CINTA DAN KRIMINAL

CINTA DAN KRIMINAL
Operasi Dimulai


__ADS_3

Hara pun mendoakan yang terbaik untuk adiknya. Telah lama mereka tidak bertemu, membuat Hara jadi rindu. Tapi ia juga tidak bisa membayangkan jika bertemu dalam keadaan sulit. Hara tidak mau memikirkannya. Ia menepiskan pemikiran yang seperti itu. Hara ingin semuanya baik-baik saja.


Tiga hari kemudian...


Hari yang ditunggu telah datang. Tampak dua kubu yang bekerja sama sudah memakai perlengkapan beroperasinya malam ini.


"Semuanya sudah siap, Iko," lapor Deni kepada Iko.


"Bagaimana denganmu, Dan?" tanya Iko ke Ifdan.


"Aku rasa semuanya telah tersusun dengan sempurna."

__ADS_1


Mereka di dalam mobil box besar yang berisi peralatan canggih, komputer untuk memonitoring jalannya operasi.


"Kau tidak perlu khawatir, Ko." Dino meyakinkan Iko. Senior hacker itu berjaga di dalam mobil box bersama Ifdan dan Deni.


"Baiklah, kalian tetap berjaga di sini. Dan peganglah senjata ini untuk melindungi diri." Iko menyerahkan pistol peredam suara kepada Deni, Ifdan dan juga Dino.


"Aku titip kedua temanku, Senior." Iko yang sudah berpakaian rapi itu pun siap memasuki ruangan pertemuan pejabat tinggi.


"Semoga berhasil." Dino pun melepas kepergian Iko. "Mari kita bekerja, Teman-teman. Jangan lupa berdoa agar operasi kali ini sukses." Dino meminta. Keduanya pun mengangguk bersamaan.


Iko sendiri sudah berpakaian jas hitam lengkap. Ia amat tampan bak seorang bodyguard profesional. Sedang sang istri sudah berada di dalam mengenakan gaun pesta. Pertemuan sebentar lagi akan berlangsung. Karpet merah pun sudah dihamparkan untuk semua tamu undangan.

__ADS_1


Aku harap semuanya berhasil maksimal.


Iko pun terus berdoa di dalam hatinya. Ia memasuki ruang pertemuan dari pintu belakang. Ia kemudian menjalankan aksinya dengan earphone penghubung di telinga. Ia akan menjumpai Nana yang sudah berada di ruang pertemuan.


Beberapa saat kemudian...


Pertemuan akhirnya berlangsung. Tampak acara pertemuan para pejabat tinggi itu dihiasai dengan dekorasi yang mewah dan juga berkelas. Karpet-karpet merah mengiringi kedatangan para tamu hingga memasuki ruangan besar yang ada di sana. Terlihat acara pertemuan begitu meriah.


Meja-meja tersusun rapi dengan hiasan bunga di atasnya. Kursi-kursi juga diatur sedemikian rupa untuk melingkari meja. Masing-masing pejabat dapat menempati kursi yang telah disediakan. Beberapa di antara mereka pun ada yang mulai berbincang. Hingga akhirnya beberapa pejabat tinggi negeri ini ikut hadir di sana. Di saat itu juga laporan terdengar ke operator yang berada di dalam mobil box.


"Mereka sudah memasuki ruangan. Ganti."

__ADS_1


Tampaknya sniper yang berada di lantai dua ruang pertemuan memberikan laporannya. Ialah Esa yang berjaga di sana. Ia menyamar agar tidak sampai ketahuan.


Satu jam sebelum pertemuan dimulai, para sniper sudah menduduki tempatnya. Setengah jam kemudian barulah para pejabat tinggi itu berdatangan ke tempat acara pertemuan. Deni, Ifdan dan Dino pun telah bersiap melaksanakan tugasnya. Mereka menunggu di mobil box yang ada di gedung seberang. Terlihat para polisi keamanan sudah berjaga di sekeliling gedung pertemuan.


__ADS_2