Cinta Di Balik Sandiwara

Cinta Di Balik Sandiwara
Episode 47


__ADS_3

" Ya... mau bagaimana lagi , sejak lahir sifap ku memang sudah seperti ini ." Jawab Fardan .


" Ada apa ini , kok ribut ??? ." Tanya Riko yang kini tengah berjalan menghampiri mereka .


" Biasa yah , sie pria kulkas lagi ngeselin ." Ledek Ifan .


" Lebih baik di bilang pria kulkas , dari pada di bilang jones ." Ketus Fardan .


" Sudah-sudah , kenapa kalian tuh kalau udah ketemu bawaannya ribut... terus ."


" Abisnya dia tuh mulai duluan ,masak sama adek sendiri dingin begitu , gak asik banget kan..." Oceh Ifan .


" Ifan... bisa diem gak ." Ucap Riko sembari menatap tajam ke arah Ifan .


" Ya... deh maaf ." Ucap Ifan pasrah .


" Oh ya Far , tumben kamu kesini , biasanya kan kamu selalu berkunjung kesini di saat pagi hari , atau kalau gak sore hari ." Tanya Riko .


" Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan ayah dan bunda ." Ucap Fardan dengan wajah serius .


" Kok aku gak di sebut sih , memangnya kamu juga tidak mau membicarakan hal penting itu denganku ."Celetuk Ifan .


" Kamu masih kecil , gak masuk hitungan ." Ketus Fardan .


" Aku udah gede Kak , hanya saja aku terkadang bersikap kekanak kanakan ." Ucap Ifan .


" Baguslah kalau kamu udah nyadar ." Ucap Fardan datar .


" Ak... "


" Ifan bisa diem kan... " Ucap Riko memotong pembicaraan Ifan .


" Iya yah ." Ucap Ifan lemas .


"Selalu... saja aku yang salah ." Batin Ifan .


" Hal penting apa ??? " Tanya Riko penasaran .


" Kita bicarakan nanti saja setelah makan malam , tidak apa kan yah ? "


" Tidak apa-apa ,kita bisa bicarakan nanti ." Ucap Riko sembari menepuk pelan pundak Fardan .


" Ya sudah sebaiknya kita makan malam dulu , karena sepertinya makanannya sudah siap ."Lanjut Riko .


" Baiklah... " Ucap Ifan dan Fardan serempak .


Setelah itu mereka saling pandang satu sama lain .


" Kok kamu jadi ikut-ikutan aku sih ."Ketus Ifan .


" Gak usah ge er ." Ucap Fardan tak kalah ketus . Dia pun berjalan menuju meja makan yang kini sudah banyak makanan yang tertata rapi di atasnya . Begitu pun dengan Riko .


" Sepertinya rasa kesal membuatku semakin merasa lapar , makan dulu kali ya..." Batin Ifan . Dia pun ikut bergabung dengan keluarganya di ruang makan .


Setelah selesai makan malam , mereka berkumpul di ruang tengah .

__ADS_1


" Yah , bun , sebelumnya aku minta maaf , karena aku baru kasih tau soal ini sama ayah dan bunda , aku tidak bermaksud untuk merahasiakan ini dari kalian ,hanya saja aku menunggu waktu yang tepat untuk kasih tau semua ini sama kalian ."


Fardan berhenti sejenak .


" Sebenarnya aku sudah tau siapa orang tua kandungku , bahkan aku sudah bertemu dengan mereka ." Ucap Fardan sambil menatap orang tuanya yang memang tengah duduk berdampingan .


" Apa... jadi kamu sudah bertemu dengan orang tua kandungmu ??? " Tanya Rita terkejut dengan apa yang di sampaikan oleh Fardan .


" Iya bun ." Jawab Fardan .


" Kok ayah sama Kak Ifan biasa aja sih , atau jangan-jangan kalian memang tau soal ini ." Tanya Alifa heran melihat reaksi Riko dan Ifan yang terlihat biasa aja , tidak seperti bundanya yang terlihat terkejut dengan pernyataan Fardan .


" Apa kamu lupa siapa ayah kita , dia akan tau segala hal mengenai putra putrinya , termasuk identitas Kak Fardan sekalipun ." Ucap Ifan .


" Benar begitu yah??? " Tanya Alifa .


" Iya , apa yang dikatakan Ifan benar , ayah memang sudah tau kalau Fardan diam-diam mencari tau tentang siapa orang tua kandungnya ." Ucap Riko .


" Lalu kenapa kamu tidak pernah cerita soal ini sama aku ??? " Tanya Rita pada suaminya .


" Maaf bun , aku sengaja tidak memberitahu kalian , karena aku ingin Fardan sendiri yang menyampaikan ini sama kalian , lagian apa salahnya jika Fardan mencari tau tentang orang tua kandungnya ." Jelas Riko .


" Ayah benar , Lalu sejak kapan kamu mencari tau siapa orang tua kandungmu ??? " Tanya Rita .


" Sejak aku berusia lima belas tahun ." Jawab Fardan .


" Oh ya , aku kesini juga ingin mengundang ayah dan bunda untuk hadir di acara ulang tahun Kakak ku , sekaligus aku ingin mengenalkan ayah dan bunda pada daddy ku ." Ucap Fardan .


" Apa ini tidak terlalu cepat Far ??? " Tanya Riko .


" Tidak yah , karena ini memang sudah atas permintaan daddy untuk ingin bertemu secara langsung dengan ayah dan bunda , dan aku harap ayah dan bunda mau datang ."


" Kenapa kamu hanya ingin mengenalkan kami pada daddy mu , apa kamu juga tidak ingin mengenalkan kami pada mommy mu??? "Tanya Rita .


" Emmm... mommy ku sudah meninggal bun , dia meninggal setelah melahirkan ku ." Jawab Fardan .


" Maaf sayang , bunda tidak tau ."


" Tidak apa bun , lagian aku sudah memiliki bunda , dan itu sudah lebih dari cukup bagiku ." Ucap Fardan sembari tersenyum menatap sang bunda .


" Kenapa Kak Fardan tidak bilang soal ini kepadaku ??? " Tanya Alifa .


" Maaf sayang aku lupa ."


" Tunggu , kenapa kamu hanya mengundang ayah dan bunda , apa kali ini aku juga tidak masuk hitungan ??? " Tanya Ifan polos .


Dan tentu saja ucapannya mengundang tawa bagi mereka .


" Hei... kau adik terbaikku , jadi tentu saja kau juga harus hadir di ulang tahun Kakakku ." Ucap Fardan sembari menepuk pelan pundak Ifan .


" Hah... syukurlah , aku pikir aku tidak di undang ."


" Ya... kau memang di undang ,tapi hanya sebagai pelayan ." Ucap Fardan .


" Apaaa....??? " Ucap Ifan terkejut .

__ADS_1


" Aku hanya bercanda , tidak usah sekaget itu kali ." Ledek Fardan sembari tersenyum kecil .


" Aku pikir beneran ."Ucap Ifan bernapas lega .


" Tunggu , sejak kapan kamu suka bercanda ??? " Tanya Ifan heran melihat perubahan Fardan yang secara tiba-tiba .


" Sejak aku menikah dengan Alifa , iya kan sayang... " Ucap fardan sambil menatap wajah cantik istrinya .


Sedangkan Alifa hanya menundukkan kepalanya , karena dia merasa malu saat Fardan memanggilnya sayang di depan keluarganya .


" Dasar bucin ." Ledek Ifan .


" Bilang aja syirik ." Ketus Fardan .


Rita dan Riko hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua putranya .


" Oh ya , malam ini kalian akan menginap disini kan ??? " Tanya Rita .


" Iya bun ,malam ini kita akan menginap disini ." Jawab Alifa .


" Baguslah kalau begitu ." Ucap Rita senang .


-----


Ke esokan harinya , Fardan sudah siap untuk berangkat ke kantornya .


Begitu pun dengan Alifa , dia sudah siap untuk berangkat ke kampus .


" Kak Fardan... aku berangkat ke kampus bareng Kak Ifan aja ya , biar Kak Fardan bisa langsubg pergi ke kantor tanpa harus mengantarkan ku terlebih dahulu ." Ucap Alifa sembari memakaikan dasi Fardan .


" Tidak , biar aku yang mengantarmu ." Ucap Fardan .


" Tapi Kak... "


" Aku tidak suka bantahan , oke ." Tegas Fardan .


" Menghela napas panjang , baiklah... " Ucap Alifa pasrah .


" Dasar cemburuan , masak sama adik sendiri cemburu ." Batin Alifa .


" Mana mungkin aku membiarkan Alifa berangkat ke kampus dengan orang yang diam-diam mencintainya , aku tidak perduli mau dia sepupunya atau saudaraku sekalipun , tapi yang jelas aku tetap tidak suka ." Batin Fardan .


-


-


-


-


-


TERUS DUKUNG KARYA KU DENGAN


LIKE KOMEN DAN VOTE .

__ADS_1


DAN JADIKAN NOVEL INI SEBAGAI FAVORIT , JIKA KALIAN MENYUKAI CERITANYA .


TERIMA KASIH...😊😊😊


__ADS_2