
Di salah satu tempat terpencil...
Iko merasa khawatir dengan operasi besar yang akan mereka lakukan satu minggu lagi. Terlebih melibatkan Nana dalam hal ini. Ia kemudian pergi menuju sebuah organisasi tersembunyi yang berada di perbatasan kota. Di sebuah desa terpencil yang dekat sekali dengan pesisir pantai. Iko kemudian mengutarakan tujuan sesampainya di sana.
"Aku butuh bantuan. Aku tidak yakin personil yang sedikit bisa menembus pertahanan negara." Iko mengutarakan maksudnya.
"Sudah lama aku tidak bermain komputer lagi. Aku tidak tahu masih ingat atau tidak," tutur seseorang tersebut.
Iko tersenyum. Ia merasa seseorang itu sangat merendahkan dirinya. Iko pun menggelengkan kepalanya pertanda tak percaya.
Ialah Dino, senior dari Iko yang merupakan pendiri peretasan jaringan komputer yang Iko lakoni saat ini. Ia merupakan seorang senior yang rendah hati dan mau berbagi ilmu. Namun, kini ia sudah pensiun dari dunia peretasan dan memilih untuk menjadi petani di desa tersebut. Ia juga sudah berkeluarga, sama seperti Iko.
__ADS_1
"Senior terlalu berendah hati. Tidak mungkin bisa lupa dengan makanan sehari-hari," cetus Iko menyindir Dino. Saat itu juga Dino tertawa.
"Hahaha. Baiklah. Apa yang bisa kubantu?" tanya Dino segera.
Iko kemudian menceritakan akan ada operasi besar yang risikonya cukup tinggi. Kelompok hacker dan perampok bertopeng akan bekerja sama, menyusup di situs pemerintahan dan membobol semua datanya. Dan tentu saja kabar ini mengejutkan Dino.
"Jadi kalian mempunyai misi masing-masing di balik hal itu?" tanya Dino memastikan.
"Ya. Mereka akan mengeksekusi beberapa pejabat di saat pertemuan. Sedang kami menyusup di situs pemerintahan saat hal itu terjadi. Karena peluang lebih besar saat terjadi kekecauan." Iko menuturkan.
"Mereka mengalami masa pahit akibat kesemena-menaan pemerintahan. Mereka juga korban dari kekejaman pemerintah yang serakah. Mereka bangkit untuk menuntut keadilan dengan caranya sendiri. Mereka hidup untuk itu." Iko menjelaskan.
__ADS_1
Dino tampak mengerti. "Em, baiklah. Aku akan meminta anak-anak untuk ikut serta misi kalian. Semoga misi kali ini sukses dan berjalan lancar." Pada akhirnya Dino pun setuju untuk membantu Iko dalam misi ini.
Ini adalah operasi besar yang mempunyai risiko tinggi jika mengalami kegagalan. Terlebih untuk perampok bertopeng yang terjun langsung ke lapangan. Tapi kesepakatan atas kerja sama itu telah ditandatangani. Dan waktu operasi tidak lama lagi. Mereka akhirnya bersepakat untuk bekerja sama dalam membasmi tikus-tikus pemerintahan. Baik di depan layar maupun dari belakang layar. Mereka yakin jika bersama pasti semuanya mudah.
Lantas apakah semuanya akan berjalan sesuai harapan?
Lusa kemudian di kantor pemerintahan...
Sebuah gedung besar menjadi saksi para wakil rakyat yang bekerja untuk perutnya sendiri. Tidak semua, tapi sebagian dari mereka melakukan hal itu untuk memenuhi hasrat keduniawiannya. Terkadang ada amplop-amplop yang mereka terima di sana. Berisi cek, giro, ataupun uang tunai dalam bentuk yang banyak. Semua tak lain untuk memuluskan kinerja mereka.
Di salah satu ruangan, seorang pria berjas hitam tampak sedang memanggil kedua pengawalnya yang berjaga. Ia memerintahkan kepada pengawalnya untuk tidak menerima tamu siapapun dari luar. Para pengawalnya pun memenuhi permintaannya itu. Tapi selang belasan menit kemudian, ternyata ada seseorang yang ingin bertemu dengannya. Sontak saja pria itu marah.
__ADS_1
"Sudah kubilang, aku tidak terima tamu!" Ia tampak marah kepada anak buahnya.
Anak buahnya itu pun meletakkan sebuah koper ke atas meja kerjanya. Ia membukanya di hadapan pria tersebut. Dan saat dibuka, saat itu juga raut wajah pria tersebut berubah. Pria itu kemudian meminta pengawalnya menyuruh masuk siapa yang datang.