
"Bagus, Nana. Tim penyerang segera bergerak!"
"Move! Move! Move!"
Keadaan sungguh kacau balau. Para polisi yang berjaga ikut masuk ke ruang pertemuan. Tapi para hadirin yang berusaha keluar dari gedung menghalangi jalan mereka untuk masuk. Pada akhirnya salah satu polisi menembakkan pistolnya ke udara. Suara tembakan itu pun kembali terdengar. Yang mana membuat jerit histeris menyertainya. Keadaan benar-benar kacau.
"Naga, Hara. Lindungi para pejabat yang ada di dalam!"
Perintah pun kembali terdengar dari pihak kepolisian. Namun, tim penyerang sudah menduduki area dalam gedung. Mereka pun segera mencari target sasaran masing-masing. Tak ayal baku tembak terjadi.
"Jangan bunuh aku! Jangan! Akh!!!"
Para pejabat yang sudah menjadi target sasaran pun akhirnya terkena tembakan. Satu percayalah satu dari mereka bergeletakkan. Tapi, polisi tidak diam saja. Polisi mulai mengincar kelima orang yang melakukan penyerangan. Hingga akhirnya baku tembak semakin memanas di ruang pertemuan.
"Jangan biarkan mereka hidup!"
__ADS_1
Sementara itu Iko sendiri segera mencari di mana keberadaan Hanzi. Ia terhubung dengan monitor pusat yang berada di mobil box, seberang gedung. Deni pun mengarahkan Iko untuk menuju ke titik Hanzi. Iko pun terus mencari Hanzi.
Aku harus membalaskan dendam temanku yang telah mati karenanya!
Ada sebuah dendam yang belum terbalaskan. Ada sebuah dendam yang harus segera terbayar. Iko pun akhirnya ikut andil dalam penyerangan untuk membalaskan kematian temannya yang overdosis karena obat-obatan terlarang. Menurut Iko, temannya tidak akan sampai mati bilamana obat-obatan itu tidak pernah masuk ke dalam negeri. Dan setelah mendengar cerita dari Deni, Iko pun jadi tahu harus kepada siapa menargetkan sasarannya. Dan kini ia mencari Hanzi.
"Dia di arah jam dua belas. Maju terus, Iko," ucap Deni yang memberikan petunjuk kepada Iko melalui earphone penggubung di telinga.
"Aku akan ikut membantu." Hans pun ikut membalas arahan Deni.
Sementara itu di mobil box, ruang pengawas...
"Bagaimana, sudah kau temukan targetnya?" tanya Dino yang masih melihat layar komputernya.
"Para pejabat memencar, Senior. Bagaimana ini? Apakah kita harus tarik kembali tim penyerangnya?" tanya Deni.
__ADS_1
Dino pun menyusun strategi. Ia kemudian menghubungi tim penyerang.
"Tim Fire, bagaimana kondisi kalian?" tanya Dino dari seberang.
Tim penyerang pun menjawab. "Target baru terbunuh sepuluh orang. Yang lain masih dalam pencarian," jawab ketua tim penyerangan.
Dino pun melihat layar lokasi gedung. "Ada mobil polisi yang menuju ke arah gedung ini. Tinggalkan gedung segera! Aku tunggu di pintu timur arah jam tiga!" Dino mengambil keputusan.
"Baik, Senior!"
Kelima anggota tim penyerang pun segera menuju ke arah jam tiga. Sementara itu baku tembak terus saja terjadi pada mereka dan polisi yang mengejar. Mereka kemudian dengan cepat mengeksekusi menggunakan senjata laras panjang dengan peluru yang besar. Dan pada akhirnya mereka menuju ke titik pertemuan.
Di sisi Hans dan Iko...
"Kita harus mendapatkan Hanzi malam ini. Dia biang kerok dari rusaknya generasi." Iko berlari bersama Hans.
__ADS_1
"Ya, kau benar. Tetaplah siaga, Iko," pinta Hans kepada Iko. Keduanya pun terus menuju ke tempat Hanzi dilarikan.