
Sehabis sholat subuh , Alifa di serang rasa kantuk yang berlebihan akibat pergulatan panasnya semalam , hingga membuat dia ambruk di atas hamparan sajadahnya .
Fardan yang melihat kelakuan istrinya hanya tersenyum kecil .
Dia pun melihat ke arah ranjangnya , dan terdapat bercak darah di seprei putihnya . Lagi-lagi dia tersenyum bahagia , karena istri tercintanya telah menjaga kesucian nya untuknya .
Sebelum memindahkan Alifa ke atas ranjangnya , Fardan terlebih dahulu mengganti seprei nya , setelah itu Fardan mengangkat tubuh Alifa dan melelatakkan tubuh Alifa di ranjang dengan sangat pelan , agar tidak membuat istrinya terbangun .
Fardan menatap wajah istrinya yang terlihat sangat kelelahan akibat perbuatannya semalam .
" Maafkan aku sayang , karena perbuatanku kamu sampai kelelahan seperti ini ." Ucap Fardan .
" I love you sayang... " Lanjutnya sembari tersenyum menatap wajah Alifa yang tengah tertidur pulas .
Dia pun mengecup sekilas pucuk kepala Alifa dan ikut merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya dengan memeluk erat tubuh sang istri .
Karena di serang rasa kantuk , ia pun tertidur pulas menyusul Alifa ke alam mimpinya .
-----
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi , namun masih belum ada tanda-tanda dua insan yang tengah tertidur pulas di kamarnya untuk bangun .
Namun deringan ponsel yang cukup nyaring membuat Fardan terbangun dari tidur lelapnya .
Dengan malas Fardan meraih ponsel nya yang dia letakkan di atas nakas samping kanan ranjangnya .
Dan tertera nama Kevin di layar ponselnya .
" Kenapa kevin menelponku di hari libur seperti ini , apa mungkin ada hal penting yang ingin dia sampaikan ." Batin Fardan .
Dia pun beranjak dari tidurnya , dan berjalan menuju balkon kamarnya .
" Halo... ada apa ??? Kenapa kamu menelponku pagi-pagi begini ." Ucap Fardan kesal karena Kevin mengganggu tidur nyenyaknya .
"................ "
" Hhh... jadi dia yang menjadi dalang di balik semua ini ." Ucap Fardan . Dia pun mengepalkan tangannya , menahan amarah yang kini sudah mulai memuncak .
"................ "
" Baiklah , terus pantau gerak gerik gadis itu , jangan sampai ada yang terlewatkan ." Perintah Fardan dengan tegas . Dia pun menutup telpon nya .
" Kurang ajar... beraninya gadis itu bermain api denganku ." Batin Fardan sembari mengeraskan rahangnya .
" Kamu sudah melakukan kesalahan besar karena telah berani berurusan denganku ." Ucap Fardan sembari tersenyum devil .
Fardan bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri .
Alifa yang memang sebelumnya sudah bangun akibat suara deringan ponsel suaminya , pura-pura masih tertidur , karena dia ingin tau siapa gadis yang di maksud suaminya .
" Siapa gadis yang Kak Fardan maksud ??? " Batin Alifa .
Ceklek...
__ADS_1
Pintu kamar mandi di buka , terlihat Fardan keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya .
" Kamu sudah bangun ? " Tanya Fardan membuyarkan lamunan Alifa .
Seketika Alifa melihat ke arah suaminya , dan tampaklah dada bidang suaminya yang putih mulus dan terlihat menggoda , pikir Alifa .
" Ah... apa yang aku pikirkan ." Batin Alifa sembari menggelengkan kepalanya .
" Kamu kenapa ??? "Tanya Fardan heran melihat tingkah istrinya .
" Ah tidak , aku tidak papa ." Ucap Alifa sembari tersenyum manis .
Dan baru kali ini Alifa tidak menutup matanya saat melihat Fardan tengah bertelanjang dada .
" Ya sudah , sebaiknya kamu mandi , setelah itu kita sarapan ." Ucap Fardan .
" Baiklah... " Dengan pelan Alifa turun dari ranjangnya karena dia masih merasa perih di bagian area sensitifnya .
Bahkan Alifa masih mendesis saat melangkahkan kakinya .
" Apa masih sakit ? " Tanya Fardan khawatir .
" Ya... tapi hanya sedikit , tidak seperti tadi pagi ." Ucap Alifa .
" Maaf ya... "Ucap Fardan merasa bersalah .
" Aku tidak apa-apa , jadi Kak Fardan tidak perlu merasa bersalah , bukankah sudah tugasku sebagai seorang istri untuk melayani Kak Fardan ." Ucap Alifa .
Cup
" Makasih sayang , aku mencintaimu ." Ucap Fardan .
Cup
Alifa membalas ciuman suaminya , tapi bukan di kening , melainkan ciuman sekilas di bibir lalu dia bergegas pergi dengan rasa malu , dan meninggalkan suaminya yang masih dalam mode terkejut sekaligus senang karena mendapat ciuman di bibirnya ,ya... meskipun hanya sekilas , namun itu membuat Fardan serasa berbunga-bunga saking bahagia nya .
" Ada apa denganku , kenapa sekarang aku jadi seberani ini sih ." Ucap Alifa saat dia sudah berada di dalam kamar mandi .
" Ah... sudahlah ,dia kan suamiku jadi tidak apa-apa lah... " Ocehnya sendiri .
Setelah lima belas menit , Alifa pun menyelesaikan ritual mandinya , dia keluar dengan hanya mengenakan jubah mandi yang tersedia di kamar mandi , karena sebelumnya dia lupa untuk membawa baju ganti .
Terlihat Fardan tengah meletakkan makanan di atas meja .
" Kamu mau menggodaku ya ." Ucap Fardan saat melihat Alifa keluar dengan hanya menggunakan jubah mandi .
Ia berjalan mendekati Alifa yang tengah berdiri di depan meja rias .
" Siapa yang menggodamu ??? " Tanya Alifa heran .
" Kamulah sayang... kenapa kamu keluar hanya memakai jubah mandi seperti ini kalau bukan untuk menggodaku hmm ." Ucap Fardan sambil memeluk tubuh ramping istrinya dari belakang , bahkan dia mencium leher Alifa dengan lembut seakan menikmati aroma tubuh istrinya yang kini menjadi candu baginya . Dan hal itu membuat Alifa kegelian .
" Aduh... semoga saja Kak Fardan gak minta jatah lagi , ini aja masih sakit dan perih , apa lagi badanku juga terasa remuk ." Batin Alifa .
__ADS_1
" Apaan sih Kak Fardan , kamunya aja tuh yang mesum ." Ucap Alifa .
" Lepasin Kak , aku mau pakai baju dulu ." Alifa berusaha melepaskan pelukan suaminya .
" Kalau aku tidak mau bagaimana ??? " Goda Fardan sembari tersenyum .
Kruk... kruk... kruk....
Belum Alifa menjawab perutnya sudah berbunyi , seakan mewakilkan Alifa untuk bicara bahwa dirinya tengah kelaparan , apalagi semalam dia harus meladeni suaminya di atas ranjang hingga jam satu dini hari .
" Tuh kan... perutku udah keroncongan , emang Kak Fardan mau kalau aku mati kelaparan ." Rengek Alifa .
" Gak usah lebay deh sayang , kamu gak akan mati kalau hanya menahan lapar yang belum sampai sehari aja ." Ucap Fardan .
" Tapi aku lapar Kak ." Rengek Alifa dengan manja . Dan entah sejak kapan dia menjadi manja terhadap suaminya .
" Ya sudah cepat pakai bajumu , setelah itu kita sarapan ." Ucap Fardan .
" Baiklah... " Alifa segera berjalan menuju ruang ganti .
Tak butuh waktu lama Alifa sudah selesai memakai bajunya dan kini dia berjalan mendekati suaminya yang tengah duduk di atas ranjang .
" Kenapa makanannya di bawa kesini sih Kak , kenapa kita gak makan di ruang makan aja ? " Tanya Alifa .
" Kamu kan masih sakit , jadi sebaiknya kita makan di kamar aja ." Ucap Fardan .
" Aku gak sakit kok , aku baik-baik aja ." Ucap Alifa .
" Kamu memang gak sakit ,tapi itu... kan masih sakit ." Ucap Fardan sembari melirik bagian bawah tubuh Alifa bahkan ia sambil tersenyum .
Dan tentu saja hal itu mampu membuat pipi Alifa memerah karena menahan rasa malu .
" Dasar otak mesum ." ketus Alifa .
-
-
-
-
-
Hai Readers setiaku...
Maaf ya author baru up nih
Maklum kemarin kan lebaran , jadi author agak sibuk .
Ingat ya...
Terus kasih semangat author dengan like , komen dan vote .
__ADS_1
TERIMA KASIH...