
" Haikal apa yang kamu lakukan ." Ucap Widia mulai ketakutan , karena saat ini Haikal sudah membalikkan posisinya , hingga sudah berada di bawah kungkungannya .
" Alifa... Aku sangat mencintaimu sayang..., ku mohon jangan tinggalkan aku ." Ucap Haikal , dia masih mengira bahwa Widia adalah Alifa .
" Haikal ini aku Widia , bukan Al..." Ucap Widia terpotong saat Haikal membungkam mulut Widia dengan bibirnya , bahkan dia mencium bibir Widia dengan rakus dan m*****t nya dengan kasar .
Butiran bening lolos tanpa izin empunya , bagaimana tidak , jika Haikal menyerangnya karena dia mengira bahwa gadis di depannya saat ini adalah Alifa , bukan dirinya .
Kini mereka sudah sama-sama polos tanpa sehelai benang pun yang melekat pada tubuh mereka . Haikal memperlakukan Widia dengan kasar dan ganas , karena Widia selalu memberontak hingga membuat Haikal merasa kesal .
Widia begitu malu kepada dirinya saat ini .
Hatinya begitu ingin terus berontak walaupun percuma , mengingat kekuatannya tak akan sebanding dengan kekuatan Haikal . Tapi tubuhnya dengan mudah menghianatinya , jelas saat ini tubuhnya menikmati semua yang di lakukan oleh Haikal di sela - sela rasa sakit yang ia rasakan .
Dan pada malam itu , adalah menjadi malam terburuk bagi seorang Widia , karena kesucian nya di rengut secara paksa oleh orang yang amat di cintainya .
* Flash Back Off *
" Tapi kenapa kamu tidak memaksa Haikal untuk bertanggung jawab terhadapmu , apapun alasannya bayi yang kamu kandung adalah anaknya , darah dagingnya ." Tanya Alifa heran .
" Aku juga berharap begitu Lif , tapi saat itu aku tidak berdaya , karena dia mengancamku ."
" Mengancammu dengan apa ? apa dia mengancam akan membunuhmu jika kamu memberi tahu keluargamu yang sebenarnya ."
" Tidak , dia mengancam akan menyebarkan video ku saat bersama pria lain di hotel waktu itu ." Widia tak dapat lagi membendung air matanya saat mengingat betapa kejamnya perbuatan Haikal terhadapnya .
" Haikal adalah pemuda yang licik , saat aku menelponnya dan memberitahukan tentang kehamilanku , dia mengajakku untuk bertemu dengannya di sebuah cafe , dan tanpa rasa curiga aku menyetujuinya , tapi aku tidak menyangka ternyata dia begitu kejam dan licik , dia sengaja menaruh obat pe**ngs**g di dalam minumanku , setelah itu dia membawaku ke hotel dalam keadaan tidak sadarkan diri dan...." Widia tidak sanggup untuk melanjutkan bicaranya , karena baginya itu terlalu menyakitkan untuk di ingat .
__ADS_1
" Dan apa wid..." Tanya Alifa penasaran .
" Dia membayar orang untuk meniduriku Lif , bahkan dia merekam semua adengan yang aku lakukan dengan pria bejat itu , dan terlihat jelas di sana bahwa aku begitu agresif , karena saat itu aku dalam pengaruh obat , tapi untungnya obat itu tidak berpengaruh pada bayiku , karena itu aku tidak berani bicara yang sebenarnya terhadap kedua orang tuaku dan orang tua Haikal ."
" Astagfirullah hal adzim.... " Ucap Alifa terkejut dengan penuturan Widia .
Sebagai sesama perempuan Alifa ikut sedih mendengar apa yang di alami Widia saat ini , bahkan kini dia juga ikut meneteskan air mata , karena merasa prihatin terhadap perempuan di depannya .
" Tidak ku sangka , bahwa Haikal akan sejahat itu ." Batin Alifa .
" Lalu kenapa Kak Hafiz bisa menikah denganmu , apa sebelumnya kalian sudah saling mengenal ." Tanya Alifa .
" Aku menjebaknya dengan merekayasa fotoku dan Kak Hafiz yang aku dapatkan dari seseorang , di foto itu aku seakan terlihat mesra dengan Kak Hafiz , bahkan aku sudah mencari tau kapan Kak Hafiz akan pulang dari tempat tugasnya , dan dengan sengaja aku menaruh foto itu di bawah bantalku ." Widia nerhenti sejenak .
" Lalu aku menyuruh pelayanku untuk memberikan foto itu pada ayahku , dan memberi tahukan bahwa aku tengah janjian dengan orang yang telah menghamiliku ,dan siapa sangka ternyata rencanaku berhasil , Kak Hafiz masuk ke perangkapku dan dia di paksa menikahiku di balai desa ." Jelas Widia .
" Kenapa kamu melakukan itu ??? Apa salah Kak Hafiz terhadapmu , hingga kamu begitu tega menjadikan dia sebagai kambing hitam dari perbuatan orang lain ." Ucap Alifa tersulut emosi .
" Sebenarnya yang salah disini bukan Kak Hafiz , tapi kamu... , kamu yang sudah menghancurkan semuanya , karena kamu Haikal meninggalkanku bahkan dia tega menjebakku dan karena kamu juga Kak Hafiz membenciku ."
" Dan aku ingin kamu juga merasakan apa yang aku rasakan , aku ingin kamu merasakan bagaimana rasanya di tinggalkan orang yang sangat kamu cintai yaitu Kak Hafiz ." Lanjut Widia .
" Keterlaluan kamu Wid , hanya karena dendam kamu memfitnah orang yang tidak bersalah , seharusnya kamu sadar... kalau yang menghamili kamu dan yang menjebakmu itu adalah Haikal , bukan aku ataupun Kak Hafiz , tapi kamu malah balas dendam kepada orang yang sama sekali tidak tau masalahmu ." Ucap Alifa penuh amarah .
" Kamu boleh membenciku , tapi jangan Kak Hafiz , dia orang yang sangat baik , dia tidak pantas di perlakukan seperti itu , apalagi dia sama sekali tidak tau tentang hubunganku dengan Haikal ." Ucap Alifa .
" Tapi semuanya sudah terlambat Lif , sekarang Kak Hafiz sudah menjadi milikku , hanya milikku , dan tentu saja semua ini salahmu , jika saja kamu tidak hadir ke dalam hidup Haikal , dia tidak akan mungkin membenciku , dan tentu saja semua ini tidak akan pernah terjadi ." Ucap Widia sambil tersenyum sinis .
__ADS_1
Entah apa maksud di balik semua ini , kenapa dia tiba-tiba saja membongkar semua rahasianya terhadap Alifa .
Kini Widia sudah menghilang dari pandangan Alifa , dia pergi begitu saja setelah mengatakan yang sebenarnya terhadap Alifa . Fardan yang sedari tadi memang menyaksikan semua itu , kini berjalan menghampiri Alifa yang masih terdiam di tempatnya dengan pandangan yang sulit di artikan .
Tidak ada satu orang pun yang menyaksikan pertengkaran antara dua gadis itu kecuali Fardan .
Karena saat dia melihat Alifa mulai emosi ketika sedang berbicara dengan Widia , dengan segera Fardan memerintahkan Kevin untuk memboking tempat itu , supaya tidak ada yang menyaksikan pertengjaran mereka yang semakin lama semakin memanas .
" Sayang... ada apa ???" Tanya Fardan seolah-olah tidak tau apa yang terjadi .
" Tidak ada apa-apa , aku hanya ingin pulang ." Ucap Alifa dingin , bahkan dia berjalan mendahului suaminya .
Fardan yang melihat hal itu hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar .
Saat dalam perjalanan pulang , tak ada satu pun dari mereka yang angkat bicara , mereka masih sibuk dengan pikiran mereka masing-masing , terlebih lagi Alifa . Dia begitu syok saat mengetahui bahwa Hafiz tidak bersalah dalam hal ini , justru dia malah menjadi korban dari orang yang mempunyai dendam terhadap Alifa .
Hai para readers...
Demi kalian aku sampai rela begadang
karena aku tidak mau kalian menunggu terlalu lama .
Jadi ku mohon tolong jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like 👍,
komen ,dan vote .
Jangan lupa juga untuk menjadikan novel ini sebagai favorit jika kalian suka dengan alur ceritanya .
__ADS_1
TERIMA KASIH...😉😉😉