Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 44


__ADS_3

" Mungkinkah ini sudah saat nya untuk Alifa mengetahui semuanya , tapi apakah dia sudah siap untuk mengetahui semua ini ." Batin Fardan dalam hati .


" Kok malah bengong sih Kak , di jawab dong... "Ucap Alifa membuyarkan lamunan Fardan .


" Ah iya , sebenarnya... " Fardan menggantungkan bicaranya .


" Jadi Alifa pernah melihatku saat bersama Kak Erlin di mall,apa yang harus katakan sekarang ,apa ini sudah waktunya Alifa tau siapa aku sebenarnya ." Fardan kembali membatin .


" Tuh kan... bengong lagi , Kak Fardan benar-benar ngeselin tau nggak ." Ucap Alifa kesal .


" Baiklah aku akan menjawab semua pertanyaanmu , tapi kamu harus janji kalau kamu tidak akan marah dan tidak akan meninggalkanku jika kamu sudah mengetahui semuanya ." Ucap Fardan .


" Kenapa Kak Fardan memintaku berjanji untuk tidak marah padanya , apa Kak Erlin itu mantan pacarnya ??? " Batin Alifa .


" Baiklah... aku setuju , lagian mana mungkin aku bisa meninggalkan suami yang sangat aku cintai ." Ucap Alifa sembari tersenyum malu saat mengakui perasaannya terhadap Fardan .


" Benarkah...??? " Tanya Fardan memastikan .


" Tentu saja , sudahlah cepat jawab pertanyaanku ." Ucap Alifa .


" Oke... " Fardan menghela napas panjang .


" Gadis yang sedang bersamaku di mall waktu itu adalah Kak Erlin , dia kakak kandungku , dan kami bertemu dua tahun yang lalu ."


" Karena semenjak aku tau kalau aku bukan anak kandung ayah dan bunda , tapi aku hanya anak angkat mereka , maka sejak itu juga aku mulai mencari tau siapa orang tua kandungku sebenarnya , walaupun saat itu aku masih berusia 15 tahun, dan tentu saja itu atas bantuan sahabatku , Kevin ." Fardan berhenti sejenak .


" Aku mencari tau tentang keluargaku lewat ibu panti yang telah merawatku sedari aku lahir , dan dia pun menceritakan semuanya ,karena dia memang mengetahui siapa keluarga kandungku yang sebenarnya , hanya saja dia merahasiakan semua itu dariku , karena itu atas permintaan mommy ku sebelum beliau meninggal ."


~ Flash Back On ~


Seorang wanita cantik yang tengah hamil besar sedang berusaha berlari sejauh mungkin , agar para penjahat yang telah menculiknya tidak kembali menangkapnya , Namun sayang nya para penculik itu terus mengejarnya , hingga dia tiba di sebuah bangunan yang tidak terlalu besar , dan terdapat tulisan


" Panti Asuhan Kasih Ibu "


Tanpa berpikir panjang wanita itu masuk kedalam bangunan itu yang ternyata adalah panti asuhan .


Pemilik panti asuhan itu terkejut melihat kedatangan wanita itu yang sudah penuh dengan luka lembam di bagian wajah dan tubuhnya , apalagi wanita itu tengah hamil besar .


" Tolong saya mbak ,saya mohon tolong saya ." Ucap wanita itu memohon .


Yang tak lain wanita itu adalah Faura , istri dari seorang ceo tampan dan terkaya di kotanya , yaitu Azazian Denis Arfiansyah .


Saat Faura tengah dalam perjalanan pulang dari rumah sakit , karena dia baru saja selesai memeriksakan kandungannya , tiba-tiba saja ada sekelompok preman yang tidak tau dari mana datang nya menghadang mobilnya , dan membawa Faura secara paksa , karena saat itu Faura tengah pergi seorang diri dan hanya di temani oleh seorang supir , karena waktu itu Azazian tengah ada pertemuan penting dengan klien nya dari luar negeri sehingga dia tepaksa membiarkan istri tercintanya pergi ke rumah sakit dengan hanya di temani sopir .

__ADS_1


Awalnya Azazian menyuruh Faura pergi dengan di temani bodyguard nya , namun Faura menolaknya , maka dengan berat hati Azazian mengijinkan nya .


Saat Faura di sekap di sebuah gudang yang jauh dari keramaian , Faura sempat di aniaya , karena berusaha untuk melepaskan tali yang di ikat di tangannya , namun saat para penculik itu lengah , Faura berhasil kabur , namun sayangnya para penculik itu mengetahuinya , sehingga mereka mengejar Faura , hingga akhirnya Faura masuk ke sebuah bangunan yang ternyata adalah panti asuhan .


" Mbak kenapa..., Apa ada yang menyakiti mbak??? " Tanya ibu panti yang ternyata bernama Diah dan usianya juga tidak jauh berbeda dengan Faura .


" Iya mbak , saya mau di culik dan di aniaya ." Ucap Faura dengan wajah yang ketakutan .


" Mbak tidak perlu takut , karena mbak akan aman berada disini ." Ucap Diah .


" Dan untuk sementara Mbak tinggal disini sampai keadaannya aman ." Lanjut Diah .


" Terima kasih mbak ." Ucap Faura senang , karena sudah menemukan tempat yang aman untuknya .


Waktu terus berlalu ,hingga sudah satu minggu Faura tinggal di panti asuhan itu , dan selama itu tidak ada satu pun dari keluarganya yang mengetahui keberadaannya . Karena selama dia tinggal di panti asuhan , dia tidak pernah memberitahukan keberadaannya pada keluarganya termasuk suaminya , Faura masih merasa takut jika orang yang menculiknya akan kembali mengganggunya , karena dia sudah mengetahui dalang di balik penculikan ini , jadi untuk sementara dia memilih tinggal di panti asuhan sampai keadaannya benar-benar aman , karena dia tidak mau jika bayi yang berada di dalam kandungannya berada dalam bahaya .


Apalagi usia kandungannya sudah genap sembilan bulan .


Saat Faura tengah sibuk membantu Diah memasak di dapur , tiba-tiba perutnya merasa sakit yang teramat .


" Aduh... perut aku sakit banget mbak " Faura meringis kesakitan .


" Sepertinya Mbak Faura ingin melahirkan ." Ucap Diah panik .


" Ya... mungkin saja Mbak , awsh... sakit Mbak... aku sudah tidak kuat lagi ." Ucap Faura saat merasakan sakit di bagian pinggang dan perutnya .


" Tidak mbak , aku tidak mau di bawa ke rumah sakit , aku sudah tidak kuat , bisakah Mbak Diah membantuku untuk melahirkan disini ."


" Menghela napas panjang , Baiklah akan ku coba ." Ucap Diah . Dia pun membaringkan tubuh Faura di kamarnya , setelah itu dia membantu Faura melahirakan bayinya .


Satu jam pun berlalu , dan akhirnya Faura bisa melahirkan anaknya dengan selamat .


" Selamat Mbak , anak Mbak Faura laki-laki dan sangat tampan ." Ucap Diah sembari tersenyum menatap wajah mungil bayi yang kini tengah berada dalam dekapannya .


" Boleh aku menggendongnya Mbak ??? " Tanya Faura .


" Tentu saja ." Diah pun menyerahkan bayinya pada Faura .


" Sayang... Mommy sangat menyayangimu ." Ucap Faura sambil tersenyum menatap wajah tampan putranya yang sangat mirip dengan wajah tampan suaminya .


" Anak ini akan ku beri nama Fardan Fauzian Ardiansyah . "


" Fauzian adalah gabungan dari namaku dengan mas Zian , Faura dan Zian ." Lanjut Faura . Tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja .

__ADS_1


Di satu sisi Faura sedih ,karena di saat dia ingin melahirkan , dia harus berjuang sendiri dengan tanpa adanya suami di sampingnya .


Namun di sisi lain dia bahagia , karena dia bisa melahirkan putranya dengan selamat ,meski tanpa di dampingi suaminya .


" Nama yang sangat bagus , tapi apakah Mbak Faura tidak ingin menghubungi keluarga Mbak , terlebih lagi suami Mbak Faura , bayi ini kan harus segera di adzani oleh ayahnya ." Ucap Diah .


" Sepertinya tidak usah Mbak , aku tidak mau nyawa anakku dalam bahaya , dan aku mohon tolong rawat putraku dan sayangi dia sepeti Mbak menyayangi anak Mbak sendiri , karena aku sudah tidak kuat lagi ."


" Maafkan aku mas... aku terpaksa melakukan ini ,karena aku tidak mau nyawa anak kita terancam , apalagi wanita ular itu pasti akan melakukan berbagai cara untuk melenyapkan anak kita demi mendapatkanmu ." Batin Faura .


" Tapi Mbak... suami mbak berhak tau keadaan mbak dan anak ini ."


" Fardan akan lebih aman jika berada di panti asuhan ini , dan jika suatu saat nanti suamiku datang kesini , tolong berikan surat ini kepadanya , dan katakan bahwa anakku tidak bisa di selamatkan ."


" Tapi Mbak... "


" Aku mohon Mbak... ,dan Mbak tidak perlu khawatir , karena aku yakin , jika Fardan sudah dewasa , dia pasti akan tau siapa dia sebenarnya dan siapa ayah kandungnya , jadi percayalah bahwa apa yang aku lakukan ini demi kebaikan putraku , dan tolong jaga cincin ini , berikan cincin ini pada Fardan jika dia sudah mulai mencari tau siapa ayah kandungnya ."


" Baiklah... jika ini sudah menjadi keputusanmu , aku akan menurutinya ."


" Dan satu hal lagi Mbak , jangan kasih tau siapa pun nama terakhir dari Fardan , karena itu akan membongkar identitasnya , cukup Fardan Fauzian saja , jangan berikan embel-embel Ardiansyah di belakangnya ."


" Iya Mbak... tapi Mbak Faura harus kuat , Mbak Faura harus bisa bertahan demi Fardan ."


" Maafkan aku... " Ucap Faura lirih .


Dan kini dia telah menghembuskan nafas terakhirnya .


-


-


-


-


-


HAI READERS TERCINTA


JANGAN LUPA NIH....


TERUS BERIKAN DUKUNGAN KALIAN SEMUA DENGAN...

__ADS_1


LIKE , KOMEN DAN VOTE .


TERIMA KASIH...


__ADS_2