
" Baiklah ,Ayah setuju dengan keputusanmu ." Ucap Riko sembari tersenyum .
"Tapi aku tidak setuju Yah , aku tidak mau pergi dari rumah ini ." Rengek Alifa .
" Tidak bisa Lif , sekarang kamu sudah menjadi seorang istri ,jadi sekarang kamu bukan lagi tanggung jawab Ayah dan Bunda ,tapi kamu sudah menjadi tanggung jawab suamimu , oleh karena itu kamu harus menghargai keputusan suamimu ." Nasehat Riko .
" Bunda..." Rengek Alifa sembari bergelayut manja di lengan bundanya .
" Sayang... benar kata Ayah kalau sekarang kamu udah jadi seorang istri ,jadi kamu harus bisa bersikap lebih dewasa , jangan bersikap
ke kanak-kanakan seperti ini sayang ."
" Hmmm... baiklah aku setuju tapi Bunda harus janji kalau Bunda akan sering mengunjungiku nanti ."
" Iya Bunda janji ."
" Yrus kapan kalian pindah ke rumah baru kalian ." Tanya Ifan .
" Rencananya sih sekarang... tapi itu kalau Bunda dan Ayah mengizinkan ." Ucap Fardan sembari menoleh ke arah Ayah dan Bundanya yang memang duduk berdampingan .
" Apa... ? sekarang , kenapa bukan besok aja Kak ." Tanya lifa .
" Apa bedanya besok sama sekarang , sama aja kan... kita akan tetap pindah rumah ." Ucap Fardan .
" Iya Lif ,lebih cepat kan lebih baik ,jadi kalau kalian sudah pindah ke rumah baru kalian , kalian pasti lebih banyak waktu berduaan dan pastinya tidak akan ada yang mengganggu ." Oceh Ifan .
" Kak Ifan ngomong apa sih ,gak jelas banget ." Celetuk Alifa .
"Dari pada kamu ribut terus mendingan kamu kemasi semua baju-baju mu dan baju suamimu ."
" Tidak usah Bun ,baju kita sudah tertata rapi di rumah baru kita ." Ucap Fardan .
"Loh kok bisa ." Ucap Alifa keheranan .
" Ya bisa lah , dia kan punya asisten yang selalu siap siaga ." Ucap Ifan .
" Apa benar Far ." Tanya Riko masih tak percaya .
" Iya Yah , tadi malam aku sudah meminta Kevin untuk mengantarkan semua bajuku dan baju Alifa ke rumah baru kita , supaya kita tidak perlu berkemas ,jadi hanya tinggal berangkat saja ." Jelas Fardan .
" Ya sudah tunggu apa lagi , sekarang kita pergi ke rumah kalian ."
" Kita , maksud Ayah..." Ifan tidak melanjutkan bicaranya .
" Iya Ayah ingin mengantarkan Alifa dan Fardan ke rumah barunya , sekalian Ayah juga ingin tau seperti apa rumah yang akan di tempati putra putriku ."
" Bunda juga ikut deh ."Ucap Rita .
-----
Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di depan rumah yang terlihat sangat megah dan mewah .
Akhirnya mereka pun berjalan menuju pintu utama untuk bisa memasuki rumah itu , setelah pintu itu terbuka semuanya langsung masuk ke dalam rumah itu , sungguh itu adalah rumah yang sangat mewah dan megah .
__ADS_1
Alifa dan kedua orang tuanya terpukau melihat isi rumah itu ,begitu pun dengan Ifan yang memang juga ikut mereka .
"Ck ck ck , ini rumah apa istana Kak , megah sekali ,bahkan rumah ini lebih besar dari rumah kita ." Ucap Ifan menatap kagum .
" Bagaimana Lif , apa kamu menyukainya ." Tanya Fardan .
" Iya Kak , aku sangat-sangat menyukainya tapi..." Alifa menggantungkan bicaranya .
" Tapi apa ." Tanya Fardan penasaran .
" Apa rumah ini tidak terlalu besar jika hanya untuk kita berdua ."
" Kita tidak akan hanya tinggal berdua di rumah ini ."
" Maksud Kak Fardan kita akan..." Belum selesai Alifa bicara Fardan sudah terlebih dulu memotongnya .
" Kita akan tinggal di rumah ini dengan anak-anak kita kelak ."
Seketika tenggorokan Alifa terasa tercekat mendengar Fardan menyebut kata anak .
"Anak... " Batin Alifa .
" Rumah ini sangat besar dan mewah , Ayah yakin kamu pasti betah tinggal disini dan Ayah juga yakin kalau Fardan bisa membahagiakanmu ."
" Bagaimana kalau kita melihat lihat rumah ini ." Usul Rita .
" Baiklah ,ayo ." Fardan menggandeng tangan Alifa membuat sang empunya terkejut dan menatap Fardan .
" Aifa sangat beruntung memiliki suami seperti Fardan , selain tampan dan baik dia juga bertanggung jawab , terima kasih tuhan , karena engkau memberikan pasangan yang tepat untuk putriku ." Batin Rita .
"Ayah harap besok kamu sudah bisa ke kantor." Tanya Riko pada menantunya .
" Insya allah bisa Yah ."
" Bagus , besok Ayah akan mengumumkan pada semua karyawan di kantor ,bahwa mulai besok kamu yang akan menggantikan Ayah untuk menjadi Ceo di ARM group ."
" Trus kenapa hari ini Ayah tidak pergi ke kantor ." Tanya Alifa .
" Karena rencananya hari ini Ayah ingin pergi ke rumah baru yang telah Ayah belikan untuk kalian , tapi ternyata Fardan sudah menyediakan rumah yang sangat megah untuk putri kesayangan Ayah ."
" Maaf Yah ,aku tidak bermaksud untuk tidak menghargai pemberian Ayah ." Ucap Fardan merasa bersalah .
" Tidak apa , Ayah sama sekali tidak keberatan dengan keputusanmu , justru Ayah berterima kasih terhadapmu , karena kamu sudah memberikan tempat yang terbaik untuk Alifa ."
" Ayah tidak perlu berterima kasih kepadaku , karena sudah tugas seorang suami untuk membahagiakan istrinya ."
Setelah cukup lama mereka berbincang bincang , akhirnya Ifan dan kedua orang tuanya pamit pulang .
" Kamu jaga diri kamu baik-baik ya sayang ,dan ingat kamu harus bisa bersikap dewasa jangan terus menerus bersikap kekanak-kanakan ." Pesan Rita pada Alifa .
" Iya Bunda , Bunda tenang saja ." Dengan berat hati Alifa harus membiarkan Ayah dan Bundanya pulang .
Setelah mereka pulang , Fardan mengajak Alifa untuk pergi ke kamarnya .
__ADS_1
" Ngapain sih Kak Fardan ngajak aku ke kamar ,dan ini kamar siapa , apa ini kamar Kak Fardan ." Oceh Alifa .
" Bukan ." Jawab Fardan singkat .
" Kalau kamar ini bukan kamar Kak Fardan itu berarti kamar ini adalah kamarku iya kan... " Tebak Alifa .
" Nggak juga ."
" Trus kamar siapa ?."Fardan menatap lekat Alifa sambil melangkah maju ke depan Alifa hingga mengikis jarak di antara mereka . Bahkan wajah Fardan kini sudah berada tepat di depan wajah Alifa .
" Kamar ini kamar kita berdua ." Bisik Fardan pada Alifa .
" Ap...apa... ka...kamar ki.. ta berdua ." Ucap alifa terbata - bata . Fardan hanya menganggukkan kepalanya .
" Iya , apa masih kurang jelas ."
" Tidak , tapi kan Kak Fardan tau sendiri kalau aku tidak terbiasa berbagi kamar dengan orang lain ."
" Aku ini suamimu Alifa Maulidia Mahendra , bukan orang lain , jadi mulai saat ini kamu harus terbiasa berbagi kamar denganku ."
" Lagian apa kamu berani tidur di kamar lain sendirian , padahal rumah ini banyak sekali penghuni nya ."
" Hah ....Beneran Kak ." Karena Alifa ketakutan , reflek saja dia memeluk Fardan .
" Dasar penakut ." Ledek Fardan sambil tersenyum kecil .
" Aku bukan takut tapi aku hanya tidak berani saja ." Elak Alifa .
" Itu sama aja kali ."
" Tapi apa benar rumah ini ada penghuni nya ."
" Ya tentu saja ada ,tapi bukan di huni makhluk halus ,melainkan di huni oleh manusia yaitu aku ,kamu dan para Art di rumah ini ." Jelas Fardan .
" Syukurlah aku kira di huni makhluk halus ."
"Lagian mana mungkin rumah semewah ini di huni makhluk halus ."
" Iya juga ya... ." Batin Alifa
-
-
-
-
-
**MOHON DUKUNGAN DARI KALIAN
DENGAN LIKE 👍 KOMEN DAN VOTE
__ADS_1
JANGAN LUPA JUGA TAMBAHKAN SEBAGAI FAVORIT JIKA KALIAN SUKA DENGAN JALAN CERITANYA YA ....
TERIMA KASIH...😉😉😉**