CINTA DAN KEBODOHAN

CINTA DAN KEBODOHAN
Bertahanlah Ethan...


__ADS_3

Zionathan berjalan menuju ruang dimana anak anak biasa bermain, entah kenapa dia ingin bersama anak anak.


Seperti ada rindu yang bergejolak di dalam hati nya.


Ceklek...


" Dady?.." Ucap twins yang heran melihat Zionathan datang.


" Hai.. Apa dady boleh masuk?"


Twins dan Elo saling berpandangan kemudian mereka menganggukkan kepala.


" Kalian sedang main apa?, ohya dimana kakak kalian Ethan?"


" Ada di ruang baca, dad." Ucap Tia.


" Kenapa tidak ada dari kalian yang menemani nya?" Tanya Zionathan.


" Kak Ethan tidak pernah mau ditemani siapapun, kecuali momy." Ucap Ria


" Momy.., momy Lidia?"


" Momy Briana."


Lagi lagi Briana. Sebenarnya seberapa dekat dia dan anak anak. Dari dokumen yang ku temukan, Briana bekerja di sini sudah 10 bulan. Itu artinya 2 bulan lagi kontrak nya dengan ku akan berakhir. Tapi mengingat kedekatan mereka dengan anak anak, aku jadi tidak tega mengakhiri kontrak. Bagaimana ini?, aku harus bisa mengingat semua nya dengan cepat. Han. Ya, han pasti tau semuanya. Batin Zionathan.


" Sayang, dady lupa jika ada sesuatu yang harus diurus. Dady pergi dulu, oke. " Zionathan mencium mereka bergantian.


Saat Zionathan keluar, dia bertabrakan dengan Briana yang hendak masuk.


" Aw.."


Teriak Briana karena dia ketumpahan susu panas yang ia bawa.


" Maaf.. aku tidak sengaja." Ucap Zionathan.


" Tidak apa apa. Tuan kenapa ada disini?"


" Aku hanya ingin melihat anak anak. Ayo luka mu harus segera di bersihkan. Nanti bisa melepuh."


" Tidak, aku bisa mengobati nya sendiri."


" Sudah ikut saja."


Zionathan menarik lengan Briana .


" Tapi.. gelas susu nya.."


" Nanti ada pelayan yang akan membersihkan."


Akhirnya Briana terpaksa mengikuti kemana Zionathan terus menariknya.


" Duduk."


Perintah Zionathan saat mereka ada di dalam kamar.


" Kemari, buka baju mu."


" Ha?"


" Kau tidak dengar, buka baju mu. Bagaimana bisa aku mengoleskan gel jika baju mu masih tertutup begitu." Ketus Zionathan.


" Baiklah. Biarkan aku mengganti baju ku dulu."


Briana beranjak dan langsung berjalan menuju lemari, membuka dan memilih baju. Lalu segera ke kamar mandi, untuk mengganti pakaian nya.


Briana kenapa langsung mengambil baju di lemari dan langsung ke kamar mandi?. Ini benar benar membuatku pusing. Aku harus segera meminta Pohan datang setelah ini. Batin Zionathan.


" Kemari, duduk dan diam." Ucap Zionathan saat melihat Briana selesai berganti pakaian.


" Baiklah." Briana pasrah.


Zionathan mulai memberikan gel pada tubuh melodi yang mulai terlihat memerah, terkena air panas.


Zionathan menelan saliva nya, saat melihat dou bukit Briana yang terlihat semakin berisi.


Tet.


Zionathan merasa sesuatu di bawah sana terbangun.


" Suu..sudah." Ucap Zionathan terbata.


" Jadi apa boleh aku pergi." Tanya


Briana.


" Tentu saja. Pergi lah."


" Lepaskan dulu tanganku."


Tanpa sadar Zionathan memegang erat tangan Briana.


" Maa..maaf"


Briana keluar kamar dengan terkekeh.


...----------------...

__ADS_1


" Darimana saja kamu." Ketus Zionathan saat melihat Lidia yang barusaja pulang.


" Sayang, tumben belum tidur." Lidia langsung memeluk dan mencium Zionathan.


" Aku tanya dari mana." Ketus Zionathan.


" Kau lupa ya, aku adalah seorang model. Tentu saja aku sibuk menjadi model." Terang Lidia.


" Sampai larut malam."


" Aku lelah dan tidak ingin berdebat denganmu sayang, lebih baik kita .asuk ke kamar, bagaimana?, Aku akan menyenangkan mu." Bisik Lidia dengan nada sensual.


Lidia menarik tubuh Zionathan dan membawa nya ke dalam lift.


Di sana mereka bercumbu. Sesampai nya di lantai atas Lidia langsung menarik Zionathan masuk ke dalam kamar, dan menjatuhkan Zionathan ke atas ranjang.


Lidia dengan ganas mulai melucuti semua pakaian nya dan pakaian Zionathan.


Saat Lidia mulai menjelajah semua anggota tubuh Zionathan. Bayangan Briana seketika melintas dipikiran Zionathan.


" Lidia stop."


" Kenapa? bukankah kita sudah lama tidak melakukannya." Lidia masih asik bermain dengan junior Zionathan.


" Stop Lidia.." Zionathan memaksa berdiri dan lekas memakai celana.


" Kau kenapa hemm??, setiap kita akan melakukan nya, kau selalu menolak. Apa aku kurang seksi?" Ucap Lidia sambil memainkan lidah nya di punggung Zionathan.


" Tidak.. Aku.. aku hanya lelah dan kau juga lelah. Jadi lebih baik kita sekarang tidur." Ucap Zionathan kemudian memakai lagi kaos nya dan tidur.


Dasar sial. Kenapa selalu saja gagal. Tidak ada pilihan lain. Aku harus mencari cara agar penikahanku di percepat, jadi aku bisa segera menguasi Zionathan seutuhnya. Harta kekayaannya maksud nya. Batin Lidia.


Pagi hari nya...


" Lidia.. Kau masih di sini.." Ucap Zionathan yang terbangun lebih dulu.


" Hemmmm." Ucap Lidia dengan mata tertutup.


" Bangunlah.."


" Kenapa, ini masih pagi Zionathan." Lidia dengan suara khas orang mengantuk.


" Kau harus membantu anak anak bersiap." Ucap Zionathan


" Biar Briana saja. Apa guna nya dia jika aku juga ikut mengurusnya."


" Kau ini bagaimana, masak anak anak lebih dekat dengan Briana daripada kau. Aku jadi curiga, apa jangan jangan Briana adalah istriku juga ?"


Tet.


" Baiklah. Aku akan segera ke kamar anak anak" Ucap Lidia.


" Dasar anak anak menyebalkan." Lirih Lidia.


Tok


tok


tok


" Ada apa?" Ketus Ethan saat melihat ternyata Lidia yang datang bukan Briana.


" Sayang.. Kenapa kau sangat kasar?, aku ini ibu kandung kamu."


Lidia hendak menyentuh Ethan, namun Ethan mundur.


" Ayo kita turun dan sarapan." Ajak Lidia dengan akting selembut mungkin.


" Jangan menyentuhku. Aku hanya akan turun jika momy Briana yang datang." Ketus Ethan.


Lidia yang sangat tempramental tentu saja emosi nya langsung menyulut.


" Jika kau tidak bisa di ajak dengan cara halus, maka dengan cara kasar."


Lidia mencengkram tangan Ethan dan menarik paksa Ethan.


" Lepaskan aku .."


" Lepaskan aku.."


" Momy.., help me.."


" Momy Briana."


" Diam, dia bukan momy kamu. Dia hanya wanita ja lang yang kebetulan di temukan dady mu."


" Mom.. Help me.."


Permohonan dan teriakan Ethan, tidak di gubris Lidia yang sudah tersulut amarah.


Lidia terus menyeret Ethan hingga berada di ujung tangga.


" Let me go, *****."


" Kau menyebutku apa?" Emosi Lidia semakin tersulut.


" *****." Ethan mengulangi kata kata nya.

__ADS_1


Plak..


Lidia menampar Ethan.


Badan Ethan yang tak bisa seimbang membuatnya terjatuh dan tergulung melewati anak tangga hingga sampai di dasar tangga.


Briana yang mendengar suara teriakan Ethan, bergegas lari hendak menemui Ethan.


Dan betapa terkejutnya dia saat melihat Ethan tergeletak pingsan, dan bersimpah da rah.


" Ethan..."


Briana segera berlari dan meraih tubuh Ethan .


" Kau.. Apa yang kau lakukan pada Ethan ku." Teriak Briana.


Membuat semua anggota keluarga termasuk para pelayan berkumpul.


Briana menaiki tangga, mendatangi Lidia yang bermuka pucat basi.


" KAU APAKAN ANAKKU, HAH?". Briana menarik rambut Lidia dan membawa nya turun.


" Lepaskan aku ja lang."


" Katakan. Apa yang kau lakukan dengan Ethan ku?." Briana melepaskan kasar rambut Lidia hingga ia tersungkur.


" Briana.. apa apa an kau ini." Ketus Zionathan yang barusaja datang saat mendengar suara ribut.


" Lihat. Kau lihat apa yang dia lakukan pada Ethan ku." Briana menunjuk Ethan yang kini berada di pangkuan Cika.


" Ethan?, apa yang terjadi dengan nya." Zionathan mulai panik.


" Kenapa tidak bertanya pada wanita *** *** itu." Briana menunjuk Lidia yang ketakutan.


" Stop menghakimi nya tanpa bukti Briana."


" Terus saja bela ja lang itu."


" BRIANA..." Tangan Zionathan bersiap menampar Briana, Lidia tersenyum smirk.


Briana menahan tangan Zionathan.


" Kau mau apa?, menamparku?, begini?, begini? IYAA???."


Briana berteriak sambil menampar sendiri pipi nya dengan menggunakan tangan Zionathan.


" Tampar saja, pukul saja. Aku sudah muak melihatmu selalu membela wanita yang jelas jelas jahat ini. Aku juga muat melihatmu yang seakan tak berdaya jika di hadapan wanita ular iyu. Kau sadar ?, kau itu hanya boneka Lidia. Jika kau tidak hilang ingatan, mungkin wanita ini sudah ku kirim ke neraka."


Usai puas memaki, Briana kemudian beralih ke Ethan.


Diambil nya Ethan dari pangkuan Cika dan langsung membawa keluar.


" Pak supir, cepat kita ke rumah sakit."


"Biar aku yang menggendong nya." Ucap Zionathan, berusaha meraih


Ethan dari pelukan Briana.


" Pergi kau, jangan sentuh Ethan ku." Teriak Briana, kemudian membawa nya masuk ke dalam mobil.


" Cika, Cila. Jaga anak anak, jauhkan mereka dari wanita berbisa itu."


" Jalan cepat pak."


" Ethan sayang... Bertahanlah... Hiks hiks hiks..."


Briana menangis sambil mendekap Ethan.


" Momy.." Suara Ethan terbata.


" Sayang.. Bertahanlah, kita segera ke rumah sakit."


" Mom..."


" Iya sayang...."


" Terima kasih sudah datang menolongku."


" Iya sayang.. momy akan selalu menolong mu.. momy akan selalu melindungi mu." Ucap Briana dengan deraian airmata.


" I love you mom.."


" I love you too, son."


Ethan tersenyum dan menutup mata nya...


" Pak lebih cepat... Lebih cepat... go go go.." Briana mulai histeris.


" Bertahanlah Ethan.. Bertahanlah..."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2