
" Lidia.. jangan tinggalkan aku, aku mohon..."
" Lidia...."
Briana terkejut dan dia mendapati Zionathan sedang mengigau.
" Zi bangunlah Zionathan.." Briana menepuk nepuk pipi Zionathan
" Lidia jangan tinggalkan aku." Zionathan justru menarik Briana kedalam pelukannya.
" Zi, lepaskan aku."
" Berjanjilah kau tidak akan meninggalkan ku."
" Zionathan, kau sedang bermimpi bangunlah." Briana berusaha melepaskan diri dari pelukan erat Zionathan.
" Aku mohon Lidia.. aku mohon.." Lirih Zionathan.
" Baiklah aku janji. Tapi lepaskan pelukannya." Ucap Briana dengan terpaksa karena Briana sudah hampir kehabisan nafas karena pelukan Zionathan.
Bukannya melonggarkan pelukannya, Zionathan justru menarik Briana sehingga posisi mereka sejajar.
Karena rasa kantuk yang berat membuat Briana memilih memejamkan mata.
......................
......................
Pagi hari nya...
Briana bangun dan merasa ada melingkar pada pinggangnya.
Zionathan tidur sambil memeluk Briana, perlahan Briana mengangkat tangan itu dan beranjak pergi dan berjalan menuju kamar Elo.
" Selamat pagi sayang, Ayo bangun dan bersiap ke sekolah." Briana mengecup pipi Elo dan berbisik di telinganya.
" Morning mom." Jawap Elo yang bangun namun masih dengan mata tertutup.
" Bersiaplah, momy akan membangunkan twins." Ucap Briana sambil keluar dari kamar Elo.
" Tia, Lia bangun sayang. Cup cup." Mencium pipi twins secara bergantian.
" Hai mom..."
" Mandilah, momy akan menyiapkan bekal untuk kalian."
Briana bergegas menuju dapur dan membantu pelayan menyiapkan sarapan dan bekal untuk anak².
Setelah memastikan anak² sarapan dan masuk mobil.
Briana melihat mobil Pohan memasuki rumah.
" Nona.. dimana kah tuan ?" Tanya Pohan
" Sekertaris Pohan, tuan mu sedang tidak enak badan. Dia masih tidur sekarang."
" Baiklah kalau begitu, aku akan kembali nanti."
" Sekertaris Pohan, bolehkan aku bertanya sesuatu." Briana menghentikan langkah Pohan, yang akan pergi.
" Tentu saja, apa yang ingin kau tanyakan nona?." Ucap Pohan membalikan badan menatap Briana .
" Siapa Lidia?."
PoHan menaikan satu alisnya.
" Sekertaris Pohan." Briana melambaikan tangannya pada Pohan yang terlihat melamun.
" Kenapa kau menanyakan itu?"
" Ah tidak, selama tuan muda sakit dia mengigau dan memanggil manggil nama Lidia."
Terdengar Pohan menghela nafas panjang. Kemudian Pohan menceritakan apa yang terjadi beberapa tahun silam.
" Hem, sungguh sesuatu yang kebetulan bukan?, Kejadian itu sama seperti kejadian yang menimpaku beberapa tahun lalu." Ucap Briana sedikit terkekeh
" Ya, aku sudah tau." Ucap Pohan santai.
" Apa??, darimana kau tau ?, ah. Tentu saja Lala."
" Aku bahkan tidak tahu jika kau adalah sahabat Lala sebelum pertemuan kita di taman itu."
" Jadi.. "
__ADS_1
" Aku mencari tahu semua tentang dirimu."
" Waoow... Jadi kau sudah tau semuanya?"
" Ya, termasuk bagaimana perlakuan mantan suami mu dan keluarganya. Dan bagaimana perjuanganmu. Kau sungguh wanita hebat."
" Baiklah, aku harus pergi nona. Tolong jaga tuan, hubungi aku jika kau butuh sesuatu." Ucap Pohan yang berdiri dari duduknya dan pergi.
Hmm, kisahmu ternyata mirip denganku Ziosaurus. Hanya saja kau disisi yang beruntung. Batin Briana .
Tok
tok
tok
tok
Briana mengetuk pintu kamar Zionathan karena dia berniat membawa makanan ke dalam kamar Zionathan.
Brak !!!!
Terdengar suara di dalam kamar, Briana segera membuka pintu, dan di dapati Zionathan terjatuh di lantai.
" Zionathan" Teriak Briana .
" Apa yang kau lakukan." Ucap Briana sambil mengangkat tubuh Zionathan , dan merebakan nya di kasur.
" Ak... aku hanya ingin minum." ucap Zionathan lemas
" Kenapa tidak memanggilku." Briana memberikan segelas air pada Zionathan.
" Aku tidak ingin merepotkan mu."
" Kau sedang sakit, jadi biarkan aku merawatmu. Sekarang ayo buka mulut." Briana mulai menyuapi Zionathan .
" Apa kau ingin minum obat atau pergi ke dokter." Tanya Briana saat Zionathan sudah menghabiskan makanannya.
" Tidak, sepertinya aku hanya kelelahan." Ucap Zionathan sambil memejamkan mata.
" Hmm, baiklah. Beristirahatlah, aku akan pergi ke dapur."
" Bisakah kau menemaniku disini." Ucap Zionathan menahan tangan Briana yang hendak pergi.
Cukup lama keadaan menjadi hening hingga akhirnya tidak ada pilihan lain bagi Briana selain tetap berada di sisi Zionathan.
" Zionathan, bagaimana jika kau mandi ini sudah siang dan kau memelukku sudah hampir 3jam." keluh Briana .
" Hmmm, nanti saja."
" Zionathan, anak² akan segera pulang."
" Hemmm..."
" Ziosaurus, mandilah agar kau merasa lebih segar dan demam mu sepertinya sudah reda." Ucap Briana sambil memeriksa suhu tubuh Zionathan .
" Hmm, kau tunggu disini, jangan kemana² sebelum aku selesai mandi.,
" Ucap Zionathan yang terlihat berjalan dengan sedikit sempoyongan.
" Zionathan, apa kau mau ku bantu ke kamar mandi." Tawar Briana .
" Tidak perlu, tunggulah disini."
Setelah memastikan Zionathan masuk kamar mandi dan terdengar suara gemercik air Briana berjalan pelan menuju pintu.
Ceklek ceklek...
" Sial, bagaimana dia mengunci pintu ini? jelas² tadi dia langsung menuju kamar mandi." Gumam Briana .
" Ehem. Apa kau berencana keluar saat aku mandi?" Ucap Zionathan yang mengagetkan Briana.
" Ziosaurus sialan. Kau mau membuatku jantungan ya." Ketus Briana.
" Ka.. kau mau apa?."
Briana yang melihat Zionathan terus berjalan ke arahnya membuat Briana terus mundur hingga tubuhnya bersandar pada tembok, Zionathan terus mendekat hingga tidak ada jarak di antara mereka.
Briana bisa merasakan nafas Zionathan yang berada di hadapannya, wajah Zionathan terus mendekati wajah Briana.
Semakin dekat..
semakin dekat, dan...
__ADS_1
" Terima kasih sudah merawat ku." Bisik Zionathan yang membuat Briana merinding.
" Kenapa kau menutup mata bird?, kau berharap aku mencium mu ya?" Goda Zionathan yang sukses membuat wajah Briana memerah.
" Dasar Ziosaurus menyebalkan."
Briana mendorong dada Zionathan, namun Zionathan justru menarik Briana kedalam pelukannya.
Zionathan melepaskan pelukannya dan tangannya memegang wajah Briana , perlahan Zionathan mendaratkan sebuah ciuman di kepala Briana.
Di kecup nya setiap inci dari wajah Briana, hingga ciuman mencapai bibir mungil Briana.
Briana yang sudah terbuai akan sentuhan lembut Zionathan, mulai membalas ciuman Zionathan .
Lama mereka saling beradu. Hingga tanpa sadar tangan Zionathan mulai nakal dan menjelajah tubuh Briana.
" Stop Zi." Briana mendorong kasar Zionathan.
Zionathan yang sudah di bakar nafsu, mendekati Briana dan kembali melu mat bibir seksi Briana.
Zionathan menggendong Briana ala koala dan menjatuhkannya di kasur dengan perlahan.
" Zi.." Seru Briana saat Zionathan menciu mi lehernya.
" Zi stop, hentikan."
" Aku mencintaimu Briana ." Bisik
Zionathan menghentikan aktivitas nya.
Briana menatap ke mata Zionathan, mata yang begitu tulus, hingga tanpa sadar tangan Briana melingkar ke leher Zionathan dan membawanya melakukan penyatuan bibir kembali.
Saat keduanya sudah sama² merasakan hasrat yang menggebu², tiba-tiba...
Tok
tok
tok...
" Dady... Apa momy ada bersama dady.."
" Dady, dimana momy..."
" Dady.. Oh dady..."
" Dady..."
" Momy apa kau didalam?, kenapa pintunya terkunci."
" Ah, sial. Menganggu saja." Ketus Zionathan.
" Hei, mereka hanya anak². Cepat buka pintunya" Kekeh Briana.
Ceklek...
" Momy, kami kira momy akan pergi. Biasanya kan momy akan menyambut kami didepan pintu. hiks hiks hiks" rengek si twins.
" Sayang maafkan momy, dady sedang sakit. Jadi momy merawat dady."
" Benarkan?"
" Tentu saja, pergi dan lihatlah sendiri."
Elo dan twins masuk ke dalam kamar, dilihatnya Zionathan sedang duduk bersandar di sofa.
" Dad, apa dady sakit ?" Ucap Elo
" Dady sudah sehat, berkat momy kalian memberi obat yang sangat manjur." kekeh Zionathan sambil memegang bibirnya.
" Benarkan momy?, obat apa yang momy berikan?" Tanya Tia dengan wajah polos.
" Obat 'Jaran goyang', " ucap Briana sambil berlalu meninggalkan mereka.
" Hahahahah..." Zionathan tidak dapat menahan tawanya.
Sedangkan anak² kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi termasuk dengan obat bernama jaran goyang.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
,,,