CINTA DAN KRIMINAL

CINTA DAN KRIMINAL
Menjalankan Misi


__ADS_3

Iko berpamitan. Ia pun segera memanggul tasnya. Ia juga mengecup kening Nana sebelum berangkat. Tampak Nana yang mengantarkan Iko sampai ke depan pintu apartemen. Dengan hati yang harap-harap cemas dan perasaan penuh was-was. Nana pun harus merelakan keberangkatan Iko malam ini. Walaupun di dalam hatinya sangat mengkhawatirkan keadaan Iko.


Ya Tuhan, lindungi Iko. Dia akan bertransaksi malam ini. Semoga semuanya berjalan lancar dan terkendali. Aku sangat berharap itu.


Nana tahu pekerjaan Iko sangatlah berisiko. Ia juga tahu bagaimana Iko bisa mendapatkan uang dengan jumlah yang besar dalam sekali transaksi. Namun, Nana belum bisa mencegahnya. Nana masih membutuhkan waktu untuk membuat Iko tersadar dari transaksi yang menyulitkan itu. Nana tidak ingin membuat Iko kepikiran. Ia hanya bisa mendukung pekerjaan Iko saat ini.


Lantas setelah mengantarkan keberangkatan Iko, Nana pun segera mengunci pintu apartemennya dari dalam. Ia juga menutup jendela dan tirainya. Nana ingin beristirahat sambil membaca buku malam ini. Tentunya dengan data ponsel yang terus dihidupkan. Nana menunggu kepulangan Iko ke apartemennya.


Empat puluh menit kemudian, di markas para hacker...


Perjalanan Iko akhirnya harus berakhir manakala sudah sampai di tempat tujuan. Hutan yang luas dan gubuk kecil yang ada di pintu masuk hutan itu menjadi saksi kedatangannya. Iko pun segera memarkirkan mobilnya. Ia berniat masuk ke dalam markas besar kelompoknya.

__ADS_1


Iko adalah seorang peretas. Ia bekerja dengan membentuk kelompok bersama teman-temannya. Yang mana pekerjaannya itu sudah menghasilkan pendapatan yang besar. Dan ia bisa mewujudkan semua impian. Tapi Iko masih terikat kerja sama selama dua tahun ke depan. Ia harus terus bekerja sampai kesepakatannya usai.


Kini kekasih dari Nana itu sudah tiba di sebuah hutan terisolasi. Yang mana jarak dari ibu kota ke sini cukup jauh untuk ditempuh. Iko pun segera menelepon seseorang agar membukakan pintu untuknya. Tak lama teleponnya pun diangkat oleh seseorang yang ada di sana.


"Aku Iko. Bisakah bukakan pintu?" tanya Iko kepada seseorang di seberang telepon itu.


"Pohonnya masih tumbuh, belum berbuah," sahut suara dari seberang.


Mereka mengucapkan kata sandi untuk memastikan jika yang datang ke markas adalah benar-benar anggotanya. Iko pun segera masuk ke pintu tersembunyi itu.


Sesampainya di ruang bawah tanah...

__ADS_1


"Kau telat, Iko," ucap Ifdan sambil meneguk birnya.


"Maaf, aku pamit kepada wanitaku dulu," sahut Iko kepada temannya.


"Gadis yang sudah seperti adikmu itu?" tanya Deni, teman Iko yang lain.


"Ya, begitulah." Iko pun duduk di kursinya.


"Baiklah-baiklah, kita akan segera memulai misi kali ini. Kalian susah siap?" tanya teman Iko yang lain. Ia adalah Afgan, pemimpin misi peretasan malam ini.


Ifdan, Deni, Iko pun menganggukkan kepalanya. Mereka segera menuju posisinya masing-masing.

__ADS_1


Malam ini transaksi akan segera dimulai. Mereka akan kembali meretas rekening bank target sasaran. Yang mana hasil retasan kali ini akan lebih besar. Mereka pun mulai menempatkan diri di posisi masing-masing. Ada bagian pembuka jaringan, pengacak sistem perlindungan lawan, pengambilalihan uang dan penghilangan jejak. Semua itu mereka lakukan dengan terorganisir. Iko pun kedapatan mengacak sistem perlindungan lawan kali ini.


__ADS_2