
Setelah acara selesai, Briana lebih dulu masuk ke dalam kamar nya.
" Eh eh eh.."
Briana merasa ada seseorang yang menariknya. Mereka adalah Cika dan Cila.
" Kalian mau membawa ku kemana?"
" Tentu saja ke kamar pengantin." Ucap Cika sambil memegang tangan kanan Briana .
" Tapi.. baju tidur ku ada di kamar." Ucap Briana memelas.
" Kami sudah menyiapkan untuk beberapa hari ke depan." Ucap Cila yang menggandeng tangan kiri Briana .
" Ha?, kenapa sampai beberapa hari. Memangnya aku akan di kurung di sana."
" Mybe." Jawap Cika dan Cila bersamaan.
" Haha, jangan bercanda." kekeh Briana.
Namun percaya lah, sekarang Briana sudah mulai berkeringat dingin.
Beberapa hari. Pasti gila jika itu benar benar terjadi. Batin Briana .
" Hanya antisipasi saja, kami juga sudah merubah sedikit bentuk pintu, jadi akan ada sedikit ruang, agar makanan bisa di masukan melalui lubang pada pintu." Kekeh Cika.
" Jangan aneh² deh. Mana mungkin aku makan di dalam kamar, memangnya aku tahanan." Ketus Briana.
" Mungkin saja."
" Jangan berpikir aneh² deh."
" Issss... kakak ipar, kau itu ibarat sedang bersama beruang yang barusaja selesai ber'hibernasi. Jadi tentu saja beruang itu butuh asupan nutrisi, yang banyak!!." kekeh Cila.
Glek. Benarkah yang dikatakan Cila?. Ah, mati lah aku. Aku tidak sadar, jika yang ku tantang adalah seekor beruang kelaparan. Aku harus mencari alasan agar mereka membantuku, jadi aku tidak perlu menjadi tahanan kamar, xixixi. Batin Briana .
" Tapi Cika, bagaimana dengan anak²." Briana berusaha mencari alasan.
" Sudah kami atur. Lagi pula di mansion ini banyak sekali ruang bermain, mereka pasti senang."
" Ethan, ya Ethan . Bagaimana dengan dia, dia pasti akan merindukan aku."
" Kami sudah meminta kak Lala, untuk menjaga Ethan selama satu minggu ke depan."
" What... kalian sungguh merencanakan nya sampai sedetail ini?"
" Tentu saja, ini adalah hari istimewa bagi kakak ipar dan kakak kami yang paling tamvan."
" Ya ya ya..."
" Nah kita sudah sampai."
Cika membuka pintu, benar² pintu nya memiliki lubang sliding yang cukup besar, sehingga cukup untuk sebuah nampan makanan lewat.
" Wah wah wah, kau sungguh mempersiapkan nya dengan matang." Ucap Briana saat mereka memasuki kamar.
" Tentu saja, apa kakak ipar suka?"
" Tentu saja aku sangat suka. Terima kasih adik ipar ku yang baik hati."
Suka kepala mu, huhuhu. Aku tidak bisa membayangkan jika aku benar² akan menjadi tahanan kamar. Batin Briana menangis.
" Baiklah kakak ipar, kami keluar dulu, selamat menikmati honeymoon kalian."
" Segera beri aku keponakan lagi." Bisik Cika.
" Yang banyak." Imbuh Cila.
" Sudah sudah kalian pergi lah cepat." Usir Briana.
" Ciiee yang udah gak sabar.." Goda keduanya.
Sepeninggalan mereka...
Briana memilih berendam air hangat.
" Hmmm.. aroma terapi nya sangat menenangkan."
Beberapa saat setelah selesai mandi.
" Apa apa ini, Dasar Cika... Cila ini pasti ulah mereka." Teriak Briana saat membuka lemari pakaian, yang isi nya lingerie semua.
__ADS_1
" Oh my god. Aku benar benar santapan beruang yang lapar."
Dengan terpaksa Briana memakai lingerie itu daripada memakai jubah mandi.
Ceklek...
Pintu terbuka saat Briana tengah mencoba memakai kembali jubah mandi karena lingerie itu terlalu memperhatikan tubuh nya.
Zionathan menutup pintu dan mengaktifkan mode kedap suara.
" Wah wah wah, kau sungguh menggoda ku, sudah tidak sabar rupa nya." Suara Zionathan mengagetkan Briana .
" Zi, ka..kapan kau datang." Gugup Briana .
" Barusaja. Apa kau ingin langsung bermain?" Bisik Zionathan dengan nada sensual.
" Mandilah Zi. Kau sangat bau." Ucap Briana mendorong tubuh Zionathan ke dalam kamar mandi.
" Baiklah, tunggu aku ya." Ucap Zionathan sambil mengedipkan mata nya.
Beberapa saat kemudian...
Zionathan keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk di pinggang.
Terlihat jelas bidang dada Zionathan yang begitu perfect.
" Kau sangat cantik." Bisik Zionathan memeluk Briana dari belakang yang masih berdiri di depan cermin dan mengeringkan rambut nya.
" Kau membuatku tersipu."
" Aku suka pakaian mu." Bisik Zionathan sambil membuka jubah yang menutup lingerie berwarna pink itu sambil mencicipi leher Briana .
" I..iii..ni ulah Cika dan Cila." Ucap Briana menahan geli.
" Tidak apa, aku suka." Zionathan terus menjelajah leher Briana .
Diputarnya Briana, hingga ke dua nya saling bertatapan.
" I love you Bri."
" I love you to Zi."
Kedua nya saling mel umat dengan gai rah. Tangan Briana melingkar di leher Zionathan .
Tangan Zionathan mulai menelusuri lekuk tubuh Briana yang hanya di balut kain tipis dan transparan.
Dengan satu kali tarikan, gaun Briana sudah terbuka.
Zionathan mulai memundurkan tubuh Briana, hingga terjatuh di ranjang.
" Hmmm..." Briana merintih saat tangan Zionathan mere mas bukit kenyal nan sintal.
Dibuka nya kain penghalang dari buah da da Briana dan melemparkan nya ke sembarang arah.
Briana begitu terbuai dengan sentuhan hangat Zionathan.
Briana menekan kepala Zionathan agar lebih dalam melakukannya.
Cup
cup
cup
Zionathan lama bermain main di ujung bukit dengan penuh sensasi mengoda, sedang tangan yang satu lagi memainkan dan mere mas bukit yang lain.
" Zi.."
Tangan Zionathan mulai berjalan mencari goa yang tersembunyi.
Perlahan dia mulai turun.. turun hingga sampai di bibir goa.
" Mmmmmp " Briana mengigit bibirnya, saat Zionathan mulai menjelajahi dengan lidahnya.
" Zi..,"
" Kau menyukai nya."
Melihat Briana yang mengangguk, membuat Zionathan semakin melancarkan aksi nya kali ini sedikit cepat dan mencoba goyang tangan.
" mmmmmp..." ******* kembali terdengar dari mulut Briana.
__ADS_1
Zionathan kembali mene lusuri tubuh Briana dengan lidah nya setelah dia puas dengan pintu menuju kenikmatan.
Zionathan kembali berjalan ke atas dan berhenti di dua bukit kembar lalu memberi nya stampel kepemilikan.
" Sayang..." Bisik Zionathan
" Hem?..." Briana begitu menikmati sentuhan demi sentuhan Zionathan .
" Aku mencintaimu..."
Zionathan kembali memberikan banyak stampel kepemilikan leher Briana .
" Sayang, aku sudah tidak tahan. Cepatlah, tebus goa nya." rintih Briana .
Zionathan pura² tidak mendengarnya, dia terus melanjutkan aksi nya menebar stampel kepemilikan di berbagai tempat.
Dan kini Zionathan malah sedang asik bermain dengan dua bukit kembar Briana.
" Kau sudah sangat basah sayang." Bisik Zionathan
" Cepatlah Zi. Aku sudah tidak tahan" rintih Briana .
Zionathan membuka dan melemparkan handuknya.
Zionathan mulai membuka pintu kenikmatan dengan perlahan..
"Hhhhmmmmm"
" Emph..."
Kedua nya sama sama merasakan sensasi yang begitu sulit di gambarkan, karena mereka sudah sama sama lama tidak pernah merasakan ini
Saat pusaka nya sudah masuk total, Zionathan mulai menjalankan maju mundur dengan ritme sedang.
" Zi.. sedikit lebih cepat." Rintih Briana yang sudah di puncak gai rah, namun Zionathan tetap memainkan nya dengan ritme sedang.
" Zi.. kau menyiksaku." Ucap Briana membuat Zionathan terkekeh.
" Ah Zi..." Rin tih Briana saat ritme Zionathan mulai cepat.
" Kau sungguh nikmat sayang." Ucap Zionathan sambil mere mas bukit kembar Briana.
" Zi.. ya, Zi seperti itu.."
" Ya sayang, kau menyukai nya.. kau ingin lebih.."
" Yes baby.... hmmmph.."
" Emm Zi kau bermain sangat cepat... aku... aku hampir sampai..." Briana mencengkram leher Zionathan, menariknya dan melu mat leher Zionathan hingga stampel kepemilikan ada pada nya.
" Mmmm, Zi.. Sedikit lagi."
" Beb..."
" Ya Zi...,"
" Tunggu aku sayang, kita bersama." Ucap Zionathan sambil mempercepat ritme nya.
" mmmm"
Zionathan menghentikan aksinya, mereka sama sama melakukan pelepasan.
" I love you." bisik Zionathan.
" I love you to Zi"
Briana mencium Zionathan yang membuat pusaka yang masih di dalam goa, on seketika.
Zionathan pun kembali berpacu bersama Briana. Keringat deras yang mengguyur, tak membuat mereka menghentikan aktifitasnya, justru mereka melakukan nya lagi dan lagi dengan berbagai gaya.
Malam yang sempurna...
Walaupun diluar sedang turun hujan, tapi Briana dan Zionathan justru bermandikan keringat.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1