari belakang.
Zionathan dan Lidia kembali menikah setelah Ethan dan Twins memutuskan untuk sekolah kedokteran di Italia.
"Lidia, pergilah.. Aku sedang tidak ingin melakukan apapun." Pekik Zionathan.
"Baiklah..."
Lidia di diagnosa tidak bisa memiliki anak, dan hal itu membuatnya sangat sedih. Namun, itu tidak mengurungkan niat Lidya untuk tetap bisa memiliki keturunan.
Lidia beranggapan jika dirinya bisa hamil, itu akan membuatmu Zionathan berhenti memikirkan Briana, dan kembali fokus menyayangi dan mencintai dia.
Lidia mulai melakukan pengobatan tanpa sepengetahuan Zionathan.
Sayangnya, segala pengobatan yang dia tempuh tidak pernah berhasil.
Lidia akhirnya menemukan alternatif lain. Lidia memutuskan untuk menyewa seorang wanita yang akan mengandung anak dari dirinya dan Zionathan.
Hari ini, Lidia akan bertemu dengan orang yang sudah sepakat dan mau hamil anak Zionathan.
Setelah memastikan bahwa Zionathan sudah pergi ke kantor, Lidia segera menelpon wanita yang bersedia dibayar untuk disewa rahimnya.
"Langsung datang ke klinik TopCare saja, aku akan tiba di sana dalam 10 menit." Ucap Lidia.
Sejak anak-anak sudah tidak tinggal lagi di mansion, dan sejak pernikahan keduanya dengan Zionathan. Lidia merasa bahwa keluarganya sangat jauh dari kata harmonis.
Zionathan kalian lebih banyak diam dan sering menghabiskan waktu sendirian di ruang kerjanya, atau tidur di kamar yang dulunya ditempati oleh Briana.
Lidia kini sudah bertemu dengan gadis yang bernama Tiara.
Tiara Lestari, usianya baru 25 tahun. Dia dan Lidia tidak sengaja bertemu saat Lidya berkunjung ke produsen lama tempat dia menjadi model.
Saat itu, Lidya melihat Tiara sedang menangis karena dia gagal dalam seleksi model majalah dewasa.
Tiara beralasan bahwa menjadi model majalah dewasa adalah cara yang tepat untuk mendapatkan uang.
Memang, menjadi model majalah dewasa bayarannya sangat tinggi dalam sekali sesi pemotretan.
Lidia kamu dia menanyakan alasan kenapa Tiara yang masih terbilang muda tertarik untuk menjadi model majalah dewasa.
Tiara peralatan bahwa saat ini ibunya sedang berjuang melawan sakitnya dan harus segera dioperasi.
Melihat itu, dia merasa bahwa ini mungkin sudah takdir yang ditunjukkan oleh Tuhan untuk memperbaiki rumah tangganya.
Lidia awalnya hanya mengajak Tiara untuk berteman, sebelum akhirnya Lidya mengutarakan keinginannya untuk menyewa rahim Tiara dan bersedia membayar mahal untuk itu.
__ADS_1
Siapa sangka, jika Tiara akan sangat senang hati menerima tawaran dari Lidya.
Hari ini, adalah jadwal untuk Tiara menerima sel telur dari Lidya dan juga Zionathan.
Lidia yang sangat pandai, bisa mengumpulkan benih jagung milik Zionathan dan langsung membawanya ke klinik.
"Kita akan melakukan pengecekan terhadap Nona Tiara, sebelum kita menanamkan benih jagung ini." Ucap Dokter.
"Baiklah, lakukan apapun dan semoga saja kali ini berhasil." Ucap Lidia.
Lidia kemudian melihat Tiara dibawa masuk ke ruangan lain.
Lidia terus berdoa agar pembuahan yang sudah kesekian kalinya ini berhasil dan dapat membuat Tiara hamil.
Jika yang kali ini gagal, Lidia harus mencari cara agar Tiara bisa tidur secara langsung dengan Zionathan.
"Metode ini memang tingkat keberhasilannya hanya 30%. Mengingat kita harus mencocokkan tanggal kesuburan Tiara, juga kualitas benih jagung yang dimiliki oleh Zionathan. Jika yang kita lakukan selalu gagal. Jalan satu-satunya adalah menanamkan benih jagung itu langsung tanpa bantuan alat," ucap Dokter saat Tiara dan Lidya menghadap dokter, karena waktu itu yang mereka lakukan gagal dan masih membuat Tiara datang bulan.
Seperti biasa, setelah Tiara pulang dari klinik. Lidia akan langsung membelanjakan Tiara makanan yang bergizi. Tidak lupa juga, Lidya memberikan sejumlah uang untuk Tiara membeli makanan yang dia inginkan.
Tiara sampai merasa kasihan kepada Lidya dan berharap bahwa kali ini akan berhasil dan bisa membuatnya hamil.
Lidia juga sudah mengirim Ibu Tiara untuk ke luar negeri agar mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Hal itu membuat Tiara semakin merasa bersalah saat dirinya datang bulan.
"Semoga kali ini benar-benar berhasil dan bisa membuatku hamil," ucap Tiara saat Lidya sudah mengantarkannya sampai ke rumah setelah berbelanja.
"Aku merasa banyak berhutang Budi jika kali ini akan gagal."
"Bagaimana jika yang sekarang juga gagal?"
"Jangan khawatir aku sudah menyiapkan rencana b jika yang ini tetap gagal." Ucap Lidia sambil tersenyum.
Lidia sudah menganggap Tiara sebagai adiknya sendiri. Tiara yang memang tidak memiliki siapapun selain ibu yang sedang sakit, membuat Tiara merasa sangat bahagia karena nanti dia menganggapnya sebagai saudara kandungnya.
Lidia kembali dari rumah Tiara dengan segenap rencana yang harus dia susun serapi mungkin.
"Jalan satu-satunya jika kali ini gagal adalah membuat Zionathan dan Tiara tidur dalam satu ranjang yang sama."
...----------------...
Beberapa minggu kemudian...
"Zionathan, apa kamu tidak ingin mengajakku untuk berjalan-jalan atau sekedar berani pun agar rumah tangga kita terlihat hangat dan harmonis?" Pekik Lidia setelah dia menerima kabar dari Tiara bahwa tamu bulanannya masih datang.
"Lidia...."
"Zionathan, ayolah. Sejak kita menikah bahkan aku tidak ingat kapan lahir kali kamu bersikap hangat dan romantis kepadaku."
"Zionathan, Aku tahu kamu masih mencoba untuk mencari keberadaan Briana. Tapi bukan berarti kamu mengabaikan aku sebagai istri kamu. Selama beberapa tahun, aku bersabar atas sikap kamu, tidakkah kamu menghadiahi aku sesuatu yang dapat membuatku merasa bahagia?
__ADS_1
Zionathan menghela nafas panjang, dalam hatinya dia membenarkan apa yang baru saja Lidya katakan.
"Baiklah, atur saja perjalanannya untuk minggu depan. Kita akan pergi dan melakukan apapun yang kamu inginkan setelah aku pulang dari Negara L."
"Terima kasih Zionathan ..."
Zionathan hanya tersenyum dan membalas pelukan yang dilakukan oleh Lidya.
Lidia kemudian membantu Zionathan untuk berkembang karena hari ini Zionathan akan pergi ke negara L.
Lidia segera berkonsultasi dengan Dokter kapan kiranya waktu yang tepat untuk melakukan pembuahan agar hasilnya nyata.
Sementara itu di Negara L...
Zionathan yang baru saja tiba di bandara, tidak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita.
"Maaf, saya tidak melihat anda."
"Briana."
Briana yang saat itu baru saja mengantar kepergian Elo, terkejut karena dirinya tidak sengaja bertemu dengan Zionathan di bandara.
"Briana, tunggu." Zionathan langsung memegang tangan Briana ketika melihat Briana akan pergi darinya.
"Lepaskan aku, Zionathan."
"Briana, selama beberapa tahun ini aku berusaha mencarimu. Kenapa kamu pergi dari hidupku, tidakkah kamu merasa bersalah karena kamu sudah menjauhkan aku dari anak kita."
"Lupakan aku, Zi."
"Apa maksud mu?"
"Aku dan kamu tahu bahwa beberapa tahun sudah berlalu. Tentu kita sudah memiliki kehidupan masing-masing. Aku harap kamu akan melupakan semua tentang kita."
"Tidak Briana, Aku tidak bisa melupakanmu. Bagaimana bisa aku melupakan semua tentang kita sementara aku dan kamu masih berstatus sebagai suami istri. Kita tidak pernah salah bercerai di depan pengadilan."
"Zionathan, mungkin kamu lupa memeriksa kotak surat mu, atau kamu melewatkan berkas yang selalu ada di meja kerja mu."
"Apa?"
"Zionathan, jalan kita sudah berbeda. Aku harap kamu akan mengerti tidak bisa melupakan aku."
Briana melepaskan paksa tangannya dari genggaman Zionathan, dan langsung pergi sebelum Zionathan mengejarnya.
"Aku dan Briana sudah bercerai?" Pekik Zionathan .
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...