CINTA DAN KEBODOHAN

CINTA DAN KEBODOHAN
Bahagia Tanpamu


__ADS_3

Zionathan tidak tinggal. Dia melupakan tujuannya datang ke negara itu, dan langsung mengejar Briana .


"Sial." Umpat Zionathan saat dia kehilangan jejak Briana.


Zionathan seperti orang gila di luar bandara yang terus mencari Briana, hingga sekretarisnya datang dan langsung mengajak Zionathan untuk ke hotel.


Zionathan tidak punya pilihan lain selain mengikuti sekretarisnya itu.


Sesampainya di hotel, Zionathan meminta sekretarisnya untuk mencari tahu keberadaan Briana serta menyerahkan foto-foto Briana.


"Aku tidak mau tahu, setelah aku selesai melakukan meeting pertama besok. Kamu harus sudah memberitahukan aku keberadaan wanita ini." Ucap Zionathan .


"Baik tuan."


Hari itu, Zionathan tidak bisa tidur dengan tenang setelah dia tidak sengaja bertemu dengan Briana.


"Briana, aku tadi melihat Briana mengantarkan kepergian seseorang. Apa tadi itu Elo?"


"Briana, ternyata selama ini kamu tinggal di negara ini. Kenapa kamu begitu tega sehingga kamu tidak pernah memberikan aku kabar selama beberapa tahun terakhir. Apa luka yang aku torehkan cukup besar sehingga, untuk memberikan kabar kepadaku saja kamu tidak mau." Pekik Zionathan.


"Briana, aku pasti akan menemukanmu dan aku akan membawa kamu kembali."


Sementara itu, di tempat lain. Briana terlihat bersenang-senang dengan beberapa anak yang seorang laki-laki.


"Briana, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Dani.


"Ya, apa kamu tidak melihatnya jika aku sedang bersenang-senang bersama dengan anak-anak?"


"Aku tahu, hanya saja ada sesuatu di balik keceriaanmu itu." Ucap Dani.


"Ya, mungkin aku sedih karena harus mengantar kepergian Elo."


"Bukan itu, aku yakin bukan itu. Bukankah kamu sudah sering mengantar kepergian Elo? bahkan Minggu lalu kamu mengizinkan Elo untuk bertemu dengan saudara-saudaranya."


Briana terdiam, dia tidak habis pikir kenapa Dani bisa tahu jika ada setitik kesedihan di wajahnya.


"Briana ..."

__ADS_1


"Baiklah, baik. Kamu tahu bahwa aku tidak bisa berbohong kepadamu."


Dani. Dia adalah partner kerja dari kakak Briana. Ryan.


Beberapa tahun lalu, Ryan mengangkat Briana sebagai CEO di perusahaan yang baru saja selesai dibangun. Briana didampingi oleh Dani. Sejak menjadi partner kerja itulah Briana dan Dani menjadi dekat hingga sekarang.


Dani bahkan menyukai Briana dari awal pertemuan mereka. Namun, Briana masih saja menolak walaupun Dani sering melamar Briana.


Briana kemudian menceritakan tentang segala kisah hidupnya kepada Dani. Hubungan keduanya menjadi sangat dekat, karena kedekatan itulah, Dani bisa mengetahui jika ada kesedihan dari diri Briana.


Briana bukan tidak ingin memulai kehidupan yang baru, Briana hanya merasa bahwa ada sesuatu yang masih mengganjal di hatinya.


Briana kemudian menceritakan kepada Dani bahwa dia baru saja bertemu dengan mantan suami keduanya, Zionathan.


"Jadi, apakah kamu berencana akan menemuinya, dan memakinya dengan kata-kata kasar sehingga keganjalan yang ada di hati kamu hilang?"


"Entah lah, yang jelas kamu dan aku tahu bahwa aku tidak ingin lagi kembali berurusan dengannya."


"Ayolah, beri aku sesuatu yang akan mengarah kepada diterimanya lamaranku."


"Dani..."


Briana dan Dani, akan menjadi pengasuh dari anak anak Ryan yang berjumlah 5 orang. Mereka masing-masing berusia kembar 5 tahun dan yang terakhir kembar 3 berusia 3 tahun.


Elo memutuskan untuk tujuan ke dunia bisnis, dan menggantikan Briana menjadi CEO. Sementara dua anak kembar Briana yang lainnya. Masih berada di sekolah asrama.


Briana setiap bulannya selalu mengizinkan Ello untuk kembali ke Indonesia dan menemui Johan.


Hubungan Johan dan Briana sudah membaik. Terlebih lagi, Johan sekarang sudah memiliki istri dan satu orang anak.


Briana juga mengizinkan Elo untuk menemui Ethan dan Twins.


...----------------...


Keesokan harinya, karena Elo masih belum kembali dalam kunjungannya menemui Johan. Briana terpaksa harus menggantikan Elo untuk pergi ke kantor.


Di jam makan siang, Briana terkejut melihat Zionathan ada di kantornya.

__ADS_1


"Briana , akhirnya aku menemukan kamu."


"Pergilah Zi, kita sudah bukan pasangan suami istri lagi."


"Briana, kamu bahkan tidak memberikan aku kesempatan untuk menjelaskan apa yang terjadi. Apa luka yang aku torehkan begitu dalam sehingga untuk berbicara denganku saja kamu tidak mau."


"Zionathan, seharusnya kamu sudah tahu begitu aku menghindarimu saat di bandara."


Zionathan menunduk, dia baru mengetahui bahwa kesalahannya di masa lalu sangatlah besar sehingga tidak akan mudah mendapatkan Maaf dari Briana.


"Briana, aku tahu kesalahanku sangat besar. Aku masih sangat mencintaimu, Aku berusaha mencarimu kemana-mana karena aku ingin memperbaiki hubungan kita."


"Tidak ada yang perlu dan bisa diperbaiki lagi Zionathan."


"Briana, aku mohon beri aku kesempatan untuk menjelaskan...."


"Pergilah Zionathan. Aku sudah bahagia tanpamu. Dan aku juga sudah melihat kamu bahagia bersama dengan Lidya."


"Briana..."


"Maaf Zionathan, Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu. Aku harus kembali bekerja dan bersiap untuk menyiapkan meeting."


Briana berlalu meninggalkan Zionathan dan tidak memperdulikan panggilannya.


Briana masuk ke dalam ruangannya dan mengunci ruangan itu sehingga tidak seorangpun masuk.


Briana juga mengaktifkan mode kedap suara, setelah itu Briana menangis sambil berteriak dan memaki-maki Zionathan.


"Aku benar-benar membenci pertemuan kita. Semoga setelah ini kamu akan berhenti mencari keberadaanku."


Zionathan masih terdiam di tempat dan terus teringat perkataan Briana yang mengatakan bahwa dia sudah bahagia tanpanya.


"Briana, apakah memang sudah tidak ada lagi cintamu untukku?"


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2