
" Zi, sampai kapan kau akan mengurung ku disini." Ucap Briana sambil memeluk Zionathan .
" Memang kita sudah berapa hari disini?"
" 3 hari, aku rindu anak anak." Ucap
Briana memelas.
" Hmm, baiklah. Besok kita akan keluar."
" Benarkah??" Ucap Briana dengan mata berbinar.
" Tentu sayang, aku akan mengajakmu keliling kota xx setelah ini." Zionathan mengecup kening Briana.
Keesokan harinya...
" Wah wah wah... Sudah selesai bersemedi rupa nya." Goda Braham saat Briana dan Zionathan bergabung untuk makan siang.
" Papa sudah, jangan menggoda mereka, lihatlah, wajah Briana memerah."
" Haha, mirip seperti ini." Cika menenteng satu ekor kepiting rebus.
" Bagaimana, apa vitamin nya manjur." Bisik Braham.
" Terlalu manjur. Tapi menyenangkan, hehe" Bisik Zionathan.
" Ehem..." Elena berdehem, membuat mereka kelabakan.
" Kalian membicarakan apa?" Ketus Elena
" Tii..tidak, kami sedang membahas pekerjaan, benar kan Zi." Braham mengedipkan satu mata nya ke Zionathan.
" Ah, ya benar. Urusan pekerjaan... ya ya pekerjaan" Seru Zionathan.
" Oh, pekerjaan apa."
" Pekerjaan ranjang." Lirih Braham.
" Apaaaaaa.?!!" Elena melotot.
" Bukan bukan, maksud papa, pekerjaan tentang perusahaan dipan, ranjang ma. Tempat tidur yang ada kasur nya."
" Awas kalau kalian membahas hal mesum lagi."
" Ah, tidak. Mama mengarang deh. Mana pernah kami membahas itu, kan pa?."
" Benar kata Zionathan."
" Ma, pa. Aku berniat mengajak jalan jalan Briana, apa boleh."
" Tentu saja boleh, kau harus mengajak Briana berkeliling kota ini, dia pasti akan senang." Ucap Elena.
" Psstt.. psstt kakak ipar, hei kakak ipar." Teriak Cika dengan nada berbisik, saat Briana akan naik tangga.
" Apa ada?"
" Kemari lah.."
" Hmm, ada apa lagi duo bawang ini." lirih Briana.
" Ada apa?."
" Bagaimana?"
" Bagaimana, apa nya?"
" Haisss.. kakak ipar ini. Bagaimana honeymoon nya. Apa istimewa?."
" Ya, sangat istimewa. Kakak mu bahkan tidak memberiku kesempatan untuk tidur." Briana tersenyum kecut.
" Ha, benar kan. Ide baju lingerie sangat pas untuk kakak ipar dan kak kevin." Ucap Cila bangga.
" Eh apa ini?" Cika sedikit menyingkap kerah baju Briana.
" Oh my god, tanda cinta kak Zionathan ada di sini" Cika terkejut.
" Bukan hanya di sini. Tapi di sini.. sini.. sini..sini." Briana menunjuk hampir semua bagian tubuh nya.
" Wah kak Zionathan sungguh buas, hahahah." Kekeh Cila.
" Terlalu buas, hiks hiks hiks.,"
Briana dengan gaya anak anak yang menangis minta balon.
" Uuu tuutututu, kakak ipar sayang.. Apa kau ingin SPA." Tawar Cika.
" Tentu., tapi aku ingin melihat anak anak dulu, aku sungguh merindukan mereka."
__ADS_1
" Baiklah, temui kami di ruang keluarga jika kakak sudah selesai dengan anak anak." Ucap Cika.
Briana pun berjalan menelusuri koridor dan mencari ruang bermain.
" Ini rumah atau mall sih?, besar sekali. Terlalu banyak ruang. Apa ini ya?, terlihat seperti ruang bermain.,"
Briana membuka pintu yang di hias layaknya taman bermain yang ada di mall.
" Permisi, apa momy boleh masuk?." Ucap Briana saat melihat anak anak sibuk bermain.
" Momy...."
Mereka langsung berhamburan memeluk Briana.
" Kami rindu momy.."
" Momy juga merindukan kalian"
" Dimana kakak kalian, Elo?" Tanya Briana yang tidak melihat Elo disana.
" Mungkin diruang baca."
" Tunggulah disini, momy akan menemui kakak kalian."
" Elo, sedang apa sayang."
" Momy, kau di sini?, lalu dimana adik kami?"
" Adik??" Briana loading.
" Iya, aunty bilang bahwa momy dan dady sedang membuatkan kami adik, karena itu momy tidak bisa menemani kami." Ucap Elo yang kini berada di pangkuan Briana.
Elo, walau usia nya sudah 7 tahun, namun ketika dekat dengan Briana, dia seperti anak berusia 3 tahun.
" Mom, jadi dimana adik kami?" Ucap Elo yang membuyarkan lamunan Briana.
" Emmm..., adiknya masih jadi adonan." Ucap Briana asal.
" Lalu kapan akan jadi bayi?"
" Momy tidak tau, Elo tunggu saja, oke."
" Mom, adik nya harus laki laki ya."
" Kenapa?"
" Agar aku punya teman bermain, seperti twins
" Hmm, semoga saja keinginan Elo terpenuhi ya." Briana memeluk dan mencium Elo.
" Ayo, ini sudah lewat jam tidur siang. Kalian harus istirahat."
" Tapi aku ingin tidur dengan momy." Rengek Elo.
" Baiklah. Ayo."
" Momy.. kami juga ingin tidur dengan momy." Ucap twins dan Ethan .
" Bagaimana jika kita istirahat di situ aja. Momy rasa ini cukup untuk kita semua, tempatnya luas dan juga empuk." Ucap Briana sambil menunjuk matras bulu yang ada di ruang bermain.
" Baiklah." Ucap mereka serentak.
----------------
" Cika, apa kau melihat kakak ipar?, dimana dia?" Tanya Zionathan saat melihat Cika dan Cila tengah asih menonton film.
" Kami juga menunggu kakak ipar, untuk bersama sama pergi SPA, kakak ipar bilang akan menemui anak anak. Dan ini sudah 2 jam, tapi kakak ipar tidak datang datang." Ucap Cika panjang lebar.
" Baiklah, aku akan mencari nya."
Zionathan pun mulai berjalan menuju ruangan yang biasa di buat anak anak bermain. Saat pintu terbuka, Zionathan melihat Briana dan anak anak sedang tertidur pulas disana.
Cekrek ... cekrek...
Zionathan mengambil ponsel, dan mengabadikan momen itu. Sesekali dia juga ikut berselfi bersama mereka yang tidur.
Malam hari ....
" Sayang, kenapa kau sangat lama?" Teriak Zionathan dari balik pintu kamar Cika.
" Kak Zionathan, sabar sebentar. kenapa kau sangat cerewet."
" Kami sedang mendandani kakak ipar."
" Ayo kita berangkat." Ucap Briana yang baru saja keluar dari kamar Cika.
" Kau sangat cantik."
__ADS_1
Saat Zionathan mendekat untuk mencium bibir Briana.
" Tit Tet.., maaf bos ini bukan area 18+" Ucap Cika sambil menyilang kan ke dua tangan nya, pas di depan muka Zionathan.
" Dasar adik gak ada akhlaq." Ketus Zionathan kemudian menarik
Briana.
" Titip anak anak.." Teriak Briana yang di jawap anggukan serta jari jempol yang terangkat dari Cika dan Cila.
Di dalam mobil, setelah mereka sudah masuk dan memasang sabuk pengaman.
" Zi??, Kenapa tidak di nyalakan?"
Briana menatap Zionathan tidak kunjung menghidupkan mesin mobil.
Zionathan menatap balik Briana dan ditarik nya leher Briana hingga kedua bibir mereka bertemu..
Satu detik...
Dua detik...
Lima detik...
Sepuluh detik...
" Zi, kita akan jalan jalan, atau akan terus berciuman disini?" Ucap Briana.
" Ah ya, maaf. Kau sangat mengoda, aku tidak bisa menahan diri. hehe." Kekeh Zionathan.
" Dasar mesum. Ayo berangkat."
" Siap tuan putri."
Zionathan pun melajukan mobilnya, berjalan menelusuri ibu kota. Dan berhenti di salah satu pusat perbelanjaan.
" Kenapa kita di sini Zi?" Tanya Briana
" Untuk membelikan mu lingerie yaang sangat seksi." Bisik Zionathan.
" Aku tidak mau." ketus Briana.
" Haha, tidak. Aku akan mengambil sesuatu di toko temanku. Dan dia ada di sini." Ucap Zionathan sambil membuka pintu mobil.
" Benar?"
" Iya sayang..."
" Ya sudah ayo."
Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, persis seperti dua sejoli yang baru saja menjalin cinta.
" Pergi kau, dasar tidak tau malu." Ucap seorang pelayan restoran di mall tersebut, dengan mendorong seorang wanita.
" Dia kenapa?" Bisik Briana pada Zionathan.
" Biarkan saja. Mungkin ingin makan gratis." Ucap Zionathan sambil terus berjalan melewati wanita yang diusir pelayan restoran tadi.
" Kemari lah." Ucap Zionathan saat mereka sudah memasuki sebuah toko perhiasan.
" Bagaimana menurutmu?" Tanya Zionathan saat selesai memakaikan diamond langka di leher Briana .
" Sangat indah."
" Kau suka?, Ini untukmu sayang. Untuk seseorang yang sangat aku cintai."
Zionathan memeluk Briana dan berbisik di telinga nya.
Drrrtt drrrtt drtt...
Ponsel Zionathan berbunyi.
" Kau lihat lihat lah dulu, Pohan menelpon, aku akan menjawap nya sebentar."
Zionathan kemudian berjalan ke luar toko. Saat Zionathan sedang berbicara melalui telepon.
Brug..
Seseorang dengan sengaja menabrak kan diri pada Zionathan.
" Maa..maaf."
" Lidia...???"
" Zionathan ?"
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...