
Pagi hari nya...
Briana terbangun. Dilihatnya laki laki yang kini menjadi suami nya tengah tertidur pulas. Entah berapa ronde yang mereka lakukan semalam.
Itu benar benar membuat badan
Briana terasa remuk.
" Sangat tampan." Ucap Briana mengelus pipi Zionathan.
Cup.
Briana mengecup mesra bibir Zionathan dan itu membuat Zionathan membuka mata.
" Selamat pagi sayang." Ucap Briana.
Zionathan tersenyum, melihat bukit kembar Briana yang masih terpajang jelas tanpa ada yang menutupi. Membuat nafsu nya kembali bergejolak.
" Hmmm, kau membangunkan Zio junior." Ucap Zionathan sambil memegang bukit kembar Briana.
" Zi, sudah pagi."
" Memangnya kenapa?" Zionathan tidak menghentikan aksi nya justru bergeser kebawah dan minum vitamin langsung dari tempatnya.
" sttt.. sayang, jangan nakal."
" Aku suka." Zionathan mulai menyusu layaknya bayi.
Briana kembali merasakan getaran hasrat yang mengebu-gebu.
Ditambah ritme sentuhan Zionathan yang seakan akan sengaja di lakukan agar Briana tersiksa.
" Kau sangat menyiksa ku Zi, kenapa kamu suka melakukannya." Ucap Briana yang tak tahan dengan hasratnya.
Didorongnya tubuh Zionathan dan Briana mulai naik di atasnya.
Briana memberikan banyak stampel kepemilikan di dada Zionathan yang membuat Zionathan merintih.
" Sayang.. lakukanlah." Bisik Zionathan.
Bukan nya melakukan nya, Briana justru masih bermain main dengan tubuh Zionathan.
" Bri, kau membalas ku."
" Tentu saja, bagaimana?, kau menikmati nya." Bisik Briana.
" Kau nakal sayang."
Briana terkekeh, namun sejurus kemudian Zionathan mengambil alih permainan dan mulai melakukan nya lagi, lagi dan lagi. Hingga 5 ronde tanpa henti.
" hah hah hah...Sudah Zi, aku lelah, kau menghajar ku habis habisan." Ucap Briana mendorong tubuh Zionathan dari tubuhnya.
" Kau yang memulai."
" Aku hanya mencium mu, apa salah." Ketus Briana.
" Tapi bukit mu menantang ku." Zionathan kembali mere mas remas bukit Briana.
" Zi.. sudah! Memangnya kau tidak ingin ke kantor?"
" Ini negara xxx sayang, kantorku di Xxx. Lagi pula aku adalah bos nya, jadi terserah aku mau masuk kapan saja." Ucap Zionathan sambil memainkan bukit Briana.
" Apa kamu lupa jika kita sedang honeymoon?"
" Zi. Hentikan. Ayo kita mandi." Ucap Briana menahan hasratnya yang bangkit lagi karena perlakuan Zionathan.
" Wah, kau menantang ku lagi rupa nya."
" Ah tidak tidak, maksud ku, aku mandi dulu, lalu kau. Dan kita turun untuk sarapan bersama."
" Kita akan sarapan di sini."
" Ha??, tapi bagimana ?"
" Gunakan telpon itu, jika kau butuh sesuatu." Ucap Zionathan yang menenggelamkan wajahnya di dada Briana.
Sepertinya aku benar benar menjadi tahanan kamar. hiks hiks hiks. Batin Briana.
" Zi aku ingin mandi." Rengek Briana.
" Baiklah ayo." Zionathan menggendong Briana ala bridal.
" Zi aku bisa mandi sendiri."
" Biar aku bantu menggosok punggungmu."
" Tidak perlu, aku bisa sendiri."
__ADS_1
" Ck, ayolah. Aku juga ingin melihat seberapa banyak stampel ku pada mu." Ucap Zionathan yang mulai menyalahkan shower.
Zionathan mulai menggosok tubuh Briana dengan spon mandi.
Perlahan sentuhan itu justru membangkitkan hasrat kedua nya. Dan mereka pun melakukan nya lagi.
Mereka tidak jadi mandi air shower, tapi kembali mandi keringat.
...----------------...
----------------
" Hallo.." Ucap Cika.
" Cika, emmm.. bisakah meminta pelayan mengantar makanan ke kamarku." Bisik Briana.
" Hahaha, sudah ku bilang kan kakak ipar." Kekeh Cika.
" Ck, dia benar benar tidak memberiku waktu bersantai." Ketus Briana.
" hahaha..."
" Cepatlah, aku sangat lapar, ohya, tolong bawakan aku baju ganti yang benar, tidak kurang bahan dan transparan seperti yang ada disini."
Tut. Briana mematikan sambungan telpon.
...
Di meja makan...
" Cika, kemana kau akan membawa makanan itu." Tanya Elena, saat Cika menata makanan di nampan.
" Ke kamar kakak ipar."
" Mereka tidak turun ?"
" Mama, kak Zionathan tidak membiarkan kakak ipar keluar dari kamar."
" Wah, putra ku benar benar hebat." Ucap Braham yang baru bergabung di meja makan.
" Hebat apanya, kasihan dong pa, kalau Zionathan terus menghajar Briana."
" Bibi ini, seperti tidak pernah honeymoon saja." Ucap Cila yang baru datang bersama anak anak.
" Aunty, dimana momy?" Tanya Ethan .
" Apa adik?, benarkah ?" Ucap twins antusias.
" Benar, apa kalian juga menginginkan adik?" Tanya Lala pada twins.
" Tentu saja, dan adiknya harus laki²." Ucap Elo menyela.
" Kenapa harus laki laki?" Ucap Elena.
" Oma, twins sudah ada teman bermain ditambah Ethan . Jadi mereka bisa bermain apapun bertiga. Sedangkan aku, hanya sendiri, tidak bisa bermain bola ataupun basket. Jadi adiknya harus laki laki, Ethan tidak suka main bola dan basket." Tegas Eko.
" Tidak kak Elo, adik nya harus perempuan"
" Laki laki."
" Perempuan"
" laki laki."
" Haaaaaah!! Sudah sudah, mau laki laki atau perempuan, sama saja. Sudah ayo sekarang kalian makan." Ucap Elena menengahi perdebatan antara cucu cucu nya.
" Cika cepat, antarkan makanan ini pada kakak, dan juga kakak ipar mu. Kasihan mungkin mereka kehabisan energi" Ucap Braham.
" Emm Cika.. tunggu, berikan ini juga pada Zionathan." Bisik Braham sambil memberikan sebuah botol pada Cika.
Tok
tok
tok
" Kakak ipar, buka lah sliding tengah pintu ini."
" Terima kasih Cika, dan mana pakaian ku?" Tanya Briana saat menerima nampan makanan.
" Emm apa kakak ipar, aku tidak bisa mendengar mu dengan baik. Emm aku harus segera turun. Bye kakak ipar, selamat bersenang senang. Tata titi tutu."
" Cika... awas kau." Teriak Briana.
" Kenapa kau berteriak, ruangan ini sedang di mode kedap suara. Jadi diluar tidak akan bisa mendengar suara dari dalam." Ucap Zionathan yang barusaja keluar dari kamar mandi.
" Apa itu makanan kita?"
__ADS_1
" Hmm."
" Ayo kita makan, aku sangat lapar." Ucap Zionathan.
" Apa ini?? tidak ada tulisannya, apa ini vitamin?" Briana mengangkat botol pemberian Braham.
" Kemari, ini pasti vitamin dari papa untukku." Ucap Zionathan.
" Memangnya kau sakit?" Tanya Briana.
" Tidak, ini vitamin laki laki agar stamina tetap terjaga." Ucap Zionathan dengan yakin
" Begitu. Ohya Zi kita apakan piring² ini?" Tanya Briana ketika mereka sudah selesai makan.
" Letakan saja di depan pintu, nanti pelayan akan membawa nya." Ucap Zionathan santai.
" Hmm, baiklah."
Setelah meletakan nampan di luar pintu melalui lubang sliding, Briana memilih duduk di sofa dekat jendela.
Di buka nya gorden yang menutupi, sehingga cahaya matahari menembus ruangan.
" Zi.. Apa vitamin nya sudah kau minum ?" Tanya Briana saat Zionathan memeluknya.
" Tidak, nanti malam saja, akan bahaya jika di minum sekarang." Ucap Zionathan.
" Bahaya?, memangnya itu vitamin apa sampai bisa berbahaya jika di minum siang hari." Ucap Briana.
" Pokok nya bahaya, memang kau mau tanggung jawap jika terjadi sesuatu pada ku?"
" Memang nya apa yang akan terjadi?, memangnya kau akan kepanasan seperti cacing setelah meminum nya?" Kekeh Briana.
" Hmm, mungkin saja."
" Hahaha kau sangat lucu Zi, mana ada vitamin seperti itu." Briana tak dapat menahan lagi tertawa nya.
" Hei aku serius.." Ucap Zionathan
" Hahaha, aduh Zi. Sudahlah. Ayo diminum sekarang. Lalu kita istirahat. Aku sangat lelah."
" Kau yakin ingin aku meminum nya sekarang."
" Iya, papa memberikan nya sekarang, pasti agar kau cepat meminum nya."
" Ah tidak nanti saja."
" Sekarang."
" Baiklah, tapi kau harus janji, jika terjadi sesuatu padaku, kau harus tanggung jawap."
" Iya iya.., memangnya ada ya vitamin bikin kepanasan." Kekeh Briana sambil pergi ke ranjang untuk beristirahat.
Setelah meminum vitamin, Zionathan menyusul dan berbaring di sebelah Briana.
Beberapa saat kemudian, Briana yang baru merasakan tidur terganggu dengan Zionathan yang terlihat seperti menahan sesuatu.
" Zi, apa kau baik baik saja?"
Briana membalikan badan dan menghadap Zionathan yang terlihat sedang menahan sesuatu.
" Ini salahmu, kau yang menyuruhku meminum nya sekarang, jadi sekarang kau harus tanggung jawap."
" Memangnya apa yang terjadi padamu." Tanya Briana.
" Lihatlah." Zionathan membuka selimutnya, dan terlihat pusaka milih Zionathan sedang on.
" What..., apa apaan ini?, jadi maksud mu aku harus..."
" Tentu saja, kau harus menidurkan nya lagi." Zionathan mulai menindih tubuh Briana.
" Tapi Zi aku baru saja tidur..."
" Haaa....."
Briana akhirnya bisa pasrah. Jika dia tahu vitamin itu adalah obat penegak keadilan tentu dia tidak akan membiarkan Zionathan meminumnya.
Sekarang Briana yang baru merasakan wangi sabun harus kembali mandi keringat.
Sial. Keluh Briana
Yes. Kata Zionathan.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1