
" Dasar otak mesum ." Ketus Alifa .
" Ya... gak papa lah kalau hanya mesum sama istri sendiri ." Ucap Fardan sambil tersenyum kecil .
" Ya sudah kamu makan dulu ya , biar aku suapin ." Ucap Fardan .
" Gak usah Kak , aku bisa makan sendiri ." Tolak Alifa lembut .
" Tidak ada bantahan Aaaa... " Ucap Fardan menyuruh Alifa untuk membuka mulutnya dan menyodorkan makanan ke arah Alifa .
Lagi-lagi Alifa harus mengalah dan mengikuti kemauan suami tampannya .
Dia pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari Fardan .
" Kamu harus makan yang banyak biar sehat ." Oceh Fardan .
" Emang Kak Fardan gak takut aku gendut , terus nanti aku jelek deh ." Oceh Alifa dengan polosnya .
Fardan hanya tersenyum kecil mendengar ucapan istrinya .
" Sayang... mau kamu gendut atau jelek sekalipun , itu tidak akan mengubah rasa sayangku dan mengurangi rasa cintaku terhadapmu , karena aku mencintaimu apa adanya bukan karena ada apanya ." Jelas Fardan .
" Beneran... Kak ." Tanya Alifa memastikan .
" Tentu saja , sudahlah jangan berpikiran yang aneh-aneh ."
" Baiklah... tapi Kak Fardan juga harus makan ,sini aku suapin ." Alifa juga menyuapi Fardan dengan penuh kasih sayang seperti yang Fardan lakukan terhadapnya . Dan jadilah saling suap menyuap di pagi itu .
Di kediaman Ardiansyah...
Seorang gadis cantik tengah duduk santai seorang diri di taman belakang dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya , yang tak lain adalah Erlin .
Dia terus saja mengingat pertemuannya dengan Hafiz kemarin , dia benar-benar bahagia karena dia bisa bertemu kembali dengan cinta pertamanya setelah beberapa tahun lamanya dia tidak bertemu dengan pria pujaan nya itu .
Ya... dulu saat Erlin masih duduk di bangku sekolah menengah atas , dia diam-diam menyukai Hafiz dan sampai sekarang pun Hafiz tidak mengetahui akan hal itu , karena sampai saat ini Erlin masih belum punya keberanian untuk menyatakan perasaannya terhadap Hafiz , bahkan dia juga tidak tau kalau Hafiz kini sudah menikah .
" Mungkinkah kamu juga memiliki perasaan yang sama sepertiku , atau sudah ada wanita lain di hatimu ." Ucap Erlin .
"Aku yakin... jika dia memang jodohku ,dia pasti akan menjadi milikku , tapi jika seandainya dia tidak di takdirkan untukku , maka aku harus menerima kenyataan itu ,karena cinta tak harus memiliki ." Batin Erlin sembari tersenyum manis .
Tiba-tiba seorang gadis cantik tengah berlari ke arahnya dan memeluknya dengan manja .
" Kalau sudah begini , dia pasti ada maunya ." Batin Erlin .
" Ada apa Ai...??? " Tanya Erlin pada Aila .
Ya... gadis itu adalah Aila , adik tirinya .
Anak dari istri kedua Daddy nya yang juga meninggal beberapa tahun yang lalu , karena sebuah kecelakaan .
__ADS_1
" Kak... boleh tidak aku pinjam mobilmu ." Tanya Aila penuh harap .
" Memangnya mobilmu kemana ??? " Erlin balik tanya .
" Mobilku ada sih... tapi ban nya lagi bocor dan masih belum di ganti ." Jelas Aila .
" Baiklah... tapi kamu mau pergi kemana ??? " Tanya Erlin .
" Aku mau pergi ke mall sebentar , ada barang yang ingin aku beli di sana ."
" Oke , tapi ingat... kamu tidak boleh pulang lewat dari jam lima sore ,mengerti ? "
" Siap bos , makasih ya... Kakakku sayang ."
" Hemmm... " Jawab Erlin .
" Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya Kak... emmuaccchhh... " Aila mengecup pipi Erlin .
" Dah Kakak... "
" Ya... hati-hati di jalan ." Teriak Erlin , karena Aila sudah mulai menjauh darinya .
" Menghela napas panjang , Sampai kapan aku harus berakting seperti ini , benar-benar membuatku muak jika melihat wajahnya yang sok polos itu , kapan Fardan akan mengakhiri semua ini ." Batin Erlin .
Dia pun beranjak dari duduknya dan bergegas pergi ke kamarnya , namun saat dia melewati ruang tengah , dia melihat daddynya tengah duduk santai sambil membaca koran .
" Serius amet sih dad baca koran nya ." Ucap Erlin sembari duduk di sebelah daddynya .
Azazian meletakkan koran nya di atas meja dan menatap ke arah putrinya .
" Ya... mau bagaimana lagi , daddy kan lagi kesepian , karena gak ada yang nemenin daddy ."Jawab Azazian sembari tersenyum .
" Oh ya dad , gimana keadaan Rafila di sana ??? " Tanya Erlin pada daddy nya .
" Dia baik-baik aja sayang , dan saat ini dia juga udah mulai kuliyah ."
" Kenapa ??? apa kamu merindukannya ??? " Tanya Azazian .
" Ya dad... aku sangat-sangat merindukannya , kapan ya dia pulang ke indonesia ??? "
" Kamu yang sabar sayang... ,jika Fardan sudah mengakhiri perbuatan gadis itu dan berhasil membongkar semua kebusukannya , Rafila pasti akan kembali berkumpul dengan kita ." Hibur sang Daddy .
" Ya... dan aku berharap semua itu secepatnya terjadi , karena aku sudah muak untuk terus berpura-pura menyayangi gadis jahat itu ." Gerutu Erlin .
" Ya... Daddy juga harap begitu ." Ucap Azazian .
-----
Ya... disinilah mereka sekarang , di sebuah ruangan yang penuh dengan alat musik , dan ruangan itu adalah ruangan rahasia yang berada di dalam ruang kerja Fardan , karena di ruangan itu bukan hanya terdapat alat musik ,tapi juga terdapat banyak foto Alifa yang terpajang rapi di ruangan itu .
__ADS_1
" Kak Fardan boleh aku bertanya sesuatu terhadapmu ??? " Tanya Alifa yang kini tengah duduk di pangkuan Fardan , dan tentu saja itu atas permintaan suaminya .
" Katakan saja sayang... " Ucap Fardan sembari membelai lembut pipi istrinya .
" Tapi Kak Fardan harus jawab dengan jujur ya... "
" Tergantung... " jawab Fardan santai .
" Loh kok gitu sih... " Ucap Alifa merasa kesal karena tidak puas dengan jawaban suaminya . Sedangkan Fardan hanya tersenyum kecil melihat raut wajah Alifa yang terlihat kesal , karena di mata Fardan itu terlihat sangat menggemaskan .
" Kalau nanti malam ronde nya nambah ,aku pasti akan menjawabnya dengan jujur ." Ucap Fardan sembari tersenyum menggoda .
" Ih... dasar mesum , yang di pikirin hanya adengan itu saja ." Oceh Alifa sembari mencubit keras perut pinggang suaminya .
" Awwsshh... Sakit sayang... " Ringis Fardan kesakitan .
" Biarin... siapa suruh Kak Fardan mesum ."
" Ya sudah kalau kamu tidak mau menam..."
" Oke... " Alifa memotong pembicaraan suaminya .
" Nah... gitu dong ." Ucap Fardan sambil tersenyum puas .
" Sekarang katakan apa yang ingin kamu tanyakan ." Lanjut Fardan .
" Siapa gadis yang Kak Fardan bicarakan dengan Kevin di telpon tadi pagi ??? " Tanya Alifa serius .
" Apakah gadis yang Kak Fardan bicarakan itu juga gadis yang sama dengan gadis yang aku lihat sedang bergandengan tangan dengan mesra bersama Kak Fardan di mall ??? " Tanya Alifa lagi .
Jederrr....
Fardan bagaikan tersambar petir di siang bolong saat mendengar pertanyaan yang beruntun dari istrinya .
" Mungkinkah ini sudah saatnya untuk Alifa mengetahui semuanya , tapi apakah dia sudah siap untuk mengetahui semua ini ??? " Batin Fardan dalam hati .
-
-
-
-
-
JANGAN LUPA YA...TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE .
TERIMA KASIH...
__ADS_1