CINTA DAN KRIMINAL

CINTA DAN KRIMINAL
Pertemuan Para Penjahat


__ADS_3

Malam harinya, di ruang bawah tanah...


Markas para hacker kedatangan tamu malam ini. Yang mana pemimpin mereka mengadakan koneksi untuk menjalin pertemuan. Dan akhirnya terjadi kesepakatan untuk bertemu malam ini. Tampak kelompok perampok bertopeng itu mendatangi mereka dengan berpakaian santai. Seperti hanya akan membicarakan hal yang biasa saja. Namun, siapa sangka jika pertemuan mereka akan berdampak besar ke depannya.


Di kursi sudut itu mereka duduk berhadapan sambil memulai pembicaraan. Yang mana akan terjadi kerja sama di antara keduanya. Kerja sama yang menghasilkan keuntungan besar. Kerja sama yang akan meruntuhkan pejabat yang arogan. Mereka tampak mendiskusikannya.


"Akan ada pertemuan besar di antara petinggi negara dalam waktu dekat. Kudengar salah satu dari mereka bekerja sama dengan pihak luar untuk menjual tambang emas negeri ini. Aku rasa kita tidak bisa diam saja saat kekayaan negeri dirampas. Bukankah apa yang ada di bumi pertiwi milik semua rakyat yang mendiami?" Hans membuka pembicaraan langsung ke inti.


"Aku rasa kau benar." Afgan mengaminkan.

__ADS_1


"Masalahnya kita tidak bisa bergerak sendiri. Kita membutuhkan banyak orang untuk bekerja sama. Tentunya hasil yang didapatkan akan sangat luar biasa. Rencana kami akan membuka jalan agar kalian dapat mengeruk semua isi rekening mereka. Bukankah hal itu sangat menggiurkan?" Hans menawarkan.


Tampak Bram dan Odi yang diam. Mereka sepertinya menyerahkan urusan ini kepada Hans untuk menjelaskan. Sedang di pihak hacker hanya menunggu instruksi dari Afgan. Karena Afgan adalah pimpinan. Diskusi pun terus berlangsung sampai menuai kesepakatan.


Tak lama lagi akan diadakan pertemuan antar pejabat tinggi dalam waktu dekat. Dan beberapa di antara pejabat itu sudah menjadi target perampok bertopeng untuk dimusnahkan. Tapi mereka tidak bisa bergerak sendiri tanpa bantuan. Mereka akhirnya mendatangi markas para hacker untuk membuat perjanjian. Dan kini pembicaraan itu belum usai.


"Pajak di negeri ini sangat tinggi. Bahkan penduduk biasa juga harus mengeluarkan uang banyak hanya untuk mendapatkan surat perizinan. Sedang nyatanya, uang hasil pajak itu ditelan mentah-mentah oleh petinggi yang sekarang. Tidak ada aplikasi dari uang pajak yang terkumpul negara." Hans menuturkan.


"Aku mendapat informasi dari temanku yang bekerja di dirjen pajak. Dia berkata pajak yang terkumpul sangatlah banyak. Tetapi entah mengapa tidak bisa dikeluarkan untuk perbaikan jalan. Usut punya usut pimpinan mereka sendiri lah yang memotong uang pajak tersebut sebelum disetor ke kas negara." Hans menuturkan.

__ADS_1


Tampak Afgan, Iko, Deni dan Ifdan mendalami hal ini.


"Maka dari itu aku ingin kita bekerja sama untuk membongkar data yang sesungguhnya. Aku ingin masyarakat tahu laporan keuangan mereka, " tutur Hans lagi.


Afgan berpikir mengenai hal ini. "Apa yang kami dapat jika berhasil mendapatkan data itu?" tanya Afgan lagi.


Hans tersenyum. "Tentu saja kalian dapat meraup semua keuntungan dari saldo rekening yang mereka miliki." Hans berkata lagi.


Afgan tampak memikirkan hal ini.

__ADS_1


"Aku rasa jika kita bekerja sama, semuanya jadi lebih mudah. Kami bergerak di lapangan dan kalian bergerak di balik layar. Kudengar pada saat pertemuan nanti pengamanan akan lebih diperketat secara kasat mata. Sedang keamanan jaringan sepertinya mengalami kemunduran. Di saat itu kalian bisa masuk dan membobol rekening mereka." Bram menambahkan.


__ADS_2