CINTA DAN KRIMINAL

CINTA DAN KRIMINAL
Kepergok Ngedate


__ADS_3

Nana khawatir bilamana tetap berada di apartemen yang sekarang Naga akan terus mendatanginya. Nana takut salah bicara dan terjebak ke perangkap kata-kata Naga. Sehingga karena hal itulah ia meminta kepada Iko agar segera pindah. Tapi, Iko pun masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Ia belum bisa banyak bergerak.


Lantas apakah semuanya akan baik-baik saja?


Esok harinya...


Jutaan dolar telah dimiliki oleh para perampok bertopeng. Mereka pun memutuskan untuk segera pensiun dari pekerjaannya dan menikmati hidup tanpa rasa khawatir rahasia akan terbongkar. Tampak Odi dan Esa yang sedang menikmati hari liburan dengan berkeliling kota menggunakan mobil barunya. Keduanya duduk di kursi sambil melihat-lihat jalanan ibu kota yang semakin lama semakin padat merayap. Hingga akhirnya mereka tiba di perempatan lampu merah yang ada di sana. Esa yang menyetir mobil pun melihat sesuatu di ujung sana. Seperti seseorang yang dikenalnya.


"Itu Ifdan?" tanya Esa kepada Odi.


"Hah? Ifdan?" Odi balik bertanya.


"Itu." Esa menunjuk seseorang yang sedang duduk di teras kedai.

__ADS_1


Odi memerhatikan seseorang yang dimaksud oleh Esa. Tak lama datang seorang wanita yang menghampiri seseorang itu. Odi pun memerhatikan lebih jelas siapa yang ada di sana.


"Mereka ketemuan?" Odi pun bergumam sendiri.


"Mungkin mereka memang pacaran," kata Esa lagi.


Pagi ini Esa dan Odi berkeliling kota dengan mobil baru yang mereka beli. Tapi, sesampainya di perempatan lampu merah yang ada di sana, mereka seperti melihat Ifdan, teman hackernya. Dan tak lama kemudian seorang wanita pun menghampiri Ifdan. Odi jadi menduga jika itu adalah pacar Ifdan.


Jalanan mulai ramai sehingga aktivitas lalu lintas sedikit macet. Apalagi harus menunggu lampu hijau untuk mendapatkan giliran melaju. Esa dan Odi pun menunggu giliran lampu hijau mereka. Hingga akhirnya lampu hijau itu mereka dapatkan. Esa pun segera kembali melajukan mobilnya.


"Dia ternyata sudah punya pasangan." Esa pun membelokkan setir mobilnya ke kanan.


"Dia juga manusia sama seperti kita. Hanya saja dia lebih beruntung karena mempunyai pasangan duluan." Odi mengungkapkan.

__ADS_1


"Aku rasa kita juga bisa menyalip mereka. Toh, kita akan pensiun juga." Esa menambahkan.


"Ya. Kau benar. Tapi aku masih ragu untuk mengenal wanita." Odi mengungkapkan unek-unek di hatinya.


"Apa karena mereka bawel?" Esa pun menoleh ke Odi.


"Bukan. Tapi karena takut sakit hati bila ditinggalkan." Odi malah curhat. Saat itu juga Esa tertawa.


"Kau bisa saja." Esa pun tertawa sendiri. Ia merasa lucu dengan jawaban Odi.


Mereka akhirnya kembali meneruskan perjalanan sambil menyambung cerita. Kedua anggota perampok bertopeng itu tampak dekat satu sama lain. Mereka layaknya keluarga kandung sendiri. Saling berbagi dan bertukar cerita satu sama lain.


Sepertinya ada yang memerhatikanku.

__ADS_1


Ifdan menyadari jika ada yang memerhatikannya dari jauh. Ia tidak tahu jika Odi dan Esa melihatnya bertemu dengan seorang wanita di kedai yang ada di perempatan lampu merah. Ia pun terus melanjutkan santap paginya bersama wanita itu. Ia tidak terlalu memedulikan siapa yang memerhatikannya. Karena baginya seseorang yang duduk di hadapannya lebih istimewa. Siapa lagi kalau bukan Sarah, sang mantan yang kembali ke pelukannya.


__ADS_2