
" Hadeh... mode ngambeknya On lagi nih ."Batin Fardan .
Sesampainya di kamar , Fardan melihat Alifa tengah duduk di sofa sembari memainkan ponselnya .
Dia pun berjalan menghampiri sang istri dan duduk di sampingnya .
" Sayang... jangan marah ya , maaf aku..."
" Aku tidak marah kok ." Ucap Alifa memotong pembicaraan suaminya .
" Kalau kamu tidak marah kenapa kamu ninggalin aku begitu aja ." Tanya Fardan lembut .
" Aku hanya kesal saja terhadapmu ." Ucap Alifa tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya .
" Apa bedanya ,itu sama aja sayang ."
" Beda lah ,kalau aku marah ,aku tidak akan bicara padamu , sudahlah aku mau ambil wudu' dulu ,mau sholat dzuhur ." Ucap Alifa sambil beranjak dari duduknya , belum satu langkah dia melangkahkan kakinya , Fardan sudah menarik tangannya dengan cukup kuat , hingga membuat Alifa jatuh ke pangkuannya .
" Ah... "Alifa terkejut , karena Fardan tiba-tiba menariknya .
Cup
Tanpa aba-aba Fardan langsung mengecup sekilas bibir merah muda Alifa ,dan dia melakukannya berkali-kali , namun di kecupan yang terakhir dia m*****t habis bibir Alifa , namun dengan sangat lembut hingga Alifa yang awalnya hanya membelalakkan matanya karena masih dalam mode terkejut , malah ikut menikmati perlakuan lembut suaminya ,bahkan dia membalas nya .
Setelah cukup lama mereka berciuman , Fardan pun menyudahinya .
" Ingat... jangan pernah ngambek lagi , aku tidak suka , atau kamu mau aku hukum dengan cara seperti ini , bahkan bisa lebih dari ini ." Ucap Fardan sambil menatap manik mata Alifa .
" Lebih dari ini , maksudnya ??? " Tanya Alifa polos .
Fardan tersenyum kecil mendengar pertanyaan istrinya .
" Akan ku beri tahu ,tapi bukan disini ." Ucap Fardan sambil mengangkat tubuh Alifa dan membawanya ke atas ranjang .
Dengan hati-hati dia membaringkan tubuh Alifa dan menidihnya .
" Kak Fardan mau ngapain ." Tanya Alifa gugup .
" Memberitahumu apa maksud dari kata lebih dari sekedar ciuman , sayang ." Ucap Fardan menekankan kata " Sayang " nya .
Dia pun kembali melahap bibir merah muda istrinya , bahkan tangannya tidak mau tinggal diam , tangannya nakalnya kini sudah menyelusup masuk kedalam baju yang di kenakan istrinya , dan berkeliaran kesana kemari meraba apa saja yang ada di baliknya .
Kini mereka sudah sama-sama polos tanpa mengenakan sehelai benangpun , Fardan menarik selimut hingga menutupi sebagian tubuh dirinya dan Alifa .
Dan pergulatan panas di atas ranjang pun terjadi .
Setelah cukup lama mereka bergulat dan sama-sama mencapai puncak kenikmatan surga dunia , Fardan menjatuhkan tubuhnya di samping istrinya .
" Terima kasih sayang , I love you ."Ucap Fardan sembari mengecup kening Alifa cukup lama .
" I love you tou ." Jawab Alifa sembari tersenyum manis .
" Ya allah... " Teriak Fardan sambil melototkan matanya .
" Ada apa Kak , kok sampe segitunya ???" Tanya Alifa heran .
" Udah Jam setengah tiga , tapi kita masih belum sholat dzuhur ." Jelas Fardan .
__ADS_1
" Apaaa....??? " Teriak Alifa tak kalah terkejutnya , bahkan dia berteriak tepat mengenai telinga Fardan .
" Ih... sayang... kalau teriak kira-kira dong , masak teriak tepat di telingaku ." Ucap Fardan kesal .
" Hehehe... maaf Kak , gitu aja marah ." Ucap Alifa sambil cengengesan .
" Aku tidak marah sayang , cuma kesal saja ." Ucap Fardan .
" Sama aja kali , ya sudah sebaiknya kita cepat mandi , sebelum waktu sholat dzuhur nya keburu habis ." Ucap Alifa .
Fardan segera beranjak dan mengangkat tubuh polos Alifa yang telah di tutupi oleh selimut tebal , namun sebelumnya Fardan tidak lupa untuk memakai boxer .
" Kita mandi bersama saja , biar tidak lama ."Ucap Fardan .
" Tapi Kak... "
" Kita tidak punya waktu untuk berdebat , jadi jangan membantah ."
" Hemmm... baiklah ." Ucap Alifa pasrah .
Dan pada akhirnya mereka pun mandi bersama .
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian , bahkan alifa juga sudah mengenakan mukenanya , mereka pun segera melaksanakan sholat dzuhur berjamaah .
-----
Adzan maghrib pun berkumandang , Alifa dan Fardan bergantian pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudu' , setelah itu mereka pun sholat maghrib berjamaah .
Selesai sholat , mereka tidak lupa berdzikir dan berdo'a , meminta kepada sang kholik agar rumah tangga yang saat ini mereka jalani selalu bahagia dan selalu berada dalam lindungannya .
Alifa meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangannya , sebagai pertanda bahwa ia menghormati suami tercintanya .
" Sayang... setelah ini kamu ganti baju ya , karena kita akan pergi ke rumah ayah dan bunda ." Ucap Fardan .
" Kok mendadak sih Kak ??? " Tanya Alifa penasaran , karena tiba-tiba saja Fardan mengajak Alifa pergi ke rumah orang tuanya .
" Ya... ini memang mendadak , karena setelah aku pikir-pikir , sebaiknya aku segera kasih tau ayah dan bunda kalau aku sudah tau siapa orang tua kandungku , dan aku sudah bertemu dengan mereka , karena menurutku... mungkin ini sudah waktunya mereka tau ." Jelas Fardan .
" Kak Fardan yakin dengan keputusan ini ??? " Tanya Alifa memastikan .
" Insya allah aku yakin ."
" Ya sudah... kalau ini memang sudah menjadi keputusan Kak Fardan , aku akan mendukungnya ." Ucap Alifa sembari tersenyum .
Cup
Fardan mengecup kening Alifa dengan lembut .
" Terima kasih... sayang ." Ucap Fardan .
" Sama-sama suamiku , ya sudah aku ganti baju dulu ya ."
" Oke , aku juga akan ganti baju ." Ucap Fardan sembari beranjak dari duduknya .
Setelah mereka selesai bersiap ,mereka langsung pergi menuju kediaman Mahendra .
Tak butuh waktu lama , mereka pun sampai . Mereka pun berjalan beriringan bahkan bergandengan tangan saat masuk ke dalam rumahnya , dan dengan senyum yang mengembang di bibir keduanya , seakan akan mereka mengatakan bahwa mereka bahagia dengan pernikahan mereka .
__ADS_1
" Assalamu'alaikum ." Alifa mengucapkan salam .
" Wa'alaikum salam ." Jawab sang bunda yang kini tengah berjalan menuruni tangga .
" Bunda... "Panggil Alifa sambil berlari kecil menghampiri sang bunda dan berhambur ke pelukannya .
" Kamu ini tetap saja tidak pernah berubah , masih saja bertingkah seperti anak kecil ."Oceh Rita pada putri kesayangannya .
" Aku kan sangat merindukan bunda ." Rengek Alifa manja .
" Kamu ini lebay sekali ya , baru satu hari kita tidak bertemu , tapi kamu bilang kamu sudah sangat merindukan bunda ." Ucap Rita .
" Aku gak lebay bunda ." Elak Alifa .
" Sudah sebaiknya kalian duduk dulu , nanti kita makan malam bersama ." Ucap Rita .
" Boleh nggak ,aku bantuin bunda menyiapkan makan malam ." Tanya Alifa .
" Tentu saja boleh , ayo ." Ajak Rita , dan dengan senang Alifa berjalan mengikuti sang bunda menuju dapur .
" Eh ada Kak Fardan ." Ucap Ifan yang kini tengah berjalan menghampiri Fardan .
" Hemmmm ." Jawab Fardan .
" Kamu ini ya , belom nikah , udah nikah masih tetap aja sama ."
" Ya iyalah , aku kan bukan bunglon ." Ketus Fardan .
" Maksudku , kamu tuh masih aja bersikap dingin ." Ucap Ifan kesal .
" Ya... mau bagaimana lagi , sejak lahir sifat ku memang sudah seperti ini ." Jawab Fardan .
-
-
-
-
-
HAI... READERS KESAYANGAN...
DUKUNG TERUS KARYA AUTHOR YA...
DENGAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA
DAN JANGAN LUPA JUGA KASIH LIKE NYA , SEKALIGUS KASIH SARAN LEWAT KOMENTAR , KARENA AUTHOR KAN MASIH TAHAP BELAJAR , JADI AUTHOR HARAP KALIAN BISA KASIH SARAN .
DAN TERIMA KASIH BANYAK KARENA TANPA KALIAN (PEMBACA SETIAKU)
AKU BUKANLAH APA-APA
JADI SEKALI LAGI...
TERIMA KASIH...😉😉😉
__ADS_1