
Afgan, Ifdan, Iko dan Deni duduk berkumpul setelah melakukan transaksi terakhir mereka. Dimana keempatnya memutuskan untuk pensiun dini dari pekerjaannya sebagai hacker, dan berniat memulai kehidupan yang lebih baik lagi. Tentunya bukan tanpa alasan, melainkan agar peristiwa yang terjadi di gedung pertemuan itu tidak sampai terbongkar.
Ya, Iko sudah menceritakan apa yang dialami Nana kepada teman-teman hackernya. Yang mana akhirnya membulatkan keputusan mereka untuk pensiun dari pekerjaannya saat ini. Mereka mengakhiri status pekerjaan sebagai seorang hacker. Dan berniat memulai bidang usaha yang lainnya. Tentunya dengan jalan yang lebih baik lagi.
"Aku harap kebersamaan ini tidak akan pernah berakhir setelah transaksi semalam." Iko menambahkan.
"Ya, kau benar. Sudah lama kita hidup bersama dan melalui banyak hal. Aku berharap setelah ini juga kita bisa bertemu kembali dengan status yang lebih baik lagi." Ifdan menambahkan.
"Kita bisa membuat pertemuan satu bulan sekali. Tapi apakah tetap di sini?" tanya Iko kemudian.
Afgan mengembuskan napasnya. "Aku rasa aku akan menutup tempat ini berserta barang-barang yang ada. Biarkan tempat ini menjadi kenangan bagi kita." Afgan menuturkan.
__ADS_1
"Kudengar perampok bertopeng sudah memulai kehidupan baru mereka. Mereka sudah berani menampakkan diri di hadapan orang banyak." Deni mengabarkan.
"Mereka lebih dulu pensiun dari kita. Karena tujuan mereka memang sudah tercapai, walau masih tersisa lima target yang harus dibasmi." Afgan menimpali.
"Setidaknya mereka sudah berusaha menyelamatkan negeri ini dari tikus-tikus pemerintahan," terang Iko.
Ifdan mengangguk. "Kalau begitu mari kita rayakan keberhasilan ini dengan berpesta sejenak. Kita bisa berbagi pada mereka yang membutuhkan." Ifdan memberi saran.
"Dasar!" Afgan pun menggeleng-gelengkan kepalanya.
Transaksi terakhir sudah mereka lakukan semalam. Keputusan bulat juga sudah ditetapkan. Kini empat sekawan itu sepakat membagi-bagikan hasil kerja mereka kepada orang yang membutuhkan. Dan markas nantinya akan segera ditutup oleh Afgan. Sebagai tempat penuh sejarah kehidupan. Yang mana tidak akan pernah terlupakan oleh mereka.
__ADS_1
Lantas bagaimana dengan Iko sendiri jika mengetahui apa yang terjadi pada Nana? Tentunya kabar Iko pensiun dari dunia peretasan sangat membahagiakan Nana. Tapi bagaimana jika Nana memberi kabar sebaliknya? Akankah Iko marah lalu menceraikannya? Atau Nana akan menyimpan rapat-rapat apa yang dialaminya?
Pukul dua siang waktu sekitarnya...
Rintik hujan mulai turun kala memasuki sore hari. Di sana, di sebuah desa yang jauh dari kota, terlihat seorang wanita berjaket hitam memasuki sebuah gubuk kecil yang ada di hadapannya. Ialah Nana yang kini kembali ke huniannya di desa. Ia merasa tidak pantas lagi untuk tinggal di kota.
"Gubuk ini penuh sejarah bagiku. Mungkin lebih baik kubersihkan dulu."
Gubuk itu adalah tempat tinggal Nana sejak kecil bersama Iko yang diurus oleh seorang ibu asuh. Di tempat itu jugalah Nana banyak belajar tentang kerasnya kehidupan. Dan Nana memutuskan kembali setelah merasa tidak pantas lagi untuk tinggal bersama Iko. Ia kembali ke desa dengan penuh penyesalan di dada. Nana merasa tidak berharga.
Kini dara cantik yang masih berstatus sebagai istri Iko itu mulai membersihkan gubuknya. Ia mengambil sapu ijuk lalu menyapunya. Nana berniat bermalam di sana. Ia ingin menenangkan dirinya.
__ADS_1