
Setelah empat puluh lima menit mereka pun sampai di kediaman Mahendra .
Alifa langsung turun dari mobil dan bergegas masuk kerumahnya , bahkan dia langsung pergi ke kamar sang bunda .
" Bunda kenapa ???" Tanya Alifa saat sudah berada di samping Rita .
" Bunda tidak papa sayang , bunda hanya kelelahan saja ." Jawab Rita sambil tersenyum .
" Makannya bunda jangan terlalu kecapean , biar bunda gak sakit ." Ucap Alifa .
" Bunda gak sakit sayang , bunda cuma kangen aja sama kamu ." Ucap Rita sambil tersenyum lemah .
" Alifa juga kangen sama bunda ." Alifa memeluk Rita .
" Oh ya , bunda udah sarapan belum ???." Tanya Alifa saat sudah melepas pelukannya .
" Sudah sayang..."
" Owh baguslah ,tapi bunda juga udah minum obat kan..."
" Iya sayang... kamu ini jadi ikutan cerewet ya sekarang ."
" Hehehe... aku kan cuma khawatir sama keadaan bunda ."
" Kamu tenang aja ,bunda gak papa kok , bunda hanya butuh istirahat yang cukup , besok juga udah sembuh ."
" Ya udah kalau begitu bunda istirahat ya , biar bunda cepat sembuh , aku menemani bunda disini ." Ucap Alifa .
" Beneran kamu mau menemani bunda disini ?"Tanya Rita .
" Iya bunda ,aku kan masih kangen sama bunda ." Setelah itu Alifa ikut merebahkan tubuhnya di samping kanan bundanya .
Setengah jam kemudian...
Fardan berjalan beriringan dengan ayahnya menuju kamar sang bunda .
Karena sesampainya di rumah Fardan masih belum sempat menemui Rita . Ia langsung pergi menemui ayahnya di ruang kerjanya dan tentu saja itu atas permintaan sang ayah .
Fardan menatap dua wanita cantik yang tengah terlelap di atas ranjang , yang tak lain adalah sang bunda dan istri tercintanya . Karena Alifa yang sebelumnya merasa mengantuk saat menemani bundanya , ia juga ikut tertidur di samping bundanya dengan memeluk erat sang bunda .
" Menghela napas panjang , Bahagia sekali rasanya melihat orang yang kita cintai , bisa tidur setenang itu ." Ucap Fardan tanpa sadar , bahwa dirinya sedang tidak sendiri melainkan bersama sang ayah yang ikut menatap dua wanita cantik di depannya .
" Apa kamu sudah mencintai Alifa Far ? " Tanya Riko menatap putranya .
" Aduh... kenapa aku bisa lupa sih , kalau ayah juga ada disini ." Batin Fardan .
" Eee... ak...aku..." Ucap Fardan terbata-bata . Ia begitu malu untuk mengatakan yang sejujurnya terhadap Riko .
" Tidak perlu salting gitu ,tanpa kamu jawab ,ayah sudah tau jawabannya ." Ucap Riko sembari tersenyum melihat tingkah putranya yang terlihat malu-malu .
" Berusahalah untuk bisa mendapatkan cinta istrimu , ayah yakin suatu saat dia juga akan membalas perasaanmu ." Ucap Riko sembari menepuk pelan punggung Fardan .
" Oh ya , kamu berangkat jam berapa ? " Tanya Riko .
" Nanti jam 08.00 pagi ." Jawab Fardan tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Alifa .
" Terus kenapa kamu masih disini , sekarang kan udah jam 08.30 ." Ucap Riko .
" Apa...??? jadi sekarang udah jam 08.30 ? " Tanya Fardan terkejut .
" Hmmm..." Riko hanya berdehem sambil menahan tawanya melihat tingkah laku putranya .
__ADS_1
" Mati aku..." Ucap Fardan sambil menepuk pelan jidatnya . Dia pun pergi tanpa pamit pada sang ayah yang kini menertawakannya .
Bagaimana tidak , karena saking asyiknya Fardan menatap wajah istrinya yang tetap terlihat cantik meski dalam keadaan tertidur pulas , Ia sampai lupa bahwa dia akan berangkat ke luar kota saat ini .
" Cinta memang membuat orang lupa akan segalanya ." Batin Riko sambil tersenyum mengingat tingkah Fardan .
Di dalam mobil....
" Kenapa aku bisa lupa kalau aku akan ke luar kota saat ini ." Ucap Fardan heran pada dirinya sendiri .
" Ya... begitulah jika orang sudah jatuh cinta , bisa lupa akan segalanya ." ledek Kevin sambil tersenyum kecil .
" Kau... beraninya kau menertawakanku ." Ucap Fardan kesal .
" Siapa yang tertawa , aku kan hanya tersenyum ." Ucap Kevin .
" Kamu ini menyebalkan sekali ya... " Gerutu Fardan .
" Sekali-kali menyebalkan tidak apa-apa kan...😆😆😆 "
" 😠😠😠"
" Becanda bosss... jangan marah lah... entar cepet tua loh... " Ledek Kevin lagi .
-----
Pukul 13.00
Alifa terbangun dari tidurnya , dengan pelan dia mendudukkan tubuhnya dan menatap jam dinding yang terpampang di dinding kamar sang bunda .
" Udah jam satu siang , itu berarti aku tidurnya lama banget ya ." Ucap Alifa .
Dia pun turun dari ranjang dan keluar kamar menuju kamarnya sendiri yang berada di lantai atas .
" Tidak ada yang berubah dari kamar ini, masih tetap sama seperti saat aku menempatinya ." Ucap Alifa sembari menetap sekeliling kamarnya .
" Aku sholat dulu kali ya ." Gumamnya pelan . Dia pun bergegas pergi ke kamar mandi , namun sebelumnya dia tidak lupa untuk membawa pakaian ganti dan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya .
Setelah lima belas menit Alifa selesai dari ritual mandinya . Ia pun segera melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim .
Baru saja Alifa selesai sholat , tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar kamarnya . Alifa pun bergegas membuka pintu .
Ceklek...
" Ada apa ???" Tanya Alifa pada pelayan yang kini tengah berdiri di depannya .
" Maaf Nona , saya hanya ingin bilang kalau makan siangnya sudah siap ." Ucap Bi Asih sambil menunduk sopan .
" Baiklah , nanti aku kesana ." Ucap Alifa .
" Kalau begitu saya permisi Nona ." Ucap Bi Asih . Alifa hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Bi Asih .
Setelah itu Alifa kembali masuk ke kamarnya dan membereskan peralatan sholatnya .
Setelah itu Alifa bergegas pergi ke ruang makan untuk makan siang .
" Apa Kak Ifan masih belum pulang ? " Tanya Alifa pada Bi Asih .
Tanpa Alifa sadari orang yang dia tanyakan kini tengah berdiri di belakangnya .
" Sepertinya ada yang sedang merindukanku ." Ucap Ifan dengan begitu pede nya .
__ADS_1
Alifa membalikkan badannya dan menatap Ifan .
" Gak usah kepedean deh ." Ucap Alifa .
" Aku tidak kepedean ,aku hanya mengatakan sesuai fakta ."
" Hadeh... gini banget ya ,kalau punya saudara pedenya kebangetan ." Batin Alifa .
" Kak Ifan udah makan siang belum ." Alifa mengalihkan pembicaraan .
" Belum ." Jawab Ifan .
" Ya udah kalau gitu kita makan siang sama-sama ." Ajak Alifa .
" Oh ya bik , ayah mana , sejak aku sampai aku sama sekali belum melihatnya ? " Tanya Alifa pada Bi Asih .
" Sejak tadi pagi tuan besar ada di ruang kerjanya Nona ." Jawab Bi Asih .
" Ya udah kalau gitu aku mau panggil ayah dulu ." Ucap Alifa .
" Gak usah ." Ucap Ifan .
" Loh... kenapa Kak ?"Tanya Alifa heran .
" Tuh... " Tunjuk Ifan yang melihat Riko tengah berjalan menuruni tangga .
" Ayah... " Alifa berlari kecil menghampiri sang ayah . Dan memeluknya dengan erat .
" Aku kangen... banget sama ayah ." Ucap Alifa manja .
"Ayah juga kangen sama putri kesayangan ayah yang manja ini ."Ucap Riko .
" Kangen-kangenan nya di lanjutin nanti aja , aku udah laper banget nih..." Celetuk Ifan .
" Dasar tukang makan , laper dikit aja udah gak bisa nahan ." Ejek Alifa .
" Biarin... lagian suka-suka aku kali..." Cibir Ifan .
" Sudah ,sebaiknya kita makan siang bareng ." Ucap Riko .
-
-
-
-
-
Hai semua...
Maaf ea... author baru up
Dan terima kasih banyak karna kalian masih setia menunggu kelanjutannya .
JANGAN LUPA YA...
TINGGALKAN LIKE , KOMEN DAN VOTE
KARENA ITULAH VITAMIN TERBAEK KU .
__ADS_1
SUPAYA TETAP SEMANGAT NULISNYA .
TERIMA KASIH EA....😉😉😉