CINTA DAN KEBODOHAN

CINTA DAN KEBODOHAN
Kabar apa?


__ADS_3

" Kau sedang apa?" Zionathan memeluk Briana dari belakang.


" Zi, kau mengagetkan ku. Lepaskan 8


Zi, bagaimana jika anak² melihat." Briana berusaha melepas tangan yang melingkar di pinggang nya.


" Tidak mau, aku masih sakit dan butuh vitamin." bisik Zionathan yang membuat Briana geli sekaligus merinding.


" Ehem... Maaf tuan muda." Suara Pohan sukses membuat Briana berhasil melepaskan tangan Zionathan.


" Bisa kah kau mengetuk pintu dulu han." Ketus Zionathan.


" Tapi disini tidak ada pintu tuan."


" Sekertaris Pohan, apa kau ingin ikut makan siang bersama?." Tawar Briana.


" Tentu saja nona.... Kalau di ijinkan." Pohan melirik Zionathan yang menatapnya tajam.


" Zi..." Briana menatap Zionathan yang melotot pada Pohan.


" Kalian duduklah aku akan memanggil anak²." Ucap Briana meninggalkan Zionathan dan Pohan .


Glek..!!!!


PoHan merasakan hawa mencekam setelah Briana pergi.


" Aaa... Tu..tuan sebaiknya aku makan diluar." Gugup Pohan.


" Duduk!" Ketus Zionathan.


Han tidak ada pilihan lain selain mengikuti apa yang diperintahkan oleh tuannya.


" Ada perlu apa kau kemari?."


" Aku mengkhawatir kan tuan, jadi aku datang untuk melihat apa tuan membutuhkan sesuatu."


" Ya kau benar Pohan, aku sedang butuh sesuatu. Akhir² ini aku merasa sesak di dada" Ucap Zionathan dengan suara yang mulai melunak.


" Apa sangat darurat?" PoHan dengan nada khawatir.


" Sepertinya sangat emergency."


" Apa perlu aku menghubungi dokter Andika tuan?."


" Sepertinya begitu. Kemari lah Pohan sentuh dadaku." Zionathan menarik tangan Pohan.


" Apa kau merasakan nya Pohan?"


" Merasakan apa tuan?, " Pohan bingung.


" Ck, tidakkah kau merasakan getaran itu Pohan?, seperti gempa bumi, hatiku bergetar saat aku bersentuhan dengan Briana Han."


" Tuan.. Kau sedang jatuh cinta." Ucap Pohan dengan gembira


" Ya Pohan, aku jatuh cinta Pohan." Zionathan tersenyum lebar.


" Selamat tuan, selamat. Kau sudah mencair tuan." Pohan hendak memeluk Zionathan


" Hei, apa maksud mu mencair? kau kira aku manusia es??!!" Ketus Zionathan.


" Apa saja lah tuan asal kau bahagia." Pohan tak kuasa menahan rasa gembira nya. Dia pun langsung memeluk Zionathan .


Saat kedua nya asik berpelukan, Briana dan anak² datang.


Melihat dua laki-laki saling berpelukan tentu saja membuat mereka terkejut.


" Momy, mereka sedang apa?" tanya Tia.


" Mereka sedang berpelukan!" ketus Elo


" Tapi kenapa berpelukan dengan paman PoHan?" saut Lia.


" Apa dady menyukai paman Pohan?" Ucap Tia.


" Kata bu guru, kalau dua orang dewasa saling berpelukan. Artinya mereka saling mencintai." Ucap Elo.


" Haaa..., apa dady lebih menyukai paman Pohan daripada momy?" Tia memandang Briana yang menahan diri agar tidak tertawa.


Zionathan dan Pohan yang mendengar suara berbisik langsung melepaskan diri.


" Anak anak kenapa berdiri di situ? ayo kita makan." Ketus Zionathan menutupi rasa malu nya. Ia tau mereka pastimemikirkan hal yang tidak².


" Dady, apa kau akan menikahi paman han?" ucap Tia.


" Ppffff...." Briana menahan tawa nya dan melihat Pohan serta Zionathan melolot dengan perkataan Tia.


" Sayang, kenapa kau bicara begitu?"


" Kami melihat dady berpelukan dengan paman Pohan, kata bu guru dua orang dewasa yang berpelukan adalah sepasang kekasih." Timpal Elo santai.


" Ppfff, hahahahah...." Briana tertawa sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


" Momy, kenapa momy tertawa?!." Ketus Elo.


" Hahaha, maaf maaf sayang." Briana mengelus rambut Elo.


" Jadi ...."


" Sayang paman tidak mencintai dady kalian, masak terong makan terong." Ucap Pohan.


" Ha??, terong?. Apa itu terong momy?, memangnya terong bisa makan dirinya sendiri?" Ucap twins.


" Emmm... aaa... emmm..., dady akan menjelaskan, momy harus ke kamar mandi, tata titi tutu." Briana berlari meninggalkan meja makan namun bukan untuk ke kamar mandi tapi menghindari pertanyaan dari twins.


" Han, kau membuatku dalam masalah kenapa membicarakan sesuatu yang membuat jiwa kepo mereka meronta²." bisik tajam Zionathan pada Pohan.


" Maafkan aku tuan, aku tidak sengaja."


" Dad...?" Twins menatap Zionathan dengan tatapan membunuh karena mereka tidak kunjung mendapatkan jawaban.


" Mmm.. dahulu kala terong punya kaki dan tangan. Suatu hari mereka kelaparan dan terpaksa memakan saudara² nya sendiri." Karang Zionathan


" Tapi apa hubungannya dengan dady dan paman PoHan an?." Ucapan twins berhasil membuat Zionathan menggaruk² kepalanya.


" Mmm, paman Pohan yang akan menjelaskan. Benarkan paman Pohan?" Zionathan menepuk² bahu Pohan.


" Aw... aw.. aduh.. sepertinya dady harus ke toilet. tata titi tutu." Zionathan melesat bagai jet.


" Paman...." Pohan mendapat tiga tatapan mematikan.


Habislah aku. Batin Pohan.


🌸🌸🌸🌸


" Brid ternyata kau disini. Aku mencari mu kemana²." Ucap Zionathan saat mendapati Briana duduk di taman.


" Apa yang sedang kau pikirkan, hmmm?." Zionathan memeluk Briana belakang dan menyandarkan dagu nya pada bahu Briana.


" Tidak ada hanya merindukan Ethan." Ucap Briana sambil menyeka air mata nya.


" Hei.. Kenapa tidak kau bawa saja Ethan tinggal disini twins dan Elo pasti akan sangat senang." Ucap Zionathan sambil memegang ke dua pipi Briana.


" Tidak, aku tidak ingin Johan bisa menemukan Ethan dan dikampung ibu Ethan akan aman. Setidaknya sampai Johan berhenti mencarinya aku dengar dari Lala Johan masih berusaha mencari ku dan Ethan."


Briana tak kuasa lagi menahan tangisnya Zionathan menariknya ke dalam pelukan. Disana Briana semakin terisak menangis.


" Kenapa Zi.. hiks hiks, kenapa dia masih saja mengusik ketenangan ku tidak cukupkah dia menyakitiku selama ini hingga sekarang dia ingin mengambil Ethan dariku.." Isak Briana.


" Tenanglah aku tidak akan membiarkan laki² itu mendekati Ethan dan juga kau. Aku janji."


" Tapi kenapa?." Tanya Briana.


" Tentu saja karena aku mencintaimu Briana Aurora Cantika." Ucap Zionathan menatap Briana .


" Kau berbohong."


" Hei, aku tidak pernah bohong tentang hati."


" Lalu kenapa kau masih terus memanggil nama Lidia!"


" Ha?, Kapan?." Zionathan terkejut.


" Saat kau sakit. Kau terus mengingau memanggil namanya." Ketus Ethan.


" Apa kau cemburu..?" Goda Zionathan.


" Tidak." melangkah menjauhi Zionathan


" Benarkah ?" Zionathan mendekati Briana


" Hemmm." Briana menjauhi Zionathan


" Benarkah?!." Zionathan semakin mendekati Briana .


" Ya..." Ucap Briana yang sudah terhimpit oleh Zionathan.


" Tapi aku suka jika kau cemburu itu artinya kau juga mencintaiku."


Ucapan Zionathan sukses membuat wajah Briana memerah seperti udang rebus.


" Ziosaurus gila." Briana mendorong tubuh Zionathan dan berlari masuk ke dalam rumah.


" Hmm, aku suka menggoda mu. Kau lucu saat malu." Gumam Zionathan yang kemudian mengejar Briana .


......................


......................


" Briana, apa kau percaya jika aku masih mencintai Lidia?" Tanya Zionathan saat Briana baru saja selesai menidurkan anak².


" Emm, mungkin saja kata Pohan Lidia adalah cinta pertama dan terakhirmu. Karena itu kau begitu mencintai dia, bahkan mencintai seperti orang gila."


" Han bilang begitu."

__ADS_1


" Iya, kenapa?"


" Benar² teman laqnat."


" Tapi benar kan??"


" Hmmm.... Itu dulu, sebelum hadirnya dirimu dalam hidupku."


" Dasar gombal."


" Aku berkata benar Bird, aku sungguh mencintaimu dan hanya kamu."


" Benarkah??"


"Kami sudah bercerai. Bahkan lebih lama cepat dari dugaan mu.,"


" Hmm, maafkan aku meragukan mu Zi, aku hanya takut untuk jatuh cinta lagi"


Melihat mata Briana mulai mengembun Zionathan langsung memeluk Briana.


" Aku janji tidak akan pernah menyakitimu, aku janji."


Ucapan Zionathan membuat Briana semakin tak kuasa menahan tangis.


" Aku janji setelah mama pulang dari Paris aku akan melamar mu."


" Hiks hiks... Aku mencintaimu Ziosaurus."


" Aku juga Bird ku."


..


----------------


Pagi hari, seperti biasa Briana membantu para pelayan itu menyiapkan makanan untuk Zionathan dan juga anak².


" Hai sayang, tumben tidak membangun kan aku?" Zionathan memeluk Briana dari belakang.


" Zi, kau mengejutkanku."


" Bersiap lah Zi, memangnya kau tidak ingin pergi ke kantor?"


" Hmm, aku ingin bersamamu."Ucap Zionathan masih memeluk Briana.


Briana pelayan yang lain yang terlihat acuh kepada Zionathan yang memeluk nya.


" Ck, sudah lepaskan, aku malu.."


" Malu pada siapa?. mereka tidak akan berani melihat." Ucap Zionathan.


"Aku akan melihat anak². Nanti mereka bisa terlambat ke sekolah."


" Baiklah²."


Setelah membangunkan anak² dan menyiapkan pakaiannya, Briana berjalan menuju kamarnya entah kenapa perasaan nya tidak enak dan rasanya ingin sekali pergi ke kamar.


" 60 Panggilan tidak terjawab. Dari siapa ya?" Ucap Briana saat melihat ponselnya.


" Nomor baru, siapa ya?, apa dari ibu? Ah tidak mungkin, bukankah aku sudah memberi ibu ponsel yang hanya ada nomorku dan Lala didalamnya. Lalu kira² siapa yang memanggilku?"


Tak lama kemudian ponsel Briana kembali berdering dengan nomor yang sama.


" Angkat atau tidak?, ah tidak usah. Tapi bagaimana jika penting".


" Hallo?" Briana akhirnya mengangkat panggilan dari nomor tak di kenali nya itu.


" Hallo apa benar dengan ibu Briana?" Suara laki² di seberang sana.


" Iya benar, dengan siapa saya berbicara?."


" Maaf bu, saya dari rumah sakit 'Bunda Santa' Dikota xxx, ingin menginformasikan bahwa keluarga ibu menjadi korban kebakaran rumah, dua meninggal dan satu kritis. Apa ibu bisa datang kemari?"


" Kami menghubungi nomer Ibu karena nomer Ibu yang ada di riwayat panggilan terakhir dari ponsel korban kebakaran."


Duar....


Runtuh sudah rasanya dunia Briana, ingatan nya tertuju pada ibu dan Ethan.


Ponsel yang ada di tangannya terjatuh. Airmatanya mengalir deras tanpa aba².


" Hallo .. "


" hallo?, "


" Hallo ibu Briana?, apa anda masih disana?"


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2