Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 37


__ADS_3

Setelah empat puluh lima menit mereka pun sampai di kediaman Mahendra .


Alifa langsung turun dari mobil dan bergegas masuk kerumahnya , bahkan dia langsung pergi ke kamar sang bunda .


" Bunda kenapa ???" Tanya Alifa saat sudah berada di samping Rita .


" Bunda tidak papa sayang , bunda hanya kelelahan saja ." Jawab Rita sambil tersenyum .


" Makannya bunda jangan terlalu kecapean , biar bunda gak sakit ." Ucap Alifa .


" Bunda gak sakit sayang , bunda cuma kangen aja sama kamu ." Ucap Rita sambil tersenyum lemah .


" Alifa juga kangen sama bunda ." Alifa memeluk Rita .


" Oh ya , bunda udah sarapan belum ???." Tanya Alifa saat sudah melepas pelukannya .


" Sudah sayang..."


" Owh baguslah ,tapi bunda juga udah minum obat kan..."


" Iya sayang... kamu ini jadi ikutan cerewet ya sekarang ."


" Hehehe... aku kan cuma khawatir sama keadaan bunda ."


" Kamu tenang aja ,bunda gak papa kok , bunda hanya butuh istirahat yang cukup , besok juga udah sembuh ."


" Ya udah kalau begitu bunda istirahat ya , biar bunda cepat sembuh , aku menemani bunda disini ." Ucap Alifa .


" Beneran kamu mau menemani bunda disini ?"Tanya Rita .


" Iya bunda ,aku kan masih kangen sama bunda ." Setelah itu Alifa ikut merebahkan tubuhnya di samping kanan bundanya .


Setengah jam kemudian...


Fardan berjalan beriringan dengan ayahnya menuju kamar sang bunda .


Karena sesampainya di rumah Fardan masih belum sempat menemui Rita . Ia langsung pergi menemui ayahnya di ruang kerjanya dan tentu saja itu atas permintaan sang ayah .


Fardan menatap dua wanita cantik yang tengah terlelap di atas ranjang , yang tak lain adalah sang bunda dan istri tercintanya . Karena Alifa yang sebelumnya merasa mengantuk saat menemani bundanya , ia juga ikut tertidur di samping bundanya dengan memeluk erat sang bunda .


" Menghela napas panjang , Bahagia sekali rasanya melihat orang yang kita cintai , bisa tidur setenang itu ." Ucap Fardan tanpa sadar , bahwa dirinya sedang tidak sendiri melainkan bersama sang ayah yang ikut menatap dua wanita cantik di depannya .


" Apa kamu sudah mencintai Alifa Far ? " Tanya Riko menatap putranya .


" Aduh... kenapa aku bisa lupa sih , kalau ayah juga ada disini ." Batin Fardan .


" Eee... ak...aku..." Ucap Fardan terbata-bata . Ia begitu malu untuk mengatakan yang sejujurnya terhadap Riko .


" Tidak perlu salting gitu ,tanpa kamu jawab ,ayah sudah tau jawabannya ." Ucap Riko sembari tersenyum melihat tingkah putranya yang terlihat malu-malu .


" Berusahalah untuk bisa mendapatkan cinta istrimu , ayah yakin suatu saat dia juga akan membalas perasaanmu ." Ucap Riko sembari menepuk pelan punggung Fardan .


" Oh ya , kamu berangkat jam berapa ? " Tanya Riko .


" Nanti jam 08.00 pagi ." Jawab Fardan tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Alifa .


" Terus kenapa kamu masih disini , sekarang kan udah jam 08.30 ." Ucap Riko .


" Apa...??? jadi sekarang udah jam 08.30 ? " Tanya Fardan terkejut .


" Hmmm..." Riko hanya berdehem sambil menahan tawanya melihat tingkah laku putranya .

__ADS_1


" Mati aku..." Ucap Fardan sambil menepuk pelan jidatnya . Dia pun pergi tanpa pamit pada sang ayah yang kini menertawakannya .


Bagaimana tidak , karena saking asyiknya Fardan menatap wajah istrinya yang tetap terlihat cantik meski dalam keadaan tertidur pulas , Ia sampai lupa bahwa dia akan berangkat ke luar kota saat ini .


" Cinta memang membuat orang lupa akan segalanya ." Batin Riko sambil tersenyum mengingat tingkah Fardan .


Di dalam mobil....


" Kenapa aku bisa lupa kalau aku akan ke luar kota saat ini ." Ucap Fardan heran pada dirinya sendiri .


" Ya... begitulah jika orang sudah jatuh cinta , bisa lupa akan segalanya ." ledek Kevin sambil tersenyum kecil .


" Kau... beraninya kau menertawakanku ." Ucap Fardan kesal .


" Siapa yang tertawa , aku kan hanya tersenyum ." Ucap Kevin .


" Kamu ini menyebalkan sekali ya... " Gerutu Fardan .


" Sekali-kali menyebalkan tidak apa-apa kan...😆😆😆 "


" 😠😠😠 "


" Becanda bosss... jangan marah lah... entar cepet tua loh... " Ledek Kevin lagi .


-----


Pukul 13.00


Alifa terbangun dari tidurnya , dengan pelan dia mendudukkan tubuhnya dan menatap jam dinding yang terpampang di dinding kamar sang bunda .


" Udah jam satu siang , itu berarti aku tidurnya lama banget ya ." Ucap Alifa .


Dia pun turun dari ranjang dan keluar kamar menuju kamarnya sendiri yang berada di lantai atas .


" Tidak ada yang berubah dari kamar ini, masih tetap sama seperti saat aku menempatinya ." Ucap Alifa sembari menetap sekeliling kamarnya .


" Aku sholat dulu kali ya ." Gumamnya pelan . Dia pun bergegas pergi ke kamar mandi , namun sebelumnya dia tidak lupa untuk membawa pakaian ganti dan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya .


Setelah lima belas menit Alifa selesai dari ritual mandinya . Ia pun segera melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim .


Baru saja Alifa selesai sholat , tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar kamarnya . Alifa pun bergegas membuka pintu .


Ceklek...


" Ada apa ???" Tanya Alifa pada pelayan yang kini tengah berdiri di depannya .


" Maaf Nona , saya hanya ingin bilang kalau makan siangnya sudah siap ." Ucap Bi Asih sambil menunduk sopan .


" Baiklah , nanti aku kesana ." Ucap Alifa .


" Kalau begitu saya permisi Nona ." Ucap Bi Asih . Alifa hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Bi Asih .


Setelah itu Alifa kembali masuk ke kamarnya dan membereskan peralatan sholatnya .


Setelah itu Alifa bergegas pergi ke ruang makan untuk makan siang .


" Apa Kak Ifan masih belum pulang ? " Tanya Alifa pada Bi Asih .


Tanpa Alifa sadari orang yang dia tanyakan kini tengah berdiri di belakangnya .


" Sepertinya ada yang sedang merindukanku ." Ucap Ifan dengan begitu pede nya .

__ADS_1


Alifa membalikkan badannya dan menatap Ifan .


" Gak usah kepedean deh ." Ucap Alifa .


" Aku tidak kepedean ,aku hanya mengatakan sesuai fakta ."


" Hadeh... gini banget ya ,kalau punya saudara pedenya kebangetan ." Batin Alifa .


" Kak Ifan udah makan siang belum ." Alifa mengalihkan pembicaraan .


" Belum ." Jawab Ifan .


" Ya udah kalau gitu kita makan siang sama-sama ." Ajak Alifa .


" Oh ya bik , ayah mana , sejak aku sampai aku sama sekali belum melihatnya ? " Tanya Alifa pada Bi Asih .


" Sejak tadi pagi tuan besar ada di ruang kerjanya Nona ." Jawab Bi Asih .


" Ya udah kalau gitu aku mau panggil ayah dulu ." Ucap Alifa .


" Gak usah ." Ucap Ifan .


" Loh... kenapa Kak ?"Tanya Alifa heran .


" Tuh... " Tunjuk Ifan yang melihat Riko tengah berjalan menuruni tangga .


" Ayah... " Alifa berlari kecil menghampiri sang ayah . Dan memeluknya dengan erat .


" Aku kangen... banget sama ayah ." Ucap Alifa manja .


"Ayah juga kangen sama putri kesayangan ayah yang manja ini ."Ucap Riko .


" Kangen-kangenan nya di lanjutin nanti aja , aku udah laper banget nih..." Celetuk Ifan .


" Dasar tukang makan , laper dikit aja udah gak bisa nahan ." Ejek Alifa .


" Biarin... lagian suka-suka aku kali..." Cibir Ifan .


" Sudah ,sebaiknya kita makan siang bareng ." Ucap Riko .


-


-


-


-


-


Hai semua...


Maaf ea... author baru up


Dan terima kasih banyak karna kalian masih setia menunggu kelanjutannya .


JANGAN LUPA YA...


TINGGALKAN LIKE , KOMEN DAN VOTE


KARENA ITULAH VITAMIN TERBAEK KU .

__ADS_1


SUPAYA TETAP SEMANGAT NULISNYA .


TERIMA KASIH EA....😉😉😉


__ADS_2