
Tiga minggu kemudian...
Ethan pulih lebih cepat dari perkiraan dokter, jadi semua keluarga Braham langsung terbang ke negara xxx.
Ethan sangat bahagia karena ini adalah kali pertamanya dia naik pesawat.
Tidak, bukan pesawat. Tapi jet pribadi.
Di mansion Braham..
" Waah momy, ini rumah atau istana. Besar sekali." Celoteh Ethan saat mobil memasuki halaman mansion Braham.
" Apa Ethan ingin rumah seperti ini sayang?" Braham memandang Ethan dari kursi depan.
" Tidak opa, nanti Ethan tersesat jika bermain bersama kak Elo dan twins." Ucap Ethan polos. Membuat semua nya terkekeh.
Mom, seandainya kau masih hidup, kau dapat melihat, betapa mereka memperlakukan ku dan Ethan dengan sangat istimewa. Mereka menerima kami dengan penuh sukacita. Batin Briana.
Briana mengusap ujung matanya, Elena mengusap punggung Briana seakan tau apa yang sedang Briana rasakan.
" Selamat datang tuan.. nyonya.." Ucap para pelayan yang menyambut kedatangan Braham dan keluarga.
" Pa, bisa kah aku sekamar dengan Briana." Bisik Zionathan .
" Tolong siap kan kamar untuk anak²." Ucap Elena.
" Dan satu kamar di sebelah kanan mansion ini satu lagi di sisi kiri." Ucap Braham yang membuat Elena terheran.
" Kenapa pa?" Tanya Elena sambil melihat Braham
" Mereka harus di pisahkan untuk sementara waktu ma." Abraham menunjuk Zionathan dan Briana .
Zionathan menggaruk lehernya yang tidak gatal.
" Biarkan Ethan tidur bersama ku pa." Ucap Briana.
" Ethan , kau ingin tidur dengan momy atau tidur di kamar sendiri?" Braham berlutut dan bertanya kepada Ethan .
" Apa kau ingin tidur bersama aku Ethan ." Ucap Elo.
" Boleh kah?" Ucap Ethan .
" Tentu saja, kita kan saudara." Elo merangkul bahu Ethan .
" Kau tidur lah sendiri Briana agar kau bisa beristirahat. Jangan khawatir tentang anak² banyak pelayan yang akan melayani mereka." ucap Braham.
" Tapi..."
" Kakak ipa kau adalah calon nyonya muda. Jadi biasakan diri mu ya dan nikmati apa yang ada" Ucap Cika.
" Benar sekali kami akan mengajak kakak ipar berkeliling nanti" Timpal Cila.
Briana akhirnya membiarkan Ethan pergi dan tidur dengan Elo.
Hari demi hari berlalu.
Keluarga itu semuanya sibuk mempersiapkan pesta pernikahan untuk Zionathan dan Briana.
" Zi, apa ini tidak berlebihan?" Ucap Briana, saat Zionathan membawa nya melihat gedung resepsi yang sudah berjalan 70%.
" Tidak, ini bahkan kurang megah untuk seseorang seperti mu."
" Tapi aku merasa ini berlebihan."
" Sttt,, anggap saja ini adalah buah dari perjuangan mu selama ini."
" Ah Zi, kau membuatku di atas awan."
__ADS_1
" Aku akan mewujudkan nya nanti sayang, tunggu saja." Bisik Zionathan dengan nada se seksual mungkin.
" Kakak ipar, ternyata kau disini. Kami mencari mu kemana mana." Ucap Cika
" Kenapa mencari ku?"
" Tentu saja untuk fitting gaun yang akan kakak kenakan."
" Apa itu harus???"
" Haisss.... kakak ipar ini bagaimana?, tentu saja harus dan wajib." Cika menarik tangan Briana .
Sesampainya di ruang fitting gaun.
" Tidak².. ini terlalu terbuka.." Ucap Briana saat Cika menunjukan sebuah gaun dengan belahan dada yang eksotis.
" Oh my god. Aku bukan ratu isabel jen." Briana terkejut saat Cila justru membawakan gaun bak ratu.
" Ini coba lah kakak ipar." Cika dan Cila memaksa Briana masuk ke ruang ganti dengan membawa beberapa gaun untuk di coba.
" No!!." Ucap Cika saat Briana keluar dari ruang ganti.
" Big no." Kali ini Cila yang mengomentari gaun ke 2 yang di pakai Briana.
Gaun ke 3...
Gaun ke 4..
Hingga ini adalah gaun ke sekian kali nya yang di coba Briana.
" Oh god, it's Perfect!!" Ucap Cika dan Cila secara bersama.
" Akhirnya kalian mengatakan nya." Ucap Briana lega.
" Sekarang boleh kah aku melepasnya dan pulang. Aku sangat lelah." Ucap Briana.
" Ha?, untuk apa."
" Cuci sandal." Ucap Cika.
" Ha??, memangnya pelayan di rumah tidak ada yang bisa cuci sendal ya." Ucap Briana.
" Kakak ipar, kalau beg go jangan setengah² deh. Mending dipas sin aja. Kita ke SPA ya untuk me RILEKSASI kan diri." Ucap Cika menekan kata relaksasi.
" Untuk..." ucap Briana lagi.
" Tentu saja agar kakak ipar lebih rileks dan tidak tegang ataupun panik." Ucap Cikq lagi.
" Emm begitu. Kalau begitu ayo kenapa kita masih di sini." Kekeh Briana sambil meninggalkan Cika dan Cila.
" Astaga kakak ipar.. Tunggu kami."
...****************...
................
Sejarah akan terulang lagi hari ini bagi Zionathan dan Briana.
Mereka akan kembali melakukan sumpah pernikahan untuk yang ke 2 kali.
Namun dengan pasangan yang berbeda.
" Lala, aku jadi deg deg kan lihat lah tangan ku berkeringat" Briana menunjukan tangan nya yang basah kepada Lala.
" Tenanglah, nanti hiasan mu jadi berantakan." Ucap Lala yang memasang selendang panjang dan penutup muka Briana .
" Ck, jadi kau lebih mementingkan hiasan ku." kesal Briana .
__ADS_1
" Bukan seperti itu dengar Aku sangat bahagia hari ini melihatmu akan menikah. Tidak ada yang bisa menggambarkan perasaanku saat ini. Briana, aku sungguh bahagia." Lala memeluk Briana .
" Terima kasih La, kau selalu ada untukku. Dan terima kasih karena sudah datang dan menemani ku."
" Jangan menangis, kau akan merusak make up nya." Ucap Lala.
" Sekarang, pergi lah. Aku akan menunggu kalian di altar pernikahan.
Dengan perasaan berkecamuk...
Briana berjalan menuju altar dengan di dampingi Braham.
Dilihatnya anak anak sedang berdiri bersama Lala, Cila dan Cika.
Semua mata tertuju pada Briana yang tampil bak ratu dari kerajaan dongeng.
Hingga tibalah waktu pemberkatan dan saling mengucap sumpah janji pernikahan.
Briana dan Zionathan spontan mengucap janji pernikahan.
" Kalian telah resmi menjadi suami istri, silahkan mencium pasangan kalian." Ucap pendeta.
Tanpa berlama², Zionathan membuka tudung yang menutupi Briana dan segera mencium nya.
Suara tepukan tangan pun menggema, menjadi saksi kebahagiaan mereka.
" I love you Brid."
" I love you to Zi."
...--------------...
Malam hari nya, ruang resepsi pernikahan...
" Zi, ini sangat indah." Briana sungguh takjub melihat ruang resepsi lebih indah dari yang ia bayangkan.
" Semua ini tidak gratis, nona." Bisik Zionathan.
" Tenang saja, kau ingin berapa ronde?, dua, tiga, enam?" Melodi menunjuk tangannya.
" Bagaimana jika satu hari penuh." Bisik kevin.
" Siapa takut. Beberapa harga yang harus aku bayar?"
Briana menerima tantangan Zionathan.
Briana pikir tidak mungkin Zionathan akan menghajarnya sampai pagi mungkin 2 sampai 3 ronde saja cukup.
Begitu kira-kira yang ada di pikiran
Briana.
" Baiklah persiapkan diri mu my dear." bisik Zionathan sambil tersenyum smirk.
Glek..
Briana menelan kasar ludah nya dia merasakan sesuatu yang aneh dalam ucapan Zionathan .
Kenapa aku jadi merinding, dia tidak akan benar benar melahap ku sampai pagi kan?. Jika itu benar. ah Briana, kau sudah melakukan kesalahan besar kau sudah bermain main dengan macan tutul. Batin Briana .
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1