
" Jangan menatapku seperti itu , atau kamu mau aku colek matamu ." Ancam Fardan .
" Kamu ini kenapa sih , senang sekali mengancamku ." Gerutu Kevin .
" Oh ya , kenapa kamu menerima tawaran Om Riko untuk menjadi Ceo di perusahaan ini ." Tanya Kevin penasaran .
" Sebenarnya aku ingin sekali menolak , tapi aku tidak mau ayah kecewa ." Jelas Fardan .
" Lalu bagaimana dengan perusahaan papamu , bukankah beliau juga akan menyerahkan perusahaan itu terhadapmu ."
" Kalau soal perusahaan papa ,nanti aku akan bicara dengannya , aku yakin papa pasti mau mengerti keadaanku ."
" Iya juga sih , lalu... bagaimana dengan malam pertamamu , pasti seru kan..." Goda Kevin .
" Seru apanya ,dia saja tidak mencintaiku ,mana mungkin aku melakukan hal lebih terhadapnya ." Batin Fardan .
" Hei kok malah bengong sih... pasti lagi mikirin yang tadi malam kan..." Goda Kevin lagi .
" Kamu ini tidak tau atau pura-pura tidak tau sih ." Ucap Fardan kesal .
" Maksudmu ."
" Menghela napas panjang . Kamu kan tau sendiri kalau dia tidak mencintaiku ."
" Jadi...kamu tidak..."
" Apa ??? Dasar otak mesum ." Fardan melototkan matanya terhadap Kevin .
" Santai bro... gak usah melotot gitu kali , nanti kalau matanya keluar , entar aku yang repot lagi ." Canda Kevin .
" Sialan kamu... " Umpat Fardan dan ...
Bug
Satu lemparan bantal sofa berhasil mendarat di wajah tampan kevin , membuat Fardan tertawa lepas merasa menang karena kekesalannya terbalaskan .
" Seneng banget kamu ngelemparin bantal ke wajah tampanku ." Sinis Kevin dengan kesal .
" Mau sampai kapan kamu ketawa seperti itu ."
" Sampai aku puas lah... "
" Lah... terus kapan kita berangkatnya kalau kamu ketawa terus , kita akan ada temu janji sama klien sekarang ."
" Ah iya , hampir aja lupa ."
" Bukan lupa lagi ,tapi emang udah lupa ." Cibir Kevin .
" Kebisaan..." Batin Kevin .
-----
Alifa tengah duduk santai di sofa yang berada di ujung kamarnya sambil membaca novel di aplikasi Mangatoon .
Tiba-tiba Alifa mendengar kalau bel rumahnya berbunyi .
" Sepertinya ada tamu ." Ucap Alifa sembari beranjak dari duduknya .
Alifa pun bergegas turun ke lantai bawah dan langsung berjalan menuju pintu depan . Saat Alifa membuka pintu itu Alifa melihat lima wanita paruh baya tengah berdiri di depan rumahnya .
" Mereka siapa ." Batin Alifa sembari menatap mereka .
" Maaf... kalian mencari siapa ya ??? " Tanya Alifa sembari terus menatap mereka .
__ADS_1
" Apa benar ini rumah tuan Fardan ." Tanya salah satu dari mereka .
" Iya benar , kalian siapa ya ,dan ada keperluan apa dengan Kak Fardan ."
" kita orang yang di kirim tuan Kevin untuk bekerja disini sebagai Asisten rumah tangga ."
" Oh ya ,silahkan masuk ." Alifa mempersilahkan mereka untuk masuk .
"Kenapa sampai lima orang , apa tidak terlalu banyak ." Batin Alifa .
" Ayo silahkan duduk ." Ucap Alifa ramah .
" Eh... tidak usah nona , kita langsung ke kamar saja ."
" Hmmm baiklah , mari aku antar ke kamar kalian ." Alifa mengantar mereka ke kamar yang ada di belakang yang memang di khususkan untuk para Art di rumahnya .
" Oh ya ,nama kalian siapa ya ." Tanya Alifa saat sudah sampai di depan kamar para Art itu .
" Nama saya Susi dan ini teman-teman saya namanya Ani, Nirma , Yuli dan Wani ." Ucap Susi sambil menunjuk ke arah teman-temannya .
" Oke , namaku Alifa istrinya Kak Fardan , semoga kalian betah bekerja disini ." Ucap Alifa . Sedangkan mereka tertegun mendengar Alifa sudah menikah , rasanya mereka tidak percaya karena Alifa masih sangat muda .
" Kalian kenapa ??? " Tanya Alifa yang melihat raut wajah mereka yang terlihat seperti keheranan .
" Ah tidak nona , terima kasih nona sudah mengantar kita ." Ucap Bi Susi .
" Sama-sama , kalau begitu aku balik ke kamar dulu ya ." Alifa pun kembali ke kamarnya .
Sesampainya di kamar , Alifa langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya .
Triiinggg... Notifikasi Pesan masuk di WhatsApp nya Alifa .
" Assalamu'alaikum pengantin baru , apa kabar ??? "
" Wa'alaikum salam sahabatku , alhamdulillah kabarku baik ." Balas pesan Alifa .
" Syukurlah kalau gitu , terus... gimana nieh... dengan malam pertamanys , seru nggak..." Aila menggoda Alifa .
" Ih... apaan sih ,dasar kepo ." balas pesan Alifa .
" Ayolah... cerita ."
" Apanya yang mau di ceritain , kamu kan tau kalau Kak Fardan tuh nikahin aku karena terpaksa ."
" Ah masak sih , gak yakin aku , bisa aja kan selama ini dia diam-diam suka sama kamu , eh ternyata malah jodoh ,iya kan..."
" Nggak usah ngarang deh ,mana mungkin dia suka sama aku , lagian aku tuh gak mau berharap lebih sama dia ."
" Loh kenapa , dia kan suami kamu ,seharusnya tuh kamu belajar mencintai dia ."
" Ya seharusnya gitu sih , tapi bagaimana dengan perempuan itu ."
" Perempuan itu ??? maksud kamu siapa sih , aku gak ngerti ."
" Aku juga gak tau siapa perempuan itu ,tapi aku pernah melihat Kak Fardan sedang berduaan dengan seorang perempuan cantik di cafe dan sepertinya mereka terlihat sangat akrab ."
" Hemmm ,bisa aja kan perempuan itu klayen nya ."
" Kayaknnya gak mungkin deh ,ah sudahlah kenapa jadi ngebahas ini sih ."
" Oh ya , kamu jadi gak sih kuliyah di Universitas yang sama denganku ."
" Entahlah aku juga tidak tau , soalnya aku masih belum membicarakan soal ini sama Kak Fardan ."
__ADS_1
" Owh... gitu ya ."
" He'emm ."
" Udah dulu ya ,aku mau sholat dzuhur dulu , bye... assalamu'alaikum ."
Alifa mengakhiri chatnya .
" Wa'alaikum salam ." Pesan terakhir yang belum di baca oleh Alifa .
-----
Pukul 19.30
Alifa yang baru saja selesai sholat isya' buru-buru pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya .
Namun sesampainya di ruang makan ,dia menghentikan langkahnya saat melihat banyak makanan yang sudah tertata rapi di atas meja .
" Siapa yang masak ." Batin Alifa .
Dia lupa bahwa kini di rumahnya telah memiliki Asisten rumah tangga .
" Eh... Nona Alifa , baru saja saya ingin pergi ke kamar Nona Alifa untuk bilang kalau makan malamnya sudah siap ." Ucap Bi Ani .
" Eh iya Bi , awalnya aku kesini mau menyiapkan makan malam untuk Kak Fardan , tapi ternyata kalian sudah menyiapkan semuanya , terima kasih ya ."
" Nona Alifa tidak perlu berterima kasih , ini memang sudah menjadi tugas kami menyiapkan makan malam untuk Nona Alifa dan Tuan muda ."
Tiba- tiba Alifa mendengar suara mobil , ia segera keluar menyambut kedatangan suaminya . Fardan turun dari mobil berjalan menghampiri Alifa .
Alifa menarik tangan Fardan dan mencium tangan Fardan .
" Kenapa kamu disini ??? , ayo masuk , lain kali kamu tidak perlu menungguku di luar ." Ucap Fardan lalu masuk ke dalam dan di susul oleh Alifa .
Alifa segera menghampiri Fardan dan mengambil tas yang di pegang oleh Fardan , Fardan melepaskan jasnya dan memberikannya kepada Alifa ,
Alifa menerimanya dan menyimpan nya di dalam kamar .
Visual Ifan .
Visual Aila .
Pesan : Jika ingin di hargai , maka harus
belajar menghargai .
-
-
-
-
-
**JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE , KOMEN END VOTE .
KARENA AUTHOR BUTUH DUKUNGAN DARI KALIAN .
__ADS_1
TERIMA KASIH...😉😉😉**