Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 42


__ADS_3

Sehabis sholat subuh , Alifa di serang rasa kantuk yang berlebihan akibat pergulatan panasnya semalam , hingga membuat dia ambruk di atas hamparan sajadahnya .


Fardan yang melihat kelakuan istrinya hanya tersenyum kecil .


Dia pun melihat ke arah ranjangnya , dan terdapat bercak darah di seprei putihnya . Lagi-lagi dia tersenyum bahagia , karena istri tercintanya telah menjaga kesucian nya untuknya .


Sebelum memindahkan Alifa ke atas ranjangnya , Fardan terlebih dahulu mengganti seprei nya , setelah itu Fardan mengangkat tubuh Alifa dan melelatakkan tubuh Alifa di ranjang dengan sangat pelan , agar tidak membuat istrinya terbangun .


Fardan menatap wajah istrinya yang terlihat sangat kelelahan akibat perbuatannya semalam .


" Maafkan aku sayang , karena perbuatanku kamu sampai kelelahan seperti ini ." Ucap Fardan .


" I love you sayang... " Lanjutnya sembari tersenyum menatap wajah Alifa yang tengah tertidur pulas .


Dia pun mengecup sekilas pucuk kepala Alifa dan ikut merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya dengan memeluk erat tubuh sang istri .


Karena di serang rasa kantuk , ia pun tertidur pulas menyusul Alifa ke alam mimpinya .


-----


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi , namun masih belum ada tanda-tanda dua insan yang tengah tertidur pulas di kamarnya untuk bangun .


Namun deringan ponsel yang cukup nyaring membuat Fardan terbangun dari tidur lelapnya .


Dengan malas Fardan meraih ponsel nya yang dia letakkan di atas nakas samping kanan ranjangnya .


Dan tertera nama Kevin di layar ponselnya .


" Kenapa kevin menelponku di hari libur seperti ini , apa mungkin ada hal penting yang ingin dia sampaikan ." Batin Fardan .


Dia pun beranjak dari tidurnya , dan berjalan menuju balkon kamarnya .


" Halo... ada apa ??? Kenapa kamu menelponku pagi-pagi begini ." Ucap Fardan kesal karena Kevin mengganggu tidur nyenyaknya .


"................ "


" Hhh... jadi dia yang menjadi dalang di balik semua ini ." Ucap Fardan . Dia pun mengepalkan tangannya , menahan amarah yang kini sudah mulai memuncak .


"................ "


" Baiklah , terus pantau gerak gerik gadis itu , jangan sampai ada yang terlewatkan ." Perintah Fardan dengan tegas . Dia pun menutup telpon nya .


" Kurang ajar... beraninya gadis itu bermain api denganku ." Batin Fardan sembari mengeraskan rahangnya .


" Kamu sudah melakukan kesalahan besar karena telah berani berurusan denganku ." Ucap Fardan sembari tersenyum devil .


Fardan bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri .


Alifa yang memang sebelumnya sudah bangun akibat suara deringan ponsel suaminya , pura-pura masih tertidur , karena dia ingin tau siapa gadis yang di maksud suaminya .


" Siapa gadis yang Kak Fardan maksud ??? " Batin Alifa .


Ceklek...

__ADS_1


Pintu kamar mandi di buka , terlihat Fardan keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya .


" Kamu sudah bangun ? " Tanya Fardan membuyarkan lamunan Alifa .


Seketika Alifa melihat ke arah suaminya , dan tampaklah dada bidang suaminya yang putih mulus dan terlihat menggoda , pikir Alifa .


" Ah... apa yang aku pikirkan ." Batin Alifa sembari menggelengkan kepalanya .


" Kamu kenapa ??? "Tanya Fardan heran melihat tingkah istrinya .


" Ah tidak , aku tidak papa ." Ucap Alifa sembari tersenyum manis .


Dan baru kali ini Alifa tidak menutup matanya saat melihat Fardan tengah bertelanjang dada .


" Ya sudah , sebaiknya kamu mandi , setelah itu kita sarapan ." Ucap Fardan .


" Baiklah... " Dengan pelan Alifa turun dari ranjangnya karena dia masih merasa perih di bagian area sensitifnya .


Bahkan Alifa masih mendesis saat melangkahkan kakinya .


" Apa masih sakit ? " Tanya Fardan khawatir .


" Ya... tapi hanya sedikit , tidak seperti tadi pagi ." Ucap Alifa .


" Maaf ya... "Ucap Fardan merasa bersalah .


" Aku tidak apa-apa , jadi Kak Fardan tidak perlu merasa bersalah , bukankah sudah tugasku sebagai seorang istri untuk melayani Kak Fardan ." Ucap Alifa .


Cup


" Makasih sayang , aku mencintaimu ." Ucap Fardan .


Cup


Alifa membalas ciuman suaminya , tapi bukan di kening , melainkan ciuman sekilas di bibir lalu dia bergegas pergi dengan rasa malu , dan meninggalkan suaminya yang masih dalam mode terkejut sekaligus senang karena mendapat ciuman di bibirnya ,ya... meskipun hanya sekilas , namun itu membuat Fardan serasa berbunga-bunga saking bahagia nya .


" Ada apa denganku , kenapa sekarang aku jadi seberani ini sih ." Ucap Alifa saat dia sudah berada di dalam kamar mandi .


" Ah... sudahlah ,dia kan suamiku jadi tidak apa-apa lah... " Ocehnya sendiri .


Setelah lima belas menit , Alifa pun menyelesaikan ritual mandinya , dia keluar dengan hanya mengenakan jubah mandi yang tersedia di kamar mandi , karena sebelumnya dia lupa untuk membawa baju ganti .


Terlihat Fardan tengah meletakkan makanan di atas meja .


" Kamu mau menggodaku ya ." Ucap Fardan saat melihat Alifa keluar dengan hanya menggunakan jubah mandi .


Ia berjalan mendekati Alifa yang tengah berdiri di depan meja rias .


" Siapa yang menggodamu ??? " Tanya Alifa heran .


" Kamulah sayang... kenapa kamu keluar hanya memakai jubah mandi seperti ini kalau bukan untuk menggodaku hmm ." Ucap Fardan sambil memeluk tubuh ramping istrinya dari belakang , bahkan dia mencium leher Alifa dengan lembut seakan menikmati aroma tubuh istrinya yang kini menjadi candu baginya . Dan hal itu membuat Alifa kegelian .


" Aduh... semoga saja Kak Fardan gak minta jatah lagi , ini aja masih sakit dan perih , apa lagi badanku juga terasa remuk ." Batin Alifa .

__ADS_1


" Apaan sih Kak Fardan , kamunya aja tuh yang mesum ." Ucap Alifa .


" Lepasin Kak , aku mau pakai baju dulu ." Alifa berusaha melepaskan pelukan suaminya .


" Kalau aku tidak mau bagaimana ??? " Goda Fardan sembari tersenyum .


Kruk... kruk... kruk....


Belum Alifa menjawab perutnya sudah berbunyi , seakan mewakilkan Alifa untuk bicara bahwa dirinya tengah kelaparan , apalagi semalam dia harus meladeni suaminya di atas ranjang hingga jam satu dini hari .


" Tuh kan... perutku udah keroncongan , emang Kak Fardan mau kalau aku mati kelaparan ." Rengek Alifa .


" Gak usah lebay deh sayang , kamu gak akan mati kalau hanya menahan lapar yang belum sampai sehari aja ." Ucap Fardan .


" Tapi aku lapar Kak ." Rengek Alifa dengan manja . Dan entah sejak kapan dia menjadi manja terhadap suaminya .


" Ya sudah cepat pakai bajumu , setelah itu kita sarapan ." Ucap Fardan .


" Baiklah... " Alifa segera berjalan menuju ruang ganti .


Tak butuh waktu lama Alifa sudah selesai memakai bajunya dan kini dia berjalan mendekati suaminya yang tengah duduk di atas ranjang .


" Kenapa makanannya di bawa kesini sih Kak , kenapa kita gak makan di ruang makan aja ? " Tanya Alifa .


" Kamu kan masih sakit , jadi sebaiknya kita makan di kamar aja ." Ucap Fardan .


" Aku gak sakit kok , aku baik-baik aja ." Ucap Alifa .


" Kamu memang gak sakit ,tapi itu... kan masih sakit ." Ucap Fardan sembari melirik bagian bawah tubuh Alifa bahkan ia sambil tersenyum .


Dan tentu saja hal itu mampu membuat pipi Alifa memerah karena menahan rasa malu .


" Dasar otak mesum ." ketus Alifa .


-


-


-


-


-


Hai Readers setiaku...


Maaf ya author baru up nih


Maklum kemarin kan lebaran , jadi author agak sibuk .


Ingat ya...


Terus kasih semangat author dengan like , komen dan vote .

__ADS_1


TERIMA KASIH...


__ADS_2