Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 33


__ADS_3

" Cukup ya , aku benar-benar tidak tau apa maksudmu , dan jangan pernah samakan aku denganmu ." Ucap Alifa yang kini mulai tersulut emosi .


" Baiklah Nona muda Mahendra , jika kamu tidak tau akan aku beri tau ." Ucap Widia sembari tersenyum sinis .


" Mungkin sebelumnya kamu tidak pernah mengenalku , tapi kamu pasti mengenal Haikal kan... "


" Maksudmu Haikal Damian Danuarta ." Tanya Alifa memastikan jika yang di maksud Widia adalah Haikal mantan pacarnya .


" Ya... tepat sekali , dan tidak mungkin kamu tidak mengenal Haikal , karena dia adalah mantan pacarmu , benar kan... " Tebak Widia .


" Ya benar , tapi kenapa kamu bisa kenal dengan Haikal ." Tanya Alifa penasaran .


" Tentu saja aku kenal , karna dia adalah mantan tunanganku sekaligus ayah dari anak yang kandung saat ini ."


Jederrr....


Pernyataan Widia membuat Alifa bagaikan tersambar petir di siang bolong .


Pasalnya dia & keluarganya sudah menuduh Hafiz yang menghamili wanita di depannya . Dan tentu saja Alifa merasa bersalah jika apa yang di katakan Widia benar adanya .


" Kalau memang Haikal yang menghamili kamu , lalu kenapa Kak Hafiz yang menikahimu bukan Haikal , seharusnya dia kan yang bertanggung jawab atas kehamilanmu ." Tanya Alifa yang masih tidak mengerti dengan semua ini .


" Ya... seharusnya seperti itu , tapi sayangnya dia malah menolak , dan dia bilang kalau dia tidak bisa menikah denganku karena dia masih mencintai mantan pacarnya yaitu kamu Alifa ."


" Kalau dia memang tidak mencintai kamu , kenapa kalian bisa melakukan hal terlarang itu ."


" Karena saat itu dia melakukannya dalam keadaan tidak sadarkan diri ,saat itu dia sedang mabuk , bahkan di malam itu dia mengira perempuan yang sedang bersamanya itu adalah kamu bukan aku ." Ucap Widia .


Sejujurnya hati Widia terasa sakit , bahkan dadanya terasa sesak saat dia mengingat kembali kejadian di malam itu , dimana Haikal merenggut paksa kesucian nya .


* Flash Back On *

__ADS_1


Widia yang tengah asyik chattan dengan teman-teman nya di grup WA nya ,tiba-tiba saja mendapat telpon dari pemuda yang sangat di cintainya ,siapa lagi kalau bukan Haikal , tunangannya .


" Haikal... tumben dia menelponku ." Batin Widia . Dia mengangkat tepon Haikal dengan hati yang berbunga - bunga .


" Halo ada apa honey... tumben kamu menelponku , apa kamu merindukanku hingga malam2 begini kamu menelponku ." Ucap Widia dengan begitu pede nya .


" Halo Wid... ini aku Rio ,aku cuma mau bilang kalau saat ini Haikal sedang mabuk berat , dan aku tidak bisa mengantarkan dia pulang karena aku ada urusan mendadak , jadi aku menelponmu dengan memakai ponsel Haikal karena aku tidak punya nomor ponselmu ." Ucap Rio sahabat Haikal .


" Kamu bisa kan jemput dia disini , aku tidak mungkin membiarkan Haikal pulang sendirian dalam keadaan seperti ini , karena itu sangat membahayakan dirinya ." Lanjut Rio .


" Kalian sekarang ada dimana ?" Tanya Widia .


" Kita ada di bar xx ."


" Baiklah aku akan segera kesana ,tapi ku mohon kamu temani Haikal dulu sampai aku datang ."


" Oke ." Rio pun mengakhiri pembicaraannya dengan Widia . Rio yang memang sudah tau kalau Widia adalah tunangan Haikal langsung menelpon nya , karena dia tidak bisa mengantarkan sahabat baiknya itu .


Dulu Haikal adalah pemuda yang baik dan humoris , namun sikapnya berubah setelah dia putus dengan Alifa dan tentu saja itu atas permintaan ayahnya ,karena ayahnya ingin menjodohkan Haikal dengan sepupunya yaitu Widia , anak dari adik perempuan nya . semenjak itu sikap Haikal menjadi dingin dan pendiam , bahkan dia suka pergi ke bar dan minum sampai dia mabuk berat dan akhirnya tidak sadarkan diri .


" Akhirnya kamu datang juga ." Ucap Rio .


" Kamu bisa bantu aku kan , untuk membawa Haikal ke mobil ." Ucap Widia .


" Tentu saja , ayo... " Rio membantu Widia untuk membawa Haikal ke mobilnya .


Sesampainya di mobil , Rio membaringkan tubuh Haikal di jok belakang , karena saat ini Haikal dalam keadaan tak sadarkan diri .


" Terima kasih ya Rio ." Ucap Widia .


" Sama-sama ." Jawab Rio .

__ADS_1


Widia pun menjalankan mobilnya , meninggalkan parkiran bar .


Di dalam mobil...


" Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku tidak mungkin mengantar dia pulang ke rumahnya ,karena tidak mungkin Om Danu tidak memukul Haikal seperti malam-malam yang sebelumnya , jika dia melihat Haikal pulang dalam keadaan mabuk berat seperti ini ." Ucap Widia bingung .


" Tidak ada pilihan lain , aku harus membawa Haikal pulang ke rumah , lagian ayah dan bunda lagi pergi ke luar kota , jadi di rumah tidak ada siapa-siapa kecuali pelayan dan pengawal ,ya... itu yang terbaik , aku tidak mau orang yang aku cintai terus menerus di siksa oleh ayahnya ." Ucap Widia yang kini sedang mengemudikan mobilnya .


Memang Widia tergolong anak orang kaya , namun tak sekaya keluarga Mahendra , apalagi keluarga Arfiansyah .


Setelah empat puluh lima menit , mobil Widia sudah memasuki halaman rumahnya . Dia pun memanggil pengawal untuk membantu Widia membawa Haikal ke kamar tamu .


Sesampainya di kamar tamu , Widia menyuruh para pengawalnya pergi dan tentu saja dia menyuruh para pelayan dan para pengawal di rumah nya untuk tutup mulut dan tidak memberi tahu pada ayah dan bundanya bahwa dia telah membawa Haikal pulang ke rumah nya .


Setelah kepergian mereka , Widia duduk di bibir ranjang sambil menatap tunangannya sendu .


"Kenapa kamu jadi seperti ini Kal , kenapa cinta membuatmu menjadi hancur seperti ini , mana Haikal yang dulu aku kenal , yang selalu bersikap humoris dan ceria , kenapa kamu malah menjadi Haikal yang keras kepala dan dingin , bahkan sekarang kamu sudah suka meminum minuman yang beralkohol ." Ucap Widia dengan mata yang berkaca kaca .


Sejujurnya hati Widia terasa sakit saat melihat keadaan tunangan yang sangat di cintainya seperti sudah tak memiliki gairah untuk hidup , bahkan Haikal sama sekali tidak perduli dengan hukuman yang selalu ayahnya berikan kepadanya , karena semenjak dia putus dengan Alifa dan di paksa untuk bertunangan dengan Widia , Haikal sudah seperti kahilangan semangat untuk menjalani hidupnya .


" Maafkan aku Kal , mungkin aku terlalu egois hingga aku memaksamu untuk tetap bersamaku , meski sebenarnya aku sudah tau bahwa cintamu hanya untuk gadis sialan itu ." Widia membelai lembut wajah Haikal dan saat itu pula Haikal membuka matanya dan menatap Widia dengan sendu , bahkan wajah Widia kini telah berubah menjadi wajah Alifa di mata Haikal , karena saat ini dia masih dalam pengaruh minuman berakohol .


" Alifa... " Ucap Haikal lirih , dia meraih tangan Widia dan menariknya secara kasar hingga Widia jatuh menimpa tubuh kekarnya .


" Haikal apa yang kamu lakukan ." Ucap Widia mulai ketakutan , karena saat ini Haikal sudah membalikkan posisinya , hingga Widia sudah berada di bawah kungkungannya .


Kira-kira apa yang akan terjadi ya...


Ah... author jadi bingung gimana nulisnya


Author kan masih jopy ,jadi gak tau kalau soal begituan 🙈 .

__ADS_1


Seperti biasa ya....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE , KOMEN DAN VOTE . 😉😉😉


__ADS_2