CINTA DAN KRIMINAL

CINTA DAN KRIMINAL
Sukses


__ADS_3

Beberapa jam kemudian...


"Misi selesai!"


"Yay! Kita berhasil!"


Keempat sekawan yang merupakan hacker terselubung itu telah berhasil melakukan misinya malam ini. Transaksi via bahasa komputer telah diselesaikan dengan baik. Tampak keempatnya saling berpelukan satu sama lain. Kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil. Tanpa terasa sudah pukul tiga pagi saja. Waktu di mana orang-orang mulai terbangun dari tidurnya.


Bahasa komputer hanya dapat dimengerti oleh ahlinya. Begitu juga dengan sistem peretasan yang sudah lama mereka lakoni. Terkadang ada kata sandi yang mengunci sistem itu sendiri. Tapi dengan kerja sama tim yang baik, sandi sesulit apapun bisa terpecahkan. Tentunya dengan saling percaya dan menjaga. Jika bersama, semuanya pasti bisa diselesaikan.


Kini keempatnya mematikan komputer lalu berkumpul di ruang tengah bawah tanah. Tampak di sana ada layar CCTV yang terhubung dengan dunia luar. Pantas aja Iko menceritakan jika harus membiasakan diri hidup tanpa sinar matahari. Ternyata ia tinggal di bawah tanah. Tepatnya di sebuah ruangan yang sudah lama dibangun seniornya. Karena hanya di ruang itulah jaringan mereka sulit dilacak oleh lawan. Kabel-kabel tersembunyi ditempatkan di titik yang tak terlihat oleh mata.


"Setelah ini sebaiknya kita beristirahat dulu. Aku dengar bank yang kita retas kemarin melaporkan ke pihak intel kepolisian." Ifdan membuka pembicaraan.


"Ya, benar. Ada baiknya kita memang beristirahat dulu. Toh uang yang kita dapatkan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan. Mungkin kita bisa traveling sebentar." Deni menambahkan.

__ADS_1


"Bagaimana dengan dirimu sendiri, Iko?" tanya Afgan kepada Iko.


Iko tampak menggoyangkan gelas birnya. Ia meneguk bir setelah misinya berhasil. "Mungkin aku akan menikahi gadisku dulu," tutur Iko lalu meneguk birnya.


"Kau sudah ingin menikah? Tapi kau harus tetap berhati-hati dengan pasanganmu. Jangan sampai dia membocorkan markas besar kita." Deni tampak khawatir.


Iko mengangguk. "Dia dapat dipercaya, jadi tenang saja. Aku jaminannya." Iko pun meyakinkan Deni.


Ketiga teman Iko mengangguk. Mereka kemudian menuangkan bir ke dalam gelas masing-masing. Mereka bersulang untuk merayakan kesuksesan misi kali ini. Mereka berharap bisa terus berhasil menjalankan misi.


Beberapa jam kemudian...


"Iko?"


Nana pun segera membukakan pintu begitu melihat Iko yang datang. Iko pun segera masuk ke apartemennya lalu mengunci pintu. Ia meletakkan tas yang dibawanya pagi ini.

__ADS_1


"Aku punya kejutan untukmu," kata Iko kepada Nana.


"Kejutan?"


Nana pun penasaran. Sedang Iko segera mengambil sesuatu dari saku jaketnya. Ia kemudian berlutut di hadapan Nana.


"Nana, menikahlah denganku." Iko menyerahkan cincin bermata berlian kepada Nana.


"Iko?!"


Sontak Nana pun terkejut. Ia tak percaya. Ia menutup mulutnya agar tidak berteriak karena rasa gembira. Pagi ini Nana dikejutkan dengan hadiah dari Iko. Berupa cincin untuk mengikatnya lebih resmi. Nana pun terharu melihat pemberian dari Iko.


Iko tersenyum. "Kupakaikan ya?" Iko pun meminta Nana mengulurkan tangannya. Saat itu juga Nana hampir meneteskan air mata. Ia akhirnya menerima lamaran Iko.


Keduanya berpelukan setelah waktu panjang dalam penantian. Iko akhirnya melamar Nana dan siap untuk menikahinya. Keduanya akan segera melangsungkan pernikahan minggu ini juga. Menghamparkan altar pernikahan di hadapan orang-orang. Iko ingin berbulan madu dengan perasaan suka cita.

__ADS_1


__ADS_2