CINTA DAN KRIMINAL

CINTA DAN KRIMINAL
Merampas Senjata


__ADS_3

Malam harinya...


Malam ini keadaan tampak sepi di jalan dua arah yang ada di penghubung antar kota. Pukul dua dini hari hanya ada beberapa kendaraan yang lewat. Itu juga sangat jauh jaraknya di antara kendaraan yang melintas. Sehingga momen ini dimanfaatkan oleh sekelompok perampok bertopeng untuk mengambil alih keadaan jalan.


CCTV yang ada pada jembatan layang menuju ke jalan dua arah itu tampak dimatikan. Tak lama kemudian sebuah truk besar melintasi jalan layang itu. Yang mana Odi dan teman-temannya sudah menunggu di jalan dua arah. Mereka akan segera melancarkan aksinya.


"Baiklah, mari kita beraksi, Teman-teman."


Bram memberi kode kepada Odi, Hans dan tiga orang lainnya lewat earphone penghubung di telinga mereka. Mereka pun segera melancarkan aksi untuk menghadang truk bermuatan senjata. Yang mana setelah dari jembatan layang itu akan melewati sebuah hutan kecil yang ada di perbatasan kota. Salah satu dari mereka pun melompat ke truk itu. Mengendap-endap untuk menemui supir di depan. Saat itulah mobil yang dikendarai Odi menghadang jalan.


Truk berhenti. Saat itu juga kawasan sekitar jadi mencekam kala sebuah mobil menghadang jalan. Sang pengemudi truk pun segera mengambil senjata api untuk melindungi dirinya. Ia berjaga-jaga dari bahaya tak terduga. Supir itu pun mencoba melihat ke belakang dari kaca spionnya. Namun, saat berbalik ke belakang, saat itu juga seseorang bertopeng mengagetkannya. Sontak sang supir menembakkan pistolnya.

__ADS_1


Kaca mobil pecah. Sang supir pun ingin segera melajukan mobilnya. Tapi pintu mobilnya digolongkan senjata. Sontak sang supir pun tidak bisa berbuat apa-apa.


"Keluar dari mobil! Bawa kunci belakang!" perintah salah satu perampok bertopeng.


Supir itu ingin melawan. Namun, gerakannya terlalu lambat untuk menandingi gerakan sang perampok bertopeng. Supir itu pun akhirnya dipaksa berlutut sambil meletakkan tangan ke belakang kepala. Saat itu juga perampok itu memborgolnya.


"Kau merepotkan, Bapak Tua."


"Misi selesai!"


Lantas setelah berhasil mengambil semua senjata, satu per satu dari mereka pun memasuki mobil. Mereka juga meminta sang supir menyingkir jauh-jauh dari mobil truk tersebut. Dan tanpa berdaya, sang supir berlari ke arah hutan kecil yang ada di sana. Sedang mobil truk itu segera diarahkan dengan bazoka.

__ADS_1


Mobil meledak. Mereka pun segera pergi setelah melancarkan aksi. Tentunya tanpa meninggalkan jejak sama sekali.


"Cepat! Ada mobil polisi yang berpatroli tiga kilometer dari sini!"


Bram pun meminta mobil segera meninggalkan lokasi. Tentunya dengan senjata yang telah mereka kuasai.


Keesokan harinya di markas para perampok bertopeng.


Persenjataan telah mereka miliki. Operasi besar tak lama lagi akan segera dilakukan. Tak lain tak bukan untuk menciptakan kesejahteraan di negeri ini. Membunuh tikus-tikus pemerintahan sudah menjadi tujuan awal mereka. Karena mereka pernah merasakan hal yang sama. Mengalami penindasan dari masa ke masa.


Ada asap pasti ada api. Begitu juga dengan terbentuknya organisasi perampok bertopeng yang terdiri dari enam orang anggota ini. Masing-masing dari mereka mempunyai tugas yang tidak bisa diambil alih. Namun, yang tampak ke permukaan hanya Bram, Hans dan Odi saja. Sedang yang lainnya memutuskan untuk menutup diri.

__ADS_1


__ADS_2