Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 43


__ADS_3

" Dasar otak mesum ." Ketus Alifa .


" Ya... gak papa lah kalau hanya mesum sama istri sendiri ." Ucap Fardan sambil tersenyum kecil .


" Ya sudah kamu makan dulu ya , biar aku suapin ." Ucap Fardan .


" Gak usah Kak , aku bisa makan sendiri ." Tolak Alifa lembut .


" Tidak ada bantahan Aaaa... " Ucap Fardan menyuruh Alifa untuk membuka mulutnya dan menyodorkan makanan ke arah Alifa .


Lagi-lagi Alifa harus mengalah dan mengikuti kemauan suami tampannya .


Dia pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari Fardan .


" Kamu harus makan yang banyak biar sehat ." Oceh Fardan .


" Emang Kak Fardan gak takut aku gendut , terus nanti aku jelek deh ." Oceh Alifa dengan polosnya .


Fardan hanya tersenyum kecil mendengar ucapan istrinya .


" Sayang... mau kamu gendut atau jelek sekalipun , itu tidak akan mengubah rasa sayangku dan mengurangi rasa cintaku terhadapmu , karena aku mencintaimu apa adanya bukan karena ada apanya ." Jelas Fardan .


" Beneran... Kak ." Tanya Alifa memastikan .


" Tentu saja , sudahlah jangan berpikiran yang aneh-aneh ."


" Baiklah... tapi Kak Fardan juga harus makan ,sini aku suapin ." Alifa juga menyuapi Fardan dengan penuh kasih sayang seperti yang Fardan lakukan terhadapnya . Dan jadilah saling suap menyuap di pagi itu .


Di kediaman Ardiansyah...


Seorang gadis cantik tengah duduk santai seorang diri di taman belakang dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya , yang tak lain adalah Erlin .


Dia terus saja mengingat pertemuannya dengan Hafiz kemarin , dia benar-benar bahagia karena dia bisa bertemu kembali dengan cinta pertamanya setelah beberapa tahun lamanya dia tidak bertemu dengan pria pujaan nya itu .


Ya... dulu saat Erlin masih duduk di bangku sekolah menengah atas , dia diam-diam menyukai Hafiz dan sampai sekarang pun Hafiz tidak mengetahui akan hal itu , karena sampai saat ini Erlin masih belum punya keberanian untuk menyatakan perasaannya terhadap Hafiz , bahkan dia juga tidak tau kalau Hafiz kini sudah menikah .


" Mungkinkah kamu juga memiliki perasaan yang sama sepertiku , atau sudah ada wanita lain di hatimu ." Ucap Erlin .


"Aku yakin... jika dia memang jodohku ,dia pasti akan menjadi milikku , tapi jika seandainya dia tidak di takdirkan untukku , maka aku harus menerima kenyataan itu ,karena cinta tak harus memiliki ." Batin Erlin sembari tersenyum manis .


Tiba-tiba seorang gadis cantik tengah berlari ke arahnya dan memeluknya dengan manja .


" Kalau sudah begini , dia pasti ada maunya ." Batin Erlin .


" Ada apa Ai...??? " Tanya Erlin pada Aila .


Ya... gadis itu adalah Aila , adik tirinya .


Anak dari istri kedua Daddy nya yang juga meninggal beberapa tahun yang lalu , karena sebuah kecelakaan .

__ADS_1


" Kak... boleh tidak aku pinjam mobilmu ." Tanya Aila penuh harap .


" Memangnya mobilmu kemana ??? " Erlin balik tanya .


" Mobilku ada sih... tapi ban nya lagi bocor dan masih belum di ganti ." Jelas Aila .


" Baiklah... tapi kamu mau pergi kemana ??? " Tanya Erlin .


" Aku mau pergi ke mall sebentar , ada barang yang ingin aku beli di sana ."


" Oke , tapi ingat... kamu tidak boleh pulang lewat dari jam lima sore ,mengerti ? "


" Siap bos , makasih ya... Kakakku sayang ."


" Hemmm... " Jawab Erlin .


" Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya Kak... emmuaccchhh... " Aila mengecup pipi Erlin .


" Dah Kakak... "


" Ya... hati-hati di jalan ." Teriak Erlin , karena Aila sudah mulai menjauh darinya .


" Menghela napas panjang , Sampai kapan aku harus berakting seperti ini , benar-benar membuatku muak jika melihat wajahnya yang sok polos itu , kapan Fardan akan mengakhiri semua ini ." Batin Erlin .


Dia pun beranjak dari duduknya dan bergegas pergi ke kamarnya , namun saat dia melewati ruang tengah , dia melihat daddynya tengah duduk santai sambil membaca koran .


" Serius amet sih dad baca koran nya ." Ucap Erlin sembari duduk di sebelah daddynya .


Azazian meletakkan koran nya di atas meja dan menatap ke arah putrinya .


" Ya... mau bagaimana lagi , daddy kan lagi kesepian , karena gak ada yang nemenin daddy ."Jawab Azazian sembari tersenyum .


" Oh ya dad , gimana keadaan Rafila di sana ??? " Tanya Erlin pada daddy nya .


" Dia baik-baik aja sayang , dan saat ini dia juga udah mulai kuliyah ."


" Kenapa ??? apa kamu merindukannya ??? " Tanya Azazian .


" Ya dad... aku sangat-sangat merindukannya , kapan ya dia pulang ke indonesia ??? "


" Kamu yang sabar sayang... ,jika Fardan sudah mengakhiri perbuatan gadis itu dan berhasil membongkar semua kebusukannya , Rafila pasti akan kembali berkumpul dengan kita ." Hibur sang Daddy .


" Ya... dan aku berharap semua itu secepatnya terjadi , karena aku sudah muak untuk terus berpura-pura menyayangi gadis jahat itu ." Gerutu Erlin .


" Ya... Daddy juga harap begitu ." Ucap Azazian .


-----


Ya... disinilah mereka sekarang , di sebuah ruangan yang penuh dengan alat musik , dan ruangan itu adalah ruangan rahasia yang berada di dalam ruang kerja Fardan , karena di ruangan itu bukan hanya terdapat alat musik ,tapi juga terdapat banyak foto Alifa yang terpajang rapi di ruangan itu .

__ADS_1


" Kak Fardan boleh aku bertanya sesuatu terhadapmu ??? " Tanya Alifa yang kini tengah duduk di pangkuan Fardan , dan tentu saja itu atas permintaan suaminya .


" Katakan saja sayang... " Ucap Fardan sembari membelai lembut pipi istrinya .


" Tapi Kak Fardan harus jawab dengan jujur ya... "


" Tergantung... " jawab Fardan santai .


" Loh kok gitu sih... " Ucap Alifa merasa kesal karena tidak puas dengan jawaban suaminya . Sedangkan Fardan hanya tersenyum kecil melihat raut wajah Alifa yang terlihat kesal , karena di mata Fardan itu terlihat sangat menggemaskan .


" Kalau nanti malam ronde nya nambah ,aku pasti akan menjawabnya dengan jujur ." Ucap Fardan sembari tersenyum menggoda .


" Ih... dasar mesum , yang di pikirin hanya adengan itu saja ." Oceh Alifa sembari mencubit keras perut pinggang suaminya .


" Awwsshh... Sakit sayang... " Ringis Fardan kesakitan .


" Biarin... siapa suruh Kak Fardan mesum ."


" Ya sudah kalau kamu tidak mau menam..."


" Oke... " Alifa memotong pembicaraan suaminya .


" Nah... gitu dong ." Ucap Fardan sambil tersenyum puas .


" Sekarang katakan apa yang ingin kamu tanyakan ." Lanjut Fardan .


" Siapa gadis yang Kak Fardan bicarakan dengan Kevin di telpon tadi pagi ??? " Tanya Alifa serius .


" Apakah gadis yang Kak Fardan bicarakan itu juga gadis yang sama dengan gadis yang aku lihat sedang bergandengan tangan dengan mesra bersama Kak Fardan di mall ??? " Tanya Alifa lagi .


Jederrr....


Fardan bagaikan tersambar petir di siang bolong saat mendengar pertanyaan yang beruntun dari istrinya .


" Mungkinkah ini sudah saatnya untuk Alifa mengetahui semuanya , tapi apakah dia sudah siap untuk mengetahui semua ini ??? " Batin Fardan dalam hati .


-


-


-


-


-


JANGAN LUPA YA...TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE .


TERIMA KASIH...

__ADS_1


__ADS_2