CINTA DAN KEBODOHAN

CINTA DAN KEBODOHAN
Rencana Licik


__ADS_3

Setelah makan siang, Zionathan berencana mengajak anak anak untuk jalan jalan mengingat dirinya dan Briana belum pernah jalan jalan bersama dengan anak anak.


Zionathan berjalan mencari keberadaan Briana, yang ternyata sedang bersama dengan Cika dan Cila.


" Sayang.. ayo kita ajak anak anak pergi ke taman, mereka pasti akan sangat senang." Ucap Zionathan.


" Kak, apa kami boleh ikut." Ucap Cika.


" Aku juga ingin ikut." Ucap Cila.


" Boleh, semakin banyak yang iku semakin bagus. Jadi rame, kan sayang." Briana menoleh pada Zionathan yang menganggukkan kepala.


" Baguslah kalian ikut, jadi bisa membantu kakak ipar kalian menjaga anak anak." Ucap Zionathan.


" Siap laksanakan." Ucap Cika dan Cila bersama.


" Kalau begitu, aku akan pergi ke atas memberitahu mereka. Mereka pasti sangat senang." Ucap Briana .


" Hmm, baiklah."


Briana bergegas menemui anak anak, dan mengatakan bahwa hari ini mereka akan pergi jalan jalan.


Setelah membantu anak anak bersiap. Mereka pun turun dan menemui Zionathan yang sudah stand by menunggu mereka.


" Kita berangkat sekarang?" Ucap Zionathan saat melihat Briana dan anak anak sudah turun dan menemui nya.


" Siap dady." Ucap mereka serentak.


" Lets go..."


" Pak, ke taman Xxx ya " Ucap Zionathan saat mereka semua sudah berada di dalam mobil.


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, mereka pun tiba di sebuah taman bermain yang terbesar di kota.


" Momy.. aku mau naik itu.."


" Aku mau bermain itu."


" Ayo kesana mom..,"


" Tidak, pergi ke sana saja."


" Tidak, kau kesana dengan dady."


" Aku ingin dengan momy."


" Tidak, momy harus pergi denganku."


" Denganku.."


" aku.."


" Kak Elo, kau laki laki jadi pergi lah dengan dady dan Ethan."


" Tidak mau, aku mau dengan momy."


" Kak Elo!!!"


" Tia!!!"


" Ihh kak Elo!!"

__ADS_1


" Aku juga mau sama mami." Pekik Ethan.


" Tidak !!!!" Elo berteriak, tanda tidak mau mengalah.


" Diamm..." Teriak Briana yang sudah geram dengan perdebatan anak anak nya.


Ketiga anak yang berebut itu akhirnya diam tapi masih memandangi satu sama lain dengan tatapan tajam.


" Bagus.. " Ucap Briana saat melihat mereka diam.


" Siapa yang mulai?" Tanya Briana


" Tia, Ethan dan Lia mom." Ucap Elo, sambil menunjukan deretan gigi nya yang rapi.


" Yakin?"


Elo mengangguk karena memang itulah kenyataannya setidaknya itu yang ada dalam pikiran Elo.


" Astaga.. tadi kenapa kalian bertengkar?" Tanya Briana yang sepertinya terkena virus pikun


" Mereka berebut ingin denganmu."Ucap Zionathan.


" Ohya. oke. Jadi, pertama, kita harus mencari tempat untuk duduk. Kedua, baru kita tentukan permainan apa yang akan kita lakukan. Ingat, bersama. Oke. Jika kalian tidak bersama dan mengantri untuk bisa menikmati permainan yang kalian sukai, maka momy putuskan untuk pulang. Sampai sini, apa kalian sudah paham". Ucap Briana yang mengomel sepanjang sejarah menjadi ibu sambung mereka


" Yes mom." Ucap mereka serentak.


" Bagus, anak pintar." Briana tersenyum dan mencium anak anak secara bergantian.


" Wah, kakak menemukan wanita seperti kakak ipar dimana?" Tanya Cika pada Zionathan.


" kenapa?"


" Lihatlah, kakak ipar bisa meredam perdebatan mereka. Bahkan membuat mereka mau menuruti perkataan kakak ipar." Ucap Cika.


" Ah kak Zionathan sangat beruntung memiliki nya." Ucap Cika sambil bersandar di bahu Cila.


" Ya kau benar, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan nya." Ucap Zionathan.


" Cie cieee.., yang lagi ngebucin." Goda Cika dan Cila.


" Apa sih. Sudah ayo kita ke sana." Ucap Zionathan yang berjalan meninggalkan Cila dan Cika untuk menyusul Briana dan anak-anak yang sudah menemukan tempat untuk duduk.


Setelah semuanya duduk Briana kemudian memutuskan anak-anak akan bermain dengan siapa dan akhirnya Briana memutuskan untuk tetap ada di sana agar adil bagi semua nya.


Jadilah Briana sendirian tidak menikmati wahana bermain itu.


" Hai.."


Sapa seseorang yang mengejutkan Briana.


Briana menoleh dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui orang yang menyapa nya adalah Lidia.


" Kau. Sedang apa kau di sini?" Ketus Briana.


" Tenang, ini adalah tempat umum, jadi bebas dong aku mau ke sini atau tidak" Ucap Lidia.


" Really?, " Briana dengan tatapan curiga.


" Kenapa kau selalu berburuk sangka pada ku."


" Karena terakhir kali aku berbaik sangka padamu, kau justru merusak rumah tanggaku." Ketus Briana.

__ADS_1


" Wo wo wo.. santai girl. kenapa nge gas. Kita tidak sedang berlomba. Dan ya, laki laki itu, saat ini sudah jatuh miskin. Jadi untuk apa aku masih bersama nya."


" Dasar wanita snake. Sana pergi jauh dariku."


" Tidak bisa, aku menginginkan sesuatu dari mu." Lidia tersenyum smirk.


" Apa maksud mu?"


" Aku ingin Zionathan kembali."


" Dasar wanita tidak tau malu, kau yang meninggalkan nya saat dia terpuruk dan sekarang setelah dia kembali berjaya kau datang dan ingin kembali. Jangan harap." Ketus Briana kemudian berlalu meninggalkan Lidia.


" Hei, ingatlah. Kau hanya upik abu yang kebetulan menjadi cinderela. Jadi jangan sombong."


Perkataan Lidia sukses membuat Briana berhenti dan kembali menoleh ke arah Lidia.


" Justru karena sekarang aku sudah menjadi cinderela, jadi aku harus menjaga sikap dan jarak agar tidak terkena penyakit. Terutama penyakit seperti mu." Ucap Briana yang kemudian benar benar menghilang dari pandangan Lidia.


" Wanita sial*an. Lihat saja, aku pasti bisa membuat Zionathan kembali bertekuk lutut padaku." Ucap Lidia.


Bukankah itu Zionathan. Ah, sungguh takdir sedang berpihak padaku. Aku harus mendekati nya. Batin Lidia.


Lidia melihat Zionathan sedang mengantri es krim.


" Hai Zionathan." Lidia menepuk bahu Zionathan.


" Lidia?, kau di sini?" Zionathan sedikit terkejut karena dia kembali bertemu dengan Lidya.


" Ya, kebetulan aku ada sesi foto di taman ini."


" Oo.."


" Zionathan. Aku ingin bicara sebentar denganmu."


" Tentu, bicaralah." Ucap Zionathan tanpa melihat ke arah Lidia.


Sial. Bahkan dia tidak menatapku. Batin Lidia mulai kesal.


" Zionathan. Aku masih mencintai mu."


" Jangan bercanda deh. Gak lucu. Terima kasih mbak." Ucap Zionathan saat pelayan menyerahkan beberapa es krim dan cemilan yang di pesan Zionathan.


" Aku serius. Aku ingin memperbaiki semua nya. Aku ingin menebus waktu yang terbuang bersama anak anak." Lidia mulai berakting dengan nada sedih dan menyesal.


" Aku sudah menemukan pengganti yang lebih baik dari mu." Ketus Zionathan.


" Tapi aku ibu mereka Zionathan. Kau tidak bisa memisahkan aku dari mereka."


" Kau sendiri yang memisahkan diri dari mereka." Skakmat untuk Lidia.


" Sudahlah Lidia. Kita sudah berada di jalan masing masing. Kau jalani saja hidupku. Dan aku akan menjalani hidupku."


Zionathan kemudian pergi tanpa menoleh ke arah Lidia yang terus berteriak memanggil nama nya.


Sial. Tunggu saja Zionathan. Aku pasti mendapatkan mu kembali karena aku tidak boleh menyia-nyiakan pria yang kaya raya seperti mu. Lagipula aku sudah tahu apa kelemahanmu jadi tunggu tanggal mainnya kamu pasti akan meninggalkan Briana dan kembali padaku. Batin Lidia.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2