
" Siapa juga yang mau sama cewek yang bawelnya kebangetan kayak kamu ." Ketus Ifan .
Alifa yang sudah merasa sangat kesal dengan tingkah sahabat dan kakaknya ,pergi begitu saja meninggalkan mereka .
" Tuh... liat gara-gara kamu , Alifa jadi ninggalin aku kan ,dasar ngeselin ." Oceh Aila .
" Alifa tunggu ." Panggil Aila ,Dia pun mempercepat langkahnya agar bisa mengejar Alifa .
" Selalu... aja aku yang di salahin , selalu... aja aku yang di tinggalin , mereka emang bener-bener ya ." Oceh Ifan , dengan wajah kesal dia menyusul Alifa dan Aila ke kantin .
Wajah tampan Ifan mampu membuat para pecinta cogan berteriak histeris saat melihat Ifan tengah berjalan di koridor kampus , begitu pun dengan Alifa yang tak kalah cantik , banyak pasang mata yang memperhatikannya .
Alifa yang berjalan dengan rasa kesal yang masih memuncak membuatnya tak memperhatikan jalan sehingga dia tidak sengaja menabrak seseorang hingga terpental . Begitu juga dirinya .
" Aduh maaf ya... aku tidak sengaja ." Alifa mendekati perempuan itu .
Mengulurkan tangan untuk membantynya berdiri .
" Kamu tak apa ?" Tanya Alifa .
Setelah mengibaskan rok nya perempuan itu mendongak .
Deg
Alifa terbalalak saat menatap perempuan di hadapannya . Tubuhnya terpaku .
Dia tak percaya bisa bertatap muka secara langsung dengan perempuan yang selama ini mengganggu pikirannya dan mengusik ketenangannya .
" Bukankah dia perempuan yang bersama Kak Fardan di maal dan di cafe waktu itu ,kenapa dia bisa ada disini ???" Batin Alifa sembari terus menatap perempuan cantik di hadapannya .
" Aku tidak apa-apa ." Jawab perempuan itu sembari tersenyum ramah ,membuat Alifa tersadar dari keterkejutannya .
" Eh... syukurlah kalau begitu ,sekali lagi aku minta maaf ." Ucap Alifa mencoba menutupi keterkejutannya .
" Iya tidak masalah ,lagian ini bukan sepenuhnya salahmu ,tadi aku berjalan dengan cepat ,jadi aku juga minta maaf ."
" Oh ya ,kamu siswa baru disini ya..."
" Iya ." Jawab Alifa .
" Kalau begitu... kenalin aku Erlin , aku salah satu dosen di kampus ini ." Ucap Erlin sambil tersenyum ramah .
" Aku Alifa ." Ucap Alifa sambil menerima uluran tangan Erlin .
" aku tidak menyangka bisa bertemu dengannya sekarang , dan gadis ini sangat cantik , pantas saja Fardan sangat mencintainya ." Gumam Erlin dalam hati .
" Ya sudah ,aku pergi dulu ." Erlin pun pergi .
" Siapa sebenarnya gadis itu , apa benar dia kekasih Kak Fardan ??? tapi jika itu benar ,pantas saja Kak Fardan mencintainya , sepertinya dia gadis yang baik , cantik lagi ." Oceh Alifa bicara sendiri . Dia pun kembali melangkahkan kakinya menuju kantin dan entah kenapa saat ini perasaannya tak karuan semenjak bertemu dengan gadis yang bernama Erlin .
Sesampainya di kantin , Alifa memilih duduk di kursi yang ada di sudut ruangan itu agar lebih nyaman .
" Kok kamu ninggalin aku sih Lif ?." Tanya Aila yang kini sudah mendudukan tubuhnya di kursi kosong di samping Alifa . Namun yang di tanya malah melamun , Alifa masih kepikiran dengan pertemuan yang tak sengaja dengan gadis yang menurut dia kekasih suaminya .
__ADS_1
" Hei... Alifa... " Panggil Aila dengan agak berteriak , membuat lamunan Alifa buyar .
" Ck... Apaan sih... bisa gak , kalau gak teriak-teriak ." Ketus Alifa dengan wajah di tekuk .
" Abisnya kamu sih ngeselin banget , udah ninggalin aku dan sekarang malah melamun tanpa menghiraukan keberadaanku ." Oceh Aila .
" Buat apa aku nungguin orang yang lagi sibuk bertengkar ." Ucap Alifa .
" Hmm baiklah ,aku tau aku salah ."
" Kamu masih belum pesan makanan ? " Tanya Aila lagi .
" Belum ." Jawab Alifa singkat .
" Ya udah aku pesan kan dulu , kamu mau makan apa ? " Tanya Aila .
" Samakan saja denganmu ." Jawab Alifa sambil melihat handphone nya , karena dia mendapat pesan dari suami tampan nya .
" Oke..." Aila pun memanggil pelayan kantin untuk memesan makanan mereka .
{ Kak Fardan }
" Satu jam lagi aku akan menjemputmu ."
{ Istri Impian... }
" Baiklah... aku tunggu ." Balas pesan Alifa .
Ya... Fardan sudah mengubah nama kontak Alifa dengan " Istri Impian..." karena selama ini dia bermimpi untuk bisa menikah dengan gadis yang sangat di cintainya .
Tiba-tiba seorang pemuda tampan berjalan menghampiri mereka .
Siapa lagi kalau bukan Ifan . Dia pun mendudukkan tubuhnya di samping kanan Alifa .
" Seneng banget kamu ya Lif , ninggalin kakak tampanmu ini ." Oceh Ifan .
" Dari pada Kak Ifan ngoceh gak jelas , mendingan Kak Ifan pesan makanan ya kan... " Ucap Alifa .
" Udah gak nafsu makan ." Ifan memperlihatkan wajah kesalnya .
" Owh... ya udah ." Jawab Alifa .
" Kok jawabnya gitu doang sih... dasar adik gak peka ." Batin Ifan .
Ifan yang sebenarnya merasa sangat lapar , akhirnya memesan makanan .
" Katanya gak nafsu makan ." Ledek Alifa .
" Gak nafsu makannya gak jadi ." Ucap Ifal dengan wajah di tekuk .
Alifa yang melihat wajah Ifan yang terlihat di tekuk hanya tersenyum kecil .
" Kenapa senyum-senyum , naksir ya... " Ucap Ifan kesal melihat Alifa tersenyum .
__ADS_1
" Dih... ge er amet , maaf ya... aku dah punya suami ."
" Ya... kali aja selama ini kamu diam-diam suka sama aku ,tapi sayangnya kamu malah nikah sama Kakakku ." Ucap Ifan dengan begitu pede nya .
" Bukannya kebalik ya... " Kali ini Aila yang angkat bicara .
Deg
Seketika mulut Ifan menjadi bungkam mendengar ucapan Aila , bahkan jantungnya terasa sesak , karena ucapan Aila memang benar adanya .
" Kenapa dia bisa tau , tapi mana mungkin... atau dia hanya menebak saja ." Batin Ifan .
" Kenapa diam , benar begitu kan..." Lanjut Aila .
" Ya... kamu memang benar ." Ucap Ifan dengan begitu santainya .
Deg
Kali ini Aila yang merasakan sesak di dadanya , pasalnya selama ini dia diam-diam menaruh rasa pada cowok tampan di depannya , namun sayangnya orang yang di cintainya malah mencintai sahabat baiknya yaitu Alifa .
Sedangkan Alifa hanya bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa , karena menurutnya Ifan hanya bercanda saja , jadi tidak bisa di percaya .
" Alifa kan adik kesayanganku, jadi tentu saja aku menyukainya sebagai adik , tidak lebih ." Jelas Ifan sembari tersenyum manis .
" Benarkah... " Tanya Aila memastikan .
" Tentu saja ." Jawab Ifan .
Jawaban Ifan membuat Jantung Aila berdetak dengan semestinya dan rasa seseak itu mulai hilang dengan sendirinya .
Setelah selesai makan , mereka pun langsung pergi menuju parkiran kampus .
" Lif ,kamu gak ingin pulang bareng aku , apa kamu tidak ingin berkunjung ke rumah untuk menemui bunda , aku yakin bunda pasti senang kalau kamu datang ." Ucap Ifan .
" Sebenarnya sih aku ingin... sekali pulang ke rumah , tapi... " belum selesai Alifa bicara ,tiba-tiba sebuah mobil mewah sudah berhenti tepat di depan mereka .
-
-
-
-
-
Maaf ya... author baru bisa up .
Maklum lah... author sibuk di dunia nyata .
Jadi author mohon maaf sebesar besarnya .
Dan terima kasih... karena kalian masih setia menunggu kelanjutan dari novelku.
__ADS_1
**JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE KOMEN DAN VOTE .
TERIMA KASIH...😊😊😊**