
Sesampainya di dapur , Fardan menyuruh Alifa untuk duduk di meja makan saja , karena dia yang akan memasak untuk istrinya .
" Kamu duduk yang manis aja disini , biar aku yang masak untuk kamu ."Ucap Fardan .
" Tidak usah Kak , aku bisa masak sendiri ." Tolak Alifa .
" Jangan membantah , aku tidak suka ." Ucap Fardan tegas .
" Baiklah... " Lagi lagi Alifa hanya pasrah mengikuti permintaan suaminya .
Setelah cukup lama Fardan berkutat dengan peralatan masaknya ,akhirnya masakan nya pun telah tertata rapi di atas meja .
" Wah... keliatannya enak banget deh ."Ucap Alifa sambil menatap makanan yang terlihat menggugah selera itu di depannya .
Fardan mengambil piring Alifa dan menuangkan nasi dan beberapa lauk di atasnya .
" Tidak usah Kak , aku bisa sendiri , lagian seharusnya aku kan yang melakukan itu pada Kak Fardan ,bukan malah sebaliknya ." Ucap Alifa .
" Tidak apa , makanlah... kamu pasti sangat lapar kan ." Ucap Fardan sembari tersenyum .
" Terima kasih ."Ucap Alifa sembari membalas senyuman suaminya .
" Kembali kasih ."Ucap Fardan sembari mengedipkan sebelah matanya .
" Ih... genit amat sih ." Ucap Alifa saat melihat tingkah suaminya .
Fardan hanya tertawa kecil mendengar ucapan istrinya .
Merekapun mulai sibuk menghabiskan makanan mereka sambil sesekali Fardan menyuapi Alifa dan dia juga meminta Alifa sesekali menyuapinya .
Setelah selesai menghabiskan makanannya ,Alifa bergegas pergi ke dapur dengan membawa piring kotor bekas makan mereka untuk di cuci .
Fardan menghampiri Alifa dan memeluk tubuh ramping istrinya dari belakang .
" Sayang aku bantu ya ." Ucap Fardan .
" Tidak usah , sebaiknya Kak Fardan kembali ke kamar duluan , biar aku menyelesaikan ini dulu ." Ucap Alifa .
" Dan tolong lepaskan pelukannya , kalau Kak Fardan terus begini aku sangat sulit untuk bergerak dan memperlambat pekerjaanku ." Sambung Alifa .
" Kalau aku tidak mau bagaimana ." Goda Fardan ,bahkan dia semakin mengeratkan pelukannya .
" Tapi kalau begini terus ,kapan aku bisa menyelesaikan mencuci piringnya ." Gerutu Alifa .
" Baiklah... kalau begitu aku bantu biar cepat dan tidak ada penolakan ." Ucap Fardan langsung membantu Alifa mencuci piring .
-----
Sehabis sholat subuh Alifa tidak tidur kembali ,justru dia malah sibuk membantu para pelayan untuk menyiapkan sarapan pagi , meskipun sebelumnya dia harus berdebat dengan kepala pelayan yang melarang Alifa untuk memasak , karena kepala pelayan itu takut jika ketauan oleh tuan mudanya bisa bisa dia di pecat , itulah pikir sang kepala pelayan yang bernama Fanky , namun siapa sangka seorang Alifa yang memang sedikit keras kepala tetap kekeh pada keinginannya untuk membuat sarapan untuk mertua dan suaminya sekaligus kakak iparnya .
" Nona , biar kami yang menyelesaikan semuanya , sebaiknya nona muda kembali ke kamar saja ."Saran Bi Fanky .
" Baiklah , lagi pula hanya tinggal menyajikan saja kan..." Ucap Alifa .
Dia pun bergegas pergi ke kamar untuk menyiapkan kebutuhan suaminya , namun sebelumnya dia tidak lupa membawa kopi buatannya untuk suaminya .
Sesampainya di kamar dia tidak mendapati suaminya berada di sana , dia pun meletakkan kopinya di atas meja .
__ADS_1
Tak lama kemudian terlihat pintu kamar mandi di buka .
Dan keluarlah seorang pria tampan dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan pinggangnya , siapa lagi kalau bukan Fardan .
Alifa yang melihat suaminya keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada , hanya bersikap biasa saja , karena dia sudah mulai terbiasa dengan pemandangan itu . Bahkan dia masih sibuk menyiapkan baju suaminya dan meletakkannya di atas ranjang .
Fardan menghampiri Alifa dan memeluknya dari belakang .
" Sayang... " Panggil Fardan .
" Hemmm... " Alifa hanya berdehem .
" Aku merindukanmu..." Ucap Fardan tepat di telinga istrinya.
" Gak usah lebay Kak ." Ketus Alifa .
" Aku gak lebay sayang ." Ucap Fardan sambil terus memeluk tubuh ramping istrinya .
" Sudahlah cepat pakai bajumu , aku mau menyegarkan tubuhku dulu ." Ucap Alifa sambil melepaskan pelukan suaminya .
" Oh ya , aku sudah membuatkanmu kopi , dan aku meletakkannya di atas meja ." Ucap Alifa , setelah itu dia bergegas pergi ke kamar mandi .
Di ruang makan...
Erlin berjalan menghampiri sang daddy yang tengah duduk seorang diri di meja makan .
" Pagi dad ." Sapa Erlin sambil menunjukkan senyum termanisnya .
" Pagi sayang... " Jawab Azazian sambil tersenyum .
" Pagi dad , pagi Kak Erlin ." Ucap Fardan dan Alifa serempak , setelah itu mereka berdua saling pandang .
" Widih... kalian kompak banget sih , benar-benar pasangan yang sangat serasi ." Goda Erlin sembari tersenyum .
" Iya dong..." Jawab Fardan antusias .
Seperti biasa , Alifa selalu mengambilkan makan untuk suaminya , dan Azazian yang melihat Alifa yang terlihat begitu perhatian pada putra kesayangannya tersenyum bahagia .
" Kenapa makanan ini rasanya berbeda dengan biasanya ??? ." Batin Azazian .
" Bi Fanky... yang memasak makanan ini bukan kamu kan...???" Tanya Azazian sambil menatap Bi Fanky yang berdiri tidak jauh dari mereka .
" Iya tuan ." Jawab Bi Fanky .
" Lalu siapa ??? " Tanya Azazian lagi .
" Kenapa daddy bertanya siapa yang memasak makanan ini , apa mungkin masakan aku tidak enak , atau tidak sesuai dengan selera daddy ???" Begitu banyak pertanyaan yang bermunculan di benak Alifa ,karena dia takut Azazian tak menyukai masakannya .
Fardan hanya tersenyum melihat wajah tegang Alifa , dia pun menggenggam tangan istrinya seakan memberitahukan bahwa semuanya akan baik-baik saja .
" Nona Alifa tuan ." Jawab Bi Fanky .
Mendengar itu Azazian langsung menatap ke arah menantunya .
" Sepertinya putraku tidak salah memilihmu sebagai istri ,karena selain kamu gadis yang baik dan cantik , kamu juga sangat pintar memasak ." Puji Azazian sambil tersenyum bangga .
Alifa bernafas lega karena ternyata mertuanya menyukai masakannya . Bahkan dia hanya tersenyum saat Azazian memujinya .
__ADS_1
" Ya... kau sangat pandai memasak , kapan-kapan ajarin aku masak ya ." Ucap Erlin .
" Ya... kamu harus belajar memasak , kamu kan seorang perempuan jadi kamu harus bisa masak ." Ucap Azazian .
" Jangankan memasak , menyalakan kompor saja dia tidak bisa ." Ledek Fardan .
" Hei kau jangan menghinaku ya ." Ketus Erlin .
" Sudah-sudah tidak baik ribut-ribut di depan makanan ." Azazian melerai percekcokan mereka berdua .
" Maaf dad... "Ucap Fardan dan Erlin serempak .
Setelah selesai sarapan , Fardan langsung pergi ke kantor dengan Kevin ,namun sebelumnya dia terlebih dahulu mengantar istrinya ke kampus .
Di kampus...
Aila tengah berdiri di depan gerbang kampus , karena saat ini dia tengah menunggu sahabat nya .
" Alifa mana sih , kok lama banget ."Gerutu Aila .
Tak lama kemudian terlihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Aila .
Yang tak lain mobil itu adalah mobil milik Fardan .
Sebelum turun dari mobil ,Alifa tidak lupa mencium punggung tangan suaminya .
dan Fardan pun juga tidak lupa untuk mencium kening istrinya .
Bahkan dia mencium singkat bibir merah muda Alifa .
" Ish... Kak Fardan selalu saja mengambil keuntungan ."Kesal Alifa .
" Sama istri gak papa lah sayang ." Ucap Fardan sambil tersenyum .
" Oh ya sayang , sepertinya hari ini aku gak bisa jemput kamu , karena aku ada meeting dengan klien dari luar negeri , gak papa kan sayang ??? " Tanya Fardan .
"Tidak apa kok ,nanti pulangnya aku bisa sama Aila saja , ya kan Ai...??? " Tanya Alifa memohon .
" Iya , Kak Fardan tidak perlu khawatir , Alifa biar pulang sama aku aja ." Ucap Aila .
-
-
-
-
-
TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR DENGAN LIKE , KOMEN , DAN VOTE .
BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT NULISNYA .
DAN JANGAN LUPA JUGA , JADIKAN NOVEL INI SEBAGAI FAVORIT , BILA KALIAN MENYUKAINYA ...
TERIMA KASIH...😆😆😆
__ADS_1