Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 15 ( Revisi )


__ADS_3

" Aku bilang lepaskan , kamu tuli ya..." Bentak Hafiz dengan emosi yang memuncak .


Tiba-tiba ada segerombolan warga yang entah dari mana asalnya datang menghampiri mereka , terlihat jelas dari raut wajah mereka yang merah padam seperti sedang menahan amarah .


Dan seketika itu juga gadis itu melepaskan pelukannya .


"Ooo.... jadi kamu laki-laki brengsek yang tidak mau bertanggung jawab ." Ucap laki-laki paruh baya yang ternyata ayah dari gadis itu .


" Maksud bapak apa ???" Yanya Hafiz tidak mengerti .


Bugh...


Sebuah pukulan keras mendarat tepat di bibir Hafiz hingga membuat ujung bibir hafiz mengeluarkan darah segar .


" Kurang ajar... berani-beraninya kamu masih berpura-pura tidak tau dengan apa yang sudah kamu perbuat kepada anakku ." Ucap laki-laki parah baya itu yang ternyata bernama Subandi . Dia menarik kerah baju Hafiz dengan kasar .


" Maaf pak , sepertinya anda salah faham , saya tidak melakukan apapun kepada anak bapak saya han..." Belum selesai Hafiz bicara subandi kembali melayangkan pukulan nya di wajah tampan Hafiz .


" Dasar bajingan... sudah jelas-jelas kamu menghamili anakku tapi kamu masih berani mengelak ." Bentak Subandi sambil menghempaskan tubuh Hafiz ke tanah hingga membuat Hafiz jatuh tersungkur .


" Hei... anak muda cepat katakan kalau kamu yang sudah menghamili Widia ."


Kata salah satu warga .


Ya... gadis itu bernama Widia , dia hamil di luar nikah dan tak ada satu orang pun yang tau siapa ayah dari anak yang di kandungnya , karena setiap ayahnya bertanya Widia tidak menjawab . Dia hanya menangis sambil menundukkan kepalanya .


" Tidak pak , bukan aku yang menghamili dia ." Ucap Hafiz dengan wajah memelas .


" Ternyata kamu masih tidak mau mengaku juga ya ... " Kata si A .


" Sepertinya dia ingin kita menghajarnya , supaya dia mau mengakui kesalahannya ." Kata si B .


Dengan penuh amarah mereka menghajar Hafiz tanpa ampun .


Sedangkan Widia hanya diam mematung dengan kepala tertunduk .


Entah apa yang ada di dalam pikirannya hingga dia begitu tega membiarkan orang yang tak berdosa itu harus merasakan akibat dari perbuatan orang lain .


"Cukup.... hentikan.... " Teriak Subandi hingga membuat warga berhenti menghajar Hafiz dan menoleh ke arahnya .


" Jangan bunuh dia , aku tidak mau cucuku lahir tanpa seorang ayah ." Ucap Subandi .


" Jadi kamu mau pemuda ini menikahi anakmu ." Tanya si A .


" Iya , aku mau dia bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan kepada anakku dengan menikahinya ."


" Baik , kalau begitu kita bawa dia dan anakmu ke balai desa , kita nikahkan mereka sekarang juga ."


Dengan kasar mereka membawa Hafiz ke balai desa untuk di nikahkan dengan Widia .


Sesampainya di balai desa mereka memaksa Hafiz untuk menikahi Widia , namun dengan tegas Hafiz menolak , dan selalu mengatakan kalau bukan dia yang menghamili Widia , tapi sayangnya tak ada satu pun dari mereka yang mempercayainya . Bahkan mereka mengancam akan membunuh Hafiz jika Hafiz masih tidak mau menikahi Widia .

__ADS_1


Namun ancaman mereka sama sekali tidak membuat Hafiz merubah keputusan nya .


" Baik , kalau begitu kami akan membunuh Widia dengan begitu bayi yang ada di dalam kandungannya juga akan ikut terbunuh ." Ancam Subandi .


" Ya allah...apa yang harus aku lakukan sekarang , aku tidak mungkin membiarkan mereka membunuh bayi yang tak berdosa itu , tapi aku juga tidak mungkin menikahi gadis yang sama sekali tidak aku cintai ." Batin Hafiz . dia benar-benar merasa bingung , dia tidak tega membiarkan bayi tak berdosa itu terbunuh tapi dia juga tidak mau menikah dengan gadis yang tak di kenalnya .


" Tidak ada pilihan lain aku harus menuruti kemauan mereka ." Batin Hafiz .


" Baik , aku akan menikahi dia ."Ucap Hafiz lirih . Dengan berat hati Hafiz menyetujui rencana mereka untuk menikahi Widia . Dan dia tidak menyangka jika dia harus menikah dengan orang yang tak dikenalnya sekaligus orang yang tak di cintainya .


" Bagus , kalau begitu tolong segera nikahkan mereka ." Ucap Subandi pada penghulu yang sudah dia undang sejak tadi .


" Maafkan aku Fa , aku tidak punya pilihan lain , aku sangat mencintaimu Fa , sangat mencintaimu tapi aku tidak bisa bersamamu ." Batin Hafiz .


Akhirnya mereka pun menikahkan Hafiz dengan Widia di balai desa dan di depan semua warga .


-----


Di kediaman Rahardian....


" Bagaimana ini Pah , kenapa sampai saat ini hafiz belum sampai juga ." Ucap Hesti cemas .


" Entahlah mah , aku juga tidak tau kenapa Hafiz belum sampai juga , padahal aku sudah menyuruh supir pribadiku untuk menjemputnya ." Ucap Tino.


" Kalau begitu , cepat papa telpon supir pribadi papa dan tanyakan dimana mereka berada dan kenapa sampai sekarang mereka belum datang ."


" Sudah ma , aku sudah menelpon supir pribadiku tapi sayangnya nomor nya tidak aktif ." Jelas Tino .


" Mama tidak perlu khawatir , aku akan mengerahkan semua anak buah ku untuk mencari keberadaan Hafiz ." Ucap Tino meyakinkan istrinya .


------


*Kehilanganmu...


Adalah hal terberat dalam hidupku .


Melupakanmu...


Adalah hal yang paling di benci olehku .


Dan...


Merelakanmu untuknya...


Adalah hal yang tak mungkin ku lakukan .


Hingga ku memutuskan untuk tetap bertahan .


Dengan sebuah rasa yang tak mungkin terbalaskan .


Namun aku sadar...

__ADS_1


Bahwa kebahagiaanmu bersamanya


Bukan bersamaku .


Jadi ku putuskan untuk mengikhlaskanmu bersamanya .


Dan mengubur perasaan ini sedalam-dalamnya .


Cinta...


Semoga kau bahagia bersamanya* .


" Apa sih , mau nya orang ini , kenapa selalu... saja mengirim pesan seperti ini , apa dia udah tau kali ya kalau aku udah mau nikah ." Ucap Alifa . Dia pun berisiniatif untuk membalas pesan dari orang yang tak di kenalnya itu .


" Sebenarnya kamu itu siapa sih , dan apa mau kamu ." Balas Alifa .


Alifa berharap orang itu membalas pesan nya , karena dia ingin tau siapa di balik semua ini , dan apa motif nya .


Alifa terus menunggu , hingga satu jam pun berlalu namun orang itu masih belum juga membalas pesan darinya .


" Kok gak di bales-bales sih , apa dia takut ketauan kali ya ." Batin Alifa .


" Ah masa bodo , ngapain juga aku nungguin balasan dari dia , kayak gak ada kerjaan aja ." Gerutu Alifa .


" Sebaiknya aku tidur aja deh , besok kan aku harus bangun pagi ." Ucap Alifa sambil merebahkan tubuhnya .


-----


Di tempat lain Hafiz tengah duduk seorang diri di kursi yang berada di balkon kamar widia .


" Harusnya besok adalah hari kebahagiaanku dengan Alifa , karena besok hari pernikahanku dengannya , tapi sekarang... semua itu hanya sekedar impian , karena aku harus menikahi orang yang sama sekali tidak aku cintai . " Batin Hafiz dengan pandangan lurus ke depan .


Tanpa terasa air matanya pun jatuh begitu saja .


" Maafkan aku Fa , aku tidak bermaksud untuk menghianatimu , karena aku hanyalah korban , korban dari kesalahan orang lain , dan mungkin mulai besok kamu akan membenciku , karena aku telah mengingkari janjiku untuk tidak menyakitimu ." Ucap Hafiz dengan di iringi linangan air mata .


-


-


-


-


-


**Hai semua...


jangan lupa tinggalkan like , komen dan vote ya...


karena dukungan dari kalian sangat berharga bagi author .

__ADS_1


See you...😉😉😉**


__ADS_2