Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 32


__ADS_3

" Sebenarnya sih aku ingin... sekali pulang ke rumah tapi... " Belum selesai Alifa bicara , tiba-tiba sebuah mobil mewah sudah berhenti tepat di depan mereka .


" Kak fardan... " Batin Alifa .


Ya... pemilik mobil mewah itu adalah Tuan muda Fardan Fauzian Mahendra .


Ia turun dari mobilnya .


" Apa aku terlambat ? " Tanya Fardan saat ia sudah berdiri di depan Alifa .


" Tidak , aku juga baru selesai ." Jawab Alifa .


" Kamu apa kabar ?" Tanya Fardan pada Ifan .


" Ya... seperti yang kamu liat , aku baik-baik saja ." Jawab Ifan .


" Apa kalian tidak ingin berkunjung ke rumah ." Tanya Ifan menatap mereka secara bergantian .


" Ya... ingin nya sih gitu , tapi kalau untuk hari ini aku tidak bisa , karena setelah ini aku ada temu janji dengan klien ." Jawab Fardan .


" Ooo... gitu ."


" Ya udah kita duluan ya , ayo Lif ." Ajak Fardan sembari membukakan pintu mobil untuk Alifa .


" Aku duluan ya Kak , Ai ." Pamit Alifa pada Ifan dan Aila .


" Oke , sampai jumpa lagi besok ." Ucap Aila sembari menyunggingkan senyumnya .


" Oke ." Alifa pun masuk kedalam mobilnya dengan di ikuti Fardan .


-----


Di sebuah rumah yang megah dan mewah bak istana , terlihat seorang pria paruh baya namun masih terlihat tampan dan berwibawa tengah duduk santai di ruang tengah sembari menikmati teh hijau kesukaannya , yang tak lain pria itu adalah Azazian Denis Arfiansyah .


Seorang presdir perusahaan terbesar pertama di negara xx . Dia pria yang dingin dan tegas , namun dia bisa bersikap lembut saat bersama keluarganya ,terutama kepada putra putrinya .


" Daddy... " Teriak seorang gadis cantik yang kini tengah berlari ke arah Azazian , siapa lagi kalau bukan putri sulungnya , Erlin .


" Daddy... aku sangat merindukan Daddy ." Ucap Erlin yang kini tengah memeluk Azazian .


" Apalagi Daddy , Daddy sangat - sangat merindukanmu ." Ucap Azazian sembari membalas pelukan putrinya .


" Kenapa Daddy pulang tidak mengabariku , aku kan bisa jemput Daddy ke bandara ."


" Daddy sengaja tidak mengabarimu karena Daddy ingin kasih kamu kejutan ."


" Oh ya , kamu dari mana ." Tanya Azazian pada putrinya .


" Aku dari Kampus ."


" Kampus...? ngapain kamu ke sana ? " Tanya Azazian heran . Pasalnya putrinya itu seorang dokter , jadi seharusnya dia ada di rumah sakit , bukan di kampus .

__ADS_1


" Aku mengajar di sana Dad , dan asal Daddy tau , aku terpaksa mengajar di sana karena atas permintaan putra kesayangan Daddy ." Oceh Erlin .


" Maksud kamu Fardan ." Tanya Azazian .


Ya... Fardan adalah anak kandung dari Azazian Denis Arfiansyah dengan Faura Anindita Hermawan . Namun kejadian beberapa tahun yang lalu membuat Azazian harus kehilangan istri dan putranya yaitu Fardan , bahkan waktu itu Azazian mengira kalau putranya tidak bisa di selamatkan , namun siapa sangka setelah beberapa tahun lamanya , dia malah bertemu dengan pemuda tampan yang memiliki banyak kemiripan dengan dirinya , bahkan hampir sama dengannya di waktu muda , dan pemuda itu adalah Fardan , anak kandungnya yang ia kira telah tiada .


" Iya dad... memangnya siapa lagi ." Ucap Erlin .


" Untuk apa dia memintamu mengajar di sana ? " Tanya Azazian heran .


" Untuk apalagi kalau bukan untuk menjaga dan mengawasi istri kesayangannya itu , dan Daddy tau sendiri kan... kalau aku paling tidak bisa menolak keinginan adik kesayanganku itu ."


" Dia mirip sekali denganku , sangat posesif jika sudah berurusan dengan orang yang dia sayang ." Gumam Azazian pelan namun masih bisa di dengar oleh Erlin .


" Ya... sifat posesif Fardan itu memang menurun dari Daddy , bahkan dia tidak mau istrinya dekat dengan pria mana pun ."


" Sepertinya dia sangat mencintai istrinya , Daddy jadi tidak sabar untuk bertemu dengannya ."


" Alifa gadis yang sangat cantik dan baik Dad , aku yakin Fardan bisa mendapatkan cintanya dan akan bahagia bersamanya ."


" Daddy sabar aja , Fardan pasti akan mengenalkan Alifa pada kita , tapi dia masih menunggu waktu yang tepat untuk membuka identitas aslinya pada Alifa ." Lanjut Erlin .


" Ya... Daddy akan bersabar untuk itu ." Ucap Azazian sembari tersenyum .


-----


Di tempat lain , lebih tepatnya di sebuah cafe .


" Kak Fardan aku ingin pulang ." Rengek Alifa .


" Tidak bisa Lif , kamu tunggu saja disini sebentar , aku harus menemui klien ku dulu , setelah itu baru kita pulang ."


" Tapi aku bosen jika hanya duduk seorang diri disini ."


" Aku janji tidak akan lama , kamu bisa pesan apapun yang kamu mau ,oke ."


" Hemmm... baiklah ,tapi janji ya , jangan lama-lama ,soalnya aku bosen jika hanya menunggu disini ."


" Iya sayang... " Ucap Fardan sembari tersenyum , membuat ketampanan nya kian bertambah .


" Ya sudah aku kesana dulu ya ." Pamit Fardan .


" Hemmm." Alifa hanya berdehem .


Fardan pun pergi menemui klien nya .


" Tau gitu ,aku ikut Kak Ifan aja ke rumah ." Gerutu Alifa dengan wajah yang terlihat di tekuk .


Tak lama kemudian seorang pelayan datang dengan membawa pesanan Alifa .


" Silahkan di nikmati Nona ." Ucap pelayan itu dengan ramah .

__ADS_1


" Terima kasih ." Ucap Alifa .


"Sama-sama ." Pelayan itu pun pergi .


Saat Alifa tengah asyik memainkan ponselnya , tiba-tiba ada seorang gadis yang tengah hamil menghampirinya .


" Boleh aku duduk disini ." Tanya gadis itu pada Alifa . Karena saat ini tempat duduk di cafe itu sudah penuh saking banyaknya pengunjung yang datang ke cafe itu .


" Ya... silahkan saja ." Ucap Alifa tanpa melihat siapa orang di depannya , karena dia masih fokus pada ponselnya .


Gadis itu pun duduk satu meja dengan Alifa .


" Sepertinya aku pernah bertemu dengan gadis ini sebelumnya , tapi dimana ya... " Batin gadis itu .


" Kamu Alifa kan... " Tanya gadis itu setelah menyadari kalau gadis di depannya adalah mantan tunangan suaminya .


Mendengar namanya di sebut , seketika Alifa mendongakkan kepalanya menatap gadis di depannya .


Deg


Mata Alifa terbelalak setelah mengetahui siapa gadis di depannya .


Siapa lagi kalau bukan Widia , gadis licik yang sudah merebut Hafiz dari Alifa .


" Kamu... "Ucap Alifa dengan tatapan yang sulit di artikan .


" Tidak ku sangka aku bisa bertemu kembali denganmu ." Ucap Widia sembari tersenyum sinis .


" Dan aku lebih tidak menyangka lagi , jika aku harus bertemu dengan wanita pelakor sepertimu ." Sinis Alifa .


" Jaga bicaramu , kamu pikir kamu itu gadis baik-baik ." Ucap Widia emosi .


" Hhh... kamu itu tidak ada bedanya denganku ." Lanjut Widia .


" Apa maksudmu ." Tanya Alifa yang tidak mengerti dengan perkataan Widia .


" Kamu ini benar-benar tidak tau , atau hanya pura-pura tidak tau ."


" Cukup ya , aku benar-benar tidak tau apa maksudmu , dan jangan pernah samakan aku denganmu ." Ucap Alifa yang kini mulai tersulut emosi .


-


-


-


-


-


**JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN & VOTE .

__ADS_1


TERIMA KASIH...😉😉😉**


__ADS_2