Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 25


__ADS_3

Mencintaimu adalah pilihanku


Berharap di cintai olehmu


Itulah harapan terbesarku


Bahkan ku berharap...


Bahwa aku tetap bisa berada di sisimu


Meski kamu tak pernah mengharapkan


Aku untuk selalu berada di sisimu .


Lagi-lagi Alifa mendapatkan pesan dari nomor yang tak di kenalnya . Dan anehnya setiap orang misterius itu mengirimkan pesan terhadap Alifa ,orang itu selalu menggunakan nomor yang berbeda .


" Apa orang ini penjual kartu kali ya ,kok setiap dia kirim pesan sama aku selalu pake nomor ponsel yang berbeda ." ucap Alifa yang kini tengah duduk berselonjoran di atas ranjangnya .


" Kamu baca apa sih , kok keliatannya serius banget ." ucap Fardan yang tiba-tiba saja sudah berdiri di ambang pintu kamarnya . Dia pun berjalan menghampiri Alifa dan duduk di bibir ranjangnya .


" Nggak , aku gak baca apa - apa ." ucap Alifa mengelak .


" Bohong... coba sini aku liat ." Fardan merampas ponsel Alifa .


" Ih... Kak Fardan apa-apaan sih...,kembalikan ponselku ." Alifa mencoba merebut kembali ponselnya , namun sayangnya tidak berhasil .


" Sosweet banget ya , siapa yang udah kirim pesan kayak gini sama kamu ." tanya Fardan sambil memberikan ponsel nya pada Alifa .


" Mana aku tau , emang Kak Fardan gak liat apa , kalau yang ngirim pesan itu dari nomor yang tak dikenal ." gerutu Alifa .


" Apa jangan-jangan itu dari Haikal kali ya , dia kan masih cinta mati sama kamu ." ucap Fardan sembari memalingkan wajahnya .


" Kak Fardan cemburu ya ." goda Alifa .


" Nggak... siapa yang cemburu ." elak Fardan .


" Bohong... udahlah ngaku aja iya kan...,


lagian Haikal itu kan hanya mantan ku ,kalau Kak Fardan kan suamiku , jadi .... gak usah cemburu ya... " goda Alifa sambil mengerlingkan sebelah matanya .


" Benarkah... " tanya Fardan sembari menatap Alifa dengan lekat .


"Hemmm ." jawab Alifa sembari menganggukkan kepalanya .


" Kalau begitu... " Fardan menggantungkan bicaranya sambil tersenyum devil . Dia menatap Alifa dan semakin mendekatkan diri pada Alifa .

__ADS_1


"Kak Fardan mau ngapain ." ucap Alifa gugup karena kini wajah Fardan sudah berada tepat di depan wajahnya bahkan kini dia dapat merasakan hembusan napas suaminya .


" Aku mau menunaikan kewajibanku ." bisik Fardan pada Alifa .


" Kalau kamu mau tidak , menunaikan kewajibanmu ." bisik Fardan lagi .


" Mak...maksud Ka.. Kak Fardan apa ." ucap Alifa terbata - bata . Dia benar-benar takut kalau Fardan meminta hak nya sekarang , karena sejujurnya Alifa masih belum siap kalau untuk itu .


Tiba-tiba Fardan tertawa , dia sudah tidak tahan melihat wajah Alifa yang terlihat ketakutan dan gugup , karena menurut Fardan itu terlihat sangat lucu dan menggemaskan .


"aha...ha...ha...ha... kenapa wajahmu terlihat lucu sekali kalau lagi ketakutan seperti itu ." ledek Fardan .


" Ih... Kak Fardan ngerjain aku ya ." ucap Alifa kesal sambil memukul lengan Fardan .


" Emang iya... week..." Fardan menjulurkan lidahnya .


" Dasar.... nyebelin.... " teriak Alifa sambil mengejar Fardan yang kabur setelah berhasil mengerjai Alifa ,karena dia takut istri kecilnya itu menghajarnya .


" Ayo kejar aku kalau kamu bisa ." tantang Fardan .


"Ooo... kamu menantangku ya , okey... " mereka pun bermain kejar - kejaran di kamarnya sambil sesekali mereka tertawa .


Fardan berlari sambil sesekali dia membalikkan badannya dan mencibir pada Alifa , hingga saat dia berlari dengan mundur kebelakang tanpa dia sadari bahwa di belakangnya ada sofa sehingga membuat kakinya membentur sofa itu dan...


Bukkk...


"Aha...ha...ha... emang enak , rasain tuh... week..." ledek Alifa sembari menjulurkan lidahnya .


Fardan yang merasa kesal karena telah di tertawakan , langsung menarik tangan Alifa yang berdiri tidak jauh darinya , karena Fardan menarik tangan Alifa dengan terlalu kuat , Alifa ikut terjatuh dan menidih tubuh kekar suaminya ,bahkan tanpa sengaja bibir Alifa mendarat bebas di bibir Fardan sehingga membuat mata keduanya terbelalak karena saking terkejutnya .


"Oh tidak... , apa yang aku lakukan ." batin Alifa setelah sadar dari keterkejutan nya . Dia ingin beranjak dari jatuhnya , namun Fardan malah semakin erat memeluk pinggangnya sehingga membuat Alifa tidak bisa bergerak .


"Ih... Kak Fardan apa-apaan sih , lepasin aku... " Alifa bersikeras melepaskan diri dari Fardan dengan terus bergerak gerak di atas tubuh suaminya .


" Kamu sudah berani menciumku dan sekarang kamu minta aku melepaskanmu , jangan mimpi ." ucap Fardan sambil tersenyum devil . Dan tentu saja senyuman itu membuat Alifa sedikit ketakutan .


" Aku kan tidak sengaja ,lagian itu salah Kak Fardan sendiri karena telah menarik tanganku dengan terlalu kuat sehingga aku jatuh menimpa tubuhmu dan tidak sengaja menciummu , jadi ku mohon lepaskan .... " rengek Alifa .


"Hhh... tidak akan..." Fardan membalikkan tubuhnya sehingga tubuh Alifa kini telah berada di bawah tubuhnya .


"Nah... ini baru benar . " ucap Fardan sambil tersenyum devil .


"Maksud Kak Fardan apa ." tanya Alifa heran . Namun Fardan tidak menghiraukan pertanyaan Alifa , karena dia tengah sibuk menatap wajah cantik istrinya dengan begitu intens hingga pandangan nya berhenti pada bibir merah alami istrinya .


Dan kini bibir merah itu telah menyatu dengan bibirnya , dengan perlahan Fardan menggerakkan bibirnya dan ******* lembut bibir Alifa , namun sang empunya hanya terdiam tanpa melakukan pergerakan ,karena dirinya masih terkejut dengan apa yang telah suaminya lakukan terhadapnya .

__ADS_1


Alifa memejamkan matanya , menikmati ciuman suaminya yang begitu lembut .


Fardan yang mulai menyadari dengan apa yang telah di lakukan nya terhadap Alifa , segera menghentikan ciuman nya dan segera beranjak dari atas tubuh Alifa , lalu membenarkan posisi duduknya , begitu pun dengan Alifa .


"Astagfirullah..., apa yang telah aku lakukan ." batin Fardan menyesal .


" Maaf... " ucap Fardan lirih , namun masih bisa di dengar oleh Alifa .


Dia pun menatap wajah bingung istrinya .


Setelah itu dia beranjak dari dudukknya dan berlalu pergi ke kamar mandi .


" Kak Fardan kenapa ??? Apa menciumku adalah sebuah kesalahan ,sehingga dia meminta maaf kepadaku ." batin Alifa .


" Atau... dia menyesal karena dia sudah menyentuh orang yang tak dicintai nya ." Alifa kembali membatin .


Di kamar mandi...


" Astagfirullah... apa yang telah aku lakukan , kenapa aku melanggar janjiku sendiri untuk tidak menyentuh Alifa sebelum dia juga mencintaiku ." batin Fardan sambil mengusap wajahnya dengan kasar .


"Kenapa aku jadi terbawa suasana sih , padahal aku hanya ingin menggodanya ." ucap Fardan menyesal .


-----


Di kediaman Mahendra .


Setelah selesai sholat isya' , Ifan merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan menjadikan kedua tangannya sebagai bantalan kepalanya .


Dia menatap langit-langit kamarnya .


" Rumah ini terasa sepi tanpa Alifa dan Kak Fardan, kira-kira sekarang mereka lagi ngapain ya ."batin Ifan .


"Aish... kenapa aku jadi mikirin pengantin baru itu , ya... yang pastinya mereka sekarang lagi bermesraan di rumah barunya , disana kan mereka hanya tinggal berdua ." ucap Ifan .


Visual Alifa



Visual Fardan .



Semoga kalian suka ya... sama visualnya .


Jangan lupa tinggalkan like ,komen dan vote .

__ADS_1


Terima kasih...😉😉😉


__ADS_2