CINTA DAN KRIMINAL

CINTA DAN KRIMINAL
Eksekusi


__ADS_3

Iko pun segera mengejar Hanzi. Ia memercayakan satu pengawal Hanzi yang tersisa kepada Hans. Hans pun kembali bertarung dengan pria berbadan besar itu. Sementara Iko terus mengejar Hanzi. Ia tidak akan membiarkan Hanzi lepas malam ini.


Kereta bawah tanah mempunyai jalur tersendiri yang akan melalui sebuah sungai besar yang ada di kota. Hanzi pun menyadari jika Iko masih mengejarnya. Ia kemudian memasang perangkap untuk Iko. Saat Iko membuka pintu kereta selanjutnya, saat itu juga Hanzi menarik tali tambang untuk Iko. Sontak Iko pun terkena perangkap Hanzi. Iko jatuh karena lehernya terjerat tali tambang Hanzi. Hanzi pun mulai mengeluarkan pistolnya untuk membunuh Iko. Namun, tiba-tiba saja terdengar suara ledakan di belakang kereta. Kereta pun bergoyang dan hampir kehilangan kendalinya. Hanzi dan Iko terlempar. Pistol Hanzi pun ikut terlepas dari tangannya.


Aku harap hari ini adalah hari keberuntunganku.


Iko kemudian mengambil pistol milik Hanzi. Ia bersusah payah mendapatkannya. Dan setelah dapat, ia pun segera mengarahkannya ke Hanzi. Saat itu juga Hanzi tidak bisa berkutik lagi.


"Tuan, tolong jangan bunuh aku." Hanzi memelas.


Iko teringat dengan teman karibnya yang tidak tertolong lagi karena overdosis obat-obatan terlarang. Saat itu juga Iko menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Aku tidak bisa."


Pelatuk pistol pun ditarik oleh Iko. Peluru di dalam pistol itu dalam sekejap meluncur ke arah Hanzi. Dan pada akhirnya, Hanzi tergeletak tak bernyawa di dalam kereta. Iko telah menyelesaikan balas dendamnya.


Beberapa jam kemudian...


Misi kali ini berhasil dengan maksimal. Tepat pukul dua pagi markas para hacker menjadi ruang pengobatan bagi para pelaku misi. Beberapa di antara mereka ada yang mengalami luka cukup parah dan harus diobati segera. Sedang yang lainnya hanya mengalami luka-luka ringan.


Operasi telah berhasil dilakukan. Dan kini tinggal beristirahatnya saja. Tampak mereka berkumpul di ruangan para hacker lalu mengadakan rapat sebentar.


"Operasi telah usai. Dan kita telah berhasil menjalankan misi dengan baik. Ya, walaupun masih ada beberapa pejabat yang lolos dari eksekusi." Afgan membuka pembicaraan.

__ADS_1


"Aku rasa tidak masalah. Setidaknya kita telah berusaha mengamankan negeri ini dengan cara kita sendiri." Bram menambahkan.


"Aku benar-benar kelelahan. Pria berbadan besar itu tidak mau mengalah sama sekali sampai Odi menembaknya dari luar." Hans mengingat pertarungan yang terjadi.


"Oh, ya. Ke mana senjata kalian? Kenapa tidak langsung menembak mereka saja?" tanya Afgan ke Hans.


"Kami mengejarnya sampai ke ruang bawah tanah. Kami harus bergerak cepat sehingga senjata pun tanpa sengaja jatuh. Jika kami mengambil senjata itu, maka kami akan ketinggalan keretanya. Jadi kami mendahulukan untuk mengejar kereta." Iko menerangkan.


Esa terkesima. "Kalian sungguh hebat dan juga nekat." Esa memuji Iko dan Hans.


"Bukankah jika dalam keadaan terdesak, manusia memang bisa melakukan apa saja?" Odi ikut bicara.

__ADS_1


"Ya. Itu benar. Aku setuju. Karena aku pernah mengalaminya." Afgan pun setuju.


__ADS_2