CINTA DAN KRIMINAL

CINTA DAN KRIMINAL
Pertemuan Pejabat Tinggi


__ADS_3

Kelima anggota organisasi milik Dino pun ikut menyelinap di antara polisi keamanan yang berjaga. Nana juga masuk pertama ke dalam ruang pertemuan sebagai tamu undangan. Sedang Iko dan Hans menyusul, Bram dan anggota kelompok bertopeng lainnya berjaga di belakang gedung. Di mana tempat pintu darurat itu berada. Dan akhirnya operasi besar ini dimulai segera.


Beberapa jam kemudian...


Menit demi menit, jam demi jam pertemuan antar pejabat tinggi negara berlangsung dengan meriah. Para awak media juga ikut meliputnya. Hingga akhirnya pertemuan itu diakhiri dengan santap malam bersama. Para undangan pun dipersilakan untuk mencicipi hidangan yang ada.


Pertemuan kali ini dimulai pada pukul tujuh malam. Yang mana kini jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam saja. Tiga jam berlalu dari dibukanya gedung pertemuan membuat para hadirin mulai merasa lapar. Sehingga sesi penutup acara ini adalah mencicipi hidangan yang telah disediakan. Tampak di sana para pejabat bergantian mengambil hidangan.


Momen ini juga dimanfaatkan oleh beberapa pejabat untuk mengisi waktu bersantap dengan bernyanyi atau memberikan kata sambutan. Tampak Nana yang melihat keadaan sekitar dengan earphone penghubung di telinganya. Yang mana rambut pendeknya itu menutupinya. Rambut Nana dibiarkan tergerai sampai menutupi bahu. Dengan gaun malam yang begitu indah. Nana pun tak sadar jika ada yang memerhatikannya.


Aku baru melihatnya. Siapa wanita itu? Apakah dia dari kalangan media atau pejabat negara?

__ADS_1


Ialah Naga yang tampak terkesima dengan penampilan Nana malam ini. Tak lama kemudian Nana pun melintas, melewatinya yang sedang berdiri di salah sudut ruangan. Aroma parfum yang Nana kenakan pun sontak membuat Naga semakin penasaran. Siapakah wanita yang melintas di depannya?


"Hei, kau tidak makan?" tanya Hara yang baru saja datang lalu berdiri di samping Naga.


"Aku masih kenyang," jawab Naga segera.


Hara pun tampak memerhatikan pandangan Naga yang tertuju kepada Nana. "Kau menyukai wanita itu?" tanya Hara yang membuat Naga tersadar seketika.


"Em, tidak. Aku hanya penasaran dengan wanita itu. Aku baru melihatnya malam ini." Naga pun menjelaskan.


Saat itu juga Naga marah. "Kau bicara begitu seperti sudah laku saja!" Naga pun menimpali.

__ADS_1


"Hahaha." Hara tertawa. "Baiklah-baiklah. Mari kita kembali fokus ke acara." Hara pun menepuk pundak Naga agar tidak marah padanya.


Meja hidangan super besar menjadi saksi para hadirin yang mengambil makanannya. Namun, Hara dan Naga masih tampak memerhatikan keadaan ruang pertemuan sebelum ikut mengambil makanan yang telah tersedia. Begitu juga dengan Nana yang kini berdiri di salah satu sudut ruangan. Ia tampak memberikan laporan lewat earphone penghubung di telinganya.


"Aman." Nana memberi tahu lalu ia pun mengambil minuman yang ditawarkan pelayan.


Tak lama Iko pun masuk ke kerumunan para pejabat yang sedang ingin mencicipi hidangan. Ia memeriksa kondisi terkini sambil memerhatikan Nana dari jauh. Tapi beberapa saat kemudian, Iko melihat pemandangan yang menyebalkan di matanya.


"Em, maaf."


Saat Nana ingin berbalik arah, saat itu juga ia tanpa sengaja menabrak Naga yang berjalan ke arahnya. Sontak jas yang Naga kenakan terkena tumpahan air minumannya. Nana pun meminta maaf segera.

__ADS_1


"Maafkan aku, Tuan. Aku tidak melihat Anda." Nana pun berusaha membersihkan jas yang dipakai oleh Naga.


"Em, tidak apa-apa, Nona," sahut Naga yang akhirnya bertemu langsung dengan Nana.


__ADS_2