
" Ya... mau bagaimana lagi , sejak lahir sifap ku memang sudah seperti ini ." Jawab Fardan .
" Ada apa ini , kok ribut ??? ." Tanya Riko yang kini tengah berjalan menghampiri mereka .
" Biasa yah , sie pria kulkas lagi ngeselin ." Ledek Ifan .
" Lebih baik di bilang pria kulkas , dari pada di bilang jones ." Ketus Fardan .
" Sudah-sudah , kenapa kalian tuh kalau udah ketemu bawaannya ribut... terus ."
" Abisnya dia tuh mulai duluan ,masak sama adek sendiri dingin begitu , gak asik banget kan..." Oceh Ifan .
" Ifan... bisa diem gak ." Ucap Riko sembari menatap tajam ke arah Ifan .
" Ya... deh maaf ." Ucap Ifan pasrah .
" Oh ya Far , tumben kamu kesini , biasanya kan kamu selalu berkunjung kesini di saat pagi hari , atau kalau gak sore hari ." Tanya Riko .
" Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan ayah dan bunda ." Ucap Fardan dengan wajah serius .
" Kok aku gak di sebut sih , memangnya kamu juga tidak mau membicarakan hal penting itu denganku ."Celetuk Ifan .
" Kamu masih kecil , gak masuk hitungan ." Ketus Fardan .
" Aku udah gede Kak , hanya saja aku terkadang bersikap kekanak kanakan ." Ucap Ifan .
" Baguslah kalau kamu udah nyadar ." Ucap Fardan datar .
" Ak... "
" Ifan bisa diem kan... " Ucap Riko memotong pembicaraan Ifan .
" Iya yah ." Ucap Ifan lemas .
"Selalu... saja aku yang salah ." Batin Ifan .
" Hal penting apa ??? " Tanya Riko penasaran .
" Kita bicarakan nanti saja setelah makan malam , tidak apa kan yah ? "
" Tidak apa-apa ,kita bisa bicarakan nanti ." Ucap Riko sembari menepuk pelan pundak Fardan .
" Ya sudah sebaiknya kita makan malam dulu , karena sepertinya makanannya sudah siap ."Lanjut Riko .
" Baiklah... " Ucap Ifan dan Fardan serempak .
Setelah itu mereka saling pandang satu sama lain .
" Kok kamu jadi ikut-ikutan aku sih ."Ketus Ifan .
" Gak usah ge er ." Ucap Fardan tak kalah ketus . Dia pun berjalan menuju meja makan yang kini sudah banyak makanan yang tertata rapi di atasnya . Begitu pun dengan Riko .
" Sepertinya rasa kesal membuatku semakin merasa lapar , makan dulu kali ya..." Batin Ifan . Dia pun ikut bergabung dengan keluarganya di ruang makan .
Setelah selesai makan malam , mereka berkumpul di ruang tengah .
__ADS_1
" Yah , bun , sebelumnya aku minta maaf , karena aku baru kasih tau soal ini sama ayah dan bunda , aku tidak bermaksud untuk merahasiakan ini dari kalian ,hanya saja aku menunggu waktu yang tepat untuk kasih tau semua ini sama kalian ."
Fardan berhenti sejenak .
" Sebenarnya aku sudah tau siapa orang tua kandungku , bahkan aku sudah bertemu dengan mereka ." Ucap Fardan sambil menatap orang tuanya yang memang tengah duduk berdampingan .
" Apa... jadi kamu sudah bertemu dengan orang tua kandungmu ??? " Tanya Rita terkejut dengan apa yang di sampaikan oleh Fardan .
" Iya bun ." Jawab Fardan .
" Kok ayah sama Kak Ifan biasa aja sih , atau jangan-jangan kalian memang tau soal ini ." Tanya Alifa heran melihat reaksi Riko dan Ifan yang terlihat biasa aja , tidak seperti bundanya yang terlihat terkejut dengan pernyataan Fardan .
" Apa kamu lupa siapa ayah kita , dia akan tau segala hal mengenai putra putrinya , termasuk identitas Kak Fardan sekalipun ." Ucap Ifan .
" Benar begitu yah??? " Tanya Alifa .
" Iya , apa yang dikatakan Ifan benar , ayah memang sudah tau kalau Fardan diam-diam mencari tau tentang siapa orang tua kandungnya ." Ucap Riko .
" Lalu kenapa kamu tidak pernah cerita soal ini sama aku ??? " Tanya Rita pada suaminya .
" Maaf bun , aku sengaja tidak memberitahu kalian , karena aku ingin Fardan sendiri yang menyampaikan ini sama kalian , lagian apa salahnya jika Fardan mencari tau tentang orang tua kandungnya ." Jelas Riko .
" Ayah benar , Lalu sejak kapan kamu mencari tau siapa orang tua kandungmu ??? " Tanya Rita .
" Sejak aku berusia lima belas tahun ." Jawab Fardan .
" Oh ya , aku kesini juga ingin mengundang ayah dan bunda untuk hadir di acara ulang tahun Kakak ku , sekaligus aku ingin mengenalkan ayah dan bunda pada daddy ku ." Ucap Fardan .
" Apa ini tidak terlalu cepat Far ??? " Tanya Riko .
" Tidak yah , karena ini memang sudah atas permintaan daddy untuk ingin bertemu secara langsung dengan ayah dan bunda , dan aku harap ayah dan bunda mau datang ."
" Kenapa kamu hanya ingin mengenalkan kami pada daddy mu , apa kamu juga tidak ingin mengenalkan kami pada mommy mu??? "Tanya Rita .
" Emmm... mommy ku sudah meninggal bun , dia meninggal setelah melahirkan ku ." Jawab Fardan .
" Maaf sayang , bunda tidak tau ."
" Tidak apa bun , lagian aku sudah memiliki bunda , dan itu sudah lebih dari cukup bagiku ." Ucap Fardan sembari tersenyum menatap sang bunda .
" Kenapa Kak Fardan tidak bilang soal ini kepadaku ??? " Tanya Alifa .
" Maaf sayang aku lupa ."
" Tunggu , kenapa kamu hanya mengundang ayah dan bunda , apa kali ini aku juga tidak masuk hitungan ??? " Tanya Ifan polos .
Dan tentu saja ucapannya mengundang tawa bagi mereka .
" Hei... kau adik terbaikku , jadi tentu saja kau juga harus hadir di ulang tahun Kakakku ." Ucap Fardan sembari menepuk pelan pundak Ifan .
" Hah... syukurlah , aku pikir aku tidak di undang ."
" Ya... kau memang di undang ,tapi hanya sebagai pelayan ." Ucap Fardan .
" Apaaa....??? " Ucap Ifan terkejut .
__ADS_1
" Aku hanya bercanda , tidak usah sekaget itu kali ." Ledek Fardan sembari tersenyum kecil .
" Aku pikir beneran ."Ucap Ifan bernapas lega .
" Tunggu , sejak kapan kamu suka bercanda ??? " Tanya Ifan heran melihat perubahan Fardan yang secara tiba-tiba .
" Sejak aku menikah dengan Alifa , iya kan sayang... " Ucap fardan sambil menatap wajah cantik istrinya .
Sedangkan Alifa hanya menundukkan kepalanya , karena dia merasa malu saat Fardan memanggilnya sayang di depan keluarganya .
" Dasar bucin ." Ledek Ifan .
" Bilang aja syirik ." Ketus Fardan .
Rita dan Riko hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua putranya .
" Oh ya , malam ini kalian akan menginap disini kan ??? " Tanya Rita .
" Iya bun ,malam ini kita akan menginap disini ." Jawab Alifa .
" Baguslah kalau begitu ." Ucap Rita senang .
-----
Ke esokan harinya , Fardan sudah siap untuk berangkat ke kantornya .
Begitu pun dengan Alifa , dia sudah siap untuk berangkat ke kampus .
" Kak Fardan... aku berangkat ke kampus bareng Kak Ifan aja ya , biar Kak Fardan bisa langsubg pergi ke kantor tanpa harus mengantarkan ku terlebih dahulu ." Ucap Alifa sembari memakaikan dasi Fardan .
" Tidak , biar aku yang mengantarmu ." Ucap Fardan .
" Tapi Kak... "
" Aku tidak suka bantahan , oke ." Tegas Fardan .
" Menghela napas panjang , baiklah... " Ucap Alifa pasrah .
" Dasar cemburuan , masak sama adik sendiri cemburu ." Batin Alifa .
" Mana mungkin aku membiarkan Alifa berangkat ke kampus dengan orang yang diam-diam mencintainya , aku tidak perduli mau dia sepupunya atau saudaraku sekalipun , tapi yang jelas aku tetap tidak suka ." Batin Fardan .
-
-
-
-
-
TERUS DUKUNG KARYA KU DENGAN
LIKE KOMEN DAN VOTE .
__ADS_1
DAN JADIKAN NOVEL INI SEBAGAI FAVORIT , JIKA KALIAN MENYUKAI CERITANYA .
TERIMA KASIH...😊😊😊