Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 53


__ADS_3

Sesampainya di dapur , Fardan menyuruh Alifa untuk duduk di meja makan saja , karena dia yang akan memasak untuk istrinya .


" Kamu duduk yang manis aja disini , biar aku yang masak untuk kamu ."Ucap Fardan .


" Tidak usah Kak , aku bisa masak sendiri ." Tolak Alifa .


" Jangan membantah , aku tidak suka ." Ucap Fardan tegas .


" Baiklah... " Lagi lagi Alifa hanya pasrah mengikuti permintaan suaminya .


Setelah cukup lama Fardan berkutat dengan peralatan masaknya ,akhirnya masakan nya pun telah tertata rapi di atas meja .


" Wah... keliatannya enak banget deh ."Ucap Alifa sambil menatap makanan yang terlihat menggugah selera itu di depannya .


Fardan mengambil piring Alifa dan menuangkan nasi dan beberapa lauk di atasnya .


" Tidak usah Kak , aku bisa sendiri , lagian seharusnya aku kan yang melakukan itu pada Kak Fardan ,bukan malah sebaliknya ." Ucap Alifa .


" Tidak apa , makanlah... kamu pasti sangat lapar kan ." Ucap Fardan sembari tersenyum .


" Terima kasih ."Ucap Alifa sembari membalas senyuman suaminya .


" Kembali kasih ."Ucap Fardan sembari mengedipkan sebelah matanya .


" Ih... genit amat sih ." Ucap Alifa saat melihat tingkah suaminya .


Fardan hanya tertawa kecil mendengar ucapan istrinya .


Merekapun mulai sibuk menghabiskan makanan mereka sambil sesekali Fardan menyuapi Alifa dan dia juga meminta Alifa sesekali menyuapinya .


Setelah selesai menghabiskan makanannya ,Alifa bergegas pergi ke dapur dengan membawa piring kotor bekas makan mereka untuk di cuci .


Fardan menghampiri Alifa dan memeluk tubuh ramping istrinya dari belakang .


" Sayang aku bantu ya ." Ucap Fardan .


" Tidak usah , sebaiknya Kak Fardan kembali ke kamar duluan , biar aku menyelesaikan ini dulu ." Ucap Alifa .


" Dan tolong lepaskan pelukannya , kalau Kak Fardan terus begini aku sangat sulit untuk bergerak dan memperlambat pekerjaanku ." Sambung Alifa .


" Kalau aku tidak mau bagaimana ." Goda Fardan ,bahkan dia semakin mengeratkan pelukannya .


" Tapi kalau begini terus ,kapan aku bisa menyelesaikan mencuci piringnya ." Gerutu Alifa .


" Baiklah... kalau begitu aku bantu biar cepat dan tidak ada penolakan ." Ucap Fardan langsung membantu Alifa mencuci piring .


-----


Sehabis sholat subuh Alifa tidak tidur kembali ,justru dia malah sibuk membantu para pelayan untuk menyiapkan sarapan pagi , meskipun sebelumnya dia harus berdebat dengan kepala pelayan yang melarang Alifa untuk memasak , karena kepala pelayan itu takut jika ketauan oleh tuan mudanya bisa bisa dia di pecat , itulah pikir sang kepala pelayan yang bernama Fanky , namun siapa sangka seorang Alifa yang memang sedikit keras kepala tetap kekeh pada keinginannya untuk membuat sarapan untuk mertua dan suaminya sekaligus kakak iparnya .


" Nona , biar kami yang menyelesaikan semuanya , sebaiknya nona muda kembali ke kamar saja ."Saran Bi Fanky .


" Baiklah , lagi pula hanya tinggal menyajikan saja kan..." Ucap Alifa .


Dia pun bergegas pergi ke kamar untuk menyiapkan kebutuhan suaminya , namun sebelumnya dia tidak lupa membawa kopi buatannya untuk suaminya .


Sesampainya di kamar dia tidak mendapati suaminya berada di sana , dia pun meletakkan kopinya di atas meja .

__ADS_1


Tak lama kemudian terlihat pintu kamar mandi di buka .


Dan keluarlah seorang pria tampan dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan pinggangnya , siapa lagi kalau bukan Fardan .


Alifa yang melihat suaminya keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada , hanya bersikap biasa saja , karena dia sudah mulai terbiasa dengan pemandangan itu . Bahkan dia masih sibuk menyiapkan baju suaminya dan meletakkannya di atas ranjang .


Fardan menghampiri Alifa dan memeluknya dari belakang .


" Sayang... " Panggil Fardan .


" Hemmm... " Alifa hanya berdehem .


" Aku merindukanmu..." Ucap Fardan tepat di telinga istrinya.


" Gak usah lebay Kak ." Ketus Alifa .


" Aku gak lebay sayang ." Ucap Fardan sambil terus memeluk tubuh ramping istrinya .


" Sudahlah cepat pakai bajumu , aku mau menyegarkan tubuhku dulu ." Ucap Alifa sambil melepaskan pelukan suaminya .


" Oh ya , aku sudah membuatkanmu kopi , dan aku meletakkannya di atas meja ." Ucap Alifa , setelah itu dia bergegas pergi ke kamar mandi .


Di ruang makan...


Erlin berjalan menghampiri sang daddy yang tengah duduk seorang diri di meja makan .


" Pagi dad ." Sapa Erlin sambil menunjukkan senyum termanisnya .


" Pagi sayang... " Jawab Azazian sambil tersenyum .


" Pagi dad , pagi Kak Erlin ." Ucap Fardan dan Alifa serempak , setelah itu mereka berdua saling pandang .


" Widih... kalian kompak banget sih , benar-benar pasangan yang sangat serasi ." Goda Erlin sembari tersenyum .


" Iya dong..." Jawab Fardan antusias .


Seperti biasa , Alifa selalu mengambilkan makan untuk suaminya , dan Azazian yang melihat Alifa yang terlihat begitu perhatian pada putra kesayangannya tersenyum bahagia .


" Kenapa makanan ini rasanya berbeda dengan biasanya ??? ." Batin Azazian .


" Bi Fanky... yang memasak makanan ini bukan kamu kan...???" Tanya Azazian sambil menatap Bi Fanky yang berdiri tidak jauh dari mereka .


" Iya tuan ." Jawab Bi Fanky .


" Lalu siapa ??? " Tanya Azazian lagi .


" Kenapa daddy bertanya siapa yang memasak makanan ini , apa mungkin masakan aku tidak enak , atau tidak sesuai dengan selera daddy ???" Begitu banyak pertanyaan yang bermunculan di benak Alifa ,karena dia takut Azazian tak menyukai masakannya .


Fardan hanya tersenyum melihat wajah tegang Alifa , dia pun menggenggam tangan istrinya seakan memberitahukan bahwa semuanya akan baik-baik saja .


" Nona Alifa tuan ." Jawab Bi Fanky .


Mendengar itu Azazian langsung menatap ke arah menantunya .


" Sepertinya putraku tidak salah memilihmu sebagai istri ,karena selain kamu gadis yang baik dan cantik , kamu juga sangat pintar memasak ." Puji Azazian sambil tersenyum bangga .


Alifa bernafas lega karena ternyata mertuanya menyukai masakannya . Bahkan dia hanya tersenyum saat Azazian memujinya .

__ADS_1


" Ya... kau sangat pandai memasak , kapan-kapan ajarin aku masak ya ." Ucap Erlin .


" Ya... kamu harus belajar memasak , kamu kan seorang perempuan jadi kamu harus bisa masak ." Ucap Azazian .


" Jangankan memasak , menyalakan kompor saja dia tidak bisa ." Ledek Fardan .


" Hei kau jangan menghinaku ya ." Ketus Erlin .


" Sudah-sudah tidak baik ribut-ribut di depan makanan ." Azazian melerai percekcokan mereka berdua .


" Maaf dad... "Ucap Fardan dan Erlin serempak .


Setelah selesai sarapan , Fardan langsung pergi ke kantor dengan Kevin ,namun sebelumnya dia terlebih dahulu mengantar istrinya ke kampus .


Di kampus...


Aila tengah berdiri di depan gerbang kampus , karena saat ini dia tengah menunggu sahabat nya .


" Alifa mana sih , kok lama banget ."Gerutu Aila .


Tak lama kemudian terlihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Aila .


Yang tak lain mobil itu adalah mobil milik Fardan .


Sebelum turun dari mobil ,Alifa tidak lupa mencium punggung tangan suaminya .


dan Fardan pun juga tidak lupa untuk mencium kening istrinya .


Bahkan dia mencium singkat bibir merah muda Alifa .


" Ish... Kak Fardan selalu saja mengambil keuntungan ."Kesal Alifa .


" Sama istri gak papa lah sayang ." Ucap Fardan sambil tersenyum .


" Oh ya sayang , sepertinya hari ini aku gak bisa jemput kamu , karena aku ada meeting dengan klien dari luar negeri , gak papa kan sayang ??? " Tanya Fardan .


"Tidak apa kok ,nanti pulangnya aku bisa sama Aila saja , ya kan Ai...??? " Tanya Alifa memohon .


" Iya , Kak Fardan tidak perlu khawatir , Alifa biar pulang sama aku aja ." Ucap Aila .


-


-


-


-


-


TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR DENGAN LIKE , KOMEN , DAN VOTE .


BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT NULISNYA .


DAN JANGAN LUPA JUGA , JADIKAN NOVEL INI SEBAGAI FAVORIT , BILA KALIAN MENYUKAINYA ...


TERIMA KASIH...😆😆😆

__ADS_1


__ADS_2