CINTA DAN KEBODOHAN

CINTA DAN KEBODOHAN
Nah kan...


__ADS_3

" Pa... sedang apa disini?" Elena mengejutkan Braham yang terlihat fokus ke arah dimana Zionathan dan Briana sedang berpelukan.


" Lihatlah.. Akhirnya anak kita bisa melupakan wanita itu."


" Kau benar aku sangat bahagia. Akhirnya Zionathan mau membuka hati bagi wanita lain" Elena memeluk Braham.


" Ayo kita pergi, jangam ganggu mereka." Ucap Elena.


" Apa kau ingin membuat acara sendiri?" Goda Braham.


" Hei, ingat umur." Kekeh Elena.


" Walaupun aku sudah berumur, tapi tenaga ku masih sekuat dulu." Braham menggendong Elena ala bridal.


" Papa nakal." Pekik Elena saat Braham membawanya ke kamar.


...****************...


Pagi hari nya, di meja makan..


" Kapan kau akan menikahi Briana." Braham membuka pembicaraan.


" Setelah Ethan sembuh pa, Andika bilang paling lambat satu bulan lagi Ethan bisa di nyatakan sudah sembuh total".


" Bagaimana jika pernikahan kalian di laksanakan di kota xxx." Timpal Elena


" Wah, bagus.. aku akan mengurus segala persiapan nya." Timpal Cika.


" Aku tentu saja akan mengurus make up dan baju nya." Ucap Cila yang tak mau kalah dengan Cika.


" Bagaimana Zionathan?" Tanya Braham menatap Zionathan.


" Biar Zionathan bicarakan dengan Briana dulu pa."


" Nanti papa kasih tau rahasia dahsyat di ranjang." Bisik Braham pada Zionathan.


" Aku sudah punya senjata sendiri." Bisik Zionathan.


" Tapi milik papa lebih mantap dan tahan sampai pagi." Braham kembali berbisik.


" Apa papa sudah gila, bisa² mati pusaka ku jika bermain sampai pagi." Zionathan masih berbisik.


Brak !!!


" Kalian !!, apa yang kalian bicarakan." Elena menggebrak meja.


" Nanti saja kita bicarakan, seperti nya mama mu sedang dalam mode nenek lampir." Bisik Braham.


" Siapa yang papa sebut nenek lampir." Ucap Elena dengan mata melotot.


" Aa.. itu.. anu... Briana semalam bertemu nenek lampir, kan Bri."


Zionathan mengedipkan satu mata pada Briana yang baru saja datang bersama anak², tapi sayang nya Briana justru loading...


" Ada apa ini ma? kenapa mama terlihat marah." Ucap Briana.


" Hah mereka sedang bersekongkol." Elena menunjuk ke arah Braham dan Zionathan.


" Bersekongkol kenapa?" Briana masih loading..


" Tidak apa² sayang. Mama hanya salah paham. Ohya dimana Ethan?, bukannya dia akan ikut makan bersama kita." Zionathan mengalihkan perhatian.


" Ah, ya. Ethan sedang di bantu bi Inah." Ucap Briana yang meletakan makanan untuk anak².

__ADS_1


" Ethan.. Apa kau sudah merasa sehat?" Tanya Elena saat Ethan diantar ke meja makan.


" Terima kasih Bi Inah." Ucap Briana.


" Tentu oma, Ethan sudah merasa lebih sehat sekarang." Ethan mulai memanggil Elena dengan sebutan oma atas permintaan Elena sendiri.


" Lekas lah pulih sayang, lalu kita akan jalan² ke kota xxx." Ucap Elena mengelus rambut Ethan.


" Oma.. kenapa jauh sekali ke kota xxx." Celoteh Tia.


" Karena kita akan mengikat dady dan momy kalian jadi satu, agar mereka tidak terpisahkan." Ucap Elena.


" Kenapa harus di ikat oma?, memangnya momy dan dady akan lari?" Ucap Tia.


" Ppfff..." Cika dan Cila menahan tawa.


" Ah, tidak. Bukan seperti itu sayang. Maksudnya....."


" Dady akan menjadikan momy kalian milik dady seutuhnya." Ucap Zionathan.


" Lalu apa kami tidak boleh lagi memiliki momy??." Saut Lia.


" Bukan begitu sayang, dady akan menikahi momy jadi momy akan selalu bersama kita selamanya." Terang Zionathan.


" Benarkah?." Lia berkata dengan antusias.


" Tentu saja sayang." Ucap Zionathan lagi.


" Hore... Terima kasih dady." Twins mencium pipi Zionathan.


" Ayo anak², cepat makan. Nanti kalian akan terlambat ke sekolah." Ucap Briana.


" Pstttt.., hei apa kau sudah mencicipi nya." Bisik Braham pada Zionathan, saat Briana pergi mengantar anak² ke mobil.


" Sampai gol." Ucap Braham sambil melotot.


" Belum. Gawang nya sedang tahap renovasi. Tapi dia hebat dalam membuatku melayang." bisik Zionathan.


" Benarkah?, seperti apa rasanya." Kepo Braham.


" Ra..ha..si..a " bisik Zionathan.


" Ck, ayolah. Nanti kau ku ajarkan cara membuat istri mu merasa ingin lagi dan lagi." Tawar Braham.


" Hei... kalian ini, dari tadi bicara mesum saja." Elena datang dan menjewer telinga suami dan anaknya.


" Ampun..., Zionathan harus berangkat ke kantor. Tata titi tutu."


" APA???" Elena melotot ke arah Braham karena dia menatap tajam Elena.


" Hehe, tidak apa-apa istri ku yang manis. Aku akan pergi berkeliling. Aku rindu mansion ini." Ucap Braham sambil berlalu dari hadapan Elena.


" Zi, kau kenapa?"


Briana menghampiri Zionathan yang nafasnya tersengal-sengal.


" Hah hah hah.. Tidak apa², kemari lah. Berikan aku vitamin penyemangat."


Zionathan meraih tubuh Briana dan bersiap mencium bibir Briana yang membuat Zionathan menjadi candu. Saat bibir mereka hampir menyatu.


" Ehem hem hem ..."


" Ehem... Uhuk uhuk... "

__ADS_1


Zionathan dan Briana menoleh ke asal suara.


" Katanya buru buru ada meeting, kok masih ada di sini mau icip-icip lagi di depan rumah lagi apa nggak malu sama para penjaga mansion ini?" Ketua Braham.


Briana langsung menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang merah karena malu.


Briana sungguh merasa malu seperti dirinya sudah ketahuan menyontek saat ujian.


Briana segera berlalu meninggalkan Zionathan dan masuk ke dalam rumah lebih dulu untuk melihat Ethan.


" Aaahhh papa..." Ketus Zionathan .


" Apa?"


" Zionathan itu mau pergi bekerja dan Zionathan baru saja sembuh, tentu saja Zionathan membutuhkan vitamin tambahan agar Zionathan lebih fress..."


" Kalau mau fresh yaa pakai fresh care..."


" Itu bikin panas..." Ketus Zionathan sambil berjalan menuju mobilnya dan pergi dari mansion dengan perasaan kesal karena tidak mendapatkan vitamin penyemangat dari Briana .


Braham tertawa melihat tingkah laku Zionathan yang selalu ingin mencoba apa yang sudah membuatnya candu.


Braham selalu teringat dengan dirinya ketika dia sangat merasa candu kepada Elena dan merasakan bagaimana kesannya saat almarhum papanya selalu memergoki Braham saat Braham akan mencuri ciuman dari Elena.


" Ah aku tidak menyangka jika Zionathan sepertiku..., aku jadi rindu masa mudaku dulu. Dan aku tahu harus dengan cara apa aku mengingatnya kembali.."


Braham yang tadinya ingin berkeliling mansion jadi mengurungkan niatnya dia segera kembali ke dalam untuk mencari keberadaan Elena.


" Aku merindukanmu..." Bisik Braham saat melihat Elena sedang memberi makan ikan di akuarium yang berada di ruang tengah mansion.


" Pasti ada sesuatu..." Ketus Elena.


" Mama, Papa sangat mencintai mama dan apakah mama tahu bahwa di dalam hati papa ini terdapat nama mama..."


" Aduh udah deh jangan sok puitis..."


Braham membalikkan tubuh Elena dan membuatnya menatap dirinya.


" Papa ingin mengingat masa-masa di mana Papa suka mencuri waktu bersama dengan mama dan apakah nama bersedia untuk membantu papa mengingat momen itu?"


Elena tersenyum, tiba-tiba wajahnya memerah tak kalah dia juga mengingat kembali momen di mana dirinya dan Braham mencoba mencari kesempatan dalam kesempitan.


Keduanya saling berpandangan dan ketika bibir mereka hampir bertemu..


" Ehem...." Pekik Cika dan Cila.


" Ma sebaiknya mama segera pergi ke kamar mandi karena sekarang di mulut Mama sudah meluap-luap." Pekik Braham.


" Dan Papa harus segera pergi ke dokter gigi karena mulut Papa sangat bau.."


" Kalau begitu bagaimana jika kita bersama-sama pergi ke dokter gigi." Ucap keduanya yang kemudian segera pergi dari hadapan Chika dan Cila.


Cika dan Cila saling berpandangan dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat dua orang yang sebenarnya sudah berumur itu bersikap seperti anak muda.


...----------------...


...----------------...


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2