
" Tapi kenapa wajahmu mirip sekali dengan wajah Aila ??? " Tanya Alifa yang masih belum mengerti dengan semua ini .
" Karena aku melakukan operasi plastik agar wajahku mirip dengan wajah sahabatmu ." Jawab Tina santai .
" Apa salahku terhadapmu Tina , sehingga kamu begitu menginginkan kematianku , bahkan kamu sampai membunuh Aila , apa salah kami terhadapmu apa??? " Teriak Alifa sambil terisak , ia sangat terpukul saat mengetahui bahwa sahabatnya telah tewas akibat pembunuhan yang dilakukan Tina .
" Menangislah Alifa , menangislah... karena memang itu yang aku inginkan , melihatmu menderita sebelum akhirnya kamu juga mati menyusul sahabatmu itu ." Ucap Tina sambil tersenyum sinis .
" Kenapa kamu melakukan ini...??? " Lagi-lagi Alifa bertanya karena dia benar-benar tidak tau apa kesalahan yang sudah dia lakukan sehingga membuat Tina begitu membencinya , bahkan ingin membunuhnya .
" Karena aku ingin kamu juga merasakan apa yang aku rasakan Alifa ." Teriak Tina dengan mata yang memerah akibat menahan emosinya .
" Aku ingin kamu tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang kamu sayang , seperti hal nya aku saat kehilangan Kak Yudis ." Sambung Tina .
" Dan kamu tau Kak Yudis meninggal karena apa , dia meninggal karena bunuh diri , dan dia melakukan itu karena Kak Fardan telah menolak cintanya , karena ternyata Kak Fardan diam-diam mencintaimu ."
" Bahkan penderitaan ku tidak hanya sampai di situ , ayahku yang melihat putri sulungnya meninggal dengan keadaan gantung diri di kamarnya , tepat di depan matanya , membuat sakit jantung ayahku kambuh hingga saat itu juga dia menghembuskan nafas terakhirnya , karena terkena serangan jantung ." Tina berhenti sejenak , hatinya terasa sakit saat kembali mengingat kenangan yang begitu menyakitkan baginya .
" Setelah itu , ibuku yang juga tidak bisa menerima kenyataan yang begitu menyakitkan itu juga harus di bawa kerumah sakit jiwa , karena ibuku mengalami gangguan mental sehingga membuat ibuku menjadi gila , dan semua itu karena kamu , andai saja kamu tidak ada mungkin Kak Yudis tidak akan patah hati sehingga dia tidak akan bunuh diri , aku benci terhadapmu Alifa , aku sangat membencimu ." Teriak Tina .
" Kalau kamu memang membenciku , kenapa kamu harus mengorbankan nyawa orang lain , kenapa kamu harus membunuh Aila ??? "
" Karena dia juga tidak ada bedanya denganmu , dia sudah berani menyukai orang yang aku cintai yaitu Ifan , dan tak ku sangka ternyata Ifan malah mencintaimu ."
" Apa... Kak Ifan mencintaiku , itu tidak mungkin ." Ucap Alifa shok .
" Dasar gadis bodoh , apa kamu tidak bisa melihat dari tatapan matanya terhadapmu , terlihat jelas bahwa dia sangat mencintaimu , tapi sayangnya kamu malah menikah dengan Kak Fardan ." Tina kembali menghampiri Alifa .
Plakkkk...
Sebuah tamparan ia daratkan di pipi mulus Alifa , hingga membuat cairan merah keluar dari ujung bibir Alifa .
" Sakit kan...??? itu tidak seberapa dengan sakitnya hatiku saat kamu membuat keluargaku hancur ." Ucap Tina .
Plakkkk...
Lagi-lagi Tina mendaratkan tamparan keras di pipi kanan Alifa , hingga meninggalkan bekas kemerahan disana .
Tak berhenti disitu , Tina kembali mencengkram kuat rahang Alifa .
" Kau akan ku buat mati secara perlahan lahan ." Ucap Tina dengan penuh kemarahan .
Terlihat jelas bahwa ada kebencian di matanya .
" Maafkan aku Tin , tapi aku benar-benar tidak tau akan hal ini , bahkan aku tidak tau kalau kamu dan kakakmu ternyata mencintai kedua kakakku ." Ucap Alifa .
__ADS_1
" Hhh.... kamu pikir dengan kamu minta maaf , Kakak dan ayahku akan kembali hidup , tidak kan... jadi simpan saja kata maafmu itu , karena aku tidak membutuhkannya ." Ucap Tina sambil melepas cengkramannya .
Prok... prok... prok...
" Pertunjukan yang bagus Nona Kristina ." Ucap Pria tampan yang kini sudah berdiri tegap di belakang Tina .
Tina membalikkan badannya dan menatap ke arah pria yang kini sudah berdiri di depannya .
" Kau... " Ucap Tina terkejut saat mengetahui siapa pria di hadapannya .
" Ya... ini aku , bukankah kamu memiliki dendam kepadaku , tapi kenapa kamu malah menyakiti istri tercintaku , apa kamu sudah bosan hidup Nona Kristina ." Ancam pria itu yang tak lain adalah Fardan .
" Hahaha...." Tina tertawa lepas .
" Kau lucu Tuan muda Fardan , kau pikir aku akan takut dengan ancaman mu ." Ucap Tina .
" Lalu bagaimana dengan ini Nona Kristina ." Ucap Kevin yang entah sejak kapan dia sudah berdiri di belakang Tina sambil menodongkan pistolnya tepat di kepala Tina .
Sedangkan semua anak buah Tina sudah terkapar tak bernyawa , entah bagaimana caranya Fardan dan Kevin bisa melakukan semua itu .
" Kurang ajar , ternyata kalian sangat licik , kalian bermain dengan curang ." Ucap Tina penuh amarah .
" Sayang kamu tidak kenapa napa kan ." Tanya Fardan sambil melepaskan ikat di kaki dan tangan Alifa .
Brukkk....
" Aku takut Kak... " Ucap Alifa lirih .
" Tenanglah... kamu tidak perlu takut , ada aku disini ." Ucap Fardan sambil membalas pelukan istrinya .
Fardan menjauhkan tubuhnya dari Alifa dan menatap wajah istrinya , dan terlihat jelas bahwa kedua pipi istrinya membengkak akibat tamparan Tina ,bahkan ada bekas darah di ujung bibirnya .
Fardan yang melihat itu langsung mengepalkan tangannya , menahan emosi yang kini sudah memuncak .
Dia pun membalikkan badannya menatap ke arah Tina selangkah demi selangkah dia menghampiri Tina .
Plakkkk...
Fardan mendaratkan sebuah tamparan di pipi mulus Tina hingga membuat pipinya membengkak .
" Itu balasan karena kamu telah berani melukai istriku ." Ucap Fardan .
Plakkk...
Kali ini Fardan mendaratkan tamparannya di pipi kanan Tina , dan meninggalkan jejak kemerahan disana , bahkan ujung bibirnya mengeluarkan cairan merah .
__ADS_1
" Dan itu untuk membalas perbuatanmu terhadap adik kesayanganku ." Ucap Fardan dengan tatapan yang tajam .
" Cukup Kak , jangan lakukan itu lagi ." Ucap Alifa , dia merasa tidak tega melihat Tina di tampar seperti itu oleh suaminya .
" Kevin , kamu urus gadis itu ,dan pastikan bahwa dia tidak akan lagi berani menyakiti istriku ." Ucap Fardan .
" Baik tuan... " Ucap Kevin .
" Bawa gadis ini ." Perintah Kevin pada anak buahnya .
" Lepaskan aku brengsek ." Teriak Tina .
Namun tak ada satu orang pun yang menghiraukan teriakannya .
Sedangkan Fardan langsung menggendong Alifa dengan ala bridal styl ,dan membawanya masuk ke dalam mobil .
Di dalam mobil...
" Kak kita mau kemana ??? " Tanya Alifa saat menyadari bahwa itu bukan arah jalan pulang ke rumahnya .
" Kita akan ke rumah sakit ." Jawab Fardan .
" Untuk apa , aku baik-baik saja Kak , sebaiknya kita langsung pulang saja ."Ucap Alifa .
" Tidak , kamu tetap harus di bawa ke rumah sakit , aku takut kamu kenapa napa ." Ucap Fardan .
Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah sakit milik Azazian .
Fardan yang memang sangat mengkhatirkan keadaan istrinya , langsung turun dan menggendong Alifa , membawanya masuk ke dalam rumah sakit .
" Turunkan aku Kak , aku bisa jalan sendiri , lagian aku... "
" Berhenti mengoceh atau kamu mau aku menciummu sekarang juga ." Ancam Fardan . Dan tentu saja cara itu berhasil membungkam mulut Alifa yang sedari tadi mengoceh meminta untuk di turunkan .
-
-
-
-
-
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN , DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA .
__ADS_1
TERIMA KASIH...😉😉😉