CINTA DAN KRIMINAL

CINTA DAN KRIMINAL
Harapan


__ADS_3

Bram lalu menyerang Hara tanpa menggunakan senjata tajam yang dibawanya. Begitu juga dengan Hara yang melakukan perlawanan dengan tangan kosongnya. Duel antara sahabat lama yang mempertahankan keyakinan itu akhirnya terjadi. Ya, Bram dan Hara adalah sahabat dekat di akademik kepolisian. Namun, keduanya berpisah setelah Bram memutuskan untuk berbalik melawan kepolisian.


Sementara itu di sisi Naga...


Naga berhadapan dengan Esa dan dua orang lainnya. Tampak Naga yang kewalahan melawan dua teman dari Esa. Tiga lawan satu itu tidaklah mudah untuk ukuran seorang intel kepolisian sekalipun. Namun, mereka tidak menggunakan senjata api. Mereka beradu fisik dengan cepat hingga akhirnya Naga jatuh tersungkur terkena perlawanan ketiganya. Naga pun pingsan di tempat setelah tengkuk lehernya terkena serangan cepat tangan Esa.


Beberapa saat kemudian...

__ADS_1


Mobil-mobil polisi berdatangan ke area gedung setelah alarm darurat dinyalakan pemilik gedung sendiri. Pada akhirnya polisi segera mengepung gedung itu. Tampak keadaan gedung yang mulai sepi ditinggalkan para perampok bertopeng. Di sana juga sudah tidak ada orang yang tersisa selain pemilik gedung sendiri yang bersembunyi di bawah meja makan yang besar. Ia tampak shock melihat baku tembak yang terjadi. Beberapa polisi pun segera membawanya ke tempat yang aman. Ia diberi perlindungan.


Beberapa dari hadirin pertemuan berhasil keluar dengan selamat. Namun, beberapa di antara mereka ada yang mati di tempat atau mengalami luka-luka yang berat. Beberapa pejabat yang sudah menjadi target sasaran pun tergeletak tak bernyawa di atas lantai. Sedang para ajudannya terbujur dan tak bisa bergerak lagi. Tragedi berdarah harus terjadi malam ini. Baku tembak terjadi dan menewaskan banyak orang.


Di sisi perampok bertopeng sendiri berhasil melarikan diri lewat pintu belakang. Yang mana telah ada mobil yang menunggu mereka. Dan kini Esa beserta kedua temannya menunggu Bram datang. Tak lama yang ditunggu pun datang lalu segera masuk ke dalam mobil. Mobil pun segera melaju pergi dengan cepat meninggalkan gedung pertemuan. Mereka semua akhirnya selamat. Sementara Afgan sendiri bersama Odi menaiki helikopter untuk menjemput Hans dan Iko.


"Aku harap suatu hari kita bisa bertemu lagi, Hara. Senang bisa bertarung tanpa senjata denganmu. Aku tidak akan pernah melupakannya." Bram meninggalkan Hara yang melepaskannya.

__ADS_1


Hara melepaskan Bram setelah adu kaki dan tangan itu berjalan tanpa henti. Bram juga menyadarkan Hara dengan segelintir kata-katanya. Yang mana membuat Hara tersadarkan dari kesalahannya selama ini.


"Aku titip adikku."


Pada akhirnya Hara mengetahui jika adiknya berada di kubu Bram. Hara pun menitipkan sang adik ke temannya. Ia percaya Bram bisa menjaga dan merubah pola pikir adiknya. Tentunya hanya hal itu yang bisa ia lakukan setelah adu mulut terjadi di antara mereka. Karena pada kenyataannya, Hara tidak bisa menasihati adiknya. Sehingga karena itulah ia percayakan kepada Bram. Walau Hara tahu risikonya sangat besar.


Siapa kakak yang rela memercayakan adik kandungnya kepada seorang perampok besar? Tentu tidak ada yang rela. Begitu juga dengan Hara. Tapi itu sudah menjadi keputusan sang adik untuk bertentangan dengan jalan hidupnya. Hara pun hanya bisa mendoakan. Semoga suatu hari nanti bisa berkumpul tanpa perbedaan pemikiran yang ada.

__ADS_1


__ADS_2