
" Selamat ya pak... istri anda positif hamil. " Ucap dokter cantik di depannya sembari tersenyum ramah.
" Yang bener dok...??? " Tanya Fardan antusias.
" Iya Pak, dan usia kandungannya masih delapan minggu . " jelas sang dokter.
" Alhamdulillah... " Ucap Fardan senang.
Sedangkan Alifa hanya terdiam mendengar penuturan sang dokter yang menyatakan bahwa dirinya hamil.
" Sayang... kok kamu malah diem, emang gak senang kalau kamu hamil...??? " Tanya Fardan yang keheranan dengan sikap istrinya yang hanya diam tanpa menunjukkan ekspresi apapun.
Tiba-tiba saja air mata Alifa luruh begitu saja, membuat Fardan yang sedari tadi menatapnya menjadi gelagapan.
" Loh... kamu kenapa sayang, kok malah nangis, maaf ya kalau ada perkataan ku yang menyinggung perasaanmu. " Ucap Fardan merasa bersalah.
Namun Alifa menggelengkan kepalanya cepat.
" Aku hanya terharu Kak, aku gak nyangka aja ternyata Allah akan mengabulkan do'a ku saat di sepertiga malam." Jelas Alifa sembari menatap balik suaminya.
" Astaghfirullah... aku kira kamu gak senang dengan kehamilan kamu. " Ucap Fardan lega.
" Nggak mungkin lah... setiap perempuan pasti ingin menjadi seorang ibu , termasuk aku. " Ucap Alifa.
Sedangkan sang dokter hanya menggeleng pelan melihat adengan mereka yang menurutnya cukup lucu.
" Owh ya... ini resep vitamin yang harus di minum oleh istri pak Fardan . " Ucap Sang dokter sembari menyerahkan secarik kertas yang tertulis nama vitamin yang harus di belinya.
" Terima kasih dok... " Ucap Fardan.
" Sama_sama pak... tolong di jaga dengan baik ya istrinya, jangan sampai si ibu kelelahan, dan pastikan kalau istri Pak Fardan istirahat dengan cukup. " Saran dokter.
" Pasti dok... sekali lagi terimakasih, kalau begitu saya dan istri saya permisi dulu. "
" Iya sama_sama Pak Fardan. " Jawab dokter itu ramah.
Dengan hati_hati Fardan menggandeng tangan sang istri keluar dari ruangan sang dokter kandungan.
Di dalam mobil...
" Sayang kamu ada yang ingin kamu beli nggak... atau kamu pengen makan sesuatu gitu...??? " Tanya Fardan antusias.
" Emmm... apa ya... kayaknya gak ada deh Kak, aku cuma pengen cepat sampai rumah aja. " Ucap Alifa.
" Yakin...??? " Tanya Fardan memastikan.
Namun hanya di balas anggukan kecil oleh sang istri.
" Ya udah kalau gitu kita langsung pulang aja. " Ucap Fardan sembari tersenyum.
Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di kediamannya.
__ADS_1
Fardan dengan sigap membukakan pintu mobilnya untuk sang istri.
" Kamu masih lemes nggak sayang...??? " Tanya Fardan lembut.
" Nggak Kak... aku udah kuat jalan kok. " Ucap Alifa sembari tersenyum.
Dia sangat bersyukur karena telah memiliki suami yang sangat perhatian terhadap nya.
Baru saja Alifa hendak mengucapkan salam saat ingin masuk ke dalam rumahnya, namun seorang wanita paruh baya langsung berhambur memeluknya.
" Sayang... kamu baik_baik aja kan, maaf bunda gak bisa langsung ke rumah sakit tadi, karena... "
" Aku gak apa_apa kok bun , bunda gak perlu khawatir. " Ucap Alifa memotong ucapan sang bunda.
" Ya udah duduk yuk...!!! " Rita mengajak putrinya duduk di sofa bergabung dengan yang lainnya.
Terlihat di sana keluarga besarnya berkumpul, kecuali Azazian dan Erlin yang sudah beberapa bulan yang lalu pergi ke luar negeri karena ada urusan bisnis.
" Owh ya Far, kenapa kamu menyuruh kita berkumpul disini, apa yang kamu ingin sampaikan kepada kita...??? " Tanya Riko penasaran.
Fardan hanya tersenyum mendengar pertanyaan ayahnya.
Sedangkan Ifan dan Aila ikut tersenyum, karena mereka sudah mengetahui kabar gembira yang akan di sampaikan Fardan pada ayah dan bundanya.
" Aku punya kabar gembira yah, bun...!!! "Ucap Fardan antusias.
" Kabar gembira apa...??? "Tanya Rita penasaran.
" Benarkah...??? "Tanya Rita dan Riko serempak, membuat semua orang di ruangan itu tersenyum mendengar ucapan mereka.
" kompak amet sih bun, yah... " Ucap Ifan.
" Kapan bunda dan ayahmu ini gak pernah kompak. " Ucap Riko.
" Iya juga ya... " Ucap Ifan.
" Akhirnya kita bakalan punya cucu yah..." Ucap Rita pada suaminya.
" Iya, ayah senang banget, karena sebentar lagi kita akan menimang cucu. "
" Selamat ya sayang... sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu. " Ucap Rita sembari memeluk Alifa dari samping.
" Makasih bun... " Jawab Alifa tersenyum senang.
" Trus kapan nih Ifan nikah, Alifa udah hamil loh... masak iya mau ngejomblo terus. " Ledek Fardan.
Membuat Ifan dan Aila salah tingkah, pasalnya kedua sejoli itu sudah sama_sama memiliki perasaan, hanya saja mereka begitu gengsi untuk mengakuinya, karena selama ini mereka hanya bertengkar dan bertengkar.
" Gimana ya... aku tuh masih belum menemukan yang cocok denganku, lagian cari perempuan yang baik dan setia itu sulit banget . " Jawab Ifan sok santai.
" Ya udah kalau gitu sebaiknya Kak Ifan nikah aja sama Aila, selain cantik... dia sholehah pula . " Celetuk Alifa.
__ADS_1
keduanya melotot mendengar ucapan Alifa, terlebih Aila, dia begitu tertegun mendengar ucapan sahabat sekaligus kakak iparnya itu.
" Wah... ide bagus tuh, bunda setuju ." Ucap Rita sembari tersenyum.
" Kalau papa gimana, setuju nggak yah. .. kalau Kak Ifan nikahnya sama Aila...??? " Tanya Alifa sambil menatap ke arah Riko.
" Ya... kalau Ayah sih setuju setuju aja, asalkan mereka bahagia. "
" Tuh Kak... udah dapat restu loh... dari ayah sama bunda, tunggu apalagi...!!! " Ucap Alifa terkekeh pelan.
Sedangkan Fardan hanya menggeleng pelan melihat tingkah istrinya yang sangat suka menggoda adik dan adik iparnya itu.
" Dasar bumil... hobinya cuma ngeledekin orang aja.. " Kesal Ifan.
🌹🌹🌹
Fardan menatap istrinya yang terlihat aneh, pasalnya sedari tadi dia duduk sembari menatap ponselnya, lalu kembali melamun, menatap ponsel lagi, lalu melamun.
Terlihat aneh bukan...???
" Sayang kamu kenapa...??? " Tanya Fardan keheranan.
" Emmm... aku... " Alifa tampak ragu untuk mengatakannya.
" Kenapa sayang... katakan saja...??? " Tanya Fardan lembut.
" Kayaknya aku lagi ngidam deh Kak. " Ucap Alifa.
" Memangnya kamu ngidam apa, apapun yang kamu inginkan pasti akan aku usahakan. " Ucap Fardan, dia tidak tau saja kalau keinginan bumil itu suka aneh_aneh, bahkan terkadang di luar nalar.
" Aku ingin melihat orang yang tengah melakukan operasi secara langsung. " Ucapnya pelan, namun mampu membuat sang suami terkejut bukan main.
" Sayang... kamu serius...??? " Tanya Fardan seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan .
Alifa hanya menganggukkan kepalanya.
" Tapi bukankah kamu paling tidak bisa jika melihat darah, apalagi harus melihat orang yang tengah melakukan operasi, itu terdengar aneh bukan...??? " Tanya Fardan masih tidak habis pikir dengan keinginan sang istri.
" Tapi ini keinginan bayi kita, entah kenapa aku sangat ingin melihatnya sekarang juga. " Ucapnya dengan mata yang sudah berkaca_kaca, dan sudah siap untuk tumpah.
Bersambung...
Akankah Fardan mengikuti kemauan Alifa untuk menyaksikan proses berjalannya operasi secara langsung...??? "
" Penasaran kan...???
Yuk langsung kepoin bab selanjutnya.
Jangan lupa nih gays....
untuk Like, komen dan vote nya...
__ADS_1
Terimakasih... ☺