
" Akhirnya Kak Fardan datang juga , aku kira Kak Fardan udah lupa sama aku ." Oceh Aila tanpa melepas pelukannya .
" Ehmm... bisa tolong lepaskan dulu pelukannya ." Ucap Pria itu .
" Eh tunggu , kenapa suaranya tidak seperti dengan suara Kak Fardan , apa jangan-jangan... " Aila mulai menebak nebak . Dia pun melepaskan pelukannya .
Setelah pelukan Aila terlepas , pria itu pun membalikkan badannya menatap ke arah Aila .
" Kamu... " Ucap Aila terkejut sambil menunjuk ke arah Pria itu .
" Iya ini aku ,kamu masih ingat kan sama aku , Rivan William Mahendra pria tampan sejagat raya ." Ucap Ifan begitu pedenya .
Ya... pria itu adalah Ifan .
" Wlekk... enek deh aku dengernya ." Ucap Aila sambil menjulurkan lidahnya .
" Eh hati-hati deh kalo ngomong , entar kamu naksir sama aku baru deh tau rasa ." Ucap Ifan .
" Ah... udah lah capek aku debat sama kamu ." Ketus Aila .
" Sebenarnya kamu mau ngapain kesini ???" Sambung Aila .
" Gak di suruh masuk dulu nih , aku kan capek sedari tadi berdiri terus ." Oceh Ifan .
" Nggak ." Tolak Aila .
" Pelit amet sih ." Ucap Ifan , dia pun langsung nyelonong masuk ke dalam apartemen Aila .
" Eh... kamu ngapain main nyelonong masuk sembarangan ke apartemen aku ."
" Mau duduk capek ." Ucap Ifan yang kini duduk santai di sofa .
" Emang gak ada akhlak kamu ya ." Ketus Aila .
" Emang lagi gak ada , lagi ketinggalan di mobil ." Jawab Ifan asal .
" Ish... dasar nyebelin ." Ucap Aila sambil mengerucutkan bibirnya .
Ifan yang melihat itu hanya tersenyum kecil , entah kenapa dia begitu senang saat menggoda gadis di depannya .
" Kenapa senyum-senyum , udah mulai gila ya ." Ketus Aila yang kini juga sudah duduk di sofa .
" Ya... gila karena kamu ." Jawab Ifan sambil mengerlingkan sebelah matanya .
" Wah parah... kayaknya kamu udah benar-benar gila ya , atau kamu udah salah minum obat kali ya ." Ucap Aila .
Ifan tidak menanggapi ucapan Aila , dia malah sibuk menatap gadis di depannya .
Entah kenapa sedari tadi jantungnya berdetak tak menentu , apalagi saat Aila tengah memeluknya , jantungnya berdetak hebat seakan ingin melompat dari tempatnya .
" Dia kenapa sih , apa dia udah benar-benar gila , tadi aja dia mengoceh , sekarang dia malah diam begitu aja , jangan-jangan dia beneran salah minum obat lagi ." Batin Aila heran melihat perubahan Ifan yang secara tiba-tiba .
" Kenapa diem , udah capek sedari tadi mengoceh gak jelas ." Ucap Ifan .
" Tau ah , capek aku ngomong sama orang gesrek kayak kamu ." Ketus Aila .
__ADS_1
" Gak mau lanjutin yang tadi nih ." Goda Ifan .
" Gak mau main peluk pelukan lagi , kali aja masih kangen sama aku ." Sambung Ifan sambil terus menggoda Aila .
" Idih... ogah , tadi itu aku peluk kamu karena aku kira kamu itu Kak Fardan ,tapi ternyata malah genderowo ." Ucap Aila .
" Tega amet sih kamu Ai... cowok tampan kayak gini di bilang genderowo , jahat tau nggak ." Ucap Ifan sambil mencebikkan bibirnya .
Aila yang melihat tingkah Ifan hanya tersenyum kecil , karena baginya Ifan terlihat lucu jika seperti itu .
" Udah ah jangan senyum-senyum mulu , jadi gak nih pulang ." Tanya Ifan .
" Jadi lah , tapi kan Kak Fardan belum juga jemput aku ."
" Kak Fardan gak bisa jemput kamu , makannya dia nyuruh aku yang jemput kamu kesini ." Jelas Ifan .
" Owh... jadi kamu kesini karena di suruh Kak Fardan untuk menjemputku ."
" Iya lah , memangnya untuk apalagi ." Jawab Ifan .
" Ya sudah ayo , aku udah gak sabar untuk ketemu sama keluargaku dan Alifa ." Ucap Aila antusias .
-----
Di lain tempat , Fardan pulang dengan membawa Alifa dalam gendongannya .
Sesampainya di ruang tamu , Fardan dan Alifa langsung di sambut oleh ayah dan bundanya , juga Erlin dan daddy nya .
" Sayang gimana keadaan Alifa , dia baik-baik aja kan??? " Tanya Rita cemas saat melihat Fardan menggendong Alifa ala bridal styl .
" Alifa baik-baik saja Bun , hanya saja dia ketiduran saat di dalam mobil ,makannya aku menggendongnya , karena aku tidak tega untuk membangunkannya ." Jelas Fardan .
" Syukurlah , kalau begitu cepat bawa dia ke kamarnya ." Ucap Rita .
" Hemmm... " Jawab Fardan . Dia pun bergegas pergi menuju kamarnya .
Di dalam mobil...
" Gimana kabar kamu selama di singapore ???" Tanya Ifan .
" Baik-baik saja , dan aku juga betah banget disana , apalagi di tempat kuliyah aku tuh banyak banget cowok-cowok tampan dan keren , jadi makin betah deh aku , tapi sayangnya aku malah harus balik ke indonesia ." Oceh Aila .
Deg
Entah kenapa mendengar Aila memuji pria lain , membuat Ifan merasa tidak senang , bahkan hatinya merasa sesak .
" Owh... kalau begitu sudah kamu punya pacar ya kan... " Tebak Ifan .
Dia ingin memastikan apakah Aila sudah memiliki kekasih atau belum .
" Nggak juga sih ." Jawab Aila .
" Kenapa begitu , bukannya kamu bilang di tempat kuliyahmu banyak pria tampan ."
" Ya... aku gak suka aja kalau harus pacaran , aku tuh lebih suka kalau langsung ke pelaminan , di halalin gitu , kan enak kalau pacaran setelah menikah ." Ucap Aila sambil tersenyum .
__ADS_1
Bahkan dia sudah membayangkan di lamar dengan orang yang mencintai dan dicintai olehnya .
" Owh gitu ." Ucap Ifan .
Entah kenapa Ifan merasa senang dan lega saat mendengar kalau saat ini Aila masih sendiri .
" Kalau kamu sendiri gimana , udah punya istri berapa nih , dua tiga atau empat ???" Cerocos Aila .
" Ya kali aku punya istri sebanyak itu , gini-gini aku tuh setia tau nggak , lagian jangankan istri pacar aja gak punya ." Jawab Ifan .
" Eleh... ngakunya cowok setia , tapi saat kamu kelas dua SMA , pacar kamu udah tiga , temenan lagi , playboy macam apa tuh ." Oceh Aila .
" Itu kan dulu , sekarang udah gak lagi ."
" Yakin nih udah insaf ." Tanya Aila .
" Iya lah ." Jawab Ifan mantap .
" Wah... kalau gitu bisa di jadikan judul novel tuh " Insafnya sie cowok playboy ." ya kan... kayaknya bagus deh ." Oceh Aila .
" Kenapa gak sekalian buat judul "sie playboy jemput jodoh di apartemen . " kan lebih menarik ." Ucap Ifan .
" Ya nggak lah , ya kali aku jodoh sama kamu ."
" Eh siapa bilang aku jodoh sama kamu , aku cuma bilang buat judul novel kan , atau kamu memang berharap bisa jodoh sama aku ." Goda Ifan .
" Nggak apaan sih ." Ucap Aila sambil memalingkan pandangannya .
" Ternyata rasa ini masih tetap untuknya , masih tetap seperti dulu saat terakhir kali aku bertemu dengannya ,buktinya jantungku masih berdetak tak karuan saat aku berada di dekatnya , tapi aku gak yakin kalau dia juga memiliki perasaan yang sama sepertiku ." Batin Aila .
" Kamu gak mau turun nih ." Tanya Ifan .
" Eh... emangnya udah sampai ??? " Aila balik tanya .
" Iya lah udah sampai , makannya jangan melamun terus , kesambet baru tau rasa deh ." Ucap Ifan sambil turun dari mobilnya .
Aila pun segera turun dari mobil dan berjalan menyusul Ifan yang berjalan lebih dulu .
-
-
-
-
-
INGAT...
SETELAH BACA JANGAN LUPA BERIKAN LIKE , KOMEN ,DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA .👌
**TERIMA KASIH...😊😊😊
SEE YOU ALL**
__ADS_1