CINTA DAN KRIMINAL

CINTA DAN KRIMINAL
Ingin Pindah


__ADS_3

"Aku mengerti." Hara pun mengangguk. "Tapi aku harap bisa mendengar kabar baik secepatnya. Karena cepat atau lambat, dia juga akan menjadi buronan kepolisian. Jadi lebih baik menyerahkan diri secepatnya." Hara berharap.


"Aku juga berharap demikian. Tapi aku tetap harus berhati-hati. Karena orang yang di belakangnya juga banyak." Seseorang itu mempunyai harapan yang sama dengan Hara.


Hara mengangguk. Ia kemudian meninggalkan sesuatu untuk orang tersebut. Ia pun lekas beranjak pergi dari kursi taman yang ada di sana. Seolah-olah tidak pernah berinteraksi dengan seseorang itu. Seseorang itu pun segera mengambil pemberian dari Hara. Ia akan menyimpannya. Pertemuan sore ini harus berakhir cepat agar tidak ada orang yang curiga. Karena nyatanya di pihak dalam sedang saling curiga antar anggota. Seseorang itu pun tidak ingin membuat perkara.


Hara ternyata menemui seseorang yang bekerja dengan Oda. Ia pun meminta alamat lengkap keberadaan Oda saat ini. Tapi, seseorang itu menolaknya karena khawatir ada pihak-pihak yang memanfaatkan keadaan. Lantas Hara pun hanya bisa mendapat sedikit informasi hari ini. Tapi ia cukup lega karena sudah mengetahui strategi lawannya yang akan pergi ke luar negeri. Lalu mampukah Hara menangkap Oda nanti?


Malam harinya...


Malam ini Iko pulang ke apartemennya karena ingin menemui Nana. Nana pun menyambut pulang suaminya dengan mesra. Tapi, Nana meminta Iko untuk segera masuk ke apartemen karena khawatir ada yang melihatnya. Sontak Iko pun jadi bertanya-tanya.

__ADS_1


"Ada apa, Sayang?" tanya Iko ke Nana.


Nana mengembuskan napas khawatirnya. "Kemarin ada yang ke sini," terang Nana kepada Iko sambil mengunci pintu.


"Ke sini? Siapa?" tanya Iko lagi.


Nana menuju ke dapur. Iko pun mengikutinya. Sedang Nana segera mengambilkan air minum untuk Iko.


"Ini, minumlah." Nana mengajak Iko untuk duduk bersama di depan meja makan.


"Sepertinya kita harus segera pindah dari tempat ini, Sayang." Nana mulai mengungkapkan.

__ADS_1


"Pindah? Memangnya?" Iko tampak terheran.


"Apartemen ini sudah tidak aman. Kemarin ada seorang intel kepolisian yang datang ke sini. Dan dia seperti sangat curiga padaku." Nana menceritakan.


"Apa?!" Iko pun terkejut.


Nana baru sempat menceritakan kepada Iko tentang apa yang terjadi di apartemen kemarin. Yang mana Naga datang dan banyak mengajukan pertanyaan padanya. Sontak Nana pun ingin bilang kepada Iko segera. Tapi khawatir akan memunculkan rasa cemas di kalangan teman-teman Iko. Maka dari itu Nana memendamnya sampai Iko pulang ke apartemen. Dan kini tampaklah raut wajah Iko yang khawatir.


"Apartemen ini sudah kubeli tunai. Kita bisa saja membeli apartemen lain dan menjual apartemen ini. Tapi apakah pindah tempat bisa menyelesaikan masalah yang datang?" tanya Iko kepada Nana.


Nana menghela napasnya. "Setidaknya dia tidak akan menemuiku. Aku khawatir dia mencecarku saat kau sedang tidak berada di rumah. Apalagi senjatamu belum sempat kita sembunyikan ke tempat yang aman. Aku khawatir tempat ini digeledah saja." Nana mengungkapkan unek-unek di hatinya.

__ADS_1


Iko mengerti. "Baiklah. Tapi beri aku waktu. Aku masih harus memulihkan kondisi tubuhku dan juga membantu mereka meretas bank lain. Aku harap kau mau menunggu," pinta Iko ke istrinya.


Nana mengangguk. "Aku akan menunggu." Nana pun akhirnya setuju.


__ADS_2