Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 23 ( Revisi )


__ADS_3

" Kruk...kruk...kruk..." Lagi dan lagi perut Alifa yang tidak pernah tahan jika terlambat makan langsung menyanyikan suara indah dan membuat Fardan tersenyum kecil mendengarnya .


" Aish...kebiasaan nih perut , lapar dikit udah bernyanyi ria , bikin malu aja..." Batin Alifa .


" Sepertinya istriku sedang kelaparan ya ." Goda fardan .


" Mg...nggak kok ."


" Yakin..." Tanya Fardan . Dengan cepat Alifa menganggukkan kepalanya .


Namun dengan cepat pula perut Alifa kembali berbunyi .


" Sepertinya perut mu lebih jujur dari mulutmu ."Ucap Fardan sembari melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya .


" Dan ini memang sudah saatnya makan siang , ayo... " Ajak Fardan sembari menarik lembut pergelangan tangan Alifa


" Kita mau kemana ?."


"Ke dapur ." Jawab Fardan .


" Mau ngapain ?." Tanya Alifa polos .


" Mau tidur... " Jawab Fardan asal . Dan kini dia sudah mulai merasa kesal dengan istri bawel nya .


" Tidur kok di dapur sih Kak , seharusnya kan di kamar ."


" Astagfirullah Alifa , kalau ke dapur tuh pastinya mau masak bukan mau tidur ." Ucap Fardan kesal .


" Tapi kan Kak Fardan sendiri tadi yang bilang kalau Kak Fardan mau tidur di dapur ."


" Udah , mendingan kamu duduk manis aja disini dan jangan banyak tanya , soalnya ocehan kamu itu bikin aku pusing ."


" Aha...ha...ha... Emang enak aku bikin Kak Fardan kesal ." Alifa tertawa dalam hati . Dia memang sengaja bersikap bodoh untuk membuat suaminya merasa kesal .


" Tapi bukannya tadi Kak Fardan bilang ada Art juga disini ."


" Memang ada tapi besok ."


"Kok gitu ."


" Karena Kevin masih belum mencarikan aku pelayan yang tepat dan yang terpenting sudah tidak muda lagi ."


"Ooo..." Alifa hanya berOria


" Ya sudah aku mau masak dulu ."


" Aku bantuin ya Kak..."


"Gak usah , biar aku masak sendiri aja ."


" Gak bisa , pokoknya aku akan bantuin Kak Fardan masak ti...tik ."


" Hadeh... Gadis ini benar-benar keras kepala , jadi percuma saja jika aku melarangnya ." Batin Fardan .


Dengan berat hati Fardan mengijinkan Alifa membantunya memasak .

__ADS_1


Setengah jam kemudian masakan mereka sudah tertata rapi di meja makan .


Alifa yang sudah tidak sabar untuk mencicipi makanan yang terlihat menggugah selera itu ,dengan cepat dia menuangkan makanan ke piringnya , hingga dia lupa untuk mengambilkan makanan untuk suaminya .


" Apa makanan bisa membuatmu lupa kalau kamu sudah memiliki suami ." Sindir Fardan , dan hal itu membuat Alifa mengurungkan niatnya untuk memasukkan suapan pertamanya dan menaruh kembali sendoknya .


Karena dia sudah mulai sadar akan kesalahannya .


" Mana mungkin aku melupakan suami tampanku ." Ucap Alifa sembari mengambil piring Fardan dan menuangkan makanan di piring suaminya itu .


" Dasar suami manja ..." Batin Alifa .


" Selamat makan suamiku..." Ucap Alifa sambil tersenyum manis namun dengan senyum yang di paksakan .


" Terima kasih , tapi lain kali tidak usah senyum kalau tidak ikhlas ."


" Sepertinya kau sangat mengenalku Kak , hingga aku memaksakan senyumku saja , kamu mengetahuinya ." Batin Alifa .


Selesai makan Fardan langsung berlalu pergi begitu saja tanpa mengeluarkan satu patah kata pun .


Berbeda dengan Alifa yang kini tengah sibuk membereskan meja dan mencuci piring kotor bekas mereka makan .


Setelah itu Alifa bergegas pergi ke kamarya .


Sesampainya di kamar dia tidak mendapati suaminya berada di sana .


" Kemana dia..." Batin Alifa .


Dia pun mencari Fardan ke kamar mandi namun tidak di temuinya , Alifa pun membuka pintu menuju balkon , dengan berharap suaminya tengah ada di sana ,


Alifa menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil membatin " Kemana perginya pemuda nyebelin itu ." Alifa ingin membalikkan badannya , namun dia urungkan karena dia melihat seseorang tengah duduk di sebuah taman yang indah yang berada di belakang rumahnya dan kebetulan balkon kamarnya mengarah ke taman indah itu .


" Pantesan aku cari-cari gak ketemu juga , ternyata dia ada di sana ." Ucap Alifa .


Tanpa berpikir panjang dia pun bergegas pergi ke taman itu .


Sesampainya di taman , Alifa sangat terpukau saat melihat banyak bunga mawar putih bertebaran di taman itu .


Ya... karena memang sejak kecil Alifa sangat menyukai bunga mawar putih .


" Owh...ya ampun.... indah sekali bunga ini , kenapa bisa ada bunga kesukaanku di sini ." Ucap Alifa dengan senyum yang terus mengembang dari bibir mungilnya namun sexi .


" Tentu saja ada ,karena aku sendiri yang menanamnya dan merawatnya untukmu ." Ucap Fardan yang duduk tak jauh dari tempat Alifa berdiri .


Alifa membalikkan badannya dan berjalan menghampiri Fardan .


" Benarkah ."Tanya Alifa tak percaya bahwa suaminya telah melakukan itu untuk Alifa .


Fardan hanya menganggukkan kepalanya .


" Duduklah ...." Ucap Fardan sembari tersenyum .


" Terima kasih..." Karena terlalu senang reflek saja Alifa memeluk Fardan dari samping dan...


Cup

__ADS_1


Tanpa sadar Alifa mendaratkan ciuman di pipi mulus suaminya .


Dan tentu saja hal itu membuat Fardan terkejut , namun tak bisa di pungkiri bahwa saat ini hatinya merasa berbunga-bunga karena mendapatkan ciuman dari istri yang diam-diam dia cintai selama ini .


"Ini bukan mimpi kan..., tpi jika ini bukan mimpi , aku mohon tolong jangan bangunkan aku ." Batin Fardan .


"Astagfirullah... Apa yang aku lakukan ." Batin Alifa saat dia sudah menyadari apa yang sudah di lakukan nya terhadap suami tampan nya .


Dengan cepat Alifa melepaskan pelukannya , kini dia benar-benar merasa malu dengan tingkahnya sendiri .


Wajah gugup terlihat jelas dari keduanya , namun Fardan dengan cepat menutupi kegugupan nya dengan memasang wajah datarnya .


" Kamu pintar sekali ya mengambil kesempatan dalam kesempitan ." Ucap Fardan sambil menatap wajah istrinya yang kini sudah memerah bak kepiting rebus karena menahan malu .


Namun itu tak berlangsung lama , karena kini wajahnya telihat kesal akibat ucapan suaminya yang memiliki kepedean tingkat dewa .


" Apa kamu bilang , aku mengambil kesempatan dalam kesempitan..., hei... seharusnya aku yang mengatakan itu terhadapmu ."


" Benarkah... tapi bukankah kamu yang menciumku , tanpa aku suruh dan tanpa aku minta bahkan kamu terlihat sangat semangat untuk menciumku tadi ." Goda Fardan .


"Bodoh...kenapa aku bisa melakukan hal sekonyol ini sih... ." Batin Alifa .


" A...aku tadi itu hanya karena terlalu senang saja ,maka dari itu refleks saja aku menciummu , ah... sudahlah lupakan saja ."


" Percuma aku berdebat dengan nya , karena disini memang aku salah ." Batin Alifa


" Bagaimana aku bisa melupakan momen langka ini , ini akan menjadi momen terindah dalam hidupku ." Batin Fardan .


" Sedikit ada kemajuan , ya... meskipun dengan tidak kesengajaan ."Fardan kembali membatin .


-


-


-


-


-


**Hai semua...


author minta maaf ea...


karena author baru bisa up


soalnya author baru aja sembuh dari sakit .


tapi alhadulillah sekarang udah mendingan .


Dan author harap dukungan dari kalian


dengan like vote dan kasih komentar .


biar author makin semangat nih... nulisnya .

__ADS_1


see you...😉😉😉**


__ADS_2